NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu Ardan

Soraya memeluk lututnya yang ditekuk dan menenggelamkan wajahnya di sana.

Kreek ...

Suara pintu dibuka tak membuatnya mengangkat muka untuk melihat siapa yang datang.

Langkah kaki perlahan mendekat. Soraya menahan napas. Dia masih tak ingin bicara dengan siapapun.

Peristiwa yang dialaminya malam itu membuatnya merasa kotor. Masih segar dalam ingatannya saat tangan-tangan jahat itu menjamah tubuhnya. Soraya menggigil, giginya gemeretuk, napasnya memburu.

Alena yang baru masuk melihat tubuh Soraya yang gemetar hebat. Dia terkejut dan memeluk tubuh Soraya.

Soraya yang merasakan sebuah pelukan saat dirinya masih teringat peristiwa itu sontak berteriak.

"Tidak ... Jangan ... Jangan sentuh aku!"

Soraya tiba-tiba histeris. Dia meronta dalam pelukan Alena.

Alena yang merasakan reaksi Soraya yang berlebihan segera menekan tombol memanggil perawat.

Perawat yang berlarian ke kamar Soraya membuat Ardan yang masih terduduk lunglai tak jauh dari kamar Soraya langsung bangkit berdiri dan setengah berlari ke arah kamar dan menerobos masuk.

Tampak dalam pandangannya Soraya yang meronta dan histeris. Airmatanya membasahi pipinya yang terlihat tirus.

Sementara para perawat memegangi tubuhnya dan menyuntikkan obat penenang.

"Jangan ... Jangan sentuh aku!" teriak Soraya sebelum kesadarannya menghilang karena obat penenang yang disuntikkan perawat padanya.

Mata Soraya terpejam dengan airmata yang masih terlihat di sela-sela kelopak matanya. Napasnya yang tersengal mulai terlihat tenang.

Perawat merapikan selimutnya dan memeriksa saluran infus yang mungkin tercabut karena amukan Soraya tadi.

Kemudian para perawat pamit meninggalkan kamar itu.

Ardan terpaku di tempatnya. Dia merasa terpukul saat melihat Soraya yang trauma.

Kemarahan timbul di hatinya. Dia keluar dan mengambil ponsel dari saku celananya. Ardan menghubungi sebuah nomor. Panggilan tersambung dan diangkat pada dering kelima.

{Halo!} sebuah suara berat menyahut dari seberang.

{Bagaimana? Sudah ketemu?}

{Belum, Bos!}

{Tingkatkan pencarian! Kalau perlu rekrut orang lebih banyak. Aku ingin jal*ang itu segera ditemukan. Hidup atau mati!}

{Baik, Bos!}

Panggilan diputus.

Rahang Ardan mengeras, giginya gemeretuk, tangannya terkepal menahan marah.

Dia harus menemukan Angel yang telah menyebabkan semua ini. Dia telah berani menyentuh seseorang yang paling penting dalam hidup Ardan. Dan itu berarti dia cari mati!

"Masih belum dapat menangkap buruanmu?"

Sebuah suara mengejutkan Ardan. Tanpa menoleh pun dia tahu kalau itu adalah Antoni.

Menghela napas lelah, Ardan berbalik dan menghadap Antoni.

"Mau apa kau kemari?"

Matanya memicing tak suka.

Antoni terkekeh geli melihat sikap Ardan. Dia mendekat dan menepuk bahu Ardan yang segera ditepis oleh Ardan yang mendengus kesal.

"Easy, Man! Seharusnya dalam keadaan seperti ini kau bisa melihat aku sebagai seorang sekutu. Bukannya memperlakukan aku seperti musuh." kata Antoni sambil tersenyum geli.

Ardan menatap Antoni dengan alis terangkat.

"Sekutu? Sejak kapan kita jadi sekutu?"

"Sejak aku menyelamatkan Soraya. Kau tak mau berterimakasih padaku, huh?"

Ardan memutar bola matanya dengan jengkel.

"Yaah... Thanks for your help!"

"You're welcome!"

Mereka berdua saling menatap dengan canggung. Namun kemudian tertawa bersama dan melakukan tos ala lelaki dan berpelukan.

Hubungan mereka memang aneh. Karena berbagai persaingan membuat mereka terkadang seperti musuh. Namun tak jarang juga mereka bisa saling membantu. Apalagi sekarang, musuh yang mereka hadapi sama. Tentunya bersama akan lebih baik kan dalam menghadapi musuh mereka.

Tak pernah ada dendam! Yang ada hanya persaingan dan keisengan Antoni yang selalu membuat Ardan kesal.

Antoni sengaja melakukan banyak hal untuk membuat Ardan kesal. Dia melakukan itu agar Ardan melupakan traumanya. Dia merasa sangat kehilangan sahabat masa kecilnya. Dan dia berusaha mengembalikan Ardan seperti dulu. Sosok yang ramah dan ceria.

Antoni juga memantau rumah tangga Ardan. Bukan karena ingin merebut Soraya. Kesannya memang dia timbulkan seperti dia ingin merebut Soraya supaya Ardan sadar dengan perasaannya terhadap Soraya. Antoni ingin agar Ardan tidak melakukan kesalahan yang dapat membuat Soraya meninggalkannya.

Dan Antoni menyesal karena terlambat melakukan tindakan. Sehingga semua ini bisa terjadi.

Antoni juga tidak bisa menyalahkan Ardan sepenuhnya. Karena Ardan masih dalam trauma masa lalu.

"Bagaimana?"

Antoni menggeleng, dia paham apa yang ditanyakan Ardan. Lihat! Bagaimana dia sangat memahami Ardan yang sudah seperti adik baginya.

"Aku sudah menyebar orang-orang ku. Tampaknya jal*ng itu benar-benar bisa menyembunyikan diri dengan baik."

"Cepat atau lambat dia pasti melakukan kesalahan sehingga kita bisa menangkapnya."

"Aku harap begitu. Sementara ini tingkatkan pengawasan pada Soraya. Aku khawatir jal*ng itu masih menargetkan dirinya."

"Aku tahu. Tak usah kau mengkhawatirkan istriku." terdengar nada cemburu pada suara Ardan.

Antoni tersenyum dan ekspresinya berubah tengil.

"Bukankah kalian akan bercerai? Aku tunggu jandanya, lho!"

"Sialan! Jangan mimpi!" sembur Ardan.

Antoni terkekeh geli melihat wajah Ardan yang memerah karena kesal.

"Oke, aku pergi dulu. Sepertinya kau masih harus berusaha keras untuk meluluhkan hati Soraya. Sampaikan salamku padanya!"

Antoni mengedipkan sebelah matanya, yang dibalas Ardan dengan mengacungkan kepalan tangannya.

Antoni terbahak sambil berjalan menjauh.

___________Helna_____________

Mentari mulai menyapa lewat sinarnya yang hangat.

Soraya menggeliat dan membuka kelopak matanya yang terasa berat.

"Kau sudah bangun?"

Soraya melihat Alena membawakan nampan berisi sarapan untuknya.

Dia berusaha bangun dibantu Alena yang meletakkan bantal di belakangnya.

"Terimakasih, Mom!"

Alena mengangguk dan tersenyum.

"Sekarang makan dulu, kemudian minum obat!"

Soraya mematuhi perintah Alena. Disamping itu dia juga merasa sangat lapar. Mungkin karena dia melewatkan makan malamnya tadi malam.

Soraya makan dalam diam. Alena juga tidak ingin mengganggunya.

"Sudah selesai?" tanya Alena melihat Soraya membersihkan bibirnya dengan tisu.

"Iya, Mom!"

Alena meletakkan nampan ke atas nakas. Kemudian dia duduk di samping Soraya, mengambil tangan Soraya dan membelainya lembut.

"Boleh mami bicara?"

Soraya menatap Alena dan mengangguk.

"Mami harap kau bisa menjadikan hal ini sebagai bahan pertimbangan untuk rumah tangga kalian nanti."

Alena menghembuskan napas berat sebelum melanjutkan perkataannya.

"Sebenarnya hal ini adalah masa lalu yang ingin kami lupakan. Masa lalu yang menggoreskan banyak luka dan kesedihan. Tapi mami pikir kalau semua kekacauan dalam rumah tangga kalian bermuara dari hal ini."

Alena mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Dan menyodorkan pada Soraya.

Soraya mengamati foto di tangannya.Sebuah foto yang memperlihatkan tiga orang remaja yang terlihat akrab. Mereka saling berangkulan dan tersenyum ceria.

Ada dua orang yang mirip dengan Ardan, suaminya. Keningnya berkerut dan lebih mencermati kedua orang itu. Apakah suaminya kembar?

Alena mengangguk saat Soraya mengalihkan pandangan padanya seolah mengiyakan pemikiran Soraya.

"Momi akan mulai bercerita. Ardan memiliki saudara kembar bernama Arman. Mereka tidak hanya kembar, mereka juga sangat akrab. Tak pernah ada pertengkaran. Yang ada hanya persaingan kecil yang menyenangkan di antara mereka. Remaja yang satunya lagi adalah Antoni. Mereka akrab sedari kecil. Sampai remaja mereka selalu bersama. Tak ada yang berani membully mereka karena mereka sangat solid. Suatu hari Arman berkenalan dengan seorang gadis miskin, dan jatuh cinta padanya.Dia ternyata sangat mencintai gadis itu."

Alena menjeda perkataannya. Dia menyapu pipinya yang basah oleh air mata.

"Pada saat itu kami sebagai orang tua tidak menyetujui hubungan mereka. Kami memanggil gadis itu dan memberinya banyak uang agar mau meninggalkan Arman. Kami mengira jika gadis itu meninggalkan Arman, maka Arman akan melupakannya. Nyatanya kami salah. Cinta itu sudah mengakar kuat di dalam hatinya. Sejak gadis itu meninggalkan Arman, Arman berubah. Dia menjadi orang lain, dia menjadi suka mabuk, berjudi dan mengkonsumsi obat terlarang."

Soraya mendengarkan dengan hati nyeri. Membayangkan Ardan harus menghadapi saudaranya yang berubah seperti itu.

"Puncaknya adalah saat Arman dalam keadaan mabuk. Dia pulang mengendarai mobil. Di tengah perjalanan dia kehilangan fokus dan mobilnya keluar jalur dan terjatuh ke dalam jurang dengan ketinggian ribuan kaki."

"Kami begitu terpukul dengan kehilangan itu. Terlebih bagi Ardan. Dia membenci wanita. Karena dalam pandangannya, gadis itulah yang telah membuat dirinya kehilangan Arman. Dia tidak tahu bahwa kami lah yang bersalah dalam hal ini. Kami terlalu ikut campur dalam urusan pribadi mereka."

Alena menggenggam tangan Soraya.

"Karena itulah saat Ardan mengenalkan kau pada kami, kami tidak menghalanginya untuk menikahimu. Kami tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Tapi ternyata kami salah lagi. Karena kami membuat kau masuk dalam kekacauan keluarga ini tanpa tahu yang sebenarnya. Dan membuatmu menderita bersamanya."

Alena mencium tangan Soraya dan menempelkan di pipinya.

"Momi berterimakasih padamu karena dirimu telah membuat Ardan sembuh dari traumanya. Dia jatuh cinta padamu. Dan momi mohon. Tolong jangan tinggalkan Ardan! Dia bisa lebih parah dari Arman."

Soraya terhenyak. Alena meminta sesuatu yang sangat berat untuk dia sanggupi.

"Tapi Mom, Ardan tidak mencintaiku. Dia hanya menggunakan pernikahan kami sebagai tameng agar reputasinya sebagai seorang pengusaha tetap baik di mata orang-orang." sahut Soraya pedih.

"Tidak! Kau salah, sayang! Kau tidak tahu bagaimana kacau dirinya saat kau meminta perpisahan. Tidak! Jangan meminta berpisah dengannya! Itu akan menghancurkannya."

Soraya menatap Alena tak percaya, seolah apa yang dikatakan Alena adalah sebuah kemustahilan.

"Percayalah pada Mami. Dia mencintaimu. Berikan dia kesempatan membuktikannya. Mami hanya ingin kalian bahagia."

Soraya diam mencoba menetralisir perasaannya.

"Lebih baik sekarang kau istirahat. Mami akan pulang sebentar."

Soraya mengangguk. Alena membantunya berbaring, dan merapikan selimutnya.

Bersambung ...

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!