PERHATIAN!!!
Meisa mencintai Refaldo, tapi ternyata cintanya bertepuk tangan dan malah ada seseorang yang mencintai nya tanpa dia sadari. Pria tampan yang misterius yang berani mengambil kesucian nya.
Siapa dia?
"Karena cinta ku hanya dia, bukan dirimu!"
_Meisalia Michelle Danuarga_
"Hanya aku yang berhak atas dirimu, jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku!"
_Aryatama Arbano Adiwijaya_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Dengan terburu-buru, Salia mengunci pintu apartemen nya. Dia benar-benar ketakutan. Dadanya naik turun karena pernapasan nya yang tidak beraturan.
"Apa mungkin itu.. Itu hantu? " gumam Salia. Dia menyalakan semua lampu di seluruh ruangan di apartemen nya.
Salia segera berganti pakaian. Dia tidak berani ke kamar mandi saking takut nya.
Dengan mengenakan piama, dia berbaring ke ranjang. Menunggu rasa kantuk mendatangi nya. Namun rasa kantuk itu tak kunjung datang.
Terdengar ketukan pada pintu apartemen. Salia terhenyak. Dia pun bergegas ke pintu dan mengintip melalui lubang intip.
Ternyata Grace. Dia segera membuka pintu dan memeluk Grace.
Grace terkejut. Namun dia membalas pelukan Salia. "Kenapa Salia? "
"Emm" Salia melepaskan pelukannya. "Aku.. Aku hanya merindukan mu saja, selama 4 tahun kita tidak bertemu.. Kamu kan pindah kemari tidak bilang-bilang " kata Salia.
Grace tersenyum. "Maaf, habisnya Papa ku yang buru-buru pindah kesini untuk membenahi perusahaan yang hampir bangkrut "
"Maaf.. Aku tidak bermaksud "
"Tidak apa-apa "
"Kamu mau kan tinggal di apartemen ku? Ya.. Sekedar nemenin aku "
"Iya, boleh.. Mungkin bisa 3 hari aku nemenin kamu"
"Kok 3 hari? "
"Iya, aku ada tugas kedokteran di rumah sakit umum New York"
Salia menghela napas panjang. Kemudian dia mengangguk.
"Baiklah.. Terimakasih sudah datang.. Ayo masuk.. "
Grace mengangguk.
"Oh ya, kamu tidur sama aku ya, Grace"
♡♥♡♥♡♥♡
Salia tampak tenang dalam tidurnya. Dia begitu nyenyak menjelajahi dunia mimpi nya. Namun sebuah tangan bergerak menyentuh pipinya.
Salia terbangun dan terkejut melihat siluet pria di depannya.
"Aaa!!! Siapa kau!! " Salia mendorong pria itu. Namun pria itu membekap mulut Salia. Salia berontak dan berhasil menjauh. Dia berlari keluar kamar mencari Grace.
Namun karena seluruh ruangan gelap, Salia tersungkur jatuh di dekat pintu. Dia melihat pria itu berjalan mendekat.
"Jangan bergerak!! Atau aku mematahkan kaki mu! " teriak Salia.
Namun pria itu tidak berhenti. Dia semakin dekat. Salia menggerakkan kaki nya untuk merengkas kaki pria itu. Namun pria itu menangkap kaki Salia dan menarik nya. Salia terseret.
Laki-laki itu mendekatkan wajahnya. Salia bisa melihat mata abu-abu yang tajam itu dan dia mencium kening Salia. Salia terpaku.
"Aku pengintai mu"
Deg
Salia tercengang. Darahnya serasa berdesir ketakutan. Keringat dingin mengucur deras membasahi sekujur tubuhnya.
"Ke.. Kenapa.. Aku tidak punya musuh"
Terdengar pria itu tertawa pendek. "Kau tidak salah.. Tapi aku menyukaimu.. Aku menyukaimu.. Meisalia"
Deg
Tubuh Salia bergetar hebat. Mata abu-abu itu masih menyorot nya.
"Bagaimana jika.. Kita menjalin sebuah hubungan? "
Deg
Salia menggeleng. "Aku tidak mau!! "
"Tapi aku mau.. Seperti nya aku mulai mencintai mu"
Deg
Salia menutup kedua telinga nya. Dia menunduk menghindari manik abu-abu yang menakutkan baginya.
"Kau gadis yang cukup sempurna untuk ku. Kau sama sekali tidak memiliki kekurangan di mata ku.. Aku suka gadis setia seperti mu.. Namun setia mu keterlaluan. Kenapa kau setia pada pria yang sama sekali tidak berguna seperti Refaldo? "
Deg
"Dia memang mencintai mu.. Namun dia bukanlah pria dewasa yang mengerti perasaan mu.. Dia masih labil.. Bisa saja kan malam itu dia dan gadis pirang itu telah... "
"Cukup!!! Hentikan!! Aku mau kau pergi!!! "
Terdengar pria itu terkekeh.
Lampu menyala. Salia mendongkak melihat keberadaan Grace disana.
"Salia? Ada apa? Apa yang terjadi? " dia menghampiri Salia.
"Seseorang.. Seseorang mengintai ku.. Aku sangat takut, Grace.. "
Grace memeluk Salia. "Maaf meninggalkan mu, tadi aku mau beli minuman dari luar"
Salia mengangguk.
"Ayo kita kembali tidur ya"
Salia mengangguk.
♡♥♡♥♡♥♡
Tama menatap layar datar di depan nya yang menunjukkan film barat. Dia tampak bosan sesekali dia meminum beer nya.
Dia menghirup telapak tangannya. "Aroma mu wangi juga. Aku suka.. " gumam nya.
Tama memasuki apartemen Salia yang gelap. Dia menatap Salia yang begitu tenang nya saat tertidur. Perlahan Tama mendekat dan membelai lembut rambut Salia.
"Hmm.. Kenapa perasaan ku jadi begini.. Apa aku benar-benar mencintai nya? "
Tama tersenyum geli mengingat saat Salia ketakutan saat menatap dirinya.
"Hhmmm"
Dia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam.
Dia keluar dari apartemen nya dan bergegas ke apartemen tetangga nya yang merupakan apartemen Salia.
Dengan gontai, dia membuka pintu apartemen Salia dan masuk. Semuanya gelap.
Tama melihat foto Salia yang berada diatas meja nakas. Dia mengambilnya dan melihat lekat-lekat foto itu.
"Cantik sekali.. Entah kenapa aku jadi ingin memiliki mu.. Salia.. "
Tama juga melihat ikat rambut di nakas itu. Dia mengambil nya dan menghirup aroma dari ikat rambut tersebut.
"Hmmm.. Akan ku ingat aroma ini" dia berlalu sambil mengambil ikat rambut itu setelah menyimpan kembali bingkai foto Salia.
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
bagus ceritanya
semangat
rajin up nya dong thor hampir lupa jalan cerita nya Salia dan Tama aku
sampe senam jantung gini mlm2 😔
bikin takut aja 😩😩
bacanya mlm2 lg 😭😭