Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Penasaran
Keesokan paginya Samsuri dan Abdul berpamitan kepada Jaladara setelah sarapan bersama keluarga guru spiritualnya . “ Kami pulang dulu Mbah terimakasih atas bantuannya ,“ Samsuri menjabat tangan Jaladara begitu juga Abdul .
Keduanya naik motor melaju pulang ke rumah . Murni dan kedua anaknya sedang menikmati sarapan bersama mendengar suara motor milik suaminya beranjak dari tempat duduk berjalan ke ruang depan dengan khawatir .
"Syukurlah bapak sama Abdul selamat , ibu menunggu kalian sampai tidak bisa tidur semalam takut terjadi sesuatu pada kalian berdua ," kata Murni memeluk Abdul .
“ Kami tidak apa-apa, Alhamdulillah Abdul bisa aku bawa pulang ,"jawab Samsuri berjalan masuk ke dalam rumah .
" Ayo sarapan dulu ," ajak Murni duduk di tempat duduknya tadi .
"Kami sudah makan di rumah Mbah Jaladara ,“ kata Abdul berjalan menuju kamar kemudian pergi mandi dan berganti pakaian .
Abdul sudah siap berangkat namun di cegah oleh Samsuri . “ Kamu di rumah dulu beberapa hari, minta ijin sama Manaf biar disampaikan oleh wali kelasmu ,"kata Samsuri duduk sambil minum kopi .
"Tapi Abdul ada tugas nanti kalau tidak dapat nilai gimana ?" Abdul kecewa dengan perkataan bapaknya .
"Tidak apa-apa tugas bisa nyusul guru pasti ngerti kok ," kata Manaf menghibur kakaknya . "Baiklah kalau begitu aku libur deh ," kata Abdul kemudian .
"Kalau begitu aku berangkat dulu ," Manaf mencium tangan bapak dan ibunya kemudian Alif ,keduanya berangkat bareng dengan Ilham yang sudah menjemput di depan rumah mereka .
"Aku berangkat dulu ya ,Pak ," Murni berpamitan kepada suaminya sambil mencium tangannya . "Hati-hati ya ,Bu ...kalau ada sesuatu yang mencurigakan abaikan saja jangan ditanggapi ," pesan Samsuri kepada istrinya . Murni mengangguk lalu keluar rumah .
Abdul kembali ke kamar mengganti seragam sekolah dengan pakaian santai . Ketika keluar dari kamar ia mendengar suara di dalam kamar Alif , ia menempelkan telinganya di pintu .
Terdengar samar seperti berbisik tiba-tiba bulu kuduknya berdiri , matanya mencari lubang untuk melihat sesuatu di dalam kamar Alif . Ada sedikit celah ia mengintip di balik kamar Alif .
Sosok makhluk berbentuk asap sedang mengitari kamar Alif seperti mencari sesuatu , wajah makhluk itu nampak sangat marah dan kecewa karena tidak menemukan apa yang ia cari .
Abdul merasa aneh dan seperti pernah melihat sosok makhluk tersebut . “Apakah Alif berteman dengan makhluk halus ?'" pikir Abdul . Ia penasaran dengan makhluk tersebut kenapa bisa berada di kamar Alif dan apa yang sedang ia lakukan , batin Abdul .
"Dul , ngapain kamu ngintip kamar Alif memangnya ada apa ?" tanya Samsuri mengagetkannya lalu menoleh ke arah bapaknya . Makhluk itu mendengar suara Samsuri lalu menghilang sedangkan Abdul mengintip lagi namun kehilangan jejak makhluk di dalam kamar Alif .
"Bapak mengganggu konsentrasi ku , hilang deh ," kata Abdul berdiri meninggalkan kamar Alif . Samsuri merasa ada yang aneh memegang bahu Abdul .
“Apa yang kamu lihat di kamar Alif ?' tanya Samsuri menatap mata Abdul lekat .Abdul bergidik melihat mata bapaknya sedikit mundur dan melepaskan tangan bapaknya .
Samsuri melihat Abdul ketakutan menetralkan tubuhnya dan semua keadaan berubah menjadi hening . "Lupakan ," Samsuri meninggalkan Abdul yang diam menatapnya .
"Bapak ," panggilnya . Samsuri menoleh ke arah Abdul . " Ada apa ?" tanya Samsuri dengan ekspresi santai .
"Aku melihat makhluk seperti asap ada di kamar kak Alif tapi aku tidak tahu kemana perginya ," jawab Abdul jujur . Samsuri mengerutkan dahi merasa aneh .
"Tunggu Alif pulang sekolah ," sahut Samsuri meninggalkan Abdul pergi ke belakang . Samsuri menanam pohon ketela di belakang rumah . Sedangkan Abdul bermain game di kamarnya .
______________
Waktu pulang sekolah Alif bareng Ilham naik motor ,saat melewati kebun kosong Alif melihat sosok perempuan berpakaian serba merah dengan wajah sobek mulut terbuka lebar membuatnya bergidik . Tanpa sadar ia menepuk punggung Ilham membuat Ilham menancapkan gas , motor melaju sangat kencang .
Ilham hampir saja menabrak orang yang sedang menyebrang kalau saja Alif menyadarkannya . "Ilham , pelan itu orang nyebrang ," teriak Alif .
Ilham mengerem dengan mendadak , tepat di depan seorang perempuan berhenti sambil menutup mata , ia menyadari sesuatu membuka mata dan menoleh ke arah samping .
Alif dan Ilham saling memandang tanpa berkata atau memberi bantuan kepada perempuan tersebut . "Itu bantuin ,“ bisik Ilham pada Alif . “Kamu saja sana ," perintah Alif . Keduanya debat perempuan itu melihat Alif dan Ilham berdebat merasa kesal .
"Kalian kenapa malah debat bukannya bantuin ," teriak perempuan tersebut kesal sambil mengambil barang yang jatuh berserakan di jalan , selesai memasukkan barang ke dalam tas langsung pergi .
Alif dan Ilham melihat perempuan itu sampai hilang dari pandangannya . "Kenapa kamu tidak menolongnya , kamu duduk di belakang kan tinggal turun dan bantuin malah dilihatin , " kata Ilham .
"Aku tuh syok melihat perempuan itu seperti pernah melihat tapi dimana gitu ,“ kata Alif mengingat wajah perempuan tadi meras tidak asing . Ilham mencerna perkataan Alif sambil menyalakan mesin motor dan melaju di jalan menuju rumah .
Sampai di rumah Alif turun , Ilham langsung pulang tidak mampir . "Alif segera bersih-bersih terus makan , di tunggu sama bapak ," kata Abdul ketika melihat Alif masuk ke dalam rumah .
Alif mengerutkan dahi mendengar perkataan Abdul terasa aneh , segera mengganti pakaian dan makan siang . Alif duduk di seberang bapaknya dan di samping Abdul memainkan ponselnya .
Alif melihat bapaknya dengan serius namun bapaknya justru santai . “Ada apa ?" tanya Alif menyenderkan punggungnya di kursi . " Apa kamu pernah melihat sesuatu di kamarmu ?" tanya Samsuri langsung pada inti .
"Maksud bapak melihat apa?" tanya Alif tidak paham kemana arah pembicaraan bapaknya ." Aku melihat sosok misterius di dalam kamarmu , wujudnya seperti asap dengan tapi ada matanya menyala ," justru Abdul yang bicara bukan bapaknya .
Deg
Jantung Alif terasa berhenti berdetak , beberapa hari ia tidak pernah melihat makhluk itu justru di buat kaget dengan perkataan Abdul . Alif sudah melupakan perkara makhluk astral tersebut karena sudah tidak melihat lagi sejak malam lalu .
"Bagaimana kamu bisa melihat makhluk seperti itu di kamarku , aku saja tidak pernah melihat makhluk itu ," kata Alif . Samsuri merasa kalau Alif berbohong karena secara langsung Abdul melihat ada makhluk astral di dalam rumah mereka . Apalagi itu makhluk di kamar Alif ,apa Alif menyembunyikan sesuatu dari mereka semua batin Samsuri .
"Kamu tidak berhubungan dengan makhluk astral kan , Al?" tanya Samsuri menelisik wajah Alif lekat . "Bapak aneh , masa aku punya hubungan dengan makhluk gak jelas begitu ," kata Alif tertawa mendengar tuduhan bapaknya .
"Bapak sedang serius malah bercanda ," Samsuri kesal dengan Alif yang tidak menanggapi kata-katanya .
"Iya nih Kak Alif masa tidak pernah lihat , kamu pernah lihat kan jujur sajalah ," desak Abdul ,