NovelToon NovelToon
Dear Imamku

Dear Imamku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:701.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nailah gina khairunnisa

Mencintai dalam diam seperti cintanya Fatimah terhadap Ali adalah pilihannya yang membuatnya terjebak dalam situasi sulit dimana sahabatnya juga mencintai pilihan Aisha, disaat ia memilih mengalah dan menyerah karena Naufal memilih Azizah, takdir malah mempersatukan mereka lewat perjodohan tanpa rasa cinta

Mampukah Aisha menjalani pernikahannya? dan merubah sikap Naufal?

Akankah Aisha memilih egois dan bertahan? atau malah menyerah dan pergi? atau memilih bertahan bersama - sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nailah gina khairunnisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wisuda

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, dari mulai masuk ke universitas ternama sampai sekarang lulus kuliah adalah salah satu momen yang membuat Aisha terharu ya hari ini adalah hari wisuda angkatan Aisha

Aisha, Azizah, Farah, Zaira, Farhan, Zair dan yang lainnya sedang berada di aula, mereka sedang menunggu pengumuman mahasiswa lulusan terbaik

Setelah selesai mereka berkumpul di lapangan sambil berbincang bincang, mereka saling berpelukan haru mecuali Yazir dan farhan

"Ciee selamat ya, bu dokter," goda Farah pada Aisyah yang sedang tersenyun tak henti hentiya

"Ish apaan sih, kamu juga jadi dokter Farah," ucap Aisha dengan gereget, karena sejak tadi Farah tak henti hentinya menyebut dirinya dengan sebutan Bu dokter padahal dia juga Bu dokter

"Hahaha ngambek dia," kata Zaira dengan terkekeh pelan, membuat yang lain ikut tertawa

"Aisha lucu kalau lagi ngambek," timpal Azizah sambil mencubit pipi Aisha

"Udah ah, jangan gangguin aku terus lah," kata Aisha lagi lagi Farah dan zaira tertawa melihat tingkah Aisha yang menurut mereka imut dan setelah ini akan langka untuk ditemukan karena Aisha akan balik ke Indonesia

"Haha iya iya, aku nggak akan gangguin lagi," ucap Farah disisa tawanya

"Ish iya nggak gangguin tapi masih ngetawain," gerutu Aisha, meski begitu ia tetap senang memiliki teman seperti mereka bahkan seperinya sudah banyak momen yang mereka ukir bersama selama ini

Aisha menatap teman temannya satu persatu mendadak dihatinya merasa sedih karena setelah ini mereka akan jarang dan sulit bertemu

"Kalian adalah teman terbaik dalam hidupku, thank you, sudah ada selama ini bersama sama berjuang menuju kesuksesan bahkan sepertinya momen kita tidak bisa ditulis dibuku diary karena kenangan kita terlampau banyak," ucap Alsya dengan mata berkaca kaca membuat teman temannya ikut berkaca kaca mendengar penuturan Aisha

"Maafin aku ya kalau selama ini banyak salah sama kalian semuanya," ucap Aisha lagi, langsung mendapat pelukan dari ketiganya sedangkan Zair dan Farhan hanya menatap Aisha dengan tersenyum

Mereka berenam adalah sahabat sejati yang selalu bersama di manapun dan kapanpun dan berpisah diwaktu tertentu, itulah mengapa mereka semua sangat dekat.

"Kamu nggak pernah bikin salah Ais, malahan kita yang sering bikin kamu kesal, maafin kita ya," ujar Azizah masih memeluk Aisha

"Iya Ais, maafin kita ya," kata Zaira dengan menatap Aisha

"Kita adalah sahabat, aku nggak pernah anggap kalian punya salah sama aku, kalian itu selalu menghibur aku saat aku sedih," kata Aisha

"Oh iya nanti kalau pulang ke Indonesia jangan lupain kita ya," kata Zair

"Iya nggak akanlah, kalian tetap ada dihati aku," kata Aisha disambut senyuman oleh teman temannya

"Eh iya bentar ya aku mau ke toilet dulu," kata Aisha lalu pergi ke toilet

Saat di jalan matanya tak sengaja melihat sosok pemuda yang selama ini sedang berusaha ia jauhi dan lupakan namun belum berhasil

"Itu bukannya Kak Naufal ya?" gumam Aisha pelan masih memperhatikan pemuda yang tertunduk itu

Saat pemuda itu mengangkat kepalanya, Aisha melebarkan matanya "Lah, iya benar itu Kak Naufal," kata Aisha

Pemuda itu menoleh ke arah Aisha, gadis itu dengan cepat menundukkan pandangannya dan segera pergi dari sana, sedangakan yang memperhatikan menyunggingkan senyuman tipis bahkan sangat tipis

"Ya Allah, kenapa kak Naufal pakai lihat segala sih?" gerutu Aisha pelan

***

Hari ini Naufal terbang lagi ke London untuk menemui adik sepupunya dan juga untuk bertemu sahabatnya

Saat tiba di London, Naufal segera menuju kampus Lia, yaitu kampus dimana dulu ia pernah kuliah

Perjalanannya cukup memakan waktu yang banyak karena jaraknya yang jauh, sesampainya di sana pun Naufal segera menghubungi Lia,

"Halo,"

"Halo kak Na, udah dimana?" tanya Lia

"Aku udah di dalam kampus," jawab Naufal

"Wihh cepat banget sampainya," puji Lia

"Ya terus harus jam berapa sampainya Lilin," geram Naufal kesal karena bukannya buru buru menemuinya gadia itu malah bersantai

"Harusnya kan kak Na, nanti siang datangnya," kata Lia

"Li-"

"Stop panggil aku lagi lilin, emangnya aku beneran lilin apa?!" sungut Lia di telepon

"Kalau nggak mau di panggil lilin, berhenti panggil gue Kak Na, panggil gue Kak Naufal," kesal Naufal

"Wihh udah berani panggil lo gue sekarang," kata Lia lalu terdengar kekehan pelan dari sana

"Buruan ke sini atau gue yang seret lo dari kelas ke sini," ancam Naufal tajam membuat siapapun yang mendengarnya akan langsung menurutinya tapi tidak dengan gadis yang satu ini

"Galak banget," desis Lia pelan sangat pelan dari seberang

"Apa?!" kesal Naufal

"Kak Nagal!" desis Lia lagi tapi dengan suara yang sengaja di keraskan

"Woyy buruan kesini!" kesal Naufal

"Iya iya sabar napa?"

"Nggak ada sabar sabaran sama lo!" jawab Naufal

"A-"

Pip

Naufal mematikan sambungannya sepihak, saat sedang memperhatikan ponselnya ia merasa seperti ada yang tengah memperhatikan dirinya, lalu ia mendongakkan kepalanya melihat ke depan tidak ada siapapun lalu memutar pandangannya ke arah samping dan benar ada yang tengah memperhatikannya, dia adalah gadis yang sama sewaktu pertama kali bertemu dengannya

Naufal hanya tersenyum tipis saat gadis itu pergi, setahun berlalu hatinya cepat melupakan seseorang yang sebentar lagi akan menikah dengan sahabatnya sendiri dan kini lebih mencintai Azizah

"Terkadang perasaan tak bisa di kendalikan bahkan pada jodoh orang sekalipun," gumam Naufal

***

"Hah!" Aisha menghela napasnya lalu menatap dirinya di depan cermin, ingin menangis karena rindu tapi dia bukan siapa siapa nya

"Kenapa harus ketemu sekarang? Dan kenapa pula harus ketemu disini?" tanya Aisha pada pantulan dirinya

"Ayolah sadar Ais, kamu nggak boleh suka sama dia, jangan sampai kamu merebut Kak Naufal dari Azizah," kata pada dirinya sendiri, beeuntungnya di toilet perempuan sedang kosong jadi tak ada yang mendengar dirinya berbicara pada sebuah cermin

Aisha memutuskan kembali ke aula dan berkumpul dengan teman temannya, tapi sebelum itu ia menghirup udara dalam dalam lalu perlahan menghembuskannya, bersiap siap jika saja melihat dan bertemu Naufal

Aisha kembali ke aula dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Naufal ada di sana ia bersama seorang wanita paruh baya yang kemungkinan itu adalah bundanya Naufal dan yang membuatnya terkejut Bundanya mengobrol akrab dengan Mamahnya Naufal, apa mereka berdua saling kenal?

Aisha berjalan menuju kursinya tapi sebelum itu Layla - Bundanya memanggilnya "Aisha,"

"Iya Bun?" sahut Aisha lalu menghampiri Layla

"Kenalin ini tante Rifa temen Bunda sejak SMA," kata Layla, Aisha hanya tersenyum lalu mencium tangan perempuan itu dengan sopan

"Putrimu sudah dewasa saja sekarang, cantik lagi," puji Rifa pada Aisha

"Ah kamu bisa aja Fa, anak kamu juga tampan kok," kata Layla memuji balik, lalu keduanya sama sama tertawa pelan

Terasa kecanggungan antara Aisha dengan Naufal yang jaraknya berdekatan bukan lebih tepatnya Aisha yang merasa sangat canggung karena biasanya Naufal selalu menyapanya jika bertemu namun kali ini ekspresinya sangat datar dan dingin

"Bun, Aku ngumpul sama teman teman yang lain ya?" pamit Aisha dijawab anvgukan oleh Bundanya

Aisha segera pergi menuju kursinya lalu duduk dan menumpul bersama yang lain, tapi suasana canggung ini tak bisa dia lepaskan entah kenapa? Padahal ia sedang bersama teman temannya

"Aku harus ikhlas nggak boleh kayak gini," nasehatnya pada diri sendiri lalu ia kembali menampilkan senyuman manisnya

"Aisha kamu perempuan kuat, aku tahu itu," gumam seseorang

1
Indah Suci Rokhani
bagus
Linda Yohana
Bagus alur ceritanya
Suhar Suharsoyo
lelaki pecundang,untung cuma baca endingnya GK enak jd malas baca dr awak,buat capek mata aja
NURNAZEERAH: Suhar surasoyo
total 1 replies
Ulfa Nurhasanah
season 2 thor
kayla nadira azzahra
lanjut kak

jangan lupa mamour ke novelku yah penantian cinta sejati
kayla nadira azzahra: di tunggu yah
m
sama sama
total 2 replies
kayla nadira azzahra
masya Alloh kata katanya sangatlah indah dan aku suka
Bahdi Anur
kka lanjut dong cerita x pelissss🙏🙏😭😭
Maniezzonel Yayuk
ceritanya bagus,cm ngegantung...
Sadiah
laki² egois,,masih sedih dengan perasaan aisyah smpi ke bawa mati.. 😭😭😭
Sadiah
aslinsedih banget pas baca surat aisyah.. sakit hatiku baca smpi nangis gini 😭😭😭😭😭
Sadiah
kudu dapet pelajaran buat naufal.. bisa bisanya dengan kata² manis nya main belakang,, mendingan sama fauzan aja deh tadinya
Sadiah
pengen tau siapa sie istri kedua nufal
Sadiah
sedih bangettt gak tega liat aisyah.. mendingan sendiri aja dahh aisyah bs cari nafkah sendiri ini 😭😭😭😭
Sadiah
ihhh jahat banget sie itu queen garang aku tuhh bacanya 😡😡😡
Sadiah
😂😂😂😂,, kocak sama ngidam nya aisyah imbas nya ke kk dn kk ipar nya
Sadiah
gak suka banget dengan sikap Noval.. kalau udh jatuh cinta mudah²an aisyah nyanyi gak mau.. terlalu sakit buat asiyah..
Sadiah
iya jd sedih kasian juga sama aisyah,, sotoy banget suaminya mementingkan perasaan nya tanpa harus tau perasaan aisyah
Risa Istifa
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Risa Istifa
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Risa Istifa
ya Allah ..menyentuh banget ... kelihatannya ..bakalan banyak bawang ini ... soalnya aq tu cengeng banget jd orang ..😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!