Kisah dua sahabat yang dipertemukan kembali setelah sama-sama berpisah dari pasangan mereka masing-masing.
Gadis Ayudia Zahira tak pernah menyangka, pertemuan itu justru membawanya pada sebuah permintaan yang mengubah hidupnya. Demi memenuhi harapan terakhir ibu dari sahabatnya, Gadis terpaksa menerima pernikahan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Dipertemukan kembali di usia yang tak lagi muda, dengan luka dan kecewa yang masih tersisa, mampukah mereka menumbuhkan benih-benih cinta di antara hubungan yang awalnya hanya sebatas sahabat?
Atau, mereka justru akan kembali berpisah seperti sebelumnya?
Yuk, ikuti kisah mereka!
Jangan lupa like dan komentar setelah membaca. Terima kasih 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siuman
Selama Rendra di ruang ICU, Gadis dan Alan menunggunya di ruang tunggu.
"Sebenarnya apa yang terjadi Lan, kenapa Mami tiba-tiba kritis? Padahal kemarin beliau terlihat begitu bahagia." Ucap Gadis sendu.
Alan mengangguk, "Ya, Mami begitu bahagia mendengar kita setuju untuk menikah."
"Ini salahku, Lan, aku kurang memperhatikan Mami selama di Jakarta. Maafin aku Lan," Gadis menyesal, ia teringat selalu meninggalkan mami Rosa bersama Rendra saat ia bekerja.
Alan pun menenangkannya, "Jangan menyalahkan diri kamu sendiri, Dis. Dulu, bahkan Mami juga sering drop seperti sekarang ini, namun beberapa tahun terakhir ini beliau terlihat lebih bersemangat, tepatnya setelah bertemu denganmu dan Rendra."
Alan kembali menoleh Gadis sekilas, "Akupun tahu belum lama ini dari cerita Mami, bahwa kamu dan Rendra begitu dekat dengan Mami semenjak bertemu di rumah sakit beberapa tahun lalu. Mami juga selalu penuh semangat ketika menceritakan kebersamaannya dengan Rendra,"
"Tidak heran, di bawah alam sadarnya pun, mami selalu menyebut nama Rendra, Dis. Aku menyimpulkan, semangatt nya beberapa tahun terakhir karena Rendra." Alan bercerita dengan sesekali tersenyum.
Gadis pun mengangguk, "Kamu yang sabar ya Lan, kita berdoa sama-sama supaya Mami segera sadar dan bisa sembuh."
Alan menggeleng samar, "Aku juga berharap seperti kamu Dis, tapi apapun yang terjadi, aku akan berusaha ikhlas."
Gadis menepuk pundak Alan, "Jangan ngomong kayak gitu Lan, kita harus yakin dengan Kuasa Allah."
Sesaat hening.
Tak lama Alan kembali berbicara, "Kalau Mami pergi sebelum kita menikah, kita batalin saja ya Dis rencana itu. Aku tidak mau memaksakan kehendak yang membuat kita tertekan."
Gadis tidak suka dengan keputus-asaan Alan, ia mencoba memberi semangat, "Lan... Udahhh, kita harus yakin Mami bisa sembuh, kita harus yakin itu."
Tiba-tiba saja dokter datang diikuti perawat masuk ke ruang ICU, Alan berusaha menutupi kepanikannnya, dan bertanya, "Apa yang terjadi dok?"
Namun karena dokter terburu-buru, ia tidak sempat menanggapi pertanyaan Alan.
Rendra diminta keluar oleh Dokter terlebih dahulu, "Ada apa, Ndra?" tanya Gadis terlihat begitu panik.
Rendra pun menjelaskan, "Tiba-tiba jari Oma gerak Bun, jadi Rendra tekan bel yang ada disana. Dan tak lama Dokter datang."
Alan dan Gadis menghembuskan napas lega, "Alhamdulillah, semoga Mami baik-baik saja," ucap Gadis pelan.
Tidak lama, dokter keluar, "Apa disini ada yang bernama Rendra?"tanya dokter tersebut, dengan menatap tiga orang di hadapannya.
"S-saya dok," jawab Rendra.
"Nyonya Rosa mencari anda, mari silahkan masuk," ajak Dokter tersebut.
Alan mendengus pelan, "Mentang-mentang sekarang punya cucu, anak sendiri di lupain."
Seketika Gadis tersenyum, "Yang sabar, di lupain dikit nggak papa lah ya, hehehe."Katanya, sedikit meledek Alan.
Alan pun bersedekap dengan memalingkan muka.
**
Mami Rosa sudah dipindahkan ke ruang VVIP, Rendra masih tidak beranjak sedikitpun dari sisi Omanya. Ia bak asisten pribadi, yang sigap melayani, seperti mengambilkan minum, memijatnya, dan saat ini ia tengah menyuapi Omanya.
Rendra sangat terpukul oleh penyakit yang diderita oleh sang Oma, tadi Alan sudah menceritakan semuanya. Karena itulah ia tidak mau menyia-nyiakan kebersamaan mereka saat ini. Rasanya, Gadis sudah seperti obat nyamuk disana, kebetulan Alan sedang pulang sebentar untuk mengambil beberapa pakaian ganti.
Ia tidak tahan melihat mami Rosa dan Rendra yang sedang bercanda tanpa menghiraukan keberadaannnya disana.
Gadis pun mengirimi Alan pesan.
"cepat kemari, Lan, aku sudah seperti obat nyamuk melihat tingkah nenek dan cucu ini."
Alan membalas pesan Gadis hanya dengan emoticon tertawa.
"Oma, Rendra cuma bisa mendoakan, semoga saja Allah memberikan keajaiban untuk kesembuhan Oma. Oma yang semangat ya, kita berdoa sama-sama. Kalau Allah kabulin, Rendra janji bakalan jagain Oma terus."Kata Rendra dengan tulus.
Mami Rosa meneteskan air mata, "Pasti nak, makasih ya cucu Oma, udah sayang sama Oma."
Gadis yang melihat interaksi mereka menjadi terharu dan diam-diam ikut menangis, ia paham dengan perasaan Rendra. Nenek dari sang ibu sudah berpulang lama, sedangkan nenek dari sang ayah tidak begitu memperdulikannya sedari kecil. Dengan Mami Rosa, ia merasa begitu di sayangi dan di inginkan sebagai cucu.
...****************...
semoga berkah 😭