Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya
Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.
Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.
Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..
Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.
Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.
Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Part 13
Alan menggebrak meja di depannya , emosi tampak menguasai dirinya , sementara anak buahnya hanya tertunduk lesu
" Apa kerja kalian haaah" bentak Alan
"maaf bos " ujar salah seorang dari mereka
"Maaf mu tak mengembalikan dia di hadapanku" serunya berang
Ketiga anak buah Alan hanya diam , ini salah mereka yang lalai , mereka di tugaskan oleh Alan membuntuti Anton dan sebagian dari mereka memantau Devan
Anton yang semula di curigai oleh Rico telah melakukan kesalahan dengan sengaja, terbukti benar ,bahkan mereka berhasil menangkap saksi sebagai saksi kunci penghianatan Anton, tapi sialnya saksi itu berhasil melarikan diri karena kelalaian anak buah Alan
Anton adalah orang kepercayaan Rico di bisnis dunia malamnya , sebelum Anton menjadi orang kepercayaan Rico , Dito lah yang memegang jabatan itu , tapi tiga tahun lalu dia membelot dan berhianat di bantu oleh Devan
Bisnis dunia malam tempatnya orang orang curang dan licik , dia yang kuat lah yang berkuasa dan hanya uang yang membuat mereka jadi setia
Dengan kaburnya saksi tentu saja membuat rencana menjebak Anton jadi berantakan
kerja keras Alan jadi sia sia .
*
Rico menerima Alan di kantornya , dengan merasa bersalah Alan melaporkan kelalaiannya hingga kehilangan saksi untuk Anton dan juga melaporkan beberapa temuannya
" Sepertinya Nona Dita, dalang di balik semua ini bos.." ujar Alan
Rico tersenyum sinis , dua penghianat yang begitu serasi Dita dan Dito dari nama saja sudah serasi di tambah sipat penghianat yang sama persis , pikir Rico kesal
Dita wanita yang di cap penghianat oleh Rico, dulu adalah wanita yang sangat di cintai Rico , hari -hari nya di isi dengan kisah cintanya dengan Dita , sampai suatu hari Dia tak sengaja memergoki Dita dan Devan di sebuah hotel ternama , di saat yang sama Dito diam diam membelot ,menghianatinya
"Kau bisa tangani ini Alan...?" tanya Rico
"Tentu saja bos.." ujar Alan penuh keyakinan
" Carilah orang yang bisa kau percaya untuk menjadi rekan kerjamu " ujar Rico
" Baik bos , kalau begitu aku permisi dulu.." ujar Alan pamit meninggalkan ruang kerja Rico
Rico kembali teringat ucapan Alan tentang Dita , apa sebenarnya rencananya , sekian lama menghilang lalu kini kembali dengan tujuan menjatuhkannya , mungkin ini bentuk balas dendam karena telah di campakkan oleh Rico
Rico tau Dita tak lagi bersama Devan , Devan bukan orang yang serius dalam berhubungan , dia berjiwa bebas tak suka dengan ikatan , hanya saja Devan sangat pandai membuat wanita merasa tersanjung dengan manisnya perlakuanya , tak heran banyak wanita jatuh kepelukannya
Tiba tiba Rico merasa rindu Pada Kila , senyum mengembang dibibir Rico saat bayangan wajah Kila melintas di benak nya
"halo, sayang.." sapa Rico pada Kila
" Assalamualaikum mas.." jawab Kila , yang sudah tentu salamnya tak kan berbalas
"Sayang bersiaplah kita makan malam di luar.." ujar Sakha
"Baik lah mas ,abis isya atau abid magrib mas.." tanya Kila memastikan
" Abis magrib sayang.." jawab Rico
"Ooo baik lah mas
"hemmm"
"Lagi apa sayang ..."
" Baca qur'an mas..."
" Tuhan pasti bangga pada mu sayang..." ujar Rico , yang membuat Kila kehabisan kata ,
tuhan bangga padanya....
ya ampun Rico kau benar benar perlu di rukiyah , pikir Kila ...
" Sayang .. kenapa diam" ujar Rico
"Gak tau mas mau ngomong apa.." ujar Kila sekenanya
" kenapa ..? bosen ya aku nelpon terus ..." tanya Rico hawatir
"Apaan sih mas , mana ada bosen , yang ada seneng lah .." ujar Kila tertunduk malu , seakan Rico berada di depannya
Rico terkekeh mendengar jawaban Kila , menjalin hubungan dengan wanita muda membuat Rico berasa jadi remaja , mau tidak mau Rico harus mengikuti gaya bercinta pasangannya , membuat dia kehilangan sifat kaku dan dingin yang selama ini melekat di dirinya
"Oooo , bagus kalau begitu , sayang udah dulu ya, jangan lupa bersiap untuk mskan malam.." ujar Rico mengingatkan
" Iya mas... " jawab ica
" Assalamualaikum mas.."
"Iya sayang.." ujar Rico menjawab salam Kila , Kila hanya bisa menghela napas panjang , bahkan mengucap salam saja suaminya begitu canggung
Kila segera bersiap dia melakukan perawatan dulu , dengan memanfaatkan Spa yang ada dirumah nya , bukankah masih ada beberapa jam untuk bertemu dengan suaminya
Luluran serta pijit membuat tubuh nya merasa fresh , tidak sia sia Rico membuat ruang perawatan beserta pegawainya yang piawai di bidangnya
Kila memilah milah baju yang akan dia kenakan , sebelum dia melaksanakan sholat magrib lalu menemui suaminya yang mengajak nya Dinner
Setelah melakukan sholat magrib Kila bersiap untuk Dinner dengan suaminya
Kila pergi di jemput dengan mobil mewah Rico , lalu menjemput Rico di kantornya , sesampai di kantor suaminya Kila hanya menunggu Rico di dalam mobil , tak butuh waktu lama Rico pun sudah menghampiri Kila , Rico membuka pintu mobil , yang di sambut sosok mempesona ,Rico begitu terpesona dengan penampilan istrinya hari ini , Anggun tapi sederhana
Kila sebenarnya juga merasa hal yang sama , dia merasa Rico sangat tampat malam ini dengan kaca mata hitamnya di padu dengan setelan berwarna senada menambah ketampanannya
Rico menggandeng mesrah tangan Kila memasuki resto , Seperti biasa Rico mencari ruang vip , dia yang suka suasana tenang saat makan lebih memilih ruang Vip demi kenyamanan
Makana sudah terhidang di meja , seperti biasa Rico makan dengan tenang tanpa suara , hening..
Tapi sepertinya Kila sudah terbiasa dengan hal ini ,terbukti kila juga menikmati dengan seksama hidangan di depannya tanpa suara
Setelah selesai makan Rico memangil waiters untuk membayar Bill resto
" sudah sayang..." ujar Rico saat selesai makan
" Iya mas.." jawab kila
"Dddrrtt" suara getar dari ponsel Kila
"Hp mu sayang" ujar Rico
Kila melihat hp nya , Umi rukaya
" Asalamualaikum umi..." sapa Kila santun
" wa'alaikumsalam Kila.."
" Bagai mana kabar umi sehat ...?"
"Sehat sayang , kamu lagi apa ini .. " tanya umi lembut
"Lagi makan malam dengan mas ini umi.."
"Masya Allah , umi ganggu ini mah " umi jadi merasa tidak enak
" Gak kok mi " ujar Kila meyakinkan Umi
" Kila jum'at ada pengajian di rumah Umi , kamu hadir ya.."
"Insya Allah ,kalau bisa saya hadir mi.." ujar Kila seraya melirik suaminya , Rico menggeleng tagas
" Ya udah kalau gitu lanjut lagi ya sayang.." ujar umi pamit pada Kila
" Assalamualaikum"
"Waa'alaikumsalam umi" sahut Kila , lalu menutup telponnya
" Kenapa mengiyakan ajakan umi.. " Ujar Rico dengan suara beratnya
" Aku tidak mengiyakan mas, aku bilang, Insya Allah, itu berarti aku tidak berjanji bisa datang." jelas Kila hati hati
"Baguslah kalau begitu" ujar Rico datar ,Kila menghela nafas melihat tingkah suaminya
"Ayo pulang..." ujar Rico seraya beranjak bangkit
dari duduk nya diikuti oleh kila
Kila membuntuti langkah Rico dengan wajah masam , dia sangat ingin pergi kepengajian tapi juga tak mau membantah perintah suaminya
Rico menghentikan langkahnya menatap wajah masam Kila dengan kedua alis terangkat
"Ada apa...?" tanya Rico
Kila menggeleng seraya mendahului suaminya , membuat Rico penasaran , dia berjalan sejajar dengan langkah Kila menggandeng tangannya keluar dari resto
"Ada apa.." tanya Rico penasaran dengan wajah masam Kila
"Gak ada mas.." ujarnya tak bergairah
"Apanya yang gak ada...!, lihatlah wajamu itu " dengus Rico kesal
Kila menatap Rico dengan senyum yang di paksakan , lalu berpaling menatap keluar jendela, membuat Rico menghela nafas berat
"Aku tidak ingin melihatmu berkumpul dengan laki-laki walau pun itu pengajian ...!" ujar Rico tegas
Kila menatap Rico , Rico balas menatap Kila yang sudah pasang mimik muka manja
"Pengajian Umi gak ada laki -laki nya mas, penceramahnya juga wanita.." ujarnya masih dengan wajah manjanya
Rico kembali menghela nafas panjang , hanya pengajian dan tidak ada laki laki di sana mungkin tak ada salahnya memberinya izin , tapi ustadz zainal..
"Tapi tetap saja bisa ketemu laki -laki di sana , Ustadz zainal misalnya...." ujar Rico
Kila menghelanafas panjang seraya membuang pandangannya keluar jendela dengan wajah masam
"Baiklah ,baiklah kau boleh pergi , tapi tidak sendiri orangku akan ikut pengajian mu .." ujar Rico ahirnya
Seketika wajah kila berubah sumringah , dia beringsut mendekat lalu memberi kecupan hangat tepat di bibir suaminya
"Makasih mas.." ujarnya manja
Rico hanya mematung , apa itu tadi , perlakuan yang begitu manis , hanya kecupan kecil, tapi membuat dada Rico bergemuruh di terjang badai....
"Mas , benerkan mas kasih izin" tanya Kila meyakinkan ucapan suaminya barusan
"Iya sayang.." ujar Rico menatap mesrah istrinya yang telah membuat badai di dadanya
" Apa yang kau bahas di pengajian " tanya Rico ingin tahu
"Ini pertama kalinya aku ikut pengajian ibuk ibuk rumah tangga , mungkin isi kajiannya berbeda ketika aku masih lajang, aku rasa kajian ini lebih ke adab adab Suami istri mas.."ujar Kila
"Adab suami istri ..., apa misalnya..?" tanya Rico penasaran
"Misalnya , Istri dilarang keluar rumah tanpa izin suami , Istri wajib melayani suami dan berdosa besar apa bila menolaknya , dan masih banyak lagi yang belum aku pelajari mas" jelas kila
"Itu sebabnya kau selalu melayaniku karena takut akan dosa , benar begitu.." ujar Rico tegas
Kila memandang suaminya dengan tatapan merajuk , bagai mana bisa dia berkata begitu , apa selama ini dia tidak bisa merasakan perlakuan yang dia berikan, tulus dari hati tanpa paksaan
Mendapat tatapan itu membuat Rico menyadari ucapannya ,tak semestinya dia berkata begitu ,selama ini dia juga bisa marasakan perlakuan Kila tulus padanya
"Maaf sayang , harusnya aku tidak berkata begitu.." ujar Rico seraya menggengam jari jemari Kila
" Walau menolak akan menimbulkan Dosa , tapi dalam perakteknya melayani tetaplah karena rasa suka , aku tidak bisa melayani mas bila aku tidak ada rasa sama mas.." tutur kila penuh penjelasan
"Kau benar , maafkan ucapanku sayang.."
Kila menganguk , senyum mengembang dibibir ranumnya , tentu saja dia memaafkan suaminya,
Kila menatap wajah tampan yang membuat hati nya berdetak tak sesuai irama
"Kau menyukai wajah tampanku" ujar Rico yang membuat pipi Kila merona seketika
" Siapa yang gak suka wajah mas, gak normal kalau dia gak suka wajah mas " tutur Kila malu malu
"Benarkah, karena kau menyukainya kau boleh menikmatinya " Bisik Rico pelan , wajah tampannya bergerak mendekati wajah Kila bahkan amat dekat lalu menempelkan bibir hangat nya ke bibir lembut milik Kila
"Ayolah " bisik Rico rasa hangat mendadak mengalir di tubuh Kila
"Mas ada orang mu.." bisik Kila , memberi isarat dengan matanya
Rico memencet tombol di sampingnya ,seketika terbentuk tirai penyekat di depan mereka
" Bagaimana sayang .." bisik Rico
Kila tak menyahut , dia benar benar menikmati wajah tampan di depannya , melakukan cumbu cumbu kecil ,kemudian melanjutkannya di tempat yang semestinya...
Happy reading 🥰
di tunggu like and vote nya ya sayang..🙏🙏🥰
.
.
apa kurang gelap ya malam hari 🤣🤣🤣