NovelToon NovelToon
Luka

Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fanfic / Cintapertama / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ilmi Syam

Cinta monyet yang meninggalkan luka dan trauma di hati seorang pemuda bernama Ahmad Dzaki. Karena perasaan bersalah atas apa yang menimpa wanita yang dicintainya, Dzaki memilih menjauh dan berubah menjadi sosok arogan, kasar dan dingin.

Setelah 18 tahun, akhirnya Dzaki bertemu kembali dengan Aleya, gadis yang dicintainya. Namun pertemuan itu justru semakin membuat Dzaki sakit hati dan menyesal. Akankah Dzaki dan Aleya bisa bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmi Syam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembaran Baru

Malam hari di kediaman Reka Diaksa

Syifa meletakkan majalah fashion saat melihat Al masuk ke kamarnya. Al dan Reka bicara empat mata selama hampir dua jam.

"Kalian ngomongin apa, mas? Syifa memperbaiki posisi duduknya sambil memangku sebuah bantal

"Papa cuma minta tolong" Al melepas kacamatanya lalu duduk di samping Syifa

"Minta tolong? papa minta tolong apa?" Syifa makin penasaran

"Papa mau dicarikan guru ngaji privat untuk anak-anak"

"Loh kok papa yang minta tolong, bukannya kebalik mas"

"Pokoknya gitu deh, mas mau tidur ya, capek" Al mencubit hidung Syifa lalu memperbaiki posisinya bersiap untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.

***

Dua hari kemudian di ruang kerja Dzaki

"Pak, pihak China menolak menandatangani kontrak kerjasama ekspor kayu yang sudah disepakati"

"Kenapa?" Dzaki mengerutkan keningnya

"Divisi pemasaran keliru mengirim fax, Mr. Xiao Gu menolak menandatangani kontrak setelah melihat harga yang kita berikan ke pihak Mr. Leo di singapura"

Dzaki menarik nafas panjang, perasaan jengkel sudah terlihat jelas dari tatapan matanya.

"Panggilkan manager pemasaran sekarang juga"

"Baik pak" Ferdy buru-buru meninggalkan ruangan lalu menyampaikan perintah Dzaki ke Maya, sekertaris Dzaki.

10 menit kemudian Jihan sudah sampai di depan ruangan Dzaki. Ferdy dan Maya menatapnya dengan tegang

Dengan was-was Jihan memasuki ruangan Dzaki, baru beberapa hari yang lalu dia dipermalukan di depan Ferdy, sekarang giliran Bianca yang membuatnya kehilangan wajah karena tidak becus bekerja.

"Ini yang kamu anggap kerja keras?" Dzaki melemparkan map berisi kontrak kerja yang dibatalkan ke sisi meja di depan Jihan.

"Maaf pak" Jihan menunduk

"Kamu tahu kan, ini kontrak penting" Dzaki menatap Jihan tajam

"Saya sudah mengintruksikan kepada tim saya agar memeriksa ulang berkasnya berkali-kali pak" Jihan berusaha membela dirinya

"Loh, kamu managernya. Untuk apa kamu jadi manager? Dapatkan kembali kontrak kerja itu" ucap Dzaki tegas

Jihan hanya diam, kepalanya masih menunduk, dia meninggalkan ruangan Dzaki setelah meminta maaf berkali-kali. Semakin tipis harapannya untuk menjadi pendamping hidup Dzaki, ditolak secara pribadi dan sekarang dia juga kehilangan kesempatan untuk memperlihatkan kinerja yang baik sebagai bawahan.

Setelah sampai di ruangan pemasaran, Jihan langsung memanggil Bianca ke ruangannya. Dia memarahi Bianca habis-habisan kerena tidak becus mengerjakan hal sepele seperti itu.

"Maaf bu, saya kurang teliti sebelum mengirimnya, saya tidak menyangka kalau isi mapnya tertukar"

Jihan terdiam sesaat lalu menyuruh Bianca keluar dari ruangannya. Kedua tangannya gemetar meremas rambutnya mengingat momen saat dia menjatuhkan berkas dari mejanya tempo hari. "mungkin isinya tertukar saat itu, tapi kan harusnya Bianca cek dulu sebelum mengirim faxnya" gumam Jihan

Sudah empat hari Aleya absen dari kantor. Sementara Jihan dan Bianca pontang panting untuk mempertahankan kontrak kerjasama dengan pihak China. Tapi sampai hari kedua sejak pembatalan kontrak, usaha mereka tidak memperlihatkan kemajuan. Jangankan untuk membujuk mereka, emailnya tidak pernah digubris dan setiap panggilan telepon yang mereka lakukan selalu berakhir mengecewakan.

Akhirnya Ferdy harus turun tangan untuk menyelasaikan masalah tersebut, setelah pembicaraan yang alot akhirnya mereka berhasil mendapatkan kembali kontrak tersebut.

***

Di rumah kontrakan Aleya dan Dinda

"Kamu belum tidur?" Dinda tiba-tiba muncul di belakang Aleya, menatap buku rekening dan beberapa catatan utang yang ada di depan Aleya

"Sebentar lagi" sahut Aleya tetap sibuk memeriksa catatannya. Utangnya makin menumpuk dari waktu ke waktu, biaya check up, obat-obatan dan biaya hidup, belum lagi jika Fitri harus rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari.

Beruntungnya, dia bertemu dengan Sam 3 tahun yang lalu dan menyuruhnya mencoba peruntungan mendaftar di J.Corp. Awalnya Aleya ragu, selain karena usianya yang tidak memenuhi persyaratan, Aleya juga hanya lulusan SMA, sangat jauh di bawah standar.

Rejeki tidak kemana, ternyata dia diterima bekerja di JD.Corp dengan gaji yang lumayan tinggi, sejak itu Aleya perlahan-lahan mulai bisa membayar bunga dari utang-utangnya.

"Kayaknya besok aku mulai jualan kue lagi deh, kalau kelamaan gak jualan bisa-bisa bulan ini kita tekor" Dinda duduk di sudut kasur Aleya, dia paham betul dengan apa yang sedang dipikirkan sahabatnya itu.

"Din, bulan ini kita pindah aja yuk, kita cari kontrakan yang lebih kecil" Ajak Aleya.

"Mau cari yang gimana lagi? Uang sewa rumah ini udah murah banget Aleya, bahkan lebih murah dari harga sewa kamar kost"

Mereka terdiam sesaat

"Insya Allah kita bisa melunasi utang-utang ini, kamu gak usah kepikiran gitu dong. Mending kamu istirahat, karena subuh nanti kita harus buat kue yang banyak" Dinda merebut buku catatan dan beberapa buku rekening dari tangan Aleya.

"Saatnya kita mulai lembaran baru, ok" Dinda memperlihatkan senyum terbaiknya.

"Kalau gitu besok aku akan mulai masuk kerja lagi" Aleya tersenyum merangkul Dinda

Drrrttt...drrttt

"Assalamu'alaikum kak Sam" Aleya cepat-cepat menjawab ponselnya yang bergetar.

Aleya berbicara dengan Sam sekitar 2 menit

"Ada apa?" tanya Dinda setelah Aleya mengakhiri pembicaraanya di telepon

"Pak Reka pemilik JD.Corp lagi nyari guru ngaji untuk kedua cucu kembarnya dan Kak Sam nawarin aku" Aleya bersemangat.

"Tapi kan kamu kerja?"

"Kata Kak Sam, jadwalnya bisa aku sesuaiin sama jam kerja kantor, aku sih tertarik, pahalanya gede lo Din" Aleya duduk di tepi kasur

"Aleya, yang dulu kecelakaan sama abi kamu bukannya anak pemilik JD.Corp?" Dinda mencoba mengingat cerita Aleya

"Iya, tapi itu kan musibah dan kejadiannya udah lama banget Din, lagian Pak Reka udah baik banget sama aku"

"Iya sih, yang penting kamu tetap jaga kesehatan. Aku dukung kok" Dinda berjalan keluar kamar Aleya lalu menutup pintu.

Keesokan harinya Aleya dan Dinda mulai melakukan aktifitas mereka kembali. Mereka sudah membuat kue saat kebanyakan orang masih terlelap, bekerja dari pagi hingga petang demi melanjutkan hidup.

Aleya juga akhirnya menerima tawaran untuk menjadi guru mengaji untuk cucu bos besarnya. Dia akan mengajar 2 kali dalam sepekan, sabtu dan minggu selama 2 jam setelah shalat maghrib. Aleya sengaja memilih malam hari agar selesai mengaji kedua muridnya bisa istirahat dengan nyaman dalam suasana hati yang lebih tenang.

***

Tanpa terasa sudah 3 bulan sejak Fitri meninggal. Aleya menjalani hari-hari kerjanya di seperti biasanya, dikucilkan dan beberapa kali sempat dikerjai, terutama oleh Bianca yang masih dendam masalah kontrak dengan China.

Untungnya Aleya sangat menikmati peran barunya sebagai guru mengaji. Keluarga besar Reka memperlakukan Aleya sangat baik, terutama si kembar Raja dan Ratu yang langsung akrab dengan Aleya sejak pertemuan pertama mereka. Karena jam mengajarnya dimulai di awal petang, Widya mengharuskan Aleya ikut makan malam bersama keluarganya. Pernah sekali Aleya tidak ikut makan malam dengan alasan sudah makan sebelum berangkat, tapi itu akhirnya malah membuat Aleya semakin sungkan. Atas perintah Widya Inah menyiapkan berbagai macam makanan untuk Aleya bawa pulang.

Keadaan Dzaki justru berbanding terbalik dengan Aleya, sikapnya semakin dingin dari biasanya. Sepanjang hari hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, menu apapun yang dipesan Ferdy atau Maya untuknya, dia hanya akan makan dua atau tiga suap dan sepulang kantor dia habiskan dengan minum wine sampai tertidur. Bahkan Ferdy yang sudah mengenal Dzaki selama bertahun-tahun merasa risau melihat Dzaki yang semakin menakutkan.

Perubahan itu terjadi sejak Ferdy melaporkan mengenai pencarian Aleya dua bulan yang lalu

Flashback on

"Rumah Aleya disita oleh bank 18 tahun yang lalu" Ferdy mulai menyampaikan info yang dia kumpulkan dari orang suruhannya.

"Disita?" kening Dzaki berkerut, memastikan kalau dia tidak salah dengar

"Iya pak, dia juga pindah sekolah dan mengontrak sebuah rumah. Setelah lulus SMA, dia melanjutkan kuliah tapi hanya sampai semester 2. Sejak itu dia pindah kontrakan berkali-kali tapi kami belum menemukan keberadaannya sampai sekarang" Ferdy diam sesaat

"Orang-orang kita butuh waktu lebih pak" Ferdy melanjutkan ucapannya.

Entah Dzaki mendengar seluruh perkataan Ferdy atau tidak, tapi hingga Ferdy meninggalkan ruangannya Dzaki tidak memberikan reaksi apapun.

Bersambung...

1
tay kus
jelas dan mudah di pahami alur ceritanya
Prabu Marbun
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
Pai Konyol
Ceritanya bagus kak. Alurnya juga asik jadi bikin ga bosen hihi
girlganggoodies
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
fleurlovin
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
hallo kakak semangat berkarya ya kak🤭
HotBabe
Gak bisa tidur dehhh hayati!
Bisikan Luar Biasa
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
NewJerseyJack
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Diambil Oleh Anggur
Thor update crazy dong ...... author baik.. pinter... update crazy ya 😙👍👍
~Nessa
Salken Author,aku mendukung karya mu yang keren ini..

Sudah Ku tinggalkan like banyakkk juga.dan fav

Ku juga menunggumu di Karya Ku ...Saling Dukung yukk....

MAKASIH..
..Banyakkk

NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!