NovelToon NovelToon
Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Ku Cium Wanita Bercadar Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:35.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Unchi

menceritakan tentang pengalaman seorang Mustafa yang nekat mencium seorang wanita baik-baik dan bahkan bercadar.

Hingga kebejatannya itu membuatnya harus menikahi sang wanita bercadar.


Baca kisahnya di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unchi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Andai di drama, pasti udah ku embat bibirnya yang pink itu. Ku coba mengangkat kepalaku, tiba-tiba dia menjatuhkan badannya ke samping. Aku yang tak bisa menjaga keseimbangan akhirnya terguling ke arahnya dan menindihnya.

"Aw," pekiknya sedikit kesakitan.

Dengan cepat aku menghindar dan duduk di sampingnya. "Lagian kenapa pindah posisi? Jadi ketindihkan?" keluhku padanya.

Dia terlihat malu dan memiringkan badannya membelakangiku.

"Ya udah maaf," ucapku datar. Aku gak menyesal nindih dia. Yang ada aku nyesel gak sempet buat dia klepek-klepek sama ciumanku.

"Mas kok belum tidur?" tanyanya dengan pelan.

"Belum. Pengennya sih tidur sambil dipeluk kamu," kataku sedikit ngegombal. Reflek sih. Biar Azzahra mencair.

Ku lirik dia, dia seperti tersenyum kecil. Melihat itu, hatiku langsung berbunga-bunga. Gak masalah gak dijawab, cukup dengan senyuman dia itu sudah jawaban kalau dia juga kesemsem sama aku.

"Em Dik," panggilku ke dia sambil tidur di sampingnya.

"Ya," jawabnya pelan.

"Emm itu..." Mau bicara bibirku serasa kelu. Aku mainin jari jemariku saling bersentuhan.

"Dik boleh gak?" tanyaku kemudian sambil menatap dia dari atas. Ku lihat dia sudah memejamkan.

"Dik!" panggilku lagi.

"Hm," sahutnya sambil tidur. Sepertinya dia kecapekan, apalagi ini sudah tengah malam. Jadi mungkin dia ketiduran.

"Ya udah deh. Aku juga ngantuk banget," gumamku sambil ku tarik selimut.

Tak lupa ku matikan lampu yang berada di tembok dekatku tidur.

Malam itu kami tidur nyenyak hingga suara imsak kami sudah bangun.

"Azzah! Kamu jamaah apa sholat di rumah?"

Terdengar teriakan pak Rahmad dari luar. Aku sebagai menantu segera keluar sadar diri. Aku sudah wudhu, ganti baju dan pakai sarung. Tinggal berangkat ke musholla aja.

"Saya ikut bapak ke musholla," kataku sambil mengumbar senyum.

"Ah, ada kak Mustafa. Males ah!" ucap Sulaiman sambil menguap.

Sepertinya dia masih ngantuk. Tapi kenapa ya Sulaiman selalu melontarkan kata-kata yang memperlihatkan kalau dia tidak menyukaiku.

"Sule! Jamaah!" perintah pak Rahmad dengan nada sedikit tinggi.

"Iya iya Bi," jawabnya sambil melirikku.

Gemes sih lihatnya. Sayang aja kami belum dekat.

Pak Rahmad keluar lebih dulu, diikuti oleh Sulaiman, aku dan ku tengok Azzahra ada di belakang. Tapi umi Kulsum gak ikut. Mungkin halangan atau ada hal lainnya.

Musholanya tak jauh dari rumah. Ternyata masuk ke gang dalam selang 3 rumah. Ku tengok mertuaku ini pakai celana yang memperlihatkan mata kaki. Begitu juga dengan Sulaiman. Tetangga yang lain sebagian menggunakan sarung sama seperti diriku. Sebagian juga sama kayak pak Rahmad. Aku tak mempermasalahkan. Hanya kebetulan melihat beginian. Apa mungkin gara-gara aku lama tak mengenal mushola. Jadinya kurang paham hal random semacam ini.

Setelah ku cermati. Ternyata sholat shubuh kali ini tidak membaca qunut. Padahal aku hampir saja menengadahkan tangan. Ternyata imamnya tadi langsung sujud.

Usai pulang dari mushola, aku masih heran dengan tadi. Karena dari kecil, aku diajari pakai doa qunut waktu sholat subuh. Apakah mungkin imamnya lupa? Pikirku.

Ku lihat Azzahra meletakkan mukenanya. Lalu ku dekati dia.

"Dik," panggilku.

Dia menoleh menatapku. Bermaksud tanya kenapa.

"Em, tadi kok gak baca doa qunut ya? Apa imamnya lupa?" tanyaku padanya.

Dia terdiam. Lalu dia menatapku sekali lagi sambil menarik nafas panjang.

"Di kami, sholat subuh gak baca qunut. Emang sebagian ada," jelasnya.

Loh! Jadi 2 hari ini aku imamin dia pake qunut. Tapi kenapa dia diam aja?

"Tapi kemarin kita jamaah pake qunut, kok kamu gak protes?" tanyaku ingin tahu.

"Gak ada yang salah. Kenapa harus protes?" katanya sambil mengambil beberapa pakaian kotor. Termasuk pakaianku yang ku pakai kemarin dan tadi malam.

Aku hanya mengangguk. Sebenarnya apakah ada perbedaan yang kami anut? Lalu jika berbeda, kenapa Azzahra tetap minta aku nikahin dia? Atau karena aku orang pertama yang berani menyentuhnya?

Fiuh, pusing banget mikirin hal kecil ini. Dari pada mikirin yang gak penting, lebih baik aku pergi mandi. Kemudian siap-siap ke toko. Mau lihat orderan yang masuk dan barang datang. Sekalian mau bayar tagihan bulanan, banyak hal yang harus ku urus.

Usai mandi, ku lihat Azzahra belum kembali. Ku susulin dia di dapur. Rupanya dia ada di belakang lagi. Terdengar mesin cuci sedang diputar. Ternyata Azzahra bersama ibu mertuaku. Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku.

Mau ku hampiri, namun langkah kakiku terhenti saat mendengar ucapan mertuaku.

"Baju Mustafa jangan dicampur nanti. Kalau mau nyuci, cuci terakhir sendiri."

Mendengar itu, langkahku langsung mundur. Ku tinggalkan mereka berdua. Belum cukup hatiku sakit. Sekarang saat berpapasan dengan Sulaiman, dia seperti menghindar.

'Apa aku sangat tak dibutuhkan?' batinku sedikit sakit.

Tapi ku coba tepis perasaan itu. Sekarang ku hampiri pak Rahmad. Seperti biasa, dia duduk di teras sambil membaca koran.

"Ada berita apa Pak hari ini?" tanyaku basa-basi.

"Ini, banyak bencana alam," jawabnya yang masih serius membaca.

Cukup lama aku berdiam sambil memainkan ponselku. Tiba-tiba Azzahra keluar sambil membawa dua gelas kopi.

"Abi, kopinya!" ucapnya pada pak Rahmad.

Ku lihat dia juga meletakkan kopi tepat di depanku.

"Kopinya Mas," katanya sambil mengumbar senyum tipis.

"Makasih Dik," jawabku. Ku lihat lengan bajunya basah. Mungkin usai mencuci baju, dia langsung membuatkan kopi untukku.

Dia mengangguk kecil dan buru-buru masuk rumah sebab dia tak memakai cadar.

"Pak kopinya," ucapku pada Rahmad. Seolah-olah aku tuan rumahnya. Bagiku kopi itu nikmat diseruput saat panas. Jadi aku menyeruput duluan.

Slurp! Nikmat! Pikirku.

Dulu jika aku pengen minum kopi harus membuat sendiri. Sekarang tanpa aku pengen, sudah ada istriku yang membuatkan. Benar-benar nikmat dunia yang harus di syukuri.

"Alhamdulillah," ucapku setelah menyeruputnya.

Pak Rahmad mengintip dari balik koran.

"Apa rencanamu hari ini?" tanya pak Rahmad ingin tahu.

"Hari ini mau buka toko dulu, lalu nganter Azzahra ke kampus," jawabku.

"Tokomu rame?" tanyanya mengorek informasi.

"Alhamdulillah Pak. Menjelang lebaran banyak yang order sandal," jawabku dengan semangat.

"Bagus! Jangan lupa sedekah," katanya dan aku mengangguk.

'Haruskah aku sedekah pada tempat pak Rahmad? Selama ini aku tak pernah bersedekah khusus. Mungkin kalau aku ingin ngasih ya ku kasih kecuali zakat mal. Karena wajib,' batinku sambil berfikir.

"Sedekah," ucapku masih sambil berfikir.

"Iya, sedekah pada anak yatim. Ngadain makan bersama di panti. Atau nyumbang pada pembangunan masjid. Kebetulan masjid tempat abi mengaji sedang diperbaiki, bagus tuh jika kamu menyumbang," ucapnya dan aku baru paham apa maksud dari ucapannya.

"Iya Pak. InsyaAllah nanti saya akan menyumbang. Saya akan hitung penghasilan bersihnya," jawabku.

Makin bikin pening aja ucapan pak Rahmad. Tapi bagus sih, buat tabungan di akhirat. Hanya saja, aku belum tahu di mana masjidnya. Mumpung ada kesempatan menyumbang dana, mungkin aku bisa tahu di mana Azzahra selama ini mengaji. Dan kenapa aku gak diajak?

Bersambung...

1
cut Meutia
awas aja klo mustafa lengah
cut Meutia
lah diterima
Nana
next
Putri💗
lama gak up thor
cut Meutia
jangan mau maya, bisa2 ngrusak rt mu nanti
Juniya Ar
up
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
next
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
thor, lanjut jangan lama
Nana
bagus
Juwitha Arianty Ibrahim
ini kapan lagi up thor
cut Meutia
bagus thor
Juwitha Arianty Ibrahim
bagus crita nya update lagi domg thor
💜Balqish H😻
😍penasaran
Bella༄㉿ᶻ⋆
sabar ya mus🤭
💜Balqish H😻
next
💜Balqish H😻
gantengnya ma xioyu
Jack
next
Mia Ijaya
ya allah bneran ini tamat????????
Jack: belum
total 1 replies
Mia Ijaya
wow kerennnn....
Ana Riana
seru ni lanjut dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!