menanti jodoh yang terbaik adalah impian semua orang,sebab itu pernahi diri karena jodoh mu cerminan dirimu.
tapi bagaimana bila dirimu sudah berakhlak sesuai syariat tapi ternyata jodoh mu tak sesuai harapan mu.
inilah kisah dari seorang gadis bernama vilara,gadis berhijab yang sedang menunggu jodoh dunia akhirat nya,
vilara dihadapkan oleh dua pilihan pemuda yang mencintai vilara dengan cara berbeda.
"umi andai vii tidak menikah dengan seorang santri atau anak ustadz apa ilmu yang selama vii dapat tidak bermanfaat",tanya vilara
"tidak nak,karena itu lah perjuangan sesungguhnya bagi mu,untuk menuntun seorang kejalan yang benar dengan ilmu mu,jalan yang diridhoi allah".ucap umi menasehati vilara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
flashback on
rinan dan vii bersekolah ditempat yang sama kedua nya juga dipondok pesantren yang sama juga.rinan termasuk sosok yang populer di sekolah maupun di ponpes,dia kakak kelas vii,
rinan juga terkenal playboy karna sering gonta ganti pacar,walaupun dia pacaran tidak aneh-aneh hanya bergandengan tangan tapi cap itu sudah melekat pada diri nya.
siapa yang tidak mau jadi pacar seorang rinan setiawan cowok tampan,kulit putih,hidung mancung jago basket,jago futsal,idaman banget buat para cewek.hanya vii cewek yang tidak histeris bila melihat senyuman rinan.
setelah lulus sekolah rinan juga melanjutkan pendidikannya,saat dirinya menjadi pengurus ponpes asrama putra,dia kenal dengan vii yang menjadi pengurus keamanan ponpes asrama putri,
menurut rinan vii gadis yang unik,gadis ceria,humble tapi juga tegas,banyak santriwan yang menaruh hati padanya tapi berakhir kecewa karena vii hanya menganggap teman tidak lebih.
hingga pada suatu hari rinan mendengar obrolan lamat-lamat saat berjalan didepan asrama ada seorang santriwan yang menaruh hati pada vii,dia bilang akan mendapatkan vii dengan cara apapun,dia tau vii akan ada acara untuk kelulusan dan pulang sore,dia akan menjemput vii dan berdalih bahwa putra pengasuh ponpes/gus yang sudah menyuruh.
setelah mendengar itu rinan mengawasi,dan mengikuti ikhwan kemanapun dia pergi,sampai rinan meminjam motor,karena ikhwan menggunakan mobil pick up milik ponpes.
rinan mengikuti mobil tersebut hingga dia melihat vii yang nampak ragu untuk ikut dengan ikhwan tersebut,tapi entah bujukan apa dan hari juga menjelang magrib vii pun ikut masuk mobil tersebut.
didalam mobil vii dipaksa menerima cinta ikhwan.,
"vii aku suka sama kamu"...
tangan vii digenggam erat dan mobil dilajukan dengan cepat
"maaf tapi aku enggak suka sama kamu kak".
,vii berusaha menarik tangan nya dan hanya bisa beristigfar.
"tapi aku sangat mencintaimu vii jadi lah pacar ku vii".
"tidak kak".hawab vii
bila pernyataan cinta ikhwan tersebut dijawab tidak oleh vii maka laju mobil ditambah kecepatanya.
"bila kamu tidak menerima cinta ku maka kita akan mati bersama".ancam ikhwan dengan melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
vii sebenarnya takut tapi dia harus bisa tetap tenang,hingga mobil berhenti di tempat yang sepi dan gelap hanya lampu jalan temaram yang menyinari.ikhwan tersebut menarik tangan vii dan memaksa mencium bibir vii tapi dengan rasa marah vii memberontak dan menendang aset berharga ikhwan hingga ikwan berteriak kesakitan "aaaahhh",vii keluar dengan tergesa-gesa,sedikit berlari karena takut ikhwan menyusulnya ,setelah menjauh dari mobil sebuah motor berhenti didepannya vii melihat dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis takut dan sedih yang amat sangat,ternyata dia rinan.
"ayo aku antar kerumah dewi,rumah dewi dekat dari sini,"..rinan meyakinkan.
vii menurut dipikirannya bila rinan juga melakukan hal yang sama seperti ikhwan maka dia akan lompat dari motor.
vii diantar kerumah dewi oleh rinan,disana setelah menunaikan sholat vii bercerita dengan dewi,orang tua dewi dan juga rinan.
"nak rinan biar nak vii menginap disini dulu".
kata ibu dewi
"baik bu rinan titip vii".ucap rinan sambil bersalaman dan mencium punggung tangan ibu dan bapaknya dewi.
pagi hari vii diantar oleh orang tua dewi kerumah pengasuh pondok dan langsung menceritakan kejadian yang telah terjadi pada vii.abah dan umi tampak khawatir.tapi lain hal nya dengan para santriwati/santriwan yang telah mendapat gosip bahwa vilara dan rinan berduaan malam-malam ditempat sepi.
setelah itu vii langsung menuju keasrama banyak tatapan sinis dari para santriwati.vii merasa ada yang aneh.apa ada sesuatu pikirnya.
saat vii sedang didalam asrama seorang santri langsung masuk.
"mbak ini katanya rnggak suka sama kak rinan,ehh enggak tau nya malah berdua-duaan naik motor".ucap saroh
vii mengerutkan dahi namun sebelum menjawab.
"dasar wanita munafik".ucap saroh langsung meninggalkan vii.
deg.
"ya allah...ucap lirih vii dengan airmata yang menetes tanpa permisi.
lain halnya diasrama putra,rinan cuek tentang gosip yang dia dengar.dia mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
dia bertanya dengan sesama rekan pengurus.
"sebenarnya ada apa si bang"..tanya rinan ke bang jouhari.
"kata anak-anak mereka mendapat kiriman foto mu dengan santri putri sedang berboncengan dengan motor diponsel mereka".ucap jou
"asstagfirullohalazim,memang saya berboncengan bang tapi ada sebab nya mengapa saya membonceng vilara bang".ucap rinan
"jadi vilara yang kamu bonceng pantesan gempar coba ceritakan"..pinta jou
kemudian rinan menceritakan dari awal hingga akhir.
"ternyata fitnah lebih kejam dari ibu kantin yang nagih utang".ucap jou setelah mendengar penjelasan rinan
"apa perlu kita lapor kepada abah bang,saya takut vii syok bang".rinan khawatir
tapi sebelum abang jou memberi jawaban seorang santri diutus oleh gus (putra pengasuh ponpes),untuk mengumpulkan para pengurus di ruangan khusus untuk musyawaroh.
didalam ruangan itu pengurus ponpes asrama putri dan asrama putra sudah berkumpul,terlihat vilara juga sudah duduk dikursi depan layaknya seorang terdakwa.
saat rinan dan jouhari masuk aura dingin menyeruak,semua mata memandang rinan seolah-olah tersangka utama.setelah rinan duduk.seorang yang vii dan rinan kenal masuk.dia adalah dedek yang memapah ikhwan.
"assalammualaikum wr.wb..."sapa gus
"waalaikum salam wr wb."ucap semua
"disini saya mengumpulkan pengurus agar masalah ini tak berlarut-larut;tentu kalian semua tau kan masalah apa itu,".ucap gus
"iya gus kita semua tau".
"sekarang dedek coba kamu ceritakan kenapa bisa mendapat foto tersebut".perintah gus
"baik saat itu saya ditelpon oleh ikhwan untuk membantunya karena dia mendadak sakit perut,saat itu saya berpapasan dengan mereka dan memotretnya dengan kamera handpone saya gus".terang dedek
"rinan tolong jelaskan kenapa kamu bisa berduaan".pinta gus
rinan menceritakan dari dia dengar obrolan diasrama sampai saat dia mendengar teriakan.
"saat saya mendengar teriakan saya langsung menghampiri mereka tapi yang didalam mobil hanya ikhwan yang sedang sangat kesakitan,didepan saya juga lihat vilara berlari dengan sangat cepat saya kejar dan membonceng nya kemudian saya antar ketempat dewi sepupu saya gus".terang rinan
"vilara coba nak kamu jelaskan".ucap gus dengan menatap vii iba.
"saat saya dan mbak ulfa hendak pulang kerumahnya,tiba-tiba kak ikhwan datang dengan pick up.dia berkata disuruh bahwa disuruh oleh gus untuk menjemput saya tapi saya menolak karena ragu tapi karena ulfa sudah pulang dan hari sudah sore saya ikut,dan kemudian kejadian dimana kak ikhwan mencoba mencium saya dan saya tendang bagian berharganya dengan sangat kuat dia berteriak kesakitan kemudian saya berlari keluar".pungkas vii
"bagaimana ikhwan ada yang ingin kamu sampaikan".tanya gus
"mereka berbohong gus".dengan nada gemetar takut
"heii apa maksud mu ikhwan".ucap rinan dengan nada emosi
"saya tidak mungkin melakukan itu".bela ikhwan sedang dedek diam gemetaran takut karena saat diasrama dia yang diajak ngobrol oleh ikhwan.
"coba ada bukti tidak".ucap gus
"ada saksi gus".ucap jouhari didepan pintu dan disusul oleh dewi serta kedua orang tua nya.
"eeheeemmm"...suara abah dan diikuti umi
"assalammualaikum wr.wb,disini sudah ada saksi dan bukti bahwa nak vilara hanya korban kebohongan,namun tetap hukuman masih berlaku,hukuman untuk nak vilara karena menginap dan berboncengan dengan nak rinan membersihkan kamar mandi selama seminggu,untuk nak ikhwan karena sudah mengatas namakan anak saya untuk berbohong, dan melakukan tindakan tidak senonoh serta berbohong kepada umi untuk meminjam pick up,maka saya kembalikan kepada orang tua nya,untuk nak rinan harus membayar denda yang sudah ditentukan karena sudah berdua"an dengan yang bukan mahromnya."pungkas abah
"saya hanya menambahkan saja untuk ikhwan dan rinan harus dibotaki untuk efek jera dan agar santri lain tidak meniru tindakannya".ucap gus
"maaf gus saya lancang tapi saya tidak terima kalau mbak vii hanya dapat hukuman itu dia juga harus berjanji tidak akan berduan lagi".ucap saroh
"bagaimana ini abah"..bisik gus
"bagaimana nak vilara kamu bersedia berjanji".tanya abah ke vilara
"saya mau abah berjanji tapi kak rinan jangan dibotaki"ucap vii yang ada dalam pelukan umi.
"baik kalau begitu".ucap gus
"maaf lancang gus kalau bisa mbak vilara harus bersumpah tidak akan bertemu kak rinan".ucap dedek karena dia juga menaruh hati terhadap vii
mendengar peryataan itu vii geram kemudian berdiri kedepan dan bersumpah diatas alquran.
" WAALLAHI TAALLAHI BILLAHI SAYA VILARA PUSPITA SARI TIDAK AKAN PERNAH PACARAN BAHKAN MENIKAH DENGAN SANTRIWAN ATAU ALUMNI PONPES INI".ucap vii lantang kemudian berlari menuju asrama nya.
semua yang ada diruangan menatap kepergian vilara dengan tak percaya.
rinan dan jou pun hanya saling menatap.
setelah kehadian itu vii menjadi dingin dengan santriwan bahkan terkesan galak,sedang dengan rinan vii merasa bersalah yang amat,dia berfikir karena dia rinan mendapat masalah,hingga dia selalu menghindar bila ada kegiatan pengurus yang melibatkan pengurus putra.
hingga rinan pergi untuk mengejar cita-cita nya ditanah kelahirannya, sebelum pergi rinan menitipkan sesuatu kepada pengurus putri untuk vii.
flashback of.
kalo anak paman ato bibi itu sepupu Thor bukan keponakan, kalo keponakan, bibi ato paman ke anak saudaranya