NovelToon NovelToon
The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:312
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembobolan

Pengkhianat itu bergerak lebih cepat dari yang Calypsa perkirakan.

Ia menyadarinya pada hari kedua puluh dua ketika ia membuka sistemnya di pagi hari sebelum berangkat ke Wraithgate dan menemukan bahwa salah satu folder terenkripsinya, folder yang berisi seluruh bukti yang sudah ia kumpulkan tentang jalur komunikasi mencurigakan di dalam markas, telah diakses oleh pihak lain pada dini hari tadi.

Bukan diretas dalam arti yang kasar. Tidak ada tanda-tanda penerobosan paksa. Aksesnya dilakukan menggunakan kredensial yang valid, tapi kredensial yang tidak seharusnya ada, sebuah kunci akses yang formatnya sama persis dengan yang digunakan oleh sistem internal markas Wraithgate.

Seseorang membuat salinan kunci aksesnya. Dan seseorang itu sudah menggunakan salinan itu untuk masuk ke dalam folder paling sensitif yang Calypsa miliki.

Calypsa duduk di depan layarnya selama dua menit sambil memikirkan implikasinya.

Folder itu sudah diakses. Artinya seluruh bukti yang ia kumpulkan sudah dilihat. Artinya pengkhianat itu tahu bahwa Calypsa tahu. Artinya waktu permainan diam-diam ini sudah habis.

Yang lebih buruk, folder itu juga berisi penanda-penanda tersembunyi yang ia gunakan untuk melacak transmisi, yang artinya pengkhianat itu sekarang tahu cara Calypsa melacak, dan dalam hitungan jam, Dragan juga akan tahu.

Calypsa mengambil ponselnya untuk menghubungi Cyrus, tapi berhenti.

Kalau pengkhianat itu bisa menyalin kunci akses foldernya, kemungkinan besar ia juga punya akses ke jalur komunikasi antara Calypsa dan Cyrus.

Ia meletakkan ponselnya kembali, mengambil laptopnya, dan menggunakan jalur enkripsi yang benar-benar terpisah dari sistem manapun yang ia gunakan untuk pekerjaan resminya, jalur yang hanya ada di perangkat pribadinya dan tidak pernah terhubung ke jaringan markas, untuk mengirimkan pesan singkat kepada Cyrus melalui protokol yang mereka gunakan sebelum ia masuk ke sistem resmi.

Pesan itu sangat pendek.

"Jangan percaya komunikasi apapun dariku melalui jalur resmi mulai detik ini. Bertemu langsung. Sekarang jika bisa."

Ia berpakaian dengan cepat, mengambil laptopnya, dan pergi.

Ketika ia tiba di Wraithgate, Voss yang membukakan pintu samping dan wajah pria itu sudah mengatakan bahwa ada sesuatu yang berubah sejak tadi malam. "Cyrus sudah menunggu kamu di dalam." ujar Voss dengan nada yang lebih datar dari biasanya.

Calypsa naik ke lantai dua. Ruang kendali terasa berbeda, lebih banyak orang dari biasanya untuk jam sepagi ini, beberapa operator yang seharusnya sudah pulang masih ada di sana, dan beberapa wajah yang tidak Calypsa kenal berdiri di sisi ruangan dengan ekspresi yang tidak nyaman.

Cyrus berdiri di tengah ruangan, bukan di ruangannya, bukan di depan peta, tapi tepat di tengah, dan ekspresinya ketika ia melihat Calypsa masuk mengandung sesuatu yang tidak pernah Calypsa lihat di sana sebelumnya.

Keraguan.

"Calypsa." ujar Cyrus. Nada suaranya terasa aneh, terlalu terkontrol dengan cara yang berbeda dari biasanya.

Calypsa memperhatikan bahwa dua orang yang berdiri di sisi ruangan sedang menatapnya. Dan kemudian ia memperhatikan bahwa workstationnya sudah diakses oleh seseorang, layarnya menyala dengan tampilan yang bukan hasil dari konfigurasinya.

"Ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu." ujar Cyrus, berjalan ke arah workstation itu.

Di layar workstation itu terdapat sebuah rekaman. Rekaman CCTV dari dalam ruang kendali ini, diambil beberapa malam lalu, yang menampilkan Calypsa sedang bekerja di workstationnya dalam kondisi ruangan yang hampir kosong. Dan di rekaman itu, dari sudut kamera yang diambil dengan cermat, terlihat Calypsa sedang membuka sebuah jalur komunikasi eksternal dari workstation resminya.

Calypsa menatap rekaman itu.

Jalur komunikasi itu bukan jalur yang pernah ia buka. Sudut kamera itu tidak menangkap layar monitornya dengan cukup jelas untuk bisa dibaca, hanya cukup jelas untuk terlihat bahwa ada komunikasi eksternal yang sedang berjalan.

Ini bukan rekaman yang jujur. Ini adalah rekaman yang sudah dimanipulasi, atau dikontekstualisasikan secara salah, dengan sangat rapi.

Dan seseorang sudah menyajikannya kepada Cyrus sebelum Calypsa sempat tiba.

"Aku butuh kamu jelaskan ini." ujar Cyrus, suaranya tidak mengandung tuduhan eksplisit tapi mengandung sesuatu yang lebih berat dari itu, jarak yang tiba-tiba muncul di antara mereka seperti dinding yang tidak ada kemarin.

Calypsa menatap Cyrus. Kemudian ia menatap rekaman itu kembali. Kemudian ia mengambil napas yang sangat tenang.

"Rekaman itu sudah dimanipulasi." ujarnya.

"Bagaimana kamu bisa yakin." bukan pertanyaan yang menunjukkan ketidakpercayaan total, tapi bukan pula pertanyaan yang menunjukkan kepercayaan penuh.

"Karena menganalisis rekaman CCTV untuk mencari kejanggalan adalah pekerjaan saya sejak dua tahun sebelum saya mengenal siapapun di ruangan ini." jawab Calypsa, suaranya tetap rata. "Dan karena jalur yang terlihat di rekaman itu bukan jalur yang bisa dibuka dari workstation saya tanpa meninggalkan log di sistem. Cek log sistemnya."

Voss, yang berdiri di sisi ruangan, sudah bergerak ke arah komputer lain bahkan sebelum Cyrus memberi sinyal. Beberapa saat kemudian, Voss mengangkat matanya dari layar.

"Log sistem bersih." ujar Voss. "Tidak ada catatan pembukaan jalur eksternal dari workstation itu pada malam yang ditampilkan di rekaman."

Tapi Calypsa melihat bahwa kalimat Voss itu tidak sepenuhnya mengendurkan ketegangan di ruangan. Ada yang lebih dari sekadar rekaman ini.

"Ada yang lain." ujarnya kepada Cyrus.

Cyrus menatapnya selama satu detik penuh. Kemudian ia mengangguk ke arah pintu ruangannya. "Masuk."

Di dalam ruangan itu, Cyrus menutup pintu dan berdiri menghadap jendela selama beberapa saat sebelum berbicara. "Seseorang menghubungiku tadi malam melalui jalur yang tidak aku berikan kepada siapapun di luar lingkaran terkecil." ujarnya. "Menyampaikan bahwa kamu adalah mata-mata yang ditanam oleh Dragan, bahwa motivasimu datang ke sini bukan untuk menemukan keadilan untuk Apo, tapi untuk mendapatkan akses ke sistem kami dari dalam."

Calypsa merasakan semua kepingan-kepingan yang sudah ia kumpulkan selama berminggu-minggu ini tiba-tiba menyusun dirinya menjadi satu gambar yang lengkap di benaknya.

"Dan kamu tidak langsung percaya." ujar Calypsa. Bukan pertanyaan.

Cyrus berbalik menghadapnya. "Aku tidak langsung percaya." konfirmasinya, dan ada sesuatu di matanya yang terasa seperti konfirmasi atas hal yang lebih dari sekadar pernyataan itu. "Tapi aku juga tidak bisa mengabaikannya begitu saja."

"Pengkhianat itu mengetahui bahwa aku sudah terlalu dekat." ujar Calypsa. "Folderku diakses dini hari tadi menggunakan kunci yang disalin dari sistemmu. Seluruh bukti yang sudah kukumpulkan sudah dilihat." ia berjalan ke meja dan meletakkan laptopnya, membuka folder yang dimaksud dan menunjukkan log akses yang sudah ia dokumentasikan sebelum berangkat. "Bukan aku yang berkhianat. Ini adalah seseorang yang mencoba membuat kamu berpikir bahwa itu aku, sebelum aku sempat menyampaikan bukti lebih lanjut."

Cyrus melihat log akses itu. Rahangnya sedikit mengeras.

"Kunci akses yang digunakan untuk masuk ke folder itu." ujar Cyrus pelan. "Formatnya dari dalam sistem kita."

"Ya." jawab Calypsa. "Seseorang di dalam sini yang punya akses cukup tinggi untuk menyalin kunci enkripsi dari sistem resmi."

Keheningan yang mengikuti kalimat itu lebih berat dari keheningan manapun yang pernah ada di antara mereka.

"Berapa lama kamu butuhkan untuk melacak siapa yang mengakses folder itu." tanya Cyrus akhirnya.

"Sudah kumulai sebelum keluar dari rumah tadi." jawab Calypsa. "Tapi aku butuh akses ke log server yang tidak bisa aku jangkau dari luar. Aku butuh masuk ke sistem dari dalam."

Cyrus menatapnya selama beberapa detik. Jarak yang tadi terasa seperti dinding itu perlahan mundur, tidak hilang sepenuhnya, tapi cukup untuk memberi ruang kepada sesuatu yang lebih esensial di antara mereka untuk kembali bernapas.

"Gunakan workstationmu." ujar Cyrus. "Aku akan memastikan tidak ada yang mengganggu."

Calypsa mengangguk dan berbalik menuju pintu.

"Calypsa."

Ia menoleh.

Cyrus menatapnya dengan ekspresi yang menunjukkan penyesalan yang tidak mudah bagi pria seperti dia untuk perlihatkan. "Maaf karena sempat ragu."

Calypsa tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk sekali, singkat, dan keluar untuk bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!