Di sarankan membaca "SANG PENGANTIN BAYARAN" lebih dulu, karena semua tokoh berkaitan erat dalam novel tersebut.
Alexavier Bancroft, menjadi duda di usianya yang masih muda. Istrinya, Melanie Rendra, meninggal satu hari setelah melahirkan bayi perempuan cantik secara prematur yang di beri nama, Sunny Chalondra Bancrof.
Berbagai tekanan dari keluarga mertuanya membuat Alex berusaha move on dari masa lalunya, namun sulit bagi dia untuk kembali membuka hati pada wanita manapun yang ia temui.
Keluarga Rendra, menjodohkan Alex dengan keponakan mereka bernama Felicia, namun hati Alex berkata lain, ia tertarik pada wanita yang menjadi pengasuh putrinya, Nora Arabella.
Akankah Alex bisa bertahan dengan hatinya untuk memilih Nora, atau memilih untuk mundur dan menerima perjodohan itu dengan rela?
---
WARNING 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Pengasuh
Hayley memeluk Sunny erat, air matanya lolos begitu saja tanpa di komando
"Bukan begitu maksudnya, Sayang. Mommy sekarang sudah berada di surga, jadi Sunny harus jadi anak baik biar nanti bisa ketemu mommy di surga," ucap Hayley mencoba tegar, hanya itu yang bisa ia jelaskan pada Sunny.
"Apa itu artinya Sunny harus mati agar bisa ketemu mommy?" tanya Sunny.
"Ya Tuhan, kenapa harus Sunny. Kenapa engkau berikan cobaan sebesar ini pada hambamu yang belum mengerti," batin Hayley.
"Mama Ily, jangan nangis," ucap Sunny, ia mengusap pipi Hayley.
"Dengarkan mama Ily, Sayang. Sunny anak baik, Sunny anak pintar. Sunny harus hidup bahagia selama mungkin bersama daddy, ya. Suatu saat, akan ada waktunya Sunny paham. Untuk sekarang, Sunny cukup menjadi anak kesayangan daddy, mama Ily, papa Aaron. Dan jangan lupa, selalu kirim doa buat mommy setiap hari," ujar Hayley.
Sunny tersenyum lalu mengangguk, ia kembali memeluk Hayley, seorang wanita yang selalu membuatnya tenang di saat hatinya penuh pertanyaan tentang seorang ibu.
Setelah semuanya membawa makanan ringannya masing-masing, Alex dan Sunny pamit untuk langsung pulang, ada banyak hal yang harus Alex lakukan.
"Daddy," ucap Sunny saat mereka sudah tiba di rumah.
"Apa daddy mau menginap, semalam lagi?" pinta Sunny.
"Tapi, Sayang," ucap Alex, ingin rasanya ia menolak dan mengatakan bahwa urusannya sangat banyak, namun melihat Sunny dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca, seolah membuatnya tak bisa menolak.
"Daddy, Sunny nggak mau jauh sama daddy." Pecah sudah tangisan gadis kecil itu, matanya berurai air mata sambil menggenggam erat jemari Alex.
"Baiklah, Sayang. Daddy akan menginap. Tapi, besok pagi-pagi sekali daddy harus segera pergi, karena besok daddy harus ketemu aunty Felicia di kantor."
Sunny mengangguk setuju.
Setelah keduanya membersihkan diri dan berganti pakaian, Alex menghabiskan waktu di kamar sambil menemani Sunny bermain boneka. Terkadang geli rasanya jika Alex harus bertingkah lucu untuk memperagakan boneka barbie yang ia pegang, namun karena Sunny tampak senang, Alex tidak lagi merasa canggung berkata-kata dengan mimik wajah dan suara yang di mirip-miripkan perempuan.
"Sayang, daddy boleh tanya sesuatu?" ujar Alex di sela-sela obrolan mereka.
"Daddy mau tanya apa? tentang aunty Nora?" tanya Sunny balik.
"Hah? memangnya kenapa daddy harus tanya tentang aunty Nora?"
"Nggak tau," jawab Sunny singkat.
Menghela nafas panjang, Alex memperhatikan Sunny yang sedang asik mengganti pakaian boneka di tangannya. Memang yang akan ia tanyakan pada Sunny perihal Nora, namun dari mana gadis kecil itu tau kalau Alex akan membahas orang itu.
"Apa menurut Sunny, aunty Nora itu baik?" tanya Alex.
"Baik." Sunny menjawab singkat.
"Apa Sunny suka kalau berteman dengan aunty Nora?"
"Suka."
"Kalau aunty Nora ikut tinggal di rumah kita nanti, apa Sunny setuju?"
"Boleh." Lagi-lagi Sunny hanya menjawab singkat satu kata tanpa penjelasan, membuat Alex bingung harus bagaimana lagi untuk memastikan kelayakan Nora sebagai calon pengasuh Sunny.
Terdiam sesaat, Alex berpikir. Memang dirinya sendiri merasa Nora adalah wanita baik-baik, dia kelihatan masih muda dan pekerja keras.
"Apa aunty Nora mau tinggal bersama kita?" tanya Sunny tiba-tiba.
"Kalau Sunny mau, daddy akan mengajaknya, Sayang. Pasti mau," jawab Alex.
"Apa aunty Nora akan jadi mama Sunny?" tanya Sunny, satu pertanyaan yang membuat Alex terkejut dan tidak percaya, dari mana Sunny mendapatkan pemikiran sejauh itu.
"Hah?"
"Sunny tanya, apa aunty Nora nanti jadi mama Sunny?" ulang Sunny lagi.
"Bukan, Sayang Bukan begitu. Daddy berencana membawa aunty Nora untuk menjadi pengasuh Sunny di rumah nanti. Sunny mau kan?"
"Oh ...."
"Bagaimana? apa Sunny mau?"
"Sunny kan sudah besar, Dad. Sunny nggak butuh pengasuh," ucap Sunny.
"Tapi nanti siapa yang jagain Sunny kalau daddy pergi kerja. Kalau ada aunty Nora, daddy kan jadi nggak khawati," jelas Alex.
Sunny hanya mengangguk, lalu melanjutkan permainannya sendiri.
Setelah puas bermain, keduanya turun ke ruang makan untuk makan malam, nenek dan kakek Sunny sudah duduk lebih dulu di meja makan, sedangkan Sunny memilih duduk di samping Alex.
Acara makan malam berjalan menyenangkan, Sunny terus saja menceritakan apa yang sudah ia lihat di kebun binatang bersama Nick, Danish dan Danial. Gadis itu bercerita dari awal hingga akhir, membuat semua orang di meja makan turut tertawa mendengar celotehnya.
"Sebagai permintaan maaf karena grandma nggak ikut, grandma sudah bawa hadiah," ucap nyonya Gio sambil menyerahkan sebuah kotak berbungkus kertas kado bergambar.
"Wah, hadiah." Sunny meloncat kegirangan.
Sebuah dress bunga-bunga berwarna peach yang sangat anggun, dengan berbagai hiasan rambut yang tertata rapi dalam kotak kaca.
"Terimakasih, Grandma," ucap Sunny, kemudian mencium neneknya.
"Nanti di pakai pas pesta ulangtahun, ya," ujar nyonya Gio.
"Oke!" Sunny mengacungkan jari jempolnya.
Setelah makan malam selesai, Alex mengantar Sunny ke ruang tengah untuk menonton tv, sedangkan dia berbicara serius pada kedua mertuanya untuk mengungkapkan rencananya membawa pulang Sunny ke rumahnya sendiri.
"Apa sudah dapat pengasuh?" tanya tuan Gio.
"Sudah, Pa. Sunny juga sudah bertemu dengannya."
"Apa Sunny sudah tau kalau dia akan jadi pengasuhnya?"
"Aku sudah menawarkannya pada Sunny, dan dia setuju," jawab Alex.
Tuan Gio dan istrinya terus melontarkan banyak pertanyaan tentang wanita yang akan Alex pilih sebagai pengasuh. Mereka juga harus memastikan bahwa orang yang Alex pilih bukanlah orang sembarangan, ia harus dapat di percaya dan memiliki rasa tanggung jawab tinggi. Sunny adalah permata besar bagi keluarga ini, semua yang terbaik akan mereka lakukan demi kebahagiaan Sunny.
"Baiklah, Alex. Lusa, bawa dia datang ke rumah ini terlebih dahulu, biarkan dia tinggal disini selama 2 hari sebelum hari ulang tahun Sunny. Kami akan mengawasinya," ucap nyonya Gio.
Alex akhirnya setuju, ia berjanji akan membawa Nora datang ke rumah ini dan merawat Sunny 2 atau 3 hari sebelum mertuanya benar-benar menyetujui pilihan Alex ini.
"Nggak perlu cantik, asalkan dia bisa bertanggung jawab dengan pekerjaannya, dan mampu merawat Sunny dengan baik. Itu sudah cukup," tegas Tuan Gio.
"Baik, Pa."
Setelah mendapatkan persetujuan dari mertuanya, Alex tinggal berpikir, bagaimana caranya agar Nora setuju dan mau bekerja untuknya.
Alex menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk mencari informasi lengkap tentang Nora, tempat tinggal, gajinya selama bekerja, dan hal-hal penting lainnya. Alex akan menggunakan itu untuk membujuk Nora agar menyetujui permohonannya.
Lima tahun yang lalu saat Alex sibuk mencari Melanie dan meninggalkan Nora di rumah sakit, Alex menyuruh seseorang untuk memberikannya sebuah cek kosong, Alex berharap agar Nora bisa memanfaatkan itu untuk membiayai hidupnya selama belum bekerja, itu semua Alex lakukan sebagai rasa tanggung jawab karena mencelakai gadis yatim piatu tersebut.
Dan malam ini, Alex baru mempertanyakan nominal yang Nora isi ke dalam cek tersebut, setelah melakukan pengecekan, jumlahnya membuat Alex terkejut.
🖤🖤🖤