NovelToon NovelToon
Gardenia

Gardenia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:207.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Citra Susanti

Karena sebuah kesalah pahaman, seorang gadis suci dihancurkan kehormatannya. Tak hanya kehilangan kehormatan, Ia harus kehilangan cinta, karir dan keluarganya. Di tengah upayanya bertahan menghadapi cobaan, Ia terpaksa harus dijatuhkan dengan kenyataan lain. Mengandung benih orang yang "merusak"-nya. mampukah Ia tetap melangkah membawa kemalangan dan merubahnya menjadi kebahagiaan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Citra Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Malam Panjang 2

Fajar menghentikan motornya di depan sebuah rumah ber-cat abu. Ditengok lagi jam tangan di lengan kirinya. Sudah jam sepuluh, gumamnya.

Fajar bimbang, apakah Ia masih diijinkan untuk mengunjungi Risa. Dalam hati Ia merutuki nasibnya yang sial, karena tiba-tiba motornya ngadat. Seharusnya tadi naik mobil saja, pikirnya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Fajar memberanikan diri menghubungi ponsel Risa.

Tersambung, berarti kemungkinan Risa belum melanjutkan tidurnya. Namun tiga kali panggilannya terabaikan.

Saat Fajar mencoba melangkah mendekati gerbang, hampir saja ia bertabrakan dengan sosok pria yang berlari dari dalam rumah. Bingung dengan situasi, Fajar hanya bisa memandang sosok yang menghilang masuk ke dalam mobil. Merasa jika sosok itu mencurigakan Fajar berupaya mengejar, namun Mobil itu melaju kencang di hadapannya.

Fajar balik badan. Tiba-tiba terbersit tentang Risa. Segera Ia memasuki halaman menuju pintu. Dan benar saja, pintu depan terbuka. Fajar curiga jika pria yang hampir menabraknya tadi baru keluar dari dalam rumah Risa. Pikiran buruk menghampirinya. Dengan nafas memburu Ia mencari sosok Risa.

Fajar terpaku saat pendengaran nya menangkap suara tangisan di balik pintu yang Ia duga sebuah kamar, dan Ia mengenali suara itu. Hatinya bergetar takut karena dugaan-dugaan buruk di kepalanya semakin kuat.

Pintu terbuka, dan benar saja Fajar melihat sosok gadis pujaannya meringkuk di sisi tempat tidur yang berantakan. Fajar memperhatikan sekeliling kamar yang kacau lalu mencoba mendekati Risa.

"Risa ...," panggil Fajar pelan, berharap gadis itu menyadari kehadirannya.

Fajar melihat kondisi Risa dari dekat, dengan berjongkok, sepertinya gadis itu belum menyadari kehadirannya. Isak tangis masih terdengar di balik wajah yang tersembunyi diantara kedua tangan dan kedua lututnya. Dada Fajar merasa sesak melihat kondisi Risa. Rambut dan bajunya berantakan, Ia bisa melihat beberapa luka goresan yang berdarah di lengan dan kaki gadis itu karena terlihat kontras dengan kulitnya yang putih.

"Risa ...," panggil Fajar lagi, kali ini tangannya terulur ke puncak kepala, namun segera di tepis oleh Risa.

Tanpa mengalihkan wajahnya dari kedua lututnya, Risa beringsut mundur.

"Jangan ... jangan ... jangan mendekat. Tolong jangan sentuh saya ...," ujar Risa ketakutan.

Lalu ia menangis lagi, kali ini tubuhnya bergetar sambil terus mengucap pelan.

"Tolong ... jangan sentuh saya. Jangan ...."

Fajar terduduk, tubuhnya seolah lemas tak bertulang. Kini dugaan terburuknya menjadi kenyataan. Gadis pujaannya menjadi korban tindakan keji pria mencurigakan tadi. Dadanya semakin sesak, tubuhnya bergetar, Ia hampir menangis. Namun Fajar kembali sadar gadis dihadapannya sedang membutuhkan bantuannya.

"Tenang Risa. Ini aku ... Fajar," ucapnya tegas, berharap Risa mendengar nya.

"Risa ... aku Fajar. Tenang ... aku bukan orang jahat," ucapnya lagi.

Risa mulai menghentikan isak dan tangisnya. Wajahnya diangkat untuk meyakinkan suara yang didengar nya tadi adalah suara Fajar.

"Risa ... kamu baik-baik saja kan?" tanya Fajar, setelah mata mereka saling tatap.

Sungguh Fajar tak sanggup menatap mata Risa, karena Ia bisa merasakan luka dan ketakutan di mata gadis itu.

Risa hampir terisak, sadar gadis itu membutuhkan perlindungan dari ketakutannya, Fajar menawarkan pelukan pelan-pelan, dan disambut Risa dengan tubrukan. Risa menangis dalam pelukan Fajar, menumpahkan segalanya. Fajar memeluk Risa dengan erat, sambil menahan gejolak amarah di dadanya. Amarah yang ditujukan pada dirinya. Ia gagal. Ia telah gagal melindungi Risa. Melindungi gadis pujaannya.

Fajar semakin mengeratkan pelukannya. "Sudah ... tidak apa-apa. Aku akan melindungimu sekarang. Jangan menangis," ujarnya lembut.

**

"Assalamu'alaikum Bu," ucap fajar lembut pada ponsel yang menempel di telinga dan pipinya.

"Bu, maaf. Malam ini Fajar sepertinya tidak bisa pulang,"

"Fajar baik-baik saja Bu. Hanya saja teman Fajar ada masalah, Fajar pengen temenin dia Bu karena dia tinggal sendiri tidak ada keluarga,"

"Gak papa Bu,ehm .... bukan masalah besar, besok Fajar cerita."

"Baik Bu, Assalamu'alaikum,"

Fajar menutup panggilannya. Ia harus pamit pada sang Ibu, karena tak ingin membuatnya cemas. Fajar telah berjanji akan melindungi Risa dan malam ini Ia harus menemani gadis itu di sini.

Fajar bangkit dari duduknya. Ia menatap kembali pintu berwarna putih di hadapannya yang tak kunjung terbuka. Sudah hampir setengah jam Ia menunggu di lorong rumah sakit itu sambil sesekali Ia mondar-mandir untuk mengurangi rasa cemas.

Pintu terbuka, dan keluarlah sosok pria berjas putih, di susul seorang wanita berseragam perawat. Si perawat berpamitan kepada dokter, dan melangkah pergi. Sementara sang dokter bertahan untuk menjelaskan keadaan Risa pada Fajar.

"Saat ini, kondisinya stabil. Dia sedang tidur karena pengaruh obat, dan mungkin karena kelelahan dan syok hebat," ucap dokter Angga. Ia menjelaskan sambil menatap Fajar dengan sungkan.

"Apa kamu tahu kalau dia mungkin mengalami tindakan ...," sang dokter menggantung kalimatnya, meyakinkan bahwa apa yang diucapkannya sudah dipahami Fajar.

Fajar mengangguk. Raut kesedihan tampak di wajahnya. Dokter itu menghembuskan nafasnya berat, seolah memahami beban berat Fajar.

"Aku sudah menulis laporan kalau gadis itu ingin melanjutkannya kasus ini, besok kamu bisa ambil hasil visumnya," terang sang dokter.

"Makasih ya Ga, aku dah ngerepotin kamu," ujar Fajar pelan dan segera diangguki Angga, sang dokter.

"Apa kamu kenal gadis itu? Apa dia ...,"

Angga menggantung kalimatnya lagi lalu menatap Fajar.

Fajar mengangguk membenarkan. Angga tampak menyesali pertanyaannya.

"Aku turut berduka ya Jar, kapanpun kamu membutuhkan aku untuk membantu laporan ini, aku siap!" Ucap Angga mantap, Ia benar-benar ingin mendukung sahabatnya.

"Apa kamu sudah menghubungi keluarganya?" tanya Angga sambil duduk di kursi lorong rumah sakit.

"Belum, dan yang aku lihat dia tinggal di rumah itu sendiri, Ga. Mungkin besok setelah kondisinya memungkinkan aku serahkan ke dia bagaimana baiknya," jawab Fajar.

Kedua pria itu terdiam, seolah menyelami hati masing masing.

"Jar, di pemeriksaan tadi sepertinya ada bukti ceceran s***ma, aku menyarankan ada baiknya setelah dia sadar kamu menyarankan untuk mengkonsumsi pil pencegah kehamilan, kami biasanya menawarkan kepada pasien pemer**saan di rumah sakit ini jika memang mereka tidak menghendaki kemungkinan terjadinya kehamilan. Tapi ingat hanya 3x24 jam. Sebaiknya kamu menyampaikan hal ini padanya," ujar Angga serius.

Fajar menatap Angga, dan mengangguk mengerti. "Apa dia akan baik-baik aja, Ga?" tanya Fajar sambil pandangannya menerawang.

Angga menarik nafas dan menghembuskannya pelan. "Terus dampingi dia Jar, karena saat ini dia benar-benar membutuhkan perlindungan," ucap Angga. "Apa kamu tahu siapa pelakunya?" tanya Angga lagi.

Fajar hanya menggelengkan lemah. Meskipun ada sosok mencurigakan, namun Ia tak ingin menuduh tanpa bukti. Lagipula sosok itu tak dilihatnya dengan jelas. Siapa dia? Apakah Risa mengenal orang itu? Apakah pelakunya acak? Fajar meremas rambutnya frustasi karena berbagai pertanyaan yang ada di pikirannya. Tiba-tiba Ia terdiam merasa mengingat sesuatu yang penting.

"Nomor Polisi ...," ucap Fajar senang.

Angga tak mampu menyembunyikan wajah bingung nya.

"Aku melihat nopol mobil yang digunakan ba**ngan itu Ga, aku masih ingat. Kita bisa tau siapa pemilik mobil itu, dan pasti kita bisa meringkus ba**ngan itu," jelas Fajar. Kebahagiaan terpancar dari wajahnya karena mendapat titik terang.

"Semoga kamu bisa menangkap orang itu Jar, agar dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya," ucap Angga. Kemudian Ia berdiri. "Maaf Jar, aku harus kunjungan pasien lagi," ujarnya sambil menepuk bahu Fajar.

"Ga, aku mohon jangan bilang ke siapapun tentang kejadian ini, termasuk teman-teman kepolisian. Aku akan mengurusnya sendiri. Karena aku pengen melindungi Risa," pinta Fajar pada Angga, dan dijawab dengan anggukan.

**

Sementara di dalam kamar kos-nya Indra mondar-mandir kacau sesekali Ia menarik-narik rambutnya.

"S*al!!" umpatnya dengan amarah sambil meninju berkali-kali tembok kamar.

"Apa yang sudah kulakukan ...," ujarnya kali ini sambil meratap geram.

Ingatan saat dirinya bangun dalam kamar yang asing dengan tubuh polos, dan gadis itu, gadis yang ingin Ia temui menangis terisak dengan keadaan tubuh yang sama sepertinya. Padahal Indra yakin dirinya tidak mabuk saat itu, tapi entah mengapa ingatan tentang kejadian seolah samar. Ia hanya ingat saat itu hasratnya menjadi tak tertahankan, membuat pikirannya gila.

"S*al!! Pasti Adam udah masukin sesuatu ke minuman gue," ujarnya frustasi.

Indra tak bisa berpikir apapun saat ini. Dalam kepalanya hanya ada wajah cantik gadis itu. Gadis yang sudah Ia renggut kesuciannya.

1
strawberry
😭😭😭😭
artika artika
bonusnya mana thor....sdh lama tdk update
artika artika
akhirnya mewek..😭😭😭
Embun Pramista
Akbar kali, bukan Faris
Endah Purworini
semangat thor. aq suka ceritanya
oyen
ini si othor kemana ya!!
lama gak muncul "!!
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
bonus chapternya kon thor.... dh lamaaaaa bgt ditunggu ga ada updatenya jg 😓😓
Delvia
akbar gantengnya laki banget.. emang turki tuh cowoknya laki banget
◦•●◉✿miamustofa✿◉●•◦
well done thor 👌👍

setelah aku stop baca di part 82, krn d rasa alur nya ga maju2.
akhirnya, hr ini tuntas baca 29 part dalam sehari, abis sampe tamat.

Terima kasih sdh berkarya, memberi hiburan buat kami.
tetap semangat melahirkan karya2 lg ya thor.
jangan kecil & patah semangat dengan kritik & saran.

aku kasih hadiah vote & bunga ya thor, biar terus semangat berkarya..
☕Wirasena☕®®f❣️
gak rela kalau udah end....cerita yg selalu aku tunggu up nya...bikin S2 nya kak cerita tentang jani,bian akbar 🥺🥺🥺aku tunggu bonchap nya😉 semangat kak😉
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
ahhh... sebenarnya ga rela kl dh end aja 😅 apalagi sebln hiatus, sekalinya update tau2 dh end aja.... salah satu novel favorit aku...smbil nunggu up kmrn, ngulang lg baca dr awal...ditunggu bonus chapter nya ya thor.... ❤❤❤
10 like
Wina Nengsih
ditunggu extra part-nya kalau bisa bikin cerita Jani dan Siska juga ya
Reny Angryani
sebulan menanti dikasih END
author tegaaaa...
꧁ッѕυℓιѕ༺૨૨Բ💙Ϙяƒ༻ッ꧂
apa ada S2 nya kak🙄
💜☕ѕυℓιѕ☕💙
kok rasanya gak tega ya kalau udah end.. selamat ya indrasa udah dapat restu dari semua pihak... ikut senang 🥺🥺 ku tunggu extra partnya kak😉
Lady Noni
ini novel terrr...pavorite..selalu di tunggu..🥰
Dila
di tunggu bonchap nya thor... ❤❤🤗
Elina
yah udahan😭
Rina
kapan ni ya lnjutnya ko d lama bngt, pnasarn ni up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!