TERBIT SETIAP SABTU🚨
🔥KARYA KEENAM
✔DI MOHON UNTUK MEMBACA ALAN(A) DULU AGAR TIDAK BINGUNG
✔SEASON 3 DARI ALAN(A) DAN MAFIA GIRL VS KETOS
✔OPEN FEEDBACK 😄
😈DILARANG KERAS MENFOTO COPY! PLAGIAT JAUH"! PUNYA OTAK KAN? PAKEK DONG! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭
"Menurut gue, status hubungan kita gak penting"
Bintang Feranza Fillbert
"Sadar! kita hanya sebatas sahabat gak lebih!"
Awan Selfhira Kanya
"Sampai kapan lo sadar, kalau gue tuh CINTA SAMA LO!"
Bumi Sergio Anindito
"Aku kangen kedekatan kita dulu"
Langit Valeriani Alexandra
"Dia bukan kembaran gue!"
Bulan Feranzi Fillbert
❎dah gitu aja:v ada yang laen tapi entar kepanjangan
✔SELOW UPDET!
✔BUDIDAYAKAN LIKE, VOTE, KASIH RANTING 5 AND KOMEN SEBELUM MEMBACA, TAMBAHKAN FAVORIT JUGA LAU BISA:V TERIMAKASIH:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 12
HAPPY READING
"dia pantas mendapatkan yang lebih layak di banding kita yang hanya remahan reginang"
Kang Siomay
.
.
.
"seperti biasanya kan?" tanya pelayan Bar itu sambil tersenyum ke arah Awan dan di balas senyuman sekaligus anggukan dari Awan, lihat seberapa sering nya Awan ke sini sampai sang pelayan Bar pun mengetahui minuman Alkohol yang selalu di pesan Awan.
"kalau ada masalah jangan terus terusan ke sini Wan, saran aja sih" ucap pelayan muda itu sambil memberikan Awan satu gelas penuh air alkohol.
"sans, gue gak bakalan mati juga" kekeh Awan sambil menegak air minum nya membuat pelayan itu hanya menghela nafas berat lalu pergi untuk melayani orang lain.
Memang Awan dengan pelayan muda itu sedikit akrab karena Awan yang sering datang di bar kecil nya.
"Ibu" gumam Awan mengedip kedip kan mata nya karena efek alkohol ini jadi pandangan nya agak buram, dia tak salah lagi! itu benar Ibu nya!
Sejauh ini Awan tak pernah melarang aktivitas Ibu nya, entah itu di luar atau pun di dalam. Tapi kali ini Awan harus menghentikan nya! ia tak ingin Ibu nya itu melahirkan seorang Anak yang pasti nya hidup nya akan menderita sepertinya.
Awan langsung berjalan menuju Ibu nya dengan perasaan marah.
"IBU" teriak Awan untung saja terpendam suara backsound yang amat keras alhasil suara nya hanya bisa di dengar seorang wanita yang tengah menghentikan Aktivitas tak senoho nya dan menatap terkejut Awan.
"jauh jauh kau dari Ibu ku!" geram Awan mengacungkan botol bir di tangan nya ke arah pria yang umur nya sangat tua, nampaknya minuman keras Awan bereaksi.
Flora yang kini tengah menahan malu pun langsung menyeret putri nya itu, membawa nya keluar Bar mini itu.
"kau!-"
brugh
belum sempat Flora memarahi Awan dengan kata kata menusuk nya, Awan lebih dulu memeluk tubuh tak siap Flora
"Ibu, Awan kangen Ibu! kenapa Ibu selalu jahat selalu marahin Awan padahal kan Awan sudah mencoba yang terbaik buat gak ngecewain Ibu hiks Awan benci Ibu! tapi Awan juga sayang Ibu"
"Ibu tau nggak? Awan pengen banget kayak temen temen Awan yang setiap pulang selalu di jemput, di kasih perhatian yang banyak, di tanyain ini itu waktu di sekolah, curhat ini itu" racau Awan sambil meneteskan air mata nya di pelukan Flora membuat Flora terteguh mendengarkan nya.
Disini Awan tak salah yang salah dirinya! mengapa ia harus melahirkan seorang anak jika pada akhirnya harus berakhir menderita? terlebih lagi anak nya cewek yang pasti tak akan dapat menanggung beban hidup dengan sendirian.
Ibu macam apa dirinya? yang selalu saja menyakiti putri nya sendiri baik fisik maupun batin, untung saja putri nya tak gila atau untung saja putri nya ini tak sempat bunuh diri.
namun...
"berhenti berceloteh gadis nakal! kau sendiri mengapa kesini? tak seharusnya gadis seusia mu berada di sini! atau mungkin kau..." ucap Flora sengaja menggantungkan kalimat terakhirnya sambil melepaskan secara paksa pelukan nya.
"tidak! ini hanya..."
"sudah lah, sekarang kau pergi dari sini!"
"tapi Bu-"
"jangan membuat saya menggulangi ucapan saya lagi, anak haram!"
jlebb
anak haram?
"sia*an!" desis Awan menatap tajam Ibu nya itu namun langsung berlari tak tentu arah, meninggalkan Ibu nya yang menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
zrashhhh zrashhhh zrashhhh
Tiba tiba hujan datang dengan lebat nya seakan mengerti perasaan Awan saat ini yang kini masih saja terus berlari tak tentu arah.
bugh
Disituasi saat ini, Awan masih sempat sempat nya terjatuh membuat Awan hanya bisa diam di tempat sambil menitikkan air mata nya yang kini telah tercampur dengan air hujan.
Sementara di tempat yang tak jauh dari Awan tadi yaitu tepat nya di halte bus, nampak lah seorang pemuda dengan earphone yang menancap sempurna di kedua telinga nya tengah tersenyum menatap gumpalan air yang jatuh dari atas dengan deras nya. Dia Bumi sosok laki laki yang di tugaskan untuk membeli bahan makanan di minimarket terdekat.
Bumi masih saja tersenyum kala teringat ucapan dari kedua orangtuanya tentang hujan.
"*Bumi tau nggak? kalau hujan itu berarti ada yang nangis" ucap sang Ibu yang tengah memangku anak nya sambil menatap hujan di luar jendela.
"oh ya? siapa yang nangis? sini biar main sama Bumi aja" jawab Bumi kecil membuat sang Ibu tersenyum ke arah nya.
"tapi hujan itu menyenangkan loh!" sahut sang Ayah tiba tiba.
"hujan menyenangkan? Dimana mana hujan itu bikin sakit, Pa"
"ada loh yang menyenangkan, karena hujan Papa bisa ketemu Mama kamu yang super chilinds" ucap sang Ayah sambil menaik turunkan alis nya ke arah wanita yang tengah memangku Bumi membuat wanita itu tersipu malu.
sementara Bumi yang tak tau apa apa hanya bisa tertawa saja*.
sekarang Bumi tau! semoga saja dia seperti Mama dan Papa nya yang di pertemukan oleh hujan dan semoga saja jodoh nya....
"Awan?" gumam Bumi kala pandangan mata nya tertujuh ke gadis yang tengah meringkuk di lebat nya hujan, cepat cepat Bumi langsung mengambil payung dan berlari menuju Awan sebelum gadis itu terkena demam.
Namun tiba tiba seorang laki laki datang sambil membawa payung dan berjongkok bermaksud mensejajarkan tinggi nya dengan Awan lalu entah mereka membicarakan apa tiba tiba saja Awan pingsan membuat laki laki itu menggendong ala brindalstyel tubuh lemas Awan.
Laki laki itu yang tak lain dan tak buka adalah Bintang! sang musuh sekaligus patner nya.
"Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia"
Tiba tiba saja lagu di earphone nya menyala, ini lagu yang persis sekali menggambarkan diri nya saat ini!
"sial!" desis Bumi kesal mencabut paksa earphone nya dari handphone nya, agar musik sia*an itu tak kembali terputar, sungguh membuat telinga nya serasa di bakar.
"emm, anu.."
"apa!" jawab Bumi datar dan dingin membuat tukang jualan siomay itu bergidik ngeri.
"i i itu pa payung saya" jawab terbata bata tukang siomay Itu membuat Bumi menepuk jidat nya pelan, bisa bisa nya dia seperti ini! dia tadi kan memang awal nya tak membawa payung mangkannya dirinya berteduh di halte bus.
"udah lah Mas nya jangan galau, nih ya kata anak anak tren jaman sekarang ...dia pantas mendapatkan yang lebih layak di banding kita yang hanya remahan reginang"
hening~
"a a anu Mas nya saya kehujanan ini btw"
BERSAMBUNG~
DIA LAGI GALAU KANG JAN DI GANGGU:V
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE DAN TAMBAHKAN FAVORIT DUNGS😢
SEE YOU NEXT CHAPTER😉
PAIPAI~
Kakek : XI IPA l
nenek : XI IPA l
ayah : XI IPA l
ibu. : XI IPA l
lah, si Bintangnya udah XI IPA 9 cooook.wkwkwk 😂😂😂😂😂😂
gwehj salpok ama jakunnya>//<
FEEDBACK KE 👉 PERFECT IN LOVE [s*y*]
Yuk Saling mendukung sesama Author
Terimakasih 🙏🙏🙏