Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya.... SAH
Sabtu 22 Juli .....
Hari dimana Rey akan mengucapkan janji sucinya padaku.
Aku yang masih duduk di bangku SMA akan menikah dengan seorang pria dewasa pilihan ibuku.
Semuanya telah direncanakan dan dipersiapkan secara matang.
Hanya keluarga dari kedua belah pihak yang akan menjadi saksi.
Aku didandani layaknya seorang putri, dengan kebaya dan riasan seperti putri solo.
Ku lihat diriku dalam cermin, tampak aneh, aku seperti terjebak dalam raga yang berbeda.
Waktu terus berjalan, semakin mendekat pada puncak acara, hatiku kembali bergejolak.
Aku takut kalau nanti kak Rey akan melanggar perjanjian kita, aku takut masa depanku tak seindah bayanganku.
" sayang, kamu sudah siap??,"suara ibuku menghentikan lamunanku.
" sudah bu."jawabku lirih.
Ku tatap mata ibuku dalam dalam, rasanya air mataku tak sanggup lagi terbendung.
Hanya ini yang dapat ku lakukan demi baktiku padanya.
Ibuku memelukku erat lalu menghapus air mataku.
" ayuk sayang, semua sudah menunggu di bawah." ajak ibuku sambil menuntunku keluar kamar.
.............
Di ruang lain nampak semua sudah berkumpul.
Kak Rey mengenakan kemeja putih dibalut tuxedo dan jas berwarna hitam, membuatnya terlihat menawan.
Aku dituntun ibuku dan kedua sahabatku memasuki ruangan itu.
Semua mata kini tertuju padaku, termasuk kedua mata kak Rey yang nampak kagum dengan penampilanku.
Aku masih diam sambil menahan air mataku yang akan jatuh.
Aku di dudukkan disamping kak Rey berhadapan dengan penghulu.
“Saudara REYHAN PUTRA MAHARDIKA bin MAHARDIKA Saya nikahkan dan Saya kawinkan engkau dengan SYAVINA NURAINI binti PRASETYO WIDODO dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan emas seberat 22 gram , tunai.” ucap tegas pak penghulu
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA, SYAVINA NURAINI binti PRASETYO WIDODO dengan maskawin yang tersebut diatas tunai. " ucap lantang Rey dengan satu kali tarikan nafas.
" BAGAIMANA PARA SAKSI SAH?,"
ucap penghulu lagi
" SAAAAH" " SAAAHHHH" , ucap serentak para undangan yang hadir.
" Alhamdulillah. " jawab Rey lega.
Rey mengucapkan ijab kabul, nya dengan sangat sempurna.
Tak ku sadari air mataku mengalir dengan derasnya.
Kak Rey yang melihatku lalu menggenggam tanganku.
Ku cium tangannya pertanda baktiku sekarang sebagai seorang istri, lalu kak Rey mencium keningku lembut.
...........
Acara masih berlanjut, kini saatnya kami dipajang untuk menyalami para tamu undangan.
Aku memakai gaun putih pressbody serta rambut yang menjuntai.
Kak Rey juga mengenakan busana yang senada denganku.
Di sepanjang acara kami hanya diam, sesekali saling adu pandang lalu berpaling kembali.
Aku lihat ibuku dan Bunda tengah menyalami para tamu.
" Vina, selamat ya kamu cantik banget hari ini. " suara Putri dan Indah menghampiriku.
Aku memeluk mereka erat erat.
" terima kasih kawan, kalian emang the best." ucapku dengan air mata kembali menetes.
Indah lalu menghapus air mataku,
" jangan cengeng, udah gedhe." ledeknya.
" kak jaga Vina baik baik ya, kalau dia nakal jewer aja."ucap putri kepada kak Rey.
" pasti kakak jagain." jawab rey sambil menyalami mereka.
...............
Kami melewati acara ini hingga usai, sampai kaki dan tanganku terasa pegal.
Kak Rey menuntunku ke kamar, lalu menyuruhku istirahat. Dia menutup pintunya lalu duduk bersandar di sofa samping ranjangku.
Kami merasa lelah hari ini.
Tanpa sadar aku terlelap dengan gaun pengantin yang masih membalut tubuhku.
.................
Aku membuka mataku, kutengok jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Nampak kak Rey tengah duduk di depan laptop dengan piyama tidurnya.
" sudah bangun? "tanyanya lirih
"iya kak, aku mau mandi dulu yah." jawabku sambil beranjak.
Lalu aku menuju kamar mandi, cukup lama aku berdiri didepan cermin berusaha membuka resleting gaunku yang susah terbuka.
Sampai akhirnya aku menyerah lalu kembali ke kamar.
" kok balik lagi?" tanya kak Rey
" ehm anu kak, bisa bukain ini gak?" jawabku sambil memperlihatkan punggungku.
Kak Rey hanya tersenyum lalu berdiri menghampiriku.
Sekarang posisiku membelakanginya, disilakan rambutku ke depan hingga terlihat leher jenjangku.
Pelan pelan kak Rey membuka resleting gaunku.
Bulu kudukku merinding, merasakan sentuhan tangan kak Rey.
Sadar gaunku sudah longgar q segera menyilangkan tanganku di depan dada.
" terima kasih kak" kataku sambil melangkah ke kamar mandi.
Hampir 1 jam aku berendam di bathtub yang berisi air hangat, ditambah semerbak wangi mawar membuatku semakin rilex.
Karena terlalu lama badan sudah mulai terasa dingin. Aku bangkit mengambil handuk lalu melilitkan ditubuhku.
" aduh,, kenapa bisa lupa bawa baju sih! " ujapku kesal
Aku putuskan untuk mengintip suasana kamar, kulihat kak Rey sudah terbaring di sofa.
Batinku mengira ngira, apakah Kak Rey sudah tidur ataukah belum.
Aku mengendap endap keluar, berusaha tidak menimbulkan suara.
Segera aku membuka lemari lalu mengambil piyamaku.
Saat akan kembali tanpa sadar aku menyenggol gelas yang ada di atas meja.
* praaaaank *
Kak Rey lalu datang menghampiri.
" kenapa dek?"ucap kak Rey cemas.
"gak sengaja kesenggol kak." jawabku sambil berusaha mengumpulkan serpihan gelas yang berserakan.
"sudah kakak aja, kamu pakai dulu bajumu." jawab kak Rey lalu mengambil serpihan yang ada di tanganku.
" iya kak" jawabku lalu menuju kamar mandi.
Aku sudah keluar dengan piyama tipis pemberian ibuku
Kak Rey juga sudah kembali berkutat dengan leptopnya.
Ku ambil hairdryer untuk mengeringkan rambutku yang basah, ku kibas kibaskan rambut panjangku di depan cermin. Ternyata aktifitasku mengalihkan pandangan kak Rey, dia menatapku dari jauh.
Sadar sedang diperhatikan, aku jadi salah tingkah.
" jangan diliatin terus kak? " kataku ketus
Seperti biasa Kak Rey hanya menunjukkan senyum manisnya, lalu kembali menatap laptop.
" kakak masih sibuk? " tanyaku sambil menghampiri Kak Rey.
" sedikit lagi kok," jawabnya
Aku duduk disamping Kak Rey, ku lirik layar laptopnya, banyak gambar grafik dengan beberapa angka di dalamnya.
" aku mau makan, kakak mau sekalian gak?" kataku sambil memegang perutku yang keroncongan.
" boleh, kamu jalan duluan, kakak selesein ini bentar."jawab kak rey lalu segera menyelesaikan pekerjaannya.
" oke lah. " jawabku bergegas menuju dapur.
Visual REY dan Vina dengan gaun pengantinnya
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak