Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 13 GIOK KRISTAL HIJAU
Ivan membayar batu tersebut dan mulai memilih batu pada tumpukan material sisa yang ada di lantai. Sesaat kemudian, Ivan juga telah mendapatkan batu yang dia inginkan. Batu tersebut Ivan berikan kepada petugas pemotong.
"Potong agak menyerong ke kanan sedikit agar tidak merusak isi di dalamnya!" pinta Ivan kepada petugas pemotong.
"Bertingkah seakan batu tersebut memiliki isi di dalamnya, aku tidak habis pikir, dia bahkan mengeluarkan 500 ribu hanya untuk batu sampah, ternyata memang masih ada orang yang bodohnya tidak ketolongan," ujar pria berkumis.
"Sebelumnya mungkin dia hanya beruntung saja dapat menebak dengan benar, aku sempat berpikir dia memang mempunyai sedikit kemampuan, tapi ternyata hanya amatiran saja," ujar pria berkacamata.
"Kalau aku 500 ribu mending tambahkan sedikit sudah bisa karaoke dengan di temani dua gadis cantik," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
Petugas pemotong batu juga mulai memotong batu milik Ivan dengan mengikuti instruksi darinya. Seketika cahaya berkilau juga mulai keluar dari batu yang terbelah, sehingga membuat orang-orang terkejut.
"Cahaya apa ini, silau sekali?" ujar pria berkumis.
"Apa mungkin batu tersebut memang ada giok di dalamnya, ini mustahil?" ujar pria berkacamata.
"Sial, mungkinkah...?" ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
"Tuan, sepertinya batu ini memang ada isinya," ujar petugas pemotong dengan bersemangat.
"Lanjutkan potong!" balas Ivan dengan senyuman di bibirnya.
Petugas pemotong juga melanjutkan memotong batu tersebut dengan hati-hati. Sesaat kemudian, batu itu juga sudah terbelah menjadi dua bagian. Terlihat sebuah giok berwarna hijau yang indah dan berkilau.
"Itu adalah giok kristal hijau, pemuda itu benar-benar mendapatkan giok dari sisa material sampah batu," ujar pria berkumis.
"Giok kristal hijau adalah salah satu giok dengan kwalitas terbaik, ukurannya hampir sebesar bola kasti, setidaknya nilainya tidak kurang dari 5 milyar," ujar pria berkacamata.
"Bodohnya aku sempat meremehkan pemuda ini, ternyata dia bukanlah orang biasa," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
"Hebat sekali," ujar Jordi yang kagum setelah Ivan bisa mendapatkan giok dari sisa material batu.
Julia yang melihat itu juga tidak bisa untuk tidak kagum. Ternyata pemuda bernama Ivan itu bisa mendapatkan giok pada material sisa yang tidak berharga.
"Begini saja kalian sudah seperti ini, padahal ini masih permulaan," ujar Ivan.
Ivan kembali mentransferkan uang senilai 5 juta kepada Jordi. Ivan juga mengambil lagi 10 batu dari tumpukan material sisa. Batu itu Ivan bariskan sejajar, lalu Ivan meminjam sebilah parang yang di bawa petugas pemotong.
"Lihat ini baik-baik!" ujar Ivan.
Ivan mengangkat parang itu ke atas. Seketika Kilauan cahaya terlintas di kedua mata dewanya. Energi spiritual juga langsung mengalir menyelimuti parang tersebut.
Parang tersebut Ivan hantam kan pada ke 10 batu itu secara bergantian dengan cepat. Energi spiritual yang melapisi parang tersebut membuatnya begitu kuat dan sangat tajam, sehingga dapat membelah batu dengan mudah.
Kesepuluh batu tersebut langsung terbelah dan mengeluarkan giok dari dalamnya. Terlihat 10 giok kristal hijau yang telah Ivan dapatkan.
"Ini sulit di percaya, semuanya berisi giok, jika tidak melihat langsung, apa mungkin bisa ada yang percaya," ujar pria berkumis.
"Pemuda ini jelas bukan pemuda biasa, dia pasti seorang master giok, bodohnya aku meremehkannya sebelumnya," ujar pria berkacamata.
"Material sisa bisa menghasilkan giok sebanyak ini, tidak masuk di akal, tapi benar-benar kenyataan," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
"Hebat, belasan tahun aku membuka toko, baru pertama ini aku melihat orang sehebat ini," ujar Jordi.
Julia juga kaget bukan main dengan apa yang di lihatnya ini. Tampaknya pemuda yang bernama Ivan ini jelas memiliki kemampuan yang luar biasa.
Ivan sendiri tampak begitu puas sekali. Semua ini tentu saja berkat kekuatan mata dewa yang dia miliki.
"Namamu Ivan bukan, aku mau membeli semua giok yang kamu dapatkan," ujar Julia.
Saat ini Mahendra grup juga kekurangan bahan baku giok, setidaknya dengan giok-giok ini bisa membantunya sedikit. Terlebih lagi Julia juga memerlukannya untuk menyelesaikan pesanan kalung dari gubernur Leonardo, pikir Julia.
"Bagaimana jika 50 milyar semuanya, apa kamu setuju?" sambung Julia.
"50 milyar banyak sekali, kalau begini aku langsung jadi kaya," ucap Ivan dalam hati.
"Ehem, begini saja, aku bisa menjualnya untuk mu, tapi aku punya satu syarat," balas Ivan.
"Syarat apa, katakan saja!" ujar Julia.
"Kamu harus traktir aku makan, bagaimana?" balas Ivan bertanya sambil tersenyum.
Julia dahulu adalah wanita yang dia kagumi, bisa makan malam bersama dengannya, tentu akan sangat menyenangkan, pikir Ivan.
"Mentraktir mu makan..." ulang Julia.
Dirinya sangat membutuhkan giok-giok itu, di tambah lagi dengan makan malam, dirinya juga bisa menjalin hubungan dengan Ivan. Kemampuan Ivan barusan sangat luar biasa, mungkin saja kelak dirinya membutuhkan bantuannya. Tidak akan rugi jika mengenalnya, pikirnya.
"Baik, aku setuju, setelah ini aku akan mentraktir mu," ujar Julia.
Julia kemudian mentransferkan uang senilai 50 milyar ke rekening Ivan. Terdengar suara notifikasi yang menandakan transaksi telah berhasil.
"Ini baru permulaan, aku merasa dapat menaklukkan dunia saja dengan mata dewa ini," pikir Ivan dengan sangat bersemangat.
Giok-giok yang di dapatkan oleh Ivan juga telah resmi di beli oleh Julia seharga 50 milyar.
"Pemuda ini benar-benar untung, modal hanya beberapa juta, kini sudah mengantongi 50 milyar, judi batu memang gila," ujar pria berkumis.
"Lain kali aku tidak boleh meremehkan orang begitu saja, ini benar-benar membuatku malu," ujar pria berkacamata.
"Bodohnya aku sampai berani mau sunat dua kali, hampir saja kehilangan benda paling berharga," ujar pria dengan tompel di pipi kanannya.
Julian dan Ivan juga meninggalkan toko itu dengan mengendarai mobil. Mobil yang mereka kendarai adalah jenis mobil sport mewah milik Julia.
"Mobil ini mewah sekali, Julia ini benar-benar kaya raya," ucap Ivan dalam hati duduk di sebelah Julia.
"Seperti janjiku sebelumnya, aku akan mentraktir mu makan, kamu mau makan apa?" tanya Julia sambil fokus mengemudikan mobilnya.
"Aku ikut dirimu saja,"
Beberapa menit kemudian, Ivan dan Julia telah sampai di sebuah restoran yang berada tepat di sebelah universitas kota Neo. Mereka berdua juga langsung duduk pada meja kursi yang kosong.
"Restoran ini..." Ivan melihat ke sekeliling dari pada restoran tersebut.
Restoran ini terlihat sederhana dan tidak terlalu besar, akan tetapi lumayan ramai. Seorang wanita paruh baya bernama Jeni yang juga merupakan pemilik dari restoran ini menghampiri mereka dengan membawa daftar menu di tangannya.
"Nona Julia, mau pesan apa?" tanya Jeni.
Julia menanyakan kepada Ivan mengenai apa makanan yang dia inginkan. Ivan mengatakan bahwa dirinya tidak memilih dalam makan, jadi terserah Julia saja.
"Bibi Jeni, seperti biasa saja ya, nasi goreng dua porsi!" ujar Jeni.
Dari cara Julia memesan makanan dapat di ketahui bahwa dirinya sangat sering datang ke tempat ini. Sambil menunggu makanan datang mereka juga mulai saling mengobrol.