Kenalin nama gue Alexsa Pretanita Wijaya. Gue sering di bilang badgirls, entah dari mana gue disebut itu gue juga nggak tau, tapi kesukaan gue itu telat!!!Yeaaa guee sering banget telat kesekolah, dan katanya pembuat onar,apalagi sama si ketos yang super dingin itu.
Dan kenalin juga musuh langganan gue tiap pagi kalau bukan Gavin Alexsander. Dia seorang ketos di sekolah gue dan dia yang tiap hari jadi langganan gue buat masuk keruangan ternyamannnya dimana lagi kalau bukan Ruang OSIS.
Asal kalian tau aja masak gue yang cantik bak bidadari begini di Katain monyet ,kan jahat banget gitu.kesel?? Pasti pakek banget malah.
Yang gue heran tuh kok bisa dia jadi most wanted di sekolah, menurut gue cewek cewek di sekolah gue matanya udah pada minus deh, orang muka datar, kayak es balok begitu kok di taksir. Herman gue😐
"Berisik, lo mau jatuh?" Ucapnya.
"Turunin gue cepetan" teriakku.
"Nggak."
"Lo mau bawa gue kemana?" Tanyaku。
"KUA."
"Whattttt??"
Jangan lupa tinggalkan vote komen dan like ya teman teman🙏🤩🤩
follow @fitrifhyanty05
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulai cemburu
❇️❇️❇️❇️
ketika Gavin melihat pintu kamar mandi terbuka Gavin langsung bersiap untuk mengendong Alexa lagi
"gue bisa jalan sendiri kok" ucap Alexa yang kaget karena digendong Gavin
"udah diam kamu lagi sakit" jawab gavin
gavin meletakkan Alexa di tempat tidurnya lagi dan ingin melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda tadi karena mengantar Alexa kamar mandi, Alexa yang melihat gavin siap untuk mengerjakan pekerjaannya lagi dan melihat jam sekarang sudah pukul 11 malam ,,
tapi gavin masih tetap fokus pada laptopnya.
"ngerjain apa sih vin ini kan udah malam tidur gih" ucap Alexa.
"Ya bentar lagi selesai kok" jawab Gavin.
" kamu tidur duluan gih biar cepet sembuh nggak usah nungguin aku" tambah Gavin lagi
Alexa tetap menunggu, Gavin yang melihat Alexa belum tidur juga akhirnya menutup laptopnya dan mendekati Alexa.
"kenapa belum tidur hmmm" ucap Gavin lembut sambil membelai kepala alexsa.
"tidur gih aku temenin" tambah Gavin
"yaudah lu baring juga disini" ucap Alexa
"ini kan sempit mon" tolak gavin
"Ya udah kalau nggak mau aku nggak mau tidur" ucap Alexa kesal
"Ya udah deh iya ayok tidur" ucap Gavin
akhirnya Gavin menuruti kemauan Alexa, Alexa memiringkan badannya setelah itu gavin naik ke atas tempat tidur dan memeluk Alexa. setelah beberapa menit Alexa sudah berada di alam mimpi.
Gavin yang melihat alexsa sudah tertidur mengecup pucuk kepala Alexa dan ikut memejamkan matanya untuk menyusul alexsa ke alam mimpi.
❇️❇️❇️❇️
paginya alexsa sudah di perbolehkan untuk pulang karna keadaan alexsa juga sudah membaik, gavin menyuruh alexsa untuk nanti siang saja pulang nya biar Gavin yang menjemputnya tapi Alexsa tetep ingin pulang Langsung.
Akhirnya Gavin menelpon kedua orang tua mereka dan mengabari jika alexsa sudah d perbolehkan pulang.
Dan meminta kedua orang tuanya untuk menjemput alexsa , Gavin tidak bisa bolos karna hari ini dirinya mengadakan rapat osis nanti sepulang sekolah.
Gavin sudah siap dengan stelan baju sekolah dan jas almamater nya, melihat Gavin yang sudah siap membuat alexsa mencembikkan bibirnya, karena melihat wajah gavin yang tampak segar dan itu akan membuat nanti anak-anak yang ada di sekolah terpesona oleh gavin,melihat alexsa seperti kesal dengannya Gavin mendekati alexsa yang duduk di sofa sambil menunggu orang tua mereka datang.
" kamu kenapa kok cemberut" tanya Gavin
"siapa yang cemberut biasa aja" ucap sewot alexsa
" kamu terpesona ya sama aku" goda Gavin
" siapa juga yang terpesona , Lo tuh yang malah tebar pesona nanti" jawab judes alexsa
Gavin yang melihat alexsa kesal tertawa kecil.
" kenapa ketawa ,lucu???" alexsa menatap tajam Gavin karna Gavin sedang menertawakannya.
" enggak udah dong, kan aq suami kamu sekarang jadi milik kamu seutuhnya" ucap Gavin sambil mendekatkan wajahnya ke wajah alexsa, alexsa yang melihat itu menjadi bungkam dan jantungnya kayak habis lari maraton heheh dug ...dug... dug..
" aduh ngapain sih nih anak, jantung kenapa juga jadi kenceng banget detaknya, woyy diem jantung diem jangan Sampek Gavin tau kalau gue deg degan malu ntar gue" gumam hati alexsa tapi bukan malah berhenti jantungnya seakan mengencangkan suaranya ya heheh
cletakk
Gavin mencentil dahi alexsa dan memundurkan wajahnya melihat wajah alexsa yang sedang menutup mata, Gavin tersenyum dan membisikan sesuatu di telinga alexsa yang membuat alexsa langsung membuka matanya dan mendorong Gavin.
" jangan macam macam Lo" ancam alexsa dan ingin bangkit dari duduknya tpi gagal karna alexsa sudah ditarik kedalam pangkuan Gavin , dan tak sengaja bibir alexsa terkena bibir Gavin ,gavin tidak menyia-nyiakan kesempatan itu Gavin langsung menarik tengkuk alexsa dan ******* lembut bibir alexsa.hanya sekilas tapi membuat alexsa jadi gugup padahal itu bukan yang pertama bagi mereka.
tak lama pintu ruangan terbuka, menampakkan orang tua mereka,
" ehh kayaknya kita datang gak tepat deh " ucap mamah Evi menggoda anak dan menantunya yang masih berada dipangkuan Gavin, alexsa yang mendengar ucapan mamah Evi seketika langsung turun dari pangkuan gavin.
sedangkan Gavin menampilkan wajah seperti tidak terjadi apa apa.
"ya udah kita keluar aja yuk jeng" ucap mamah indah yang sama ingin menggoda anaknya
" mahhh" rengek alexsa
dan keempat orang tua itu masuk menghampiri anak dan menantu mereka.
" kamu berangkat aja Vin kita udah disini nanti kamu telat" ucap mamah indah
" ya udah mah pah Gavin berangkat dulu, kalian hati hati dijalan, maaf Gavin gak bisa nemenin dan ngerepotin kalian" pamit Gavin ke orang tuanya dan mertuanya.
" iya gapapa Vin,kamu kan sekolah" ucap papah dharma
Gavin melihat alexsa yang mematung masih d dekat sofa , Gavin yang melihat alexsa tidak peka akhirnya melangkah menuju pintu dan belum keluar dari pintu terdengar suara alexsa yang memanggil yang membuat Gavin tersenyum tipis
"ES BATU" ucap alexsa sedikit teriak.
Gavin menoleh kebelakang , alexsa melangkah mendekati Gavin dan tangannya ia todongkan ke Gavin, gavin yang melihat itu tersenyum dan menjabat tangan Alexsa dan alexsa mengecup sekilas tangan Gavin.
" jangan tebar pesona Lo" ucap alexsa dan Gavin tertawa
" iya aku gak tebar pesona " ucap Gavin dan menarik kepala Alexsa dan mengecup pucuk kepala alexsa.
padahal masih ada orang tua mereka dan orangtua mereka tersenyum melihat anak dan menantunya bisa saling mengerti walaupun awalnya mereka saling bertengkar.
"aku berangkat dulu " ucap Gavin dan mengacak ngacak rambut alexsa dan alexsa mencembikkan bibirnya
" hati hati dijalan" ucap alexsa dan di anggukin Gavin
setelah itu alexsa pulang dengan kedua orang tuanya dan mertuanya tapi berbeda mobil dengan mertuanya, alexsa satu mobil dengan orang tuanya.