NovelToon NovelToon
GEGER, Petruk Jadi Perdana Menteri

GEGER, Petruk Jadi Perdana Menteri

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rimau Melayu

Di latar belakangi suasana awal terbentuknya penduduk Nusantara. Di mana terjadi konflik kepentingan antara kaum pendatang dari utara dengan penduduk yang telah terlebih dahulu tinggal di wilayah kepulauan Hindia.

Tidak sampai di situ, persaingan dan intrik meraih kekuasaan mewarnai kehidupan masyarakat Nusantara ketika itu, terutama sejak Raja mereka Hyang Parikesit mengangkat Petruk menjadi Perdana Menteri.

Banyak pejabat dan cendikiawan yang mempertanyakan kebijakan Sang Raja. Mereka menganggap penunjukkan Petruk menjadi Perdana Menteri melanggar aturan, karena tidak melalui kompromi terlebih dahulu.

Terlebih lagi, selama menjadi Perdana Menteri, Petruk terkadang membuat peraturan yang dianggap aneh. Akibatnya penentangan terhadap penunjukkan dirinya, semakin menjadi-jadi.

Konflik antar pendukung semakin meruncing disertai adu siasat untuk menghancurkan lawan membuat suasana bertambah ruyam.

Apakah Petruk dapat mempertahankan jabatannya? Mari kita ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rimau Melayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri Puspa

Mendapat kepercayaan untuk mengembalikan rasa percaya diri Suku Formosa yang berada di wilayah Pelabuhan Barus, bukanlah pekerjaan gampang.

Dikarenakan hal itu, Pangeran Hyang Jayanaga mempersiapkan misi khusus dengan mengajak beberapa orang yang dipercaya dapat membantunya.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, Pangeran Hyang bersama timnya berangkat menuju Barus melalui Pelabuhan Pulau Mentawai yang lokasinya berada di seberang ibukota Kerajaan Mayapada.

Ikut dalam rombongan Tetua Kasa dari Goa Harimau dengan membawa dua pasangan suami istri yang berbeda etnis. Satu pasangan Si Suami Bangsa Punt dan istrinya Suku Formosa, sedangkan pasangan lainnya sebaliknya. Kedua pasangan suami isteri ini juga terlihat membawa bayi mereka.

Selain Tetua Kasa, terlihat Mpu Salya atau Ki Bagong bersama istrinya Putri Dara Kencana. Dan ikut juga Putri Dara Putih, yang masih terhitung sebagai keponakan dari Putri Dara Kencana.

Sebelum memasuki Kapal, nampak Mpu Salya mengangkat kedua tangannya. Dia bermohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keselamatan selama menjalankan tugas.

Ketika kapal mulai berangkat, Pangeran Hyang Jayanaga memperhatikan Putri Dara Putri lebih banyak menghabiskan waktunya bercengkrama dengan kedua bayi yang ikut dalam rombongan.

Untuk membuang rasa ngantuk, Pangeran Hyang Jayanaga menghampiri Tetua Kasa yang dari tadi nampak bersadar di geladak kapal.

"Pangeran, sepertinya Mpu Salya orang yang taat menjalankan peribadatan Kapitayan" ujar Tetua Kasa memberi penilaian.

"Iya, nampaknya memang seperti itu, tapi kalau boleh tahu, bagaimana Tetua bisa menebak Mpu Salya adalah penganut Kapitayan?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga.

"Dari caranya berdoa" kata Tetua Kasa singkat.

"Penganut Kapitayan langsung berdoa kepada Yang Maha Kuasa, sementara kepercayaan Bangsa Punt berdoa melalui media alam" ujar Mpu Kasa menambahkan.

"Tapi pada hakekatnya, keduanya bermohon kepada Sang Pencipta" ungkap Tetua Kasa.

"Tetua Kasa, apa benar Kapitayan dan Kepercayaan Bangsa Punt, pada awalnya berasal dari sumber yang sama?" tanya Pangeran Hyang ingin tahu.

"Benar Pangeran, keduanya berawal dari ajaran Maha Guru Nuwun. Namun perbedaannya, jika ajaran Kapitayan hanya percaya Sang Hyang Taya sebagai satu-satunya Sang Maha Kuasa, sedangkan kepercayaan Bangsa Punt punya pemahaman lain" jawab Tetua Kasa.

"Dalam kepercayaan Bangsa Punt, Sang Pencipta memiliki dua pribadi dalam berkehendak, yakni Kuasa Kebenaran dan Kuasa Kegelapan" kata Tetua Kasa memberi penjelasan.

Pembicaraan Tetua Kasa dengan Pangeran Hyang Jayanaga kemudian berlanjut membahas masalah Batu Pusaka pemberian Tetua Kasa beberapa waktu yang lalu.

Tidak terasa, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya kapal berhasil bersandar di Pelabuhan Barus. Sebelum melaksanakan misinya, rombongan Pangeran Hyang Jayanaga beristirahat terlebih dahulu di rumah Syahbandar untuk melepas lelah.

Pada keesokan harinya, rombongan mulai bergerak. Mpu Salya bersama 5 orang kepercayaannya, pergi ke tempat tahanan untuk melakukan investigasi kepada beberapa provokator yang tertangkap.

Sedangkan Pangeran Hyang Jayanaga bersama Putri Dara Kencana, Putri Dara Putri, Tetua Kasa dan lainnya, menuju kediaman korban kerusuhan.

Pangeran Hyang Jayanaga bukan hanya berkunjung, selain membawa bantuan makanan, dia juga membawa beberapa tukang bangunan yang siap memperbaiki rumah korban.

Tempat awal yang mereka kunjungi adalah sebuah balai pertemuan yang digunakan sebagai tempat menampung bagi penduduk yang rumahnya dibakar perusuh.

Setelah memberikan bantuan makanan, Pangeran Hyang Jayanaga berjanji akan membangun kembali rumah yang terbakar dan memperbaiki rumah-rumah yang mengalami kerusakan.

Putri Dara Putih selain aktif membantu membagi bantuan makanan, dia juga bersemangat membantu pemuda Suku Formosa yang sempat diduga sebagai pelaku pengeroyokan, untuk mendapatkan pujaan hatinya gadis Bangsa Punt.

Dalam beberapa kesempatan, Putri Dara Putih mempromosikan kisah kedua pasangan suami istri yang dibawa Tetua Kasa dari Goa Harimau. Putri Dara Putih menjelaskan bahwa pasangan dari dua etnis berbeda bisa hidup rukun dan bahagia.

Karena Kegigihan Putri Dara Putih, sampai membuat Pangeran Hyang Jayanaga berjanji akan memberi bantuan buat pesta pernikahan, jika kedua sejoli ini jadi menikah.

Selama satu pekan, rombongan Pangeran Hyang Jayanaga berada di Pelabuhan Barus. Berkat misi pemulihan ini, Pangeran Hyang Jayanaga semakin populer dan dicintai rakyatnya. Bukan itu saja, kisah kedekatan Sang Pangeran dengan Putri Dara Putih, menjadi pembicaraan yang merembak dimana-mana.

Sepulang dari misi pemulihan, baru sempat satu hari beristirahat, Pangeran Hyang Jayanaga disuruh menghadap Sang Ibunda, Ibu Ratu Kirana. Ada semacam firasat yang kurang baik dirasakan Pangeran Hyang Jayanaga terkait permintaan ibunya itu.

"Pangeran Jayan, Bagaimana keadaan Pelabuhan Barus sekarang?" tanya Ibu Ratu Kirana kepada putranya.

"Sudah semakin baik, Ibunda" jawab Pangeran Hyang Jayanaga penuh hormat.

"Rumah-rumah yang dibakar perusuh, sudah dibangun kembali sedangkan rumah yanh rusak sudah diperbaiki" ujar Pangeran Hyang Jayanaga menambahkan.

"Apa dalang kerusuhannya sudah diketahui?" tanya Ibunda Pangeran Hyang Jayanaga lagi.

"Sebagaimana informasi dari Paman Mpu Salya, orang-orang yang tertangkap baru sebatas mereka yang terprovokasi. Sementara provokatornya masih belum ketemu" jawab Pangeran Hyang Jayanaga menjelaskan.

"Apa Mpu Salya menceritakan para provokator ini diperkirakan berasal dari mana?" tanya Ibu Ratu Kirana ingin tahu.

"Dugaan sementara berasal dari kelompok yang berada di dalam negeri, Ibunda" jawab Pangeran Hyang Jayanaga.

Ibu Ratu Kirana diam sebentar, keningnya sedikit mengkerut, seolah sedang menyusun kalimat yang akan diucapkannya.

"Pangeran Jayan, apa kamu masih ingat dengan Putri Puspa?" tanya Ibu Ratu Kirana mulai beralih pembicaraan.

"Maksud Ibunda, Putri Puspa anaknya Paman Mpu Kusuma?" tanya Pangeran Hyang Jayanaga.

"Iya, beberapa hari yang lalu ibunda bertemu dengannya, ia baru saja menamatkan pendidikannya di Babylonia" kata Ibu Ratu Kirana.

"Kalau Putri Puspa tentu saja ingat ibunda" ujar Pangeran Hyang Jayanaga.

Putri Puspa adalah teman masa kecil Pangeran Hyang Jayanaga. Bukannhanya itu, Putri Puspa masih terhitung kerabat Pangeran Hyang Jayanaga.

Ayah dari Putri Puspa yakni Mpu Kusuma adalah sepupu Hyang Parikesit ayahnya, dimana ayah dari Mpu Kusuma yang bernama Mpu Tantra merupakan saudara kandung ibunda Hyang Parikesit.

Mpu Tantra sendiri merupakan mantan Perdana Menteri dimasa Tuan Raja Hyang Abimayu kakek dari Pangeran Hyang Jayanaga. Mpu Tantra seperti halnya Hyang Ismaya termasuk sebagai tokoh sesepuh di Kerajaan Mayapada.

"Syukurlah kalau kamu masih ingat" kata Ibu Ratu Kirana lagi.

"Waktu ketemu ibunda, Putri Puspa sudah terlihat sangat matang, mungkin pengaruh pendidikannya selama di Babylonia" ucap Ibu Ratu Kirana memuji Putri Puspa.

"Cara berpikirnya juga sistimatis, sangat pantas dipilih sebagai pejabat istana di masa depan" ujar Ibu Ratu Kirana lagi-lagi memuji Putri Puspa dihadapan Pangeran Hyang Jayanaga.

"Selain itu, Putri Puspa juga sangat mengerti adat kebiasaan istana. Tentu suatu anugerah yang luar biasa, jika kelak dirinya bisa menjadi pendamping bagi penerus trah kerajaan mayapada" kata Ibu Ratu Kirana serius.

Pangeran Hyang Jayanaga paham arah pembicaraan ibunya. Meski tidak diucapkan, Sang Ibunda sepertinya kurang berkenan hubungan dirinya dengan Putri Dara Putih.

Keinginan ibunya tentu sangat wajar. Seorang calon pendamping putra mahkota sudah selayaknya berasal dari keluarga istana, serta memiliki kecakapan dengan pendidikan yang cukup, agar kelak ia bisa menjalankan tugas sebagai permaisuri.

1
Bayu Wahyuni
mantull jg dan bgus sih
Hidayat R. Widatama
menarik; mencoba memasukkan sentimen almamater ke dalam issue politik. mantap Bro. Lanjut!
Hidayat R. Widatama
"Pulau Banda diapit dua pulau besar, yiatu Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawewi", Sepeetinya perlu dikoreksi.
🎯Pak Guru📝📶
keren
Syah Phutrafamily
good job cerita ini
safanaZa
tanya thor, parikesit disini apa sama dg parikesit keturunan pandawa
Nurlatifah Muin
udah tamat yah Thor.


d tunggu novel selanjutnya kak
🏅⍺℉ⅈʳᵃ Buna Nafi'
waaahhh beneran keren ni cerita novel kakak. aku bantu boom vote lagi ya sm rate 5. kutunggu novel2 selanjutnya yaaa 😆😆😊😊
el Nabil: kak izin promo novel aku yang berjudul

Impian Gadis Manis 🌷 banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan juga banyak kejutan di dalamnya yang bikin gereget pokoknya 👏

yuk langsung saja klik profil aku
jangan lupa tinggalkan jejak
total 1 replies
🏅⍺℉ⅈʳᵃ Buna Nafi'
hola kak, aku mampir ni. dilihat dari judulnya aja menarik banget gmn sm isinya?? pasti keren banget deh.
Lia halim
hai..ki petruk,ki gembong dan pangeran
Lia halim
ki petruk..temen gareng y
Lia halim
hai..author insprirasi ceritanya darimana y..
Ini Cerita kisah nyata bukan sejarah..

BTW author suka nonton wayang y:)
Lia halim
Wah..aku baru tahu..kenalan dulu dong..datuk kumbang..
taunya datuk maringgi..
mereka saudaraan y..atau nama Marga y
ʰⁱᵃᵗᵘˢ 𝔰𝔦𝔟𝔲𝔨 𝔯𝔩
kerennn👍👍👍 aku baru pertama baca novel yang isinya perang" gini.
Arsyaka
semangat
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
tamat ya kak.
dilanjut lagi ya kak, tetap semangat nulisnya.
aku udah kasih jempolnya, ya🙏

mampir dicerita aku

hati yang terluka sama aku menikahi pacar sahabat ku
Sambugita: terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Ace Blue Charlotte
Keren....berbau kearifan lokal
Sambugita: terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Ace Blue Charlotte
Hai kak...mampir dicerita ku ya
Sambugita: terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Nurlatifah Muin
hi kak aku datang nih, aku cicil dlu bacanya yah kak heheh.

jngan lupa mampir
Sambugita: terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
🌸 S U C I A G N I A 🌸
Jangan lupa mampir di ceritaku juga yaa thor 😊 😊 😊
Sambugita: terima kasih sudah mampir 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!