NovelToon NovelToon
Throne Of Valor

Throne Of Valor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / TimeTravel / Barat
Popularitas:69.7k
Nilai: 5
Nama Author: Theofanny

Menjelajahi waktu melalui mimpi.

Gwen Carolina dan Steph Middleton mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan mereka harus dirawat selama sebulan.

Setelah kecelakaan itu, mereka mulai mengalami suatu mimpi yang aneh.

Seorang praktisi spiritual mengatakan bahwa kejadian yang mereka alami bukanlah sebuah mimpi, namun adalah kenyataan di masa lalu.

Penuh dengan suasana medieval, perebutan kekuasaan, dan dilengkapi dengan love interest.

Ikuti kisahnya disini!

Update setiap hari pukul 18:00 - 21:00 kecuali hari Sabtu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valkyrie : Sword Of Light

My recomendation song while reading this chapter > Beowulf : Savior

Basecamp Hutan Selatan.

Kegelapan pagi masih membayangi. Sinar bulan menembus sela-sela kabut di Hutan Selatan.

Seluruh prajurit Edward sudah berkumpul dan siap untuk berangkat.

Mereka menunggu kedatangan Edward yang sempat disekap demi menghindari kejadian yang tidak menguntungkan bagi mereka.

Penny mendapatkan informasi dari salah-satu mata-mata pasukan mereka yang sedang menyamar menjadi salah satu prajurit yang mengikuti Edmud saat ini.

Menurut informasi dari mata-mata itu, Edmud melakukan sebuah perjanjian dengan beberapa iblis dalam ritual yang menewaskan lebih dari 1000 rakyat Kerajaan Victoria.

Sehingga kini Edmud bukan lagi manusia biasa, melainkan monster iblis yang hidup didalam tubuhnya.

Melihat bayangan Edmud kemarin, Penny sadar bahwa Edward sempat terpancing dengan amarah yang menyala-nyala, kebencian, dan nafsu balas dendam terhadap Edmud.

Menyadari hal itu, Penny harus segera membuat Edward terhindar dari pertarungan kakak-beradik yang pastinya akan membuat Edward terluka atau bahkan tewas.

Kini Edward bukanlah tandingan Edmud, perbedaan kekuatan manusia biasa dengan monster iblis sangatlah jauh.

Bahkan duo Edward-Lucius akan dengan sangat mudah ditundukkan oleh Edmud.

Mereka harus bergegas untuk menghindari kejaran pasukan Edmud yang mengincar Edward untuk membunuhnya.

Setelah 30 menit menunggu, akhirnya ada kilatan cahaya obor dari Edward datang dengan pakaian yang seadanya bersama Penny yang wajahnya memerah disebelah Edward.

Edward juga mengerti kenapa Penny melakukan hal itu padanya, agar mencegah Edward terluka atau bahkan tewas karena Edmud.

Karena itulah Edward mencium bibir Penny dan memeluknya sebagai ucapan terima kasih yang mendalam.

Dibawah sinar bulan yang bersinar terang, Edward memutuskan untuk segera berangkat saat itu juga.

“Pasukan! Berangkat!” Perintah Edward ketika sudah menaiki kudanya tanpa zirah miliknya yang melindungi tubuhnya.

Edward dan pasukannya kembali melanjutkan perjalanan pergi ke selatan untuk meminta bantuan Ratu Vonsgarl, dari Negeri Dwarf.

Namun mereka harus lebih dulu melewati Death Valley yang dihuni oleh bandit-bandit Orc, beberapa kota milik Kerajaan Empress, dan akhirnya Lautan Dragon’s Cross yang terkenal akan keganasan ombak-ombaknya.

Sepanjang perjalanan menelusuri hutan yang sepi dan gelap, Edward melarang pasukannya menyalakan obor demi menghindari sergapan musuh yang sudah bersiap.

Saat ini Edward dan pasukannya sama sekali tidak mengeluarkan suara, hanya hentakan lembut kaki kuda yang menghantam tanah, suara burung hantu dari kegelapan hutan, dan suara aliran air yang mengalir di samping kanan mereka.

Setelah satu jam perjalanan, Edward sudah mulai merasa bahwa kondisi di sekitarnya sudah bisa dibilang aman karena Edward dan Lucius sama sekali belum mendeteksi pergerakan assassins atau musuh lainnya di sekeliling mereka.

“Penny?” Panggil Edward menatap ke belakang tubuhnya.

Edward mulai merasa canggung karena Penny sama sekali tidak berani menatap matanya semenjak Edward mencium bibirnya lalu memeluknya dengan hangat sebelumnya.

“Y … a, Ed … ward?” Suara Penny terdengar gagap dengan gigi-gigi yang terhentak.

Penny saat ini sedang duduk di belakang Edward, diatas kuda yang sama karena mereka berdua tidak membeli kuda saat sedang berada di Kota Calderok.

Karena rasa yang penasaran ada apa di wajah Penny, Edward lalu memerintahkan Penny, “prajurit Penny! Kau pegang kendali kuda ini! Aku ingin beristirahat dibelakangmu!”

Edward turun dari kudanya, menaikkan tubuhnya, dan duduk dibelakang Penny.

Edward ingin Penny dapat duduk didepannya sehingga Edward dapat melihat wajah Penny dengan jelas.

Saat ini Edward sudah berada dibelakang Penny, namun wajah Penny masih terus disembunyikan darinya.

“Ada apa dengan wajahnya? Mengapa dia menghindari tatapanku? Tapi sungguh, dia sangat manis ketika seperti ini. Wah aku jadi ingin menjahilinya. Bagaimana jika aku pura-pura memeluknya dari belakang dan tertidur di pundaknya? Ide brilian!” Pikir Edward dan mulai berpura-pura mengantuk.

“Hoam.” Edward perlahan-lahan memasukkan tangannya ke kantong pakaian Penny, memeluknya dengan erat dan mulai terlelap di pundak Penny.

Saat berbaring di pundak Penny, Edward mendengarkan jantung Penny berdebar dengan sangat gila.

Edward sempat mengira jantung Penny benar-benar akan keluar saat itu.

Perlahan, Edward mengintip wajah Penny yang sedang menghadap kedepan.

“Wajahnya! Merah sekali! Apakah yang terjadi dengan wajahnya hingga memerah seperti itu? Bahkan hidungnya juga memerah! Penny kau lucu sekali,” gumam Edward dalam hatinya menatap kearah wajah Penny dari pundaknya.

Perlahan, Edward membuka mulutnya dan berbisik di telinga Penny, “rupanya wajahmu memerah.”

Penny langsung reflek kaget tanpa sadar melempar Edward jatuh dari kudanya.

*Bruk

Bunyi tubuh Edward menghantam permukaan tanah yang berumput.

“Oh Edward maafkan aku! Aku tidak sengaja,” ucap Penny langsung turun dari kudanya membantu Edward berdiri.

Seluruh pasukan Edward yang melihat kejadian itu mengulum tawa dan berpura-pura tidak melihat.

Mereka tahu bahwa akan ada hukuman yang menanti jika mereka menertawakan kejadian konyol itu.

“Wanita ini benar-benar sudah gila! Jelas-jelas dia membanting tubuhku dengan kekuatan penuh!” Gumam Edward dalam hatinya sambil menaiki kudanya dengan perasaan malu.

Perjalanan dilanjutkan kembali dengan canggung.

Mereka saat ini sudah tiba di sebuah hutan yang berbeda dari sebelumnya.

Semua pepohonan di hutan ini mati, tak ada suara burung, suara jangkrik. Hanya keheningan yang menggelora.

Ditemani dengan kabut dan cahaya bulan, hutan ini sangat cocok untuk melakukan penyergapan pada pasukannya.

Menyadari betapa berbahayanya situasi mereka saat ini, Edward langsung memberi simbol ‘T’ menggunakan lengannya yang dalam sandi kemiliteran Kerajaan Victoria berarti kewaspadaan penuh.

Benar saja, setelah 30 menit memasuki hutan itu, Edward melihat bayangan logam yang terpantul sinar bulan mengikuti mereka dari atas pohon.

“Ini mungkin salah-satu pasukan assassins yang dikirimkan Edmud. Berarti sekarang Edmud mengetahui arah kami akan pergi. Namun itu belum pasti mereka, karena mereka tidak menyadari kepergian kami. Aku akan menyelidikinya sendiri,” pikir Edward dan mulai memasang zirahnya, memegang pedangnya, dan mengeluarkan perisainya.

“Pasukan! Tunggu aku di ujung hutan ini! Ada sesuatu yang harus kulakukan disini!” Teriak Edward dengan tegas lalu turun dari kudanya, berdiri seorang diri di jalan hutan yang gelap.

Mendengar perintah Edward, seluruh pasukannya langsung melaju dengan kuda mereka masing-masing meninggalkan Edward sendirian.

Tidak ada satupun pasukan Edward yang berani bertanya jika Edward sudah mengatakan, “ada sesuatu yang harus kulakukan disini.”

Itu dapat berarti Edward akan berduel dan kembali dengan luka-luka, ataupun Edward melakukan sebuah tindakan rahasia yang tidak boleh diketahui oleh pasukannya.

Saat ini hutan disekeliling Edward benar-benar terasa mengerikan.

Setelah pasukannya tidak terdengar lagi, tak ada suara apapun disana, tak ada sama sekali.

Hanya kabut gelap yang dingin dan beberapa dahan pohon yang bersentuhan.

Edward berdiri menghadang jalan setapak itu dengan menancapkan pedangnya ke tanah.

Edward menarik napasnya dalam-dalam dan mulai menunggu sambil memejamkan matanya.

Jika salah satu indra di nonaktifkan, maka indra lainnya akan lebih tajam. Itulah kenapa Edward memejamkan matanya dan berfokus mendengarkan lingkungannya.

*Wush

Edward mendengar suara pedang dengan kecepatan tinggi sedang melayang kearahnya.

Menyadari hal itu, Edward reflek mengangkat perisainya ke depan.

*Ting

Bunyi pedang yang melaju itu menabrak perisai besinya yang berat.

Edward melihat kearah pedang itu, ada aura gelap yang menyelimuti seluruh bagian pedangnya.

Saat itu juga Edward mengetahui bahwa yang sedang menuju kearahnya saat ini adalah iblis, bukan manusia biasa.

*Tap-tap-tap

Suara langkah kaki berjalan kearahnya dengan santai.

Edward masih menutup matanya agar ia bisa ‘melihat’ lebih jelas dengan telinganya didalam kepulan kabut ini.

Akhirnya, langkah kaki itu terhenti tepat beberapa langkah didepan Edward.

“Edward! Hahaha!” Suara seperti seorang wanita terdengar didepannya dan suara itu mulai mengelilingi Edward saat ini.

Suara itu terdengar dimana-mana, bahkan dari atas kepala Edward.

“Edmud, adikmu begitu bodoh! Dia melakukan perjanjian darah dengan bangsa kami! Namun kami lebih tertarik pada kakaknya yang begitu menawan ini. Oh lihat wajah pahlawan ini! Aku ingin mencicipinya!” Edward merasa saat ini wanita itu mulai menyentuh tubuh Edward.

Namun Edward masih tidak ingin membuka matanya, Edward masih ingin mendengar maksud dari wanita ini.

*Wush

Edward mendengar ada suara lainnya lagi sedang menuju kearahnya.

Namun itu bukan suara pedang yang menembus kabut, melainkan suara gerakan yang lebih cepat dari angin melintas menuju kearahnya.

Seketika itu juga, Edward mendengar sebuah pertarungan dari iblis yang menyentuhnya tadi dengan sosok yang baru saja tiba di dekatnya.

Edward menutup matanya, namun kilatan cahaya menembus kelopak matanya sehingga Edward sadar saat ini disekitarnya begitu terang benderang.

Saat mereka sedang bertarung, Edward bekali-kali merasakan hembusan angin dari sesuatu yang besar didepannya.

Edward tiba-tiba teringat akan sebuah legenda dimana para Valkyrie akan melindungi jiwa prajurit sejati dalam keadaan darurat yang akan membahayakan nyawa prajurit sejati itu.

Dengan keberanian dan keyakinan, Edward perlahan membuka matanya setelah mendengar tidak ada lagi pertarungan di sekelilingnya.

Ketika memandang kedepan, Edward melihat sosok prajurit wanita dengan zirah yang menyala-nyala, pedang berapi, perisai yang dilapisi permata, dan dengan sayap menyala berwarna keemasan melebar dibelakangnya.

Saat Edward melihat wajahnya, Edward seketika mengenal wanita itu dan memanggilnya, “Ibu?!”

“Edward, Ibu tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan semuanya padamu. Saat ini jiwamu sudah diakui sebagai prajurit sejati setelah melewati ujian keberanian, ketenangan, dan keyakinan selama ini.

Dan yang tadi itu adalah ujian akhirnya.

Sehingga saat ini Ibu berhak mewariskan pedang milik Ibu padamu.

Pedang ini memiliki jiwanya sendiri, mereka hanya dapat digunakan oleh pahlawan-pahlawan yang jiwanya sudah diakui sebagai prajurit sejati.

Ibu melihat kau harus menghadapi adikmu yang saat ini adalah iblis yang kuat. Ibu sadar kau takkan sanggup menghadapinya.

Ibu akan selalu memerhatikanmu dari atas dan berdoa untukmu, anakku.

Ingat pesan Ibu, keberanian akan mengalahkan kekuatan yang besar.”

Edward melihat sosok Valkyrie yang menyerupai Ibunya itu terbang keatas dalam kilatan cahaya.

Ketika Edward melihat tangannya, kini ada sebuah pedang terbaring di tangannya.

Di sarung pedang itu ada sebuah tulisan yang ditulis dalam Bahasa Nordik, "Sword Of Light, For Them Who Deserve."

... "Valor Was Your Power!"...

... -CLAUDIA MIDDLETON, WARLORD-...

1
Zed Analytical Number Nine
maaf ka, jika berkenan mampir kembali ka ke novel saya judulnya ZANN 🙏🙏
Zed Analytical Number Nine
good story' ka
Machan
baru mampir lagi nengok ratu aerin ma edward
ANAA K
Semangat selalu yah kak😉🙏🏿 jangan lupa mampir🙏🏿😉
ANAA K
Keren loh berasa baca novel barat👍🏾
ANAA K
Semangat kak🙏🏿😉
sinarane banyu bening
update jgn lama2 thor..amp e..lupa ceeita ma tokoh2 nih
Your name
Mampir nih Thor semangat selalu ya.
Rosni Lim
Semangat
Rosni Lim
Hadir
Hayaku Gaya
Huhuhu, apa ini kalau ratu Aerin melakukan ritual ini Edward akan hidup tapi ratu Aerin .... 😭😭😭😭🤧 huwaaa ngga kuat....
Aerik_chan
Awal cerita seru bikin deg-deg'an....mata dimanjakan sama visualisasi jadi bisa imajinasi...eh akhir cerita dibikin nangis bombay...siapa sih yang naruh bawang di sini....


Boleh banget intip "i have 2 husband's"
Yesi Pangaribuan
Edward mati ga ???
jgn yaa toor nangis nanti kita 😶
Putri
Wooo lama nunggu sumpek 🙂
Bawangnya di akhir sedih bgtt

Edward matiga yaaa
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
huh 🙄🙄 brewokan nunggunya...😆
Yudhi Nita
Akhirnya up lagiii ... Edward!! Aerin 😍😍
pen banget bisa nulis fantasy sehebat othor ini, fantasinya wow banget!
Pow: Huhu iya kak sibuk bgt kuliah 😭
Tks kak, aku mampir yaa
total 1 replies
~Lord Biawak~
setelah sekian purnama akhirnya up lagi🙃

HELEH KECIL GIGIMU LAH,MANA ADA SERANGAN KECIL BISA NGEBELAH GUNUNG JADI DUA BAGIAN😑
Hayaku Gaya
Huhu, dah lama ngga up nih thor..
Edward😭😭😭🤧 Duh putri Gwen Edward putri.. Nguhuhu bawang bertebaran!!!
Pow: Hehe sibuk kuliah author 😅
Nulisnya sampai mewek juga 🤣
total 1 replies
Jefrie Pratama
First
Pow: Thanks jef,
auto bl lapak mu
total 1 replies
iin_sannnnnn
up thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!