NovelToon NovelToon
Moving World In Strange Ways

Moving World In Strange Ways

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Fantasi Timur / Misteri / Romantis / Tamat
Popularitas:589.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Slitherio

Seorang siswa yang terlambat ke sekolah berpindah ke dunia lain bersama dengan dua orang yang tak dikenalnya, setelah mereka ditabrak truk secara tidak sengaja.

Menurut suara misterius yang mereka dengar saat baru sampai di dunia itu, mereka harus menyelamatkan dunia itu dari kekacauan.

Kehidupan mereka berubah sejak mereka bertemu dengan seorang lelaki yang mengaku sebagai orang terkuat di dunia itu dan mereka belajar tentang keabadian dari orang itu.

Ikuti perjalanan mereka di dunia yang tak terduga, penuh darah, pertarungan, dan pengkhianatan itu.

[1 chapter untuk satu hari, dimohon bersabar...

Ada beberapa adegan garing, kalo gk lucu dimohon jangan ketawa...

Apabila terdapat kesamaan nama orang, lokasi, ataupun jurus, mohon maaf karena itu adalah ketidaksengajaan, beberapa disengaja ;)

Original story by Slitherio/Rio Andriana]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Pulau Giok Putih II

Ray tak tahu sudah berapa lama ia terbaring. Yang terakhir mampu ia ingat adalah saat ia mengeluarkan jurus yang amat kuat yang bisa menghancurkan jantung lawannya dengan sadis.

Ray seketika ngeri sendiri, padahal ia yang membunuhnya tetapi ia yang ngeri. Ia lalu berdiri dan menatap sekelilingnya.

Ia mengenal tempat ini karena tempat ini adalah tempatnya bertemu dengan penunggu Black Dragon Sword, Antonios.

Sekelilingnya gelap gulita, yang terlihat di matanya hanya cahaya putih yang berada tak jauh dari sana dan seorang pria dengan mata hitam berdiri sambil menatapnya, “Yo...”

Ray berlari dan menghampiri Ray yang berdiri dengan tenang, “Apa kau yang berbicara denganku tadi?”

“Benar, aku juga memberikanmu sebuah jurus yang amat kuat. Jurus itu bernama Black Dragon Energy dan kalau kau memakainya sekarang, tubuhmu akan dibebani oleh kekuatan jurus ini yang amat dahsyat...”

“Kira-kira memerlukan praktik World Foundation untuk bisa memakai jurus ini tanpa terbebani. Tetapi aku kagum padamu yang bisa bertahan setelah memakai jurus itu...”

“Untuk apa kagum padaku yang pingsan setelah memakai jurus itu?” Ray menaikkan alisnya, ia tak mengerti pikiran Antonios.

“Tanyakan saja pada teman-temanmu di luar sana...” ujar Antonios lalu Ray merasa semuanya kembali berat.

***

Ray membuka matanya. Hari sudah malam saat ia membuka matanya lagi. Ia lalu melirik dua gurunya yang sedang bersantai sambil menikmati teh dan menatap bulan.

Dua temannya sendiri tak ia lihat. Ray mengubah posisinya menjadi duduk dan ia bertanya pada Zon, “Guru, sudah berapa lama murid pingsan?”

Sikap Ray pada Zon dan Tianyun berubah menjadi lebih sopan lagi. Ia tahu kalau kekuatan keduanya berada jauh di atasnya dan mereka bisa menghancurkan jantungnya dengan jentikan jari mereka.

“Oh, kau sudah pingsan sejak tadi siang. Karena baru sadar, kau mungkin perlu ini...” Tianyun berdiri dan menyerahkan sepotong daging.

Ray mengambilnya lalu memakannya. Perutnya memang berbunyi setelah ia bangun.

Selesai makan, Ray menceritakan semua yang ia alami di dalam pedang miliknya sendiri.

Tianyun sendiri sampai sekarang tak bisa memercayai cerita Ray tentang Ray yang diterima menjadi pemilik kedua pedang hitam itu.

Yang lebih mengejutkan, Ray ternyata bahkan belum mempelajari jurus yang tadi ia pakai untuk menghabisi lawannya.

“Mungkin kau masih belum mengetahui apa yang terjadi dan aku akan menjelaskannya sebagai sesama pengguna pedang terkutuk...” Tianyun mengeluarkan pedang berwarna biru yang tersarung rapi.

Zon menatap pedang Tianyun itu. Nama pedang itu adalah Blue Thunder Sword dan termasuk tujuh pedang terkutuk.

“Penunggunya bernama Jay dan ia memiliki kekuatan petir yang amat hebat, melebihi kekuatan petir biru milikku...” Tianyun menarik pedang itu.

“Alasan kenapa kau diberikan jurus sekuat itu oleh penunggu pedang itu adalah karena ia menerimamu sebagai pemiliknya. Atau bisa saja penampilanmu mirip dengan pemiliknya sebelumnya sehingga ia menerimamu...” ujar Tianyun.

Zon lalu menjelaskan tentang beberapa pusaka yang memiliki penunggu di dalamnya. Salah satunya adalah Blue Thunder Sword dan Black Dragon Sword yang ada di hadapannya saat ini.

Beberapa pusaka memiliki penunggunya sendiri karena aura dari pusaka itu kadang menarik perhatian beberapa roh kuat untuk menempatinya dan membuat pusaka itu lebih kuat dari sebelumnya.

Pusaka yang sering memiliki penunggu rata-rata berada di tingkat Heaven. Kalau di atasnya, tak diketahui.

Pusaka Immortal hanya ada beberapa di dunia dan semuanya dikuasai oleh sekte-sekte kuat agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Tentu saja pusaka Immortal terkuat yang ada di Benua South adalah pedang dari sekte yang seluruh anggotanya adalah praktisi berelemen api, yaitu Flame Phoenix Sect.

Pedang itu disebut-sebut bisa menghancurkan satu benua karena besarnya kekuatan yang dimilikinya dan merupakan pedang yang namanya tak diketahui.

Zon hanya mengetahui kekuatannya, tetapi tidak dengan namanya. Memang, pusaka hebat itu disimpan baik-baik di dalam ruangan rahasia sekte mereka. Jadi, hanya Flame Phoenix Sect yang tahu nama pedang itu.

Zon sebagai Scarlet Cloak Warrior juga memiliki pedang terkutuk bernama Red Flame Sword dan Zon tak cukup mahir memakainya. Sebab itulah pedang itu masih tersimpan di dasar Dimentional Ringnya dan Zon jarang menyinggungnya.

“Memangnya ada yang seperti itu?” Ray menyimak penjelasan Zon dan Tianyun bergantian.

“Ada dan aku berpikir kalau tujuh pedang ini akan kuwariskan padamu...” ujar Tianyun lalu menyerahkan Blue Thunder Sword pada Ray.

Ray tak bisa menerimanya begitu saja. Kalaupun ia ingin, ia hanya akan memakainya sebagai kunci untuk membuka dimensi lain.

“Aku takkan ragu menyerahkan Red Flame Sword padamu karena aku tak mengerti cara memakai pedang...” ujar Zon lalu mengeluarkan pedang berwarna merah dan menyerahkannya pada Ray.

“Bukankah guru pernah mengatakan kalau guru menguasai jurus senjata? Kenapa guru malah menyerahkan pedang guru pada murid?” 

“Satu masalah...” Zon menaikkan jari telunjuknya, “Guru waktu itu berbohong...”

***

Dua bulan kemudian...

Kemampuan pedang Ray meningkat dan ia mulai berlatih mengendalikan Mana dalam tubuhnya dan juga ia mulai berlatih beberapa jurus elemen.

Karena ia adalah praktisi Self Forging tingkat ke-15, ia seharusnya bisa memakai jurus elemen sejak ia masih di Self Forging tingkat ke-5. Tetapi karena Ray terlalu fokus untuk meningkatkan praktiknya membuatnya lupa untuk melatih elemennya.

Tianyun sebagai salah satu dari praktisi berpedang mengajarkan berbagai jurus pedang dan Zon akan mengajarinya cara memakai elemennya.

Selama dua bulan, perkembangan Ray bisa dibilang sedikit melambat karena ia baru mempelajari ilmu yang lebih sulit dari sebelumnya, yaitu memakai Mana yang selama ini ia kumpulkan. Sebagian ia mengumpulkannya dengan susah payah, sebagian lagi adalah pemberian dari Antonios.

Mira berhasil mencapai puncak Self Forging dan ia sebenarnya sedang memantapkan praktiknya, tetapi Ray memberitahunya sesuatu.

“Kita harus bisa mencapai puncak praktik, yaitu melebihi Deva Realm...” begitulah kata-kata Ray.

Sementara Agus, ia terus melatih tongkatnya sampai kecepatan tangannya amat tinggi. Zon sendiri ingin menyarankan agar Agus berlatih langsung di bawah bimbingan Kera Sakti, tetapi Zon mengurungkan niatnya karena ia sendiri merampas tongkat milik Kera Sakti. Satu lagi, ia tak mengetahui kabar Kera Sakti lagi sejak ratusan tahun lalu setelah mereka berduel.

Duel antara Kera Sakti melawan Scarlet Cloak Warrior benar-benar menjadi pertarungan yang amat hebat. Bagaimana tidak hebat kalau pertarungan mereka sampai menghilangkan sebuah hutan dan berakhir dengan kemenangan Zon sendiri.

Praktik mereka bertiga sudah mencapai puncak Self Forging dan kalau dilihat dari generasi mereka saat ini, mungkin mereka adalah yang paling berbakat diantara yang lainnya di Aliran Putih ataupun Aliran Hitam.

Mira akhirnya meminta petunjuk pada Tianyun karena Zon sedang sibuk mengajari Ray.

“Menembus Self Forging tingkat ke-15, ya?” Tianyun memegangi dagunya, “Aku sebenarnya memiliki caranya, tetapi aku belum pernah mencobanya...”

1
kayla
kirain rodanya brbntuk gunung
JJ opa
lanjut thor
Raysonic Lans™
omg
rere
Luar biasa
AL Vinoor
sangat disayangkan terlalu banyak istilah dlm bahasa asing,sehingga jadi pusing mengingatnya,mengapa tidak dipakai bahasa Indonesia saja.
Kangee: yuk mampir juga dikaryaku... Ling Tian
total 1 replies
John Singgih
untung sudah tamat bacanya yang itu
John Singgih
akhirnya tahu Ig author 😁😁😁
John Singgih
rupanya kisah hidup Ray yang diceritakan kepada anak-anaknya
John Singgih
kisah dibelakang game remaist online
John Singgih
rupanya sedang bahas tentang rancangan game ya...
John Singgih
eh ray masih belum halal tuh...
John Singgih
melawan Aldo dengan susah payah
John Singgih
liburan dengan teman-teman di pantai
John Singgih
wah romantisnya
John Singgih
syarat dari ayahnya Mira
John Singgih
Aldo datang menyerang eh menganggu
John Singgih
belajar apa belajar ?
John Singgih
sambutan dingin dari ayahnya Mira dan Aldo
John Singgih
dasar modusnya Ray
John Singgih
berkunjung ke sekolah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!