NovelToon NovelToon
RONALD & FANIA

RONALD & FANIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:376
Nilai: 5
Nama Author: WILONAIRISH

Menjalin hubungan yang cukup lama, apalagi setelah satu atap bersama. Membuat seorang Fania merasa bosan dan jenuh pada hubungannya bersama sang suami, Ronald.

Hingga suatu hari kejujuran Fania membawa perubahan baru dalam kehidupan mereka.

Sebagai seorang suami, Ronald yang begitu mencintai Fania akan selalu berusaha memenuhi keinginan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WILONAIRISH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Acara keluarga belum benar-benar usai. Meski sebagian tamu sudah pulang, suasana di halaman belakang masih ramai oleh kerabat dekat yang memilih bertahan. Tawa-tawa kecil masih terdengar, bercampur dengan suara gelas yang sesekali beradu dan langkah kaki yang santai di atas lantai kayu.

Lampu gantung yang menghiasi area itu memancarkan cahaya hangat, menciptakan suasana yang jauh lebih intim dibandingkan acara formal sebelumnya. Udara malam terasa lebih ringan tidak lagi penuh basa-basi, lebih jujur.

Fania berjalan pelan di samping Ronald. Langkah mereka seirama, tapi tidak benar-benar selaras. Ada jeda yang tak terlihat sebuah jarak yang tidak bisa diukur dengan mata, tapi jelas terasa. Keduanya tampak lebih rileks dibanding sebelumnya. Namun tetap tidak sepenuhnya dekat.

“Ronald!” Suara riang memecah suasana. Seorang pria mendekat dengan langkah lebar, diikuti dua orang lainnya. Wajah mereka penuh ekspresi hangat yang spontan tanpa dibuat-buat. Sepupu-sepupu Ronald.

“Lama tak bertemu, bro!” ujar pria itu sambil menepuk bahu Ronald dengan cukup keras. Ronald sedikit terdorong ke depan, tapi tidak keberatan. Ia mengangguk kecil.

“Iya.” Nada suaranya tetap datar, namun kali ini tidak terasa dingin. Ada sedikit kelonggaran di sana, hal yang jarang Fania lihat akhir-akhir ini setelah kesepakatan mereka.

“Ini Fania, kan?” tanya salah satu dari mereka, menoleh ke arah Fania dengan senyum ramah yang tulus.

Fania membalas dengan sopan. “Iya.”

“Waw, kau makin cantik” sahut yang lain sambil tertawa ringan, seolah komentar itu adalah hal yang paling natural untuk diucapkan.

Fania hanya tersenyum tipis, tidak terlalu lebar dan tidak dingin. Tapi cukup.

Ronald melirik sekilas ke arahnya, sangat singkat. Namun cukup untuk menunjukkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Perhatian, bukan sekedar sadar tapi tapi benar-benar melihat.

Sepupu-sepupu itu kemudian mulai berbincang santai. Topiknya ringan tentang pekerjaan, perjalanan, hingga kejadian-kejadian lucu yang terjadi di keluarga. Candaan mengalir tanpa jeda, tawa pecah beberapa kali. Fania sesekali ikut tertawa kecil, namun lebih sering diam dan hanya memperhatikan

Cara mereka berbicara dengan Ronald, tidak kaku dan tidak menjaga jarak. Cara Ronald menanggapi mereka, lebih santai dan terasa lebih hidup. Bahkan sesekali ia terlihat benar-benar terlibat. Berbeda dari yang beberapa bulan terakhir bersamanya.

Selama beberapa bulan ini, Ronald seperti seseorang yang selalu menjaga dirinya tetap dalam batas tertentu. Tidak banyak bicara, tidak menunjukkan emosi berlebihan, tidak membuka ruang. Dan dirinya sadar Ronald hanya menyanggupi keinginannya. Namun di sini, ia sedikit berbeda.

“Ayo, kita duduk di sana,” ajak salah satu dari mereka sambil menunjuk meja kecil di sudut halaman yang agak jauh dari keramaian utama. Mereka pun berpindah dengan langkah santai tanpa terburu-buru.

Fania memilih duduk di samping Ronald, jarak mereka tidak terlalu dekat. Namun juga tidak sejauh biasanya. Ada perubahan kecil, hampir tidak terasa tapi ada.

Percakapan terus berlanjut. Topiknya mulai melebar, kadang melompat dari satu hal ke hal lain tanpa arah yang jelas. Sampai akhirnya pertanyaan muncul membuyarkan pikirannya.

“Bagaimana pernikahan kalian?” tanya salah satu sepupu tiba-tiba, nada suaranya santai. Tapi pertanyaannya tidak sesederhana itu.

Fania terdiam sejenak, bukan karena tidak punya jawaban. Tapi karena terlalu banyak kemungkinan jawaban. Hingga pada akhirnya, Ronald yang menjawab lebih dulu

“Baik.” Singkat dengan nada tegas. Seolah menutup pintu sebelum ada yang sempat membuka lebih jauh.

Sepupu-sepupunya saling bertukar pandang sebentar, lalu mengangguk kecil setelah mendengar jawaban Ronald.

“Ah, pasti seru memiliki istri sibuk seperti Fania,” sahut yang lain, mencoba mengembalikan suasana menjadi ringan.

Ronald tidak langsung menjawab, ia hanya melirik sekilas ke arah Fania. Sekali lagi, hanya singkat namun kali ini lebih jelas.

“Dia suka pekerjaannya,” ujarnya. Nada suaranya tetap tenang, tidak ada penekanan berlebihan. Namun ada sesuatu yang berbeda, seperti pembelaan atau mungkin pengakuan.

Fania menyadarinya, jelas namun ia tidak menanggapi. Ia hanya menunduk sedikit, menyembunyikan ekspresi yang mulai sulit ia kendalikan. Perasaan itu muncul lagi, halus namun mengganggu.

Lama kelamaan, pembicaraan beralih ke masa lalu tentang masa kecil mereka. Tentang kenangan-kenangan lama yang hanya dimengerti oleh mereka yang pernah ada di sana.

“Dulu Ronald sangat dingin,” ujar salah satu sepupu sambil tertawa.

“Bahkan pada kami.” Yang lain langsung menimpali.

“Tapi kalau dia sudah menyayangi seseorang, akan beda jauh.” Kalimat itu jatuh begitu saja, seolah ringan. Namun tidak bagi Fania.

Ia terdiam, perkataan itu menggantung di kepalanya. Sementara Ronald tidak membalas, namun rahangnya sedikit mengeras. Perubahan kecil yang hanya terlihat jika seseorang benar-benar memperhatikan.

“Bahkan dulu ada yang sampai ngejar-ngejar dia,” tambah yang lain dengan nada menggoda.

Fania mengangkat pandangannya sedikit. Ada rasa penasaran yang tidak bisa ia tahan.

“Siapa?” tanya salah satu dari mereka, ikut tertarik.

“Ah, nanti juga ketemu,” jawabnya santai, seolah itu bukan hal besar.

Ronald langsung memotong. “Sudah.” Satu kata pendek, namun tegas. Nada suaranya sedikit berubah lebih berat dan lebih jelas batasnya.

Pembicaraan itu pun berhenti, tidak ada yang melanjutkan. Namun rasa penasaran itu tidak ikut berhenti. Ia tertinggal diam-diam tumbuh di dalam diri Fania.

Hingga beberapa saat kemudian seolah menjawab semua yang menggantung, seseorang benar-benar datang. Seorang wanita, langkahnya tenang, posturnya tegap, penampilannya elegan tanpa terlihat berusaha terlalu keras.

Wajahnya cantik, namun bukan hanya itu yang mencuri perhatian. Auranya, percaya diri dan tampak stabil. Seolah ia tahu persis tempatnya di dunia ini.

“Ronald,” sapanya dengan senyum lebar. Nada suaranya ringan, namun penuh kepastian.

Ronald terlihat berdiri sedikit, gerakannya refleks. “Lama tak bertemu.”

Wanita itu tersenyum. “Iya.”

Tatapan mereka bertemu, sejenak dan tidak lama. Namun cukup untuk menyampaikan sesuatu yang tidak terucap. Dan Fania menyadari itu, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. Belum.

“Ini Fania istri Ronald, kan?” tanya wanita itu sambil menoleh.

Fania mengangguk. “Iya.”

Wanita itu tersenyum. “Aku banyak dengar tentangmu, kau cantik seperti yang pernah ku dengar.”

Kalimat itu terdengar ramah, namun tidak sepenuhnya ringan. Ada lapisan lain di dalamnya, sesuatu yang tidak langsung terlihat.

Fania membalas dengan sopan. “Terimakasih.”

Mereka berjabat tangan, singkat dan formal. Kulit bertemu kulit namun terasa seperti membaca sesuatu yang tidak tertulis. Sementara Ronald kembali duduk, wanita itu ikut bergabung.

Dan sejak saat itu, percakapan memang terus berjalan. Topiknya masih ringan, tawa masih ada semua terlihat normal. Namun tidak benar-benar sama, ada perubahan kecil dalam ritme, dalam jeda, dalam cara Ronald merespon, dalam cara wanita itu berbicara, dan dalam cara Fania merasakan semuanya.

Ia tidak mengatakan apa-apa dan tidak menunjukkan reaksi berlebihan. Namun di dalam dirinya ada sesuatu yang mulai bergerak perlahan.

Rasa tidak nyaman yang semakin jelas. Bahwa malam itu bukan sekedar pertemuan keluarga. Tapi awal dari sesuatu yang belum ia pahami sepenuhnya.

NEXT …….

1
Dian
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!