Ig. Bellaaminana918
Bagaimana jika sahabatmu dan suamimu berselingkuh bahkan berhubungan badan didepan matamu sendiri saat malam pertamamu?.
Hancur....
Itulah yang Bella rasakan saat ini, bahkan ia harus tinggal serumah dengan sahabatnya sekaligus kekasih dari suaminya itu sendiri.
Bagaimana kisah mereka?
Gak tau Alurnya bisa kapan aja berubah..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembaran Luhan
"Bella sekarang kau sudah melihat keadaan Luhan bukan,, itu alasan kenapa paman ingin kau menikah dengannya, karena paman rasa kamu adalàh wanita yang tepat untuknya, kamu tidak perlu merasa khawatir dengan kondisinya saat ini, karena paman yakin suatu saat Luhan akan sembuh jika ia mendapatkan kasih sayang yang tulus dari kamu". Ujar Pak Burhan, sambil memandang Luhan yang sedang bermanja dengan Bella.
Bella tidak menjawab, ia bingung dengan hatinya, di sisi lain ia masih takut untuk menjalin hubungan pernikahan untuk yang ke dua kalinya, tapi hati kecil nya menyuruh untuk memulai lembaran baru bersama Luhan, walaupun cinta belum hadir disana.
Bella terus memandang Luhan yang sedang berbaring dan menjadikan paha nya sebagai bantalan, tangan Bella terulur untuk mengelus kepala Luhan.
" Paman,, Jujur Bella takut untuk menjalin pernikahan yang kedua kalinya, Bella takut kejadian yang menimpa Bella akan terulang kembali". Jawab Bella, yang masih menatap mata Luhan yang sudah terpejam.
"kamu tidak perlu takut, kamu sudah paman anggap seperti anak paman sendiri, jadi kamu akan selalu dalam penjagaan paman selama masih tinggal dirumah ini". Jawab Pak Burhan, yang paham dengan yang Bella alami.
Tidak mudah memang menyembuhkan hati yang sudah terluka, terlebih lagi meninggalkan sebuah trauma yang mendalam. Pak Burhan paham betul bagaimana rasanya di dikhianati oleh orang yang kita sayangi, karena pak Burhan pernah merasakannya, namun beda cerita dengan Bella yang dikhianati oleh sahabatnya sendiri, pak Burhan dikhianti oleh kakak kandungnya sendiri.
"Bella bisa saja menikah dengan Luhan, tapi Bella ada permintaan paman". Ujar Bella, sambil menunduk karena tidak enak dengan pak Burhan, mereka baru pertama kali bertemu, namun Bella sudah berani meminta sesuatu kepada pak Burhan.
"Apapun itu pasti akan paman kabulkan". Ujar pak Burhan.
"Setelah menikah Bella masih ingin berkerja paman, dan Bella mohon setelah Bella menikah ibu Bella boleh tinggal disini". Ujar Bella.
Pak Burhan tersenyum dengan permintaan Bella, ia tidak salah memilih wanita untuk dijadikan istri keponakan yang sangat ia sayangi itu.
"Jika itu ke keinginanmu paman setuju, kamu juga tidak perlu khawatir tentang ibumu, karena paman sudah melunasi sisa-sisa pembayaran rumah sakit, dan kamu sama Luhan akan menikah 3 hari lagi, karena paman harus segera pergi ke London karena suatu urusan yang memperlakukan waktu lumayan lama". Ujar Pak Burhan.
"Baik paman". Jawab Bella.
Saat ini Elvin dan Aleta sedang sangat panik, Karena Aleta datang diwaktu yang tidak tepat, bahkan dengan sangat kencang Aleta memanggil Elvin dengan sebutan sayang.
"Kamu Aleta bukan sahabat Bella, untuk apa kau disini?". Ujar Mamah Elvin penuh selidik.
deggggg..
"Mampu* gua". Batin Aleta.
"A anu tan te". Karena saking paniknya, Aleta sampai tidak bisa berbicara dengan benar.
"Bagaimana cara nya kamu bisa masuk kesini, tanpa mengetuk pintu?". Tanya Mamah Elvin yang mulai curiga.
"B-begini mah sebenarnya Aleta itu". Ujar Elvin.
"Saya kesini mau Ketemu Bella tante, tadi saya sudah ketuk pintu tapi tidak ada yang membukakan, akhirnya saya masuk karena pintu tidak dikunci". Ujar Aleta sambil memandang Elvin.
" Sepertinya kamu tidak punya sopan santun yah, main masuk rumah orang GAK SOPAN". Sindir Mamah Elvin.
"Aleta itu sahabatnya Bella mah". Elvin masih saja berusaha untuk membela kekasihnya, agar tidak kena marah mamah nya.
"Mau sahabat atau keluarga, tetap aja kalo masuk rumah orang itu kalau sudah diizinkan masuk oleh pemilik rumah, ketauan banget kalo kamu wanita yang gak baik". Ucap Mamah Elvin, dengan sinis.
"Mamah". Bentak Elvin.
"Berani kamu bentak mamah, ohhhhh atau jangan jangan kamu yang selingkuh dengan wanita ini sampai akhirnya Bella pergi". Ujar Sang mamah, yang membuat Elvin dan Aleta mati kutu.
"Sudah cukup,, kita pulang sekarang mah". Ujar Papah Elvin, mencegah terjadinya keributan.
"Tapi pah". Ucap Mamah Elvin yang tidak berani melanjutkan ucapan nya, setelah melihat suaminya menatapnya dengan tajam.
"Yaudah mah pah, hati - hati". Ujar Elvin, sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Hati-hati om tan". Ujar Aleta, namun saat Aleta ingin mencium tangan mamah Elvin, Mamah Elvin langsung pergi begitu saja, lalu disusul oleh suaminya.
"Dasar wanita tua menyebalkan". Batin Aleta.
Ke esokan hari nya jam sudah menunjukan pukul 07.00 pagi, Bella sudah bersiap untuk berangkat kerja, Bella beranggapan sudah terlalu lama ia mengambil cuti setelah menikah, jadi hari ini ia memutuskan untuk berangkat kerja saja, namun karena Bella sudah tinggal dirumah Luhan, jadi sebelum berangkat kerja Bella harus menyiapkan kebutuhan Luhan terlebih dahulu.
Tok tok tok..
Bella mengetuk pintu kamar Luhan, Bella tidak mau satu kamar dengan Luhan sebelum adanya pernikahan, walaupun tadi malam Luhan merengek ingin tidur dengannya. Bibi Marni yang melihat nyonya nya mengetuk pintu tuan mudanya langsung menghampiri nya.
"Permisi nyonya, tuan muda tidak akan bangun jika tidak digerakan badannya, jadi saran saya nyonya masuk saja kedalam, lagi pula tuan muda tidak pernah mengunci kamarnya". Ujar Bibi Marni, sebenarnya pelayan dirumah itu cukup banyak, namun yang harus mengurus tuan muda mereka hanya boleh bibi Marni saja.
"Baik bibi terima kasih". Ujar Bella, dengan sangat ramah.
"Sama-sama nyonya saya permisi". Ujar Bibi Marni, yang hanya dijawab anggukan dan senyuman oleh Bella.
Ceklekkk..
Terlihat kamar Luhan yang berdominan dengan warna biru, dari mulai warna dinding, Ranjang, Lemari, sampai sofa yang ada didalam kamar itupun berwarna biru. Bella berjalan mendekati Luhan lalu duduk dipinggir ranjang.
" kau sangat menggemaskan Luhan, seperti apa kehidupan kecilmu sampai membuat mu berubah seperti ini, andai kau pria normal seperti lainnya, aku yakin kau akan menjadi rebutan semua wanita diluar sana karena ketampananmu". Ujar Bella, didalam hati.
"Luhan bangun yuk". Ujar Bella, sambil mengelus kepala Luhan.
"Hemmm".
"Ayo bangun mandi terus sarapan, karena habis ini Bella mau berangkat kerja". Ujar Bella dengan lembut.
Luhan yang mendengar Bella akan berangkat berkerja langsung bangun, karena Luhan langsung duduk mengakibatkan kepalanya menjadi pusing, Luhan meletakan kepalang diantara pundak dan leher Bella.
"Uang Luhan kan banyak, untuk apa Bella berkerja, Bella disini aja yah sama luhan".Ujar Luhan manja, Bella tidak risih dengan prilaku Luhan yang manja kepadanya, karena Bella menganggap Luhan sama seperti anak kecil lainya yang sedang senang-senangnya mendapatkan sesuatu hal yang dari dulu tidak ia miliki.
"Nggak boleh gitu dong, Bella harus tetap berkerja, sekarang Luhan mandi atau Bella tinggal sekarang untuk berangkat berkerja". Ujar Bella.
"Iya iya Luhan mandi, tapi nanti Luhan ikut Bella berkerja yah". Ujar Luhan.
"Tidak boleh Luhan dirumah aja, sekarang cepat mandi". Ujar Bella, berusaha untuk sabar menghadapi sikap Luhan.
Luhan yang mendengar penolakan langsung pergi Ke kamar mandi sambil menghentak hentakan kakinya.
Bella yang melihat itu langsung tersenyum, senyuman yang sudah lama hilang kini telah kembali hanya dengan sebuah kebahagiaan kecil yang berasal dari Luhan, Bella langsung pergi untuk mengambilkan baju di lemari Luhan.
"Apa ini rasanya sebagai seorang istri yang melayani kebutuhan suaminya". Ujar Bella, tanpa menyadari air matanya turun kembali, selama ia menjadi istri Elvin, Bella tidak pernah sekalipun melayani kebutuhan Elvin, kecuali membuatkan makanan saja, bahkan saat ia melayani kebutuhan batin Elvin pun, Bella sama seperti seseorang yang diperkosa, walaupun ia berusaha ikhlas saat itu.
Bella melihat jam sudah menunjukan pukul 07.20 tidak akan sempat ia sampai kantor tepat waktu jika harus menunggu Luhan selesai mandi dan sarapan, Bella langsung pergi dari kamar Luhan setelah meletakan baju Luhan diatas kabur.
"Bibi nanti tolong bilang Luhan saya sudah berangkat berkerja karena sudah terlamabat". Ujar Bella, saat ketemu bibi Marni di lantai dasar.
"Baik nyonya".
"Terima kasih bi". Ujar Bella, yang langsung berlari kecil keluar rumah, dan ternyata saat didepan rumah sudah ada supir yang menunggu untuk mengantarkan Bella berangkat berkerja, supir tersebut disiapkan oleh pak Burhan khusus untuk mengantar kemanapun Bella pergi. Bella sampai didepan perusahaan tempatnya Berkerja dengan tepat waktu.
"Terima kasih pak". Ujar Bella, kepada pak supir.
"sama-sama nyonya". Ujar pak supir.
Bella langsung pergi masuk kedalam, dan saat sampai meja nya ia bertemu dengan teman Baik nya.
"Loh kok kamu udah masuk kerja aja". Tanya Ratih.
" Iya udah, takut dipecat kalo kelamaan libur". Jawab Bella.
"ohh,, oh iya kamu tau gak Bel, kemarin ada CEO baru tau ditempat kita berkerja ini, masih muda ganteng bangetttt". Ujar Ratih, sambil membayangkan wajah CEO baru itu.
"Udah diam, lihat tuhh udah masuk jam kerja". Tegur Bella.
"Iya, Iya". Jawab Ratih.
Setelah itu mereka berdua fokus mengerjakan perkerjaan mereka, sampai 20 menit berlalu, dan Ratih mulai mengajak Bella berbicara lagi.
"Bella tau nggak, kemarin Aku lihat si Aleta si Uler keket itu lagi sama cowok, tapi bukan suami kamu". Ujar Ratih, sedikit berbisik.
"Bukan urusan aku, oh iya diralat ucapan kamu mantan suami". Ujar Bella, menjawab pertanyaan Ratih.
"Tapi masa dia panggil sayang sama cowok itu". Ujar Ratih.
"Muna aku tau". Ujar Bella, " *Apa Aleta selingkuhin mas Elvin yah". Lanjut Bella didalam hati.
Brak*,, Terlihat ada seseorang yang menggebrak meja Ratih, orang itu adalah seorang menejer di perusahaan ini.
"Saya perhatikan dari tadi kalian malah asik-asik berbincang yah". Ujar Menejer itu dengan nada menyindir.
"kami tidak berbincang pak, cuma menggosip". Ucap Ratih, yang membuat Bella kesal bukan main.
"Ratih kamu udah salah, masih mau membela diri". Ujar Pak menejer.
"Siapa yang membela diri, kan saya cuma jawab jujur pak". Jawab Ratih.
"Kamu membuat saya pusing saja". Ujar Pak menejer, yang dibuat pusing oleh kelakuan Ratih.
"Minum baigon pak, pusing hilang nyawa melayang". Jawab Ratih, yang tidak ada takutnya.
"Seterah, sekarang Kamu Bella cepat keruangan Chief Executive Officer SEKARANG".
"Baik pak". Jawab Bella yang langsung pergi.
Bella langsung pergi menuju lift untuk naik ke lantai 10, sampai di lantai 10, Bella langsung berjalan keruangan yang dimaksud pak Menejer tadi.
Tok tok tok.
"Masuk". Jawab Seseorang dari dalam.
Ceklek.
Bella dapat melihat seorang pria yang lagi menunduk karena sedang membaca sebuah dokumen, namun saat pria itu menegakan kepalanya membuat Bella terkejut.
"Luhan sedang apa kau disini?". Tanya Bella, yang bingung saat melihat Luhan berada diruangan Bos nya.
Sedangkan pria yang dipanggil dengan nama Luhan hanya mengangkat satu alisnya, yang menandakan ia tidàk paham maksut dari wanita yang ada di depannya.
"Apa anda sedang memanggil saya?". Ujar pria yang dipanggil Luhan oleh Bella.
" Iyalah, untuk apa kau disini?, tadi kan Bella udah bilang kamu dirumah aja". Ujar Bella dengan lembut.
"Saya bukan Luhan!, nama saya AILEEN Gerald, Chief Executive Officer perusahaan ini yang baru". Ujar pria yang mengaku namanya adalah Aileen Gerald.
" Permainan apa yang sedang kau mainkan Luhan, aku tau kau pasti Luhan calon suami aku". Ujar Bella dengan kekeh.
Aileen yang mendengar ucapan Bella hanya tersenyum aneh, berani sekali pegawainya mengakui dirinya sebagai calon suaminya, kenal pun tidak, bahkan mereka beru bertemu untuk yang pertama kalinya.
"Saya tau saya tampan dan kaya, jadi sudah biasa seorang wanita yang mengaku-ngaku sebagai istri atau calon istri dari AILEEN Gerald!". Ujar Aileen, dengan sinis dan dingin.
"Apa dia bukan Luhan?, tapi kenapa mereka sangat mirip, hanya saja gaya dan bahasa mereka berbeda, atau mungkin mereka kembar?, tapi paman Burhan tidak bilang padaku". Batin Bella, yang dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan.
AILEEN GERALD
hayoloh Luhan nya ada 2,
Jangan lupa kakak, bunda untuk meninggalkan jejak, dengan cara, like, comen, and vote. Terima kasih🥰🥰
toh jg kn msh mnjg postur tbhnya....cptn aj sm pk burhan ha
udh di talak 3 eg akn bisa seenak jidat minta rujuk🤨