Sekuel Star on A Dark Night
Satya Efrain Scott
Seorang pengusaha besar sekaligus ketua Klan Mafia besar di Inggris, yang sejak kecil pindah bersama Ayahnya ke Inggris karena perpisahan kedua orangtuanya, meninggalkan ibu dan kedua adiknya.
Namun Satya memutuskan kembali ke Indonesia setelah kematian Arya, adik kandungnya.Tidak disangka, kepulangannya ke Indonesia membuatnya terjebak pada perasaan cintanya pada kekasih adiknya dalam waktu yang cukup lama.Bahkan perasaan itu masih bertahan sampai perempuan itu menikah. Satya memutuskan menikah dengan sahabat kecilnya. Tapi ternyata istrinya pun bukan jodohnya. Dirinya justru terikat dengan seorang Ratu Mafia yang sudah menghancurkan kehidupannya. Akankah Satya jatuh cinta pada Ratu Mafia yang sangat dibencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zas Novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 Dua Laki-laki Pelindung
RESTAURANT - LEMBANG, BANDUNG
Pandangan Sasa dan Satya masih terkunci setelah Sasa melontarkan pertanyaan yang tidak diduga oleh Satya. Sesaat kemudian, Satya tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Sasa, namun tiba-tiba beberapa orang pengunjung restaurant yang sejak tadi hanya melihat dan berbisik-bisik tidak jelas, sekarang menghampiri dan mengarahkan camera ponsel mereka ke arah Satya dan Sasa. Beberapa orang pengunjung itu berebut untuk meminta berphoto dengan Sasa bersama Satya, yang saat ini terlihat sangat terganggu.
Belum habis keterkejutan Sasa dan Satya, tiba-tiba beberapa orang datang mengarahkan camera mereka sambil mengajukan pertanyaan yang membuat kening Satya berkerut.
"Mbak Sasa, apa saat ini anda sedang menjalin hubungan dengan Tuan Satya Efrain Scott, pengusaha sukses yang berasal dari Inggris ini? Apa hubungan anda dengan sutradara terkenal Swayn Davies yang juga merupakan keturunan Inggris tidak berlanjut? Bukankah anda dipertemukan kembali dengan sutradara Swayn Davies dalam proyek film terbaru yang diangkat dari novel best seller anda?"
Sasa hanya diam sementara para kumpulan orang di hadapannya semakin merangsek masuk, membuat Satya dan Sasa semakin tidak nyaman. Satya mengeluarkan beberapa lembar uang melebihi jumlah yang tertulis di atas bill yang terletak di meja mereka, lalu berdiri dan mengulurkan tangannya pada Sasa agar mereka bisa segera pergi dari tempat itu.
Satya yang saat ini memasang ekspresi datar, segera menarik pelan tangan Sasa agar berlindung di balik tubuhnya yang gagah, seraya meminta orang-orang di hadapannya memberikan jalan untuk Satya dan Sasa lewat. Tindakan Satya ini bukan membuat wartawan gosip dan juga para pengunjung itu kesal, tapi mereka malah memuji dan terpesona dengan kharisma seorang Satya yang begitu melindungi perempuan dibelakangnya itu.
Akhirnya setelah melalui perjuangan yang cukup berat, Satya dan Sasa bisa meninggalkan area restaurant dengan mobil sport biru Satya, yang segera melaju menuju apartemen Sasa. Satya tadinya hendak mengajak Sasa ke beberapa tempat, tapi saat ini kondisinya tidak memungkinkan, jadi Satya memilih mengantar Sasa ke apartemennya.
************************
APARTEMEN SASA
Sesampainya di apartemen Sasa yang terbilang sangat mewah, Satya yang menerima tawaran Sasa untuk mampir, langsung membuat dirinya nyaman dengan menyandarkan dirinya di atas sofa ruang tamu yang empuk.
"Satya, mau teh apa kopi?"
"Kopi saja."
Tidak sampai 5 menit, Sasa sudah kembali dengan secangkir kopi dan mengulurkannya ke arah Satya.
"Terima kasih ya Sabby.."
"Sama-sama."
Sasa tersenyum manis lalu ikut duduk di sebelah Satya, yang saat ini sedang menyesap kopinya dengan begitu nikmat.
"Satya, maafkan aku, karena membuat acara jalan-jalan kita berantakan."
Satya meletakan cangkir kopinya di atas meja lalu beralih memandang Sasa yang saat ini sedang menatapnya lekat.
"Bukan salah kamu. Tapi aku tidak menyangka kamu seterkenal itu, kamu bukan hanya penulis novel best seller tapi juga selebriti. Ya tidak aneh sih, seorang penulis cantik sepertimu pasti banyak fans dan pencari berita yang penasaran dengan kehidupanmu."
Satya tersenyum begitu lebar membuat Sasa mau tidak mau tersenyum juga, terutama saat mendengar pujian Satya yang menyebutnya "penulis cantik".
"Tapi aku jadi menarikmu dalam masalah, maafkan aku, karena setelah ini pasti banyak berita gosip tentang kita."
"Aku sudah terbiasa dengan gosip, tidak masalah."
"Satya, apa kamu tidak ingin bertanya sesuatu?"
Ekspresi Sasa seketika berubah, terlihat jelas keraguan di wajahnya yang membuat Satya heran sekaligus bingung.
"Soal apa?"
"Soal gosip yang kamu dengar tadi dari wartawan itu?"
"Hmm, soal kedekatanmu dengan seorang sutradara? Apa aku berhak tahu?"
Raut wajah Satya masih datar, meskipun sebenarnya Satya cukup penasaran dengan gosip yang didengarnya tadi.
"Aku dan dia tidak ada hubungan apapun, tapi karena sudah beberapa kali dipertemukan dalam proyek film yang sama, aku jadi digosipkan dengannya."
Bibir Sasa tampak mengerucut karena menahan kesal.
"Apa sutradara itu tampan? Lebih tampan dari aku?"
"Dia tampan, jauh lebih tampan dari kamu."
Sasa yang berniat menggoda Satya, kini terlihat tersenyum jahil ke arah Satya, yang seketika menyandarkan punggungnya di sofa dengan tangan menyilang di dada.
Sasa tertawa keras melihat Satya yang terlihat sedikit kesal. Sasa lalu memegang kedua pipi Satya dan menatap tepat manik mata Satya yang terlihat begitu dalam.
"Masa begitu saja marah, tidak ada yang lebih tampan dari kamu Satya."
"Aku tahu kamu sedang berbohong, jadi tidak usah merayuku."
Sasa menahan tawanya melihat wajah Satya yang masih saja kesal dengan candaannya.
Drrtt..Drrtt..Drrtt..
Panggilan masuk ke ponsel Satya, membuatnya teralihkan. Sasa melepas pelan kedua tangannya dari pipi Satya, memberi kesempatan Satya untuk mengangkat panggilan masuk yang berasal dari Larry, sahabat sekaligus orang kepercayaannya.
"Ada apa?"
"Bro, Nieva sudah pergi saat aku menjemputnya ke mansion Bryllian."
"Pergi kemana?"
"Ke hotel tempatnya menginap, diantar Kevin."
"Kevin?"
"Iya Bro, dan Kevin membawa semua barang-barang Nieva ke penthouse-nya."
Sasa menangkap jelas ekspresi terkejut di wajah Satya, sekalipun Satya tidak mengatakan apa-apa.
"Ok Bro.. Thanks. Pantau terus, karena anak buah Bernardo mungkin saja mengetahui keberadaan mereka."
Satya mematikan panggilan dari Larry tanpa mendengar jawaban Larry lebih dulu. Entah kenapa suasana hatinya berubah buruk setelah mengetahui Nieva sedang bersama Kevin saat ini. Terlebih fakta bahwa Kevin membawa semua barang Nieva, menguatkan dugaannya bahwa Nieva akan tinggal di penthouse Kevin dan tidak akan kembali ke mansionnya.
"Ada apa?"
Sasa memberanikan diri untuk bertanya setelah cukup lama Satya larut dalam pikirannya.
"Bukan apa-apa. Aku pulang ya Sa.."
"Hmm, ok.."
Satya beranjak dari duduknya, lalu berjalan menuju pintu diikuti oleh Sasa. Sebelum Satya membuka pintu, Sasa menarik pelan tangan Satya.
"Kamu akan pulang begitu saja?"
Satya mengerutkan keningnya, namun sesaat kemudian senyum tipisnya muncul, lalu disentuhnya pipi kiri Sasa dengan lembut.
"Take care ya Sabby.. Aku pulang dulu.."
**************************
MANSION SATYA
Satya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman, namun matanya tetap tidak bisa terpejam meskipun waktu sudah menunjukan jam 12 malam. Pikirannya terus saja berkelana ke penthouse Kevin dimana saat ini Kevin dan Nieva berada. Satya tahu kalau Kevin adalah laki-laki yang baik meskipun dulu Kevin adalah seorang playboy yang mendadak berubah setelah bertemu Vanny, sahabat Vara. Sayangnya Kevin harus menyerah setelah Vanny tahu dan tidak bisa menerima masa lalu Kevin yang pernah tidur dengan beberapa perempuan yang dekat dengannya.
************************
PENTHOUSE KEVIN
Kevin masih berkutat dengan laptopnya di ruang TV, saat Nieva keluar dari kamar untuk mengambil air minum di pantry.
"Tuan Kevin belum tidur?"
"Belum. Nieva, panggil saja aku Kevin."
"Hmm, baiklah."
"Kamu lapar?"
"Tidak, aku hanya haus dan mau mengambil minum di pantry."
"Maaf, tolong sekalian ambil beberapa buah di lemari es ya."
"Baiklah."
Tidak sampai 5 menit, Nieva sudah kembali membawa segelas air untuknya dan sepiring anggur, strawberry dan apel yang sudah dipotong-potong oleh Nieva.
"Terima kasih banyak Nieva. Kamu kembalilah tidur."
"Sekarang aku tidak mengantuk, bolehkah aku menemanimu?"
"Tentu saja boleh."
Kevin lalu menepuk sofa, memberi tanda agar Nieva duduk di sebelahnya. Nieva tersenyum tipis lalu duduk di sebelah Kevin dengan sedikit canggung.
"Terima kasih."
Kevin menusukkan garpu lalu memasukan potongan buah ke dalam mulutnya.
"Nieva, bolehkah aku bertanya tentang dirimu?"
Fokus Kevin masih terpusat pada laptop dan data-data yang dicarinya.
"Soal apa?"
"Soal kedua orangtuamu. Aku sedang mencari informasi tentang mereka. Aku sudah menemukan alamat orangtuamu."
"Benarkah? Bisakah besok kita mencoba mendatangi alamat itu?"
"Baiklah, pagi-pagi kita kesana ya. Sayangnya kamu tidak bisa bertemu Ayahmu, sepertinya dia sedang tidak ada di Indonesia?"
"A..Ayahku? Maksudmu Ayah kandungku?"
"Apa kamu sudah lama tidak mendengar kabarnya? Kenapa kamu terlihat begitu terkejut?"
"Ayah angkatku bilang, kalau Ayahku sudah meninggal saat aku berumur 8 tahun, dan Mamaku juga mengatakan hal yang sama."
"Hah? Menurut data yang aku dapat, Ayahmu masih hidup dan tinggal bersama Mamamu dan juga Kakakmu."
"Benarkah Kevin? Apa benar aku bisa bertemu dengan Ayah, Mama dan juga Kakakku yang sudah lama tidak aku temui?"
Air mata seketika menetes di pipi Nieva tanpa bisa dibendung, tangis yang menyayat hati membuat Kevin mengulurkan tangannya dan merengkuh kepala Nieva untuk masuk dalam dekapannya, lalu mengelus pelan punggung Nieva yang bergetar menahan isakan.
"Tenanglah.. Kamu akan segera bertemu dengan kedua orangtua dan kakakmu."
*************************
Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.
Maaf ya, kalau comment-nya lama dibalas atau belum sempet mampir karena kesibukanku di dunia nyata.
Tapi aku pasti balas dan mampir balik kok..Maaf ya.. 😊
Love u so much.. ❤❤❤
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar aku tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)