Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.
Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.
Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.
Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.
Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.
Tapi apakah ia akan mengambil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 13 - Musuh Tapi Sayang
Kim Hwa tak menjawab. Kalau ia bisa menjawab, ia akan mendebat habis-habisan selir besar ini.
"Kau tidak bisa menjawab ya? Kau baru saja ketahuan ya?" Selir Kehormatan Yue Xi tersenyum miring meremehkan.
Jari jemari Kim Hwa tergenggam erat. Rasanya sakit kalau dituduh dengan hal yang sama sekali ia tidak perbuat.
"Apa hamba boleh menjawabnya, Selir Kehormatan Yue Xi?" Kim Hwa mengangkat kepalanya.
"Hamba sendiri hanya tabib yang diutus menyembuhkan kaisar. Tidak ada yang ingin terus berlama-lama di tempat ini. Tapi memang itulah kenyataannya, bahwa yang mulia terkena tuberculosis. Jika Selir Kehormatan Yue Xi tidak percaya dan tetap kontak dengan kaisar, hamba tidak tanggung resikonya. Sekarang terserah pada Anda." Setelah menjelaskan dengan panjang panjang lebar, Kim Hwa menunduk hormat dan kembali melanjutkan hukuman yaitu membersihkan kolam.
"Berani juga kau menjawabku." Yue Xi tersenyum.
"No-nona, sebaiknya kita kembali." Fan Lu menarik lengan Kim Hwa dengan raut ketakutan.
"Nanti kita bisa dihukum lebih berat lagi oleh kaisar. Kau ini kenapa Fan Lu?" Kim Hwa menatap cemas Fan Lu yang ketakutan.
Fan Lu menunduk dengan mata terpejam dan menghela nafas pasrah. Baru saja ia ingin menyelamatkan nonanya, tapi nonanya ini langsung membuka mulut mengatakan bahwa mereka memang sedang dihukum oleh kaisar.
Yue Xi langsung terkejut. Ia membalik badannya sendiri, lalu dengan cepat berjalan keluar dari kediaman kaisar.
"Dia takut tertular? Hah sudah kuduga. Cintanya pada kaisar juga sebatas bakteri tuberculosis." Kim Hwa bergumam mengejek.
Fan Lu segera memegang kedua pundak Kim Hwa dan menatap Kim Hwa dengan serius.
"Tidak Nona. Dia pergi karena malu dan tak terima! Nona tidak mengerti maksud Fan Lu mengajak Nona masuk ke dalam? Bagaimana kalau selir itu merencanakan sesuatu pada Nona sekarang?" panik Fan Lu.
"Me-memangnya kenapa? Apa ada kesalahan?" Kim Hwa jadi ikut tergagap.
"Dia mendengar percakapan kita tadi Nonaa. Dia pasti mengira yang mulia benar-benar sudah tertarik pada Nona!" jelas Fan Lu dengan susah payah.
Kim Hwa menutup mulutnya.
"Astaga seumur-umur aku takut masuk istana tapi aku sudah membuat seorang selir cemburu hari ini."
"Hahh... Nona kau naif sekali." Fan Lu memegang kepalanya dan menggeleng-geleng tak habis pikir.
"Apa yang harus aku lakukan Fan Lu? Apa dia akan membunuhku? Aku jadi takut." Kim Hwa menggigit kuku jari telunjuknya.
"Semoga bukan itu caranya melawan Nona. Mungkin dengan menghasut dan mengusir Nona dari kediaman kaisar. Tapi mulai hari ini Fan Lu akan menjaga setiap makanan yang disajikan untuk Nona." Fan Lu mengangguk meyakinkan.
"Ah Fan Lu terimakasih banyak. Doakan umurku masih panjang. Sial sekali kalau harus datang kemari hanya untuk dibunuh." racau Kim Hwa.
"Heh kalian."
Kim Hwa dan Fan Lu menoleh takut bersamaan.
Kaisar Shen Wang berdiri di belakang mereka dengan berkacak pinggang. "Aku memberi hukuman untuk membersihkan kolam dan taman. Tapi kalian malah sibuk bergosip. Mau ditambah hukumannya?"
Fan Lu dengan cepat menunduk. "Tidak Yang Mulia, ka-kami akan segera membersihkan tempat ini."
Shen Wang menatap Fan Lu sejenak, lalu menggeser pandangannya pada Kim Hwa.
"Fan Lu tidak mau hukuman tambahan. Kalau kamu tidak memohon berarti kamu bersedia diberi hukuman tambahan ya?" Shen Wang tersenyum menjengkelkan pada Kim Hwa.
"Huh!" Kim Hwa malah mendengus kesal dan menyahut kembali alat pembersih dari bambu disebelahnya.
"Nona!" bisik Fan Lu.
"Minta maaflah..." bisik Fan Lu lagi.
Tapi Kim Hwa sama sekali tidak mau mendengarkan.
"Diam saja Fan Lu. Macan yang ini ternyata tidak bisa kejam pada kucing manis sepertiku. Biarkan saja, dia tak akan membunuhku." bisik Kim Hwa.
Fan Lu menepuk dahinya sendiri karena kehabisan kata kata.
"Heh membicarakan siapa!"
Fan Lu terperanjat kaget, sedangkan Kim Hwa tak menggubris dan tetap mendayung-dayungkan alat penyaring kotoran kolam dalam genggamannya.
"Kemari kalian. Masuk dan sarapan dulu. Kalau tidak diberi makan, bagaimana bisa dihukum lagi?" kekeh Shen Wang.
A Yong yang selalu ada di sebelah Kaisar Shen Wang itu pun menahan tawanya mendengar alasan Shen Wang barusan.
"Yang Mulia, sepertinya Yang Mulia jadi jarang terbatuk. Apa hamba salah?" tanya A Yong.
"Benar juga. Rasanya lebih nyaman dari pada kemarin." Shen Wang mengangguk.
"Itu artinya, yang mulia harus memberiku hadiah. Kenapa malah kena hukuman begini." celetuk Kim Hwa masih dengan gerakan tangan yang mendayung-dayung ke air kolam.
Kaisar Shen Wang dan A Yong yang semula berbincang saling berhadapan pun langsung menoleh ke arah Kim Hwa.
Sementara Fan Lu menjadi benar-benar gemas sampai ingin mencubit lengan nonanya.
Kim Hwa yang merasakan tusukan tatapan dari ketiga orang disekitarnya pun menoleh ke sekitar.
"Ups. Apa suaraku terlalu keras?" bisik Kim Hwa pada Fan Lu.
Fan Lu hanya menghela nafas dan meratapi nasibnya sebagai seorang pelayan pribadi nona tabib yang hilang ingatan dan mengacau ini.
"Baiklah. Kau mau hadiah?" Akhirnya Shen Wang buka suara.
Kim Hwa mengangguk polos.
Apa yang akan Yang Mulia lakukan pada gadis cantik ini? batin A Yong.
A Yong terus setia menonton dengan penasaran tingkat tingginya.
"Masuk ke dalam. Sarapan dulu, nanti aku beri hadiah." Kali ini Shen Wang benar-benar tersenyum dengan tulus hingga Kim Hwa hampir tak mempercayainya.
Shen Wang memutar badannya, ia dan A Yong berjalan mendahului.
"Ahh Nona bagaimana ini." Fan Lu memegang kepalanya.
"Nona susah sekali diajari. Bersikaplah sopan pada yang mulia sebelum terlambat..." Fan Lu terus berbicara tapi ketika Fan Lu mengangkat kepalanya, Kim Hwa sudah menaiki tangga kayu dan berlari masuk ke kediaman dengan langkah ceria seakan memang akan mendapat hadiah.
"Nona?"
"Nona tunggu Fan Lu!"
"Ahhh Nona ini sangat menghawatirkan." gerutu Fan Lu. Fan Lu segera menyandarkan sapu lidinya ke tembok dan berlari menyusul Kim Hwa.
.
.
"Ambilkan dia banyak makanan." perintah Kaisar Shen Wang.
Belasan daiyang yang ada di sekitar kediaman itu membentuk barisan dan menunduk mengiyakan perintah kaisar. "Baik Yang Mulia..."
A Yong melebarkan matanya.
"Eh?" Kim Hwa menatap Shen Wang dengan mata berbinar. Ia yang masih membenci kaisar sejak ia dibentak waktu itu pun menjadi agak luluh.
"Ini hadiahnya. Gadis cerewet dan kurang sopan pasti lelah menggerakkan bibirnya. Setidaknya harus diberi makanan enak supaya ada energi untuk bertobat." Shen Wang tersenyum.
Senyuman Kim Hwa menghilang. Ia tidak jadi luluh.
Daiyang-daiyang berdatangan meletakkan banyak makanan di atas meja yang ada di depan Kim Hwa.
Shen Wang menyadari tatapan protes transparan Kim Hwa padanya.
Beda ma Yuzhen..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
menunggu itu GK menyebalkan tour