Tiara adalah salah seorang dokter di Rumah sakit X yang kecantikannya sudah bukan rahasia umum lagi. Banyak laki-laki yang mengaguminya.
Tapi dari kecil Tiara hanya mencintai satu laki-laki yang merupakan cinta pertamanya sekaligus teman masa kecilnya.
Laki-laki itu bernama Aldi yang dijuluki manusia es oleh teman-temannya karena sikap nya yang begitu dingin, dan memiliki saudara kembar bernama Aldo. Aldo ternyata diam-diam mencintai Tiara. Aldi mengetahui itu, begitupun juga dengan Aldo. Tidak sampai disitu, diam-diam kedua orang tuanya ternyata menjodohkannya dengan teman semasa kecilnya bernama Dimas. Namun karena suatu insiden. Dia melupakan semua kenangannya bersama Dimas. Dimas yang sudah menyukai Tiara dari dulu, berusaha untuk mendapatkan cinta Tiara lagi ketika bertemu dengannya lagi setelah 25 tahun.
Kisah cinta yang rumit ini, siapakah pemenangnya? Dimas, Aldi, atau Aldo?
yuk simak ceritanya di novel ini🤗
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman tak terduga
Drrtt Drrtt
Suara Hp nya membuyarkan lamunannya saat itu. Tanpa pikir panjang, Aldi langsung mengangkatnya.
"Hallo Ma" Kata Aldi.
"Hallo sayang, apa Mama mengganggu pekerjaan mu?" Tanya Clarisa.
"Tentu tidak Ma, ada apa?" Tanya Aldi.
"Mama hanya ingin tahu keadaan kalian, bagaimana kabarmu dan Aldo disana?" Tanya Mama Clarisa.
"Baik Ma, mama dan papa bagaimana?" Tanya Aldi.
"Alhamdulillah baik juga, Oya Al bagaimana? kamu sudah bertemu Tiara? tadi Aldo cerita ke mama katanya Tiara akan bertunangan?" Tanya Mama Clarisa. Aldi menghela nafas pelan. Kenapa mama mengungkitnya, pikirnya.
"Iya Ma" Kata Aldi.
"Lalu bagaimana? kamu tidak akan melakukan apapun sayang? " Tanya Mama Clarisa.
"Melakukan apa Ma? itu bukan urusan Aldi Ma" Kata Aldi.
"Al, Mama tahu kamu mencintai Tiara sejak dulu. Tapi kamu mengalah untuk Aldo kan. Mama dari dulu tidak pernah ikut campur sayang. Tapi tadi Aldo menelpon mama, dia sudah mengikhlaskan Tiara untukmu. Mama tidak tahu itu benar atau tidak. Tapi kamu juga harus bahagia sayang. Kejar cintamu, jangan sampai menyesal nantinya" Kata Mama Clarisa. Aldi memejamkan matanya. Rahasia yang dia sembunyikan sejak lama sia-sia. Ternyata mama dan saudaranya sudah tahu sejak dulu.
"Hmmm, tidak Ma. Aldi tidak bisa. Aldi ada klien ini Ma. Aldi tutup dulu ya Ma. Bye Ma. Love you" Kata Aldi, dan panggilan telpon pun terputus.
Aldi langsung memijat dahinya. Dia sungguh pusing. Kenapa semua orang memintanya mengejar cintanya. Disaat dia sendiri sedang belajar untuk mengikhlaskannya. Tapi memang sampai sekarangpun dia belum bisa menghilangkan ingatan tentang Tiara disetiap harinya.
"Aku harus bagaimana" Kata Aldi kemudian mengucek rambutnya. Dia benar-benar tidak bisa konsen saat ini. Dia pun memilih untuk pulang lebih cepat.
***
Tiara terlihat sedang membereskan mejanya. Hari ini dia harus pulang lebih cepat karena ingin membantu Mamanya memasak. Dia memang orang kayak, tapi Mamanya tidak ingin untuk menyewa pembantu. Karena mama nya lebih suka mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Apalagi mamanya merupakan mantan koki. Mamanya hanya tidak ingin meninggalkan hobinya itu.
Tiara langsung bergegas menuju ke parkiran. Dia pun melajukan mobilnya. Namun belum sampai beberapa meter. Mobilnya tiba-tiba mati.
"Ohh tidak, bahan bakarnya pasti habis lagi. Dasar bodoh" Kata Tiara pada dirinya sendiri.
Tiarapun bingung harus bagaimana. Dia khawatir jika mama nya akan menunggu lama dan kewalahan mempersiapkan semuanya sendiri disana. Dia pun turun dari mobilnya. Namun sebelum menginjakkan kakinya, sebuah mobil berhenti di depannya. Seorang laki-laki turun dan bergerak ke arahnya.
Tiara begitu terkejut melihat Aldi. Bahkan jantungnya terus berpacu seiring langkah Aldi yang terus mendekat.
"Aduh, dia ngapain disini. Bagaimana ini? mana wajahku sedang kucel-kucelnya lagi" Batin Tiara.
Saat sudah sampai di depan Tiara. Aldi langsung menarik pintu mobil, dan mendekatkan dirinya pada Tiara. Tiara sontak terkejut.
"Ma-mau apa Al?" Tanya Tiara.
"Mobilmu mogok lagi?" Tanya Aldi.
"I-Iya" Kata Tiara.
"Ya sudah ayo pulang bersamaku" Kata Aldi.
"Pu-pulang kemana?" Tanya Tiara. Aldi yang merasa gemas langsung menyentil dahi Tiara.
"Kerumahmu lah. Ayo" Kata Aldi kemudian mengambil tas Tiara Yang berada di samping kemudi. Tiara sontak terkejut karena hal itu membuat jaraknya begitu dekat. Dia bahkan menahan nafasnya saat itu.
"Bernafaslah, apa kamu ingin mati?" Kata Aldi terkekeh kemudian mendahului Tiara menuju mobilnya.
"Mo-mobilku bagaimana Al?" Teriak Tiara.
"Nanti aku minta temenku yang mengurusnya. Kamu tenang saja. Ayo" Kata Aldi. Aldi pun membukakan pintu untuk Tiara dan memintanya masuk. Tiara sungguh tidak menemukan sosok Aldi yang sebelumnya saat ini. Dia sungguh berbeda. Aldi yang saat ini sudah berada di depan kemudi menatap Tiara.
"Pakai sabung pengamannya" Kata Aldi dingin.
"Balik lagi" batin Tiara. Tiara pun memasang sabuk pengamannya. Setelah itu Aldi melajukan mobilnya. Selama diperjalanan, hanya keheningan yang menyelimuti mereka. Hingga Tiara memulai bicara.
"Al" Kata Tiara.
"hmm" Kata Aldi namun masih fokus menyetir. Bahkan tidak terusik sama sekali.
"Kenapa kamu bisa lewat jalan rumah sakit tadi?" Tanya Tiara.
"Hmm, Aku habis menjenguk temanku tadi" Kata Aldi berbohong.
"Owh, Oya Al, kamu tahu darimana jika mobilku sering kehabisan bensin seperti itu" Tanya Tiara. Aldi terdiam beberapa saat. Dia tidak mungkin memberi tahukan Tiara. Jika selama ini dia diam-diam mematainya untuk menjaganya. Dia memutar otak untuk mencari alasan yang paling logis.
"Kamu kan bodoh Ra" Kata Aldi namun dengan sikap dinginnya.
"Hmmm, tahu dah yang pintar" Kata Tiara kemudian memalingkan wajahnya melihat jalanan.
"Sepertinya aku salah bicara" Batin Aldi. Namun dia memilih tidak peduli dan fokus menyetir. Sesampainya di rumah. Tiara langsung turun. Namun dia kesusahan membuka Belt nya.
"Al, ini bagaimana?" Tanya Tiara. Aldi pun mendekat kemudian berusaha membukakan sabuk pengaman tersebut. Ini kedua kalinya wajah mereka sedekat ini. Aldi bahkan bisa mendengar deru nafas Tiara yang begitu cepat, begitupun Tiara. Dia bahkan bisa mencium parfum Aldi. Ini ketiga kalinya dia sedekat ini.
Saat sabuk pengamannya terbuka. Aldi tidak langsung memindahkan posisinya. Dia menatap Tiara dari sisi yang begitu dekat. Dia bisa melihat setiap inci yang ada di wajah Tiara yang begitu sangat dia rindukan selama 8 tahun ini. Tiara kecil sudah sedewasa ini pikirnya. Tiba-tiba dia terfokus pada bibir Tiara. Tiara yang menyadari itu hanya bisa diam. Bahkan jantungnya seperti ingin lepas dari tempatnya karena berdetak begitu cepat. Aldi terus mendekat, bahkan sangat dekat saat ini. Tiara menutup matanya. Semua ciuman singkat mendarat di kening Tiara. Sungguh Tiara begitu kaget. Bahkan matanya terbelalak menatap Aldi saat ini. Aldi pun langsung turun meninggalkan Tiara yang masih mematung disana.
"Apa kamu ingin berdiam di mobilku Ra?" Tanya Aldi yang sudah di luar.
"Ti-tidak" Kata Tiara kemudian bergegas keluar.
"Te-terima kasih Al" Kata Tiara kemudian berlari pulang.
"Ra" Panggil Aldi. Tiara langsung menoleh.
"Tolong jangan terima perjodohan itu" Kata Aldi, dan langsung dibalas anggukan oleh Tiara. Aldi tersenyum dan Tiara pun langsung berlari masuk menuju rumahnya.
-Bersambung-
"Percayalah, cinta sejati selalu kemana dia harus pulang"
(Tiara)
Penantian Tiara akhirnya berujung indah. Tapi apakah terus indah seperti hari ini. Tidak ada yang tahu. Mungkin ini bisa menjadi akhir atau bahkan awal dari ujian cinta mereka yang sesungguhnya.
Happy reading, jangan lupa Vote, komen dan like ya. Dukungan kalian sangat berarti untuk penulis. Jangan lupa baca karya penulis sebelumnya juga ya, yaitu "Pesona Wanita Lugu". Karena cerita ini kelanjutan dari novel tersebut. Terima kasih para pembacaku
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sambil nungguin up nya yuk mampir di cerita pertama aku
'Perfect CEO is her second husband'
Gimana nih seorang CEO tampan nikah sama wanita janda bekas korban kdrt. Yuk baca lanjutannya aku tunggu ya kehadirannya heheh
makasi kak sukses selalu🥰
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa
mari saling support ❤️
thanks