"Mengapa wajahmu selalu merasuki pikiranku setelah mencuri ciuman pertama darimu" Kim Charlos Antony
"Sialan wajah laki-laki itu merusak pikiranku setelah ia mencuri ciuman ini" Puput Fernandez
"Mengapa hati ini begitu sulit mengungkapkan perasaan padanya" Devander
Kisah cinta segitiga antara seorang anggota TNI dengan seorang agen rahasia yang memperebutkan sebuah hati beku dari wanita tomboy
Dapatkan mereka memperjuangkan cinta & juga akan mengulik masa lalu dari agen rahasia yang di panggil jendral tersebut yang merupakan anak dari ketua mafia yang berjaya pada masanya.
cuss baca aja cerita lengkapnya.
SILAKAN PROMO DI LAPAKKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon othor_si_tomboi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Di tambah mereka harus berhadapan dengan seorang pria yang telah menolong sahabatnya tersebut dengan tatapan yang datar dan dingin.
Sementara itu di sebuah parkiran rumah sakit terdapat dua orang paruh baya yang tengah buru-buru untuk segera bisa menemui putri sulungnya yang tengah terbaring di rumah sakit tempat ia di rawat.
Kemudian di susulnya sebuah mobil yang di tumpangi oleh ke dua orang tua Chars.
“Bagaimana sekarang jeng?” tanyanya dengan nada yang khawatir.
“Ya sudah nanti kita tanya sama resepsionis saja. Kalau tidak tahu kamarnya!” usul Novita selaku mama dari Chars.
Mereka berempat pun berjalan menuju ruangan rawat inap.
Tempat dimana sang putri sulungnya itu mendapatkan perawatan.
“Pi bukan kah itu Qya sama yang lainnya,” tanya mami Kezia pada Afkar sang suami.
Sedangkan di luar ruangan tempat ia di rawat. Ada kesunyian di antara mereka.
Karena mereka pun tidak berani berbicara lagi dengan orang yang ada di hadapannya tersebut.
“Apa di antara kalian bisa menjelaskan. Kenapa dia mau melakukan hal konyol begini?” tanyanya dengan suara bass khas dingin dan tatapan yang datar.
Sementara yang di ajak berbicara pun kompak menggelengkan kepala. Pertanda mereka tak tahu menahu soal apa pun.
Hingga kemudian mereka pun selamat dari sebuah pertanyaan yang di ajukan oleh pria di hadapan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
“Bagaimana keadaannya saat ini?” tanya mami Kezia pada Qya.
“Kami baru saja datang mi”
Suara decitan pintu ruangan operasi membuyarkan obrolan mereka.
Ceklek....
“Bagaimana keadaannya dokter?” tanya seorang pria tersebut dengan suara khas dinginnya.
“Keadaan pasien kritis. Namun setelah mendapatkan transfusi darah. Dia mengalami koma” ucap dokter Ummi Ninis.
Duuarrrr
Bagaikan petir di siang bolong. Mereka terkejut mendengarkan pernyataan dari sang dokter. Bahwa ia harus mengalami luka tembak di punggungnya.
“Lalu dokter kapan putri saya siuman?”
“Kita tunggu pasien melewati masa kritisnya. Dan jangan lupa perbanyak berdoa. Agar pasien segera pulih kembali. Kalau begitu saya permisi”
“Terima kasih banyak dokter”
“Permisi pasien akan kami pindahkan ke ruangan rawat inap,” ucap suster seraya mendorong brangkar yang di atasnya terdapat wajah cantik dan polos. Meski pun penampilannya maskulin.
“Pindah kan ke kamar VVIP di lantai 05 kamar mawar sus”
“Baik pak mari permisi”
“Kalian tidak mau pulang?” tanya Afkar pada sahabat Puput.
“Kami mau di sini saja pi,” ucap Qya.
“Apa sudah menghubungi orang tua kalian masing-masing?”
Keempatnya pun kompak menggeleng.
“Hubungi dulu sana” perintahnya dengan tegas.
“Oh ya apakah kamu yang membawa putriku ke sini?” tanya Afkar pada seorang pria yang berhadapan dengan sahabat Puput.
“Ya om kenapa?” sahut Chars.
“Terima kasih ya sudah membawanya ke sini. Aku tak tahu apa yang akan terjadi dengannya ke depan nanti”
“Sama-sama om. Kalau beguti saya permisi pulang ya om,” pamitnya serta menyalami ke dua orang tua Puput.
“Ekhem.....ekhem..... ekhem......Kenapa buru-buru Chars. Apa tidak sebaiknya menunggu dia siuman?” ucap Novita pada Chars.
Alangkah terkejutnya Chars mendapati sang mama dan papanya mempergokkinya terburu-buru pulang.
“Mama sama papa sejak kapan di sini?”
“Sejak negara api menyerang,” sahutnya dengan ketus.
Pemandangan barusan tak luput dari keempat sahabat Puput yang melongo serta mengucek-ngucek mata-mata mereka.
“Apakah dia campuran manusia es balok?” bisik Qya pada ketiga sahabatnya.
“Gua rasa dia setengahnya deh,” sahut Putri El.
“Jangan keras-keras kalau ngomong. Apa tidak lihat tatapan datar nan dingin itu....”
“Lebih baik kita ke kantin aja deh,” ajak Tito pada ke tiga sahabatnya.
Mereka pun pamit pada kedua orang tua Puput. Untuk mencari makanan, karena mereka belum mengisi perut masing-masing.
“mami kita mau ke kantin ya. Mau mengisi perut,” pamit Qya pada mami Kezia.
“Baik lah kalau begitu. Kalau sudah nanti kalian ke sini ya. Karena mami sama papi harus pulang. Kasihan adik-adiknya di mansion tidak ada yang menjaga mereka,” pinta mami Kezia yang di angguki oleh Qya.
Tinggal lah beberapa orang yang berada di luar ruangan rawat inap tersebut menyisakan ke dua orang tua Puput serta orang tua Chars dan dia sendiri pun akhirnya pamit pulang ke mansion.
“Jeng Kez kami semua juga mau pamit pulang. Maaf ya tidak bisa berlama-lama menemani kalian”
“Terima kasih ya jeng. Oh ya boleh kami sekeluarga main ke mansion kamu?”
“Silakan jeng. Tapi kabari dulu kalau mau ke mansion”
Tiga orang tersebut meninggalkan ruang rawat inap berada untuk menuju mansion mereka.
Ke dua orang tuanya sepakat untuk melihat lebih dekat keadaan putri sulungnya itu.
“Sayang bangun dong. Jangan tinggalin mami. Kenapa kamu melakukan ini?” curhatnya pada sang putri tercinta.
Ke duanya sama-sama merasakan sakit yang sesak di dada. Tak kala melihat putri tercintanya terbaring lemah di rumah sakit.
“Sudah sayang jangan sedih lagi ya. Putri kita pasti kuat kok,” hibur papi Afkar pada sang istri tercinta.
Tanpa banyak kata Afkar menarik tengkuk sang istri dan ******* habis bibir sang istri yang sedang bersedih. Hingga membuat ke duanya kehabisan oksigen.
Hal tersebut sukses membuatnya mendapat cubitan pedas dan tatapan tajam dari sang istri tercinta.
.
.
.
.
.
.
.
.
aku datang lagi ya gaes...
semoga kalian suka dengan cerita remahan rempeyek...
pas koma nengoin pas udah sadar lupa ruangan nya...
MAAF YA ALUR YANG KU BUAT INI SANGAT MEMBAGONGKAN KARENA INI MURNI HASIL PEMIKIRANKU SENDIRI
JADI BILA KALIAN TAK KUAT DENGAN ALUR YANG BERTELE-TELE SILAKAN SKIP AJA LAGIAN GAK NGARUH JUGA D AKU YANG PENTING AKU TETAP BUAT NERUSIN ALUR SAYANG KAN KALAU GAK D TERUSIN JADI NIKMATIN AJA YA ALUR YANG SANGAT MEMBAGONGKAN DAN TERIMA KASIH BUAT YANG SUDAH MAU MAMPIR MAAF BILA AKU TAK MEMBALAS KOMEN KALIAN BUKAN BERARTI AKU SOMBONG KARENA KALIAN NGOMEN JELEK DI KARYA INI PUN GAK NGARUH BUAT AKU KITA KETEMU LAGI UNTUK BAB BARU YA TERIMA KASIH SALAM LITERASI 😊😊😊