NovelToon NovelToon
Adeline In Disguise

Adeline In Disguise

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:392.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Kedua orang tuanya meninggal berbarengan, tiga adik kecilnya terancam kelaparan, Adeline Dewi dipaksa untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih instan daripada sekedar 'pendamping bayaran'. Memang dasar semprul, ia nekat menjadi ART di rumah konglomerat memalsukan foto di ijazah dengan dokumen dari calon kandidat sebelumnya yang ia tipu.

Tujuan utama Adeline, mencuri dan balas dendam.
Sedikit-sedikit barang mewah yang tampaknya tak terpakai, ia ambil dan ia jual. Syukur-syukur dapat perhiasan.
Tapi aksinya ketahuan oleh pemilik rumah, Argan Atmorajasa. Salah Adeline sendiri, dengan seenaknya mencium laki-laki itu di depan teman-teman Argan. Sudah pasti pria itu langsung menandai Adeline.

Tapi, ada alasan kuat kenapa di usia 36 Argan masih melajang. Dan saat tahu alasannya, membuat Adeline ingin mundur saja rasanya.

Di lain pihak ia juga diganggu oleh Dewa, Si Kepala Bodyguard dengan pesona luar biasa. Ia menyimpan sejuta misteri, apakah termasuk rahasia Adeline juga?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalikan

“Hooooy adek adek soleh-solehah, gue balik niiiih. Mana penyambutannyaaaaaa,” gumam Adeline letih sambil masuk ke dalam rumah.

Admiral menjulurkan kepalanya sambil mengernyit, “Motor lo mana kak?”

“Gue tinggal di rumah boss.”

“Napa lo basah kuyup? Lo naik apa ke sini?”

“Tuh,” Adeline menunjuk halaman dengan dagunya.

Admiral mengernyit sambil membuka pintu masuk, dan dia langsung berteriak saat melihat ada mobil nangkring di halaman rumah mereka.

“Ajigile!!!! Lo nyolong di mana nih Kaaaakkk!! Wah kasus Nih! Lo udah jadi penadah mobil curian!! Parah banget sih lo!”

Pletakk!

Sepatu Adeline mental ke kepala Admiral.

“Itu mobil operasional! Segitunya buruknya gue di mata lo, hah?! Gue masih waras woy!” seru Adeline.

“Gue kagak percaya itu mobil operasional! Mana surat tugasnya?!” sahut Admiral.

“Sedih deh gue… dituduh nyolong mobil.” Desis Adeline muram. “Eh, tapi gue ngambil ini di atas lemari si Argan. Kira-kira kalo dijual berapa harganya?”

Wanita itu mengeluarkan kotak silver dengan tulisan Jacob & Co.

“Wow... jam penuh permata. Ini jam cowok?” tanya Admiral sambil mengamati isi kotak.

“Kayaknya gitu, gede banget ukurannya soalnya.”

“Mentereng amat modelnya.” Kernyit pemuda itu, “Kalo cowok normal sih males ya pakai yang beginian, ini mah biasanya yang pakai spek pengacara. Biar pamer dikit pencapaian kasus.”

Admiral men-scanning barcode di kotak jam.

Dua detik berikutnya ia pun terdiam.

Terlihat wajahnya memucat.

“Balikin.” Desisnya dengan suara pelan dan dalam ke Adeline sambil meletakkan jam itu dengan hati-hati ke kotaknya. “Hapus semua sidik jari kita, balikin ke tempatnya semula.” Suaranya terdengar gemetar.

“Hah? Kenapa? Memang ini jam tangan terkutuk?” Adeline mengambil kotak itu.

“BALIKIN KAKAK BEGOOOO!! Ini jam harganya 270 miliar! Lo mau didatengin polisi Hah?!”

“HAH?!” seru Adeline kaget. “270 miliar? Lo salah ngitung nol kali!!” seru Adeline sambil merebut ponsel Admiral dan menatap layarnya.

Iya, harga jam tangannya sekitar 18 juta dollar. USD. Bukan Rp lagi.

“GILAAAKKK!!” Jerit Adeline langsung panik.

“JANGAN JATOH!!”

“Gimana nih gimanaaaa?? Ih gue gemeteraaaannnn!!”

“Ya mana gue tauk! Lo nyolong kagak liat-liat barang! Jangan ekstrim dong Kak!!”

“Bentar lagi jatoh nih dengkul gue gak kuat berdiri!!”seru Adeline panik.

“Tarook Taroook ati-ati woooyy!!”

“Apa sih pada ribut banget, Gue nih habis Workhard, sekarang butuh istirahard.” Vlada berjalan menghampiri kedua kakaknya dengan wajah masih mengantuk.

“Tangkep Drak!!”

“Ha?”

Sebuah kotak terlempar ke arahnya. Vlada menangkapnya dengan sigap. “Apa’an nih?”

“TAROK DI MEJA SEKARANG!!” Seru Adeline dan Admiral berbarengan.

“Taruh di meja?”

“IYA! SE-KA-RAAAANNNGGG!!” jerit mereka

“Apa sih lebay banget tingkah lo pada? Habis makan obat nyamuk bakar lo berdua?” Vlada misuh-misuh sambil meletakkan kotak jam itu ke atas meja ruang tamu.

“Nih Liat!” Adeline mengangkat layar ponsel Admiral ke depan hidung mancung Vlada.

Vlada mengernyit. “Jam tangan mahal nih. Penuh berlian Oy, yang berani pake pasti bapak-bapak Medan.”

“Buka tuh kotak isinya apa’an, Kak Elin lagi kumat sintingnya! Kakak sekarang juga ngibrit balik ke kantor lo balikin nih Jam! Awas kalo masih lo simpen! Kita bertiga langsung kabur!” sahut Admiral sambil menunjuk Adeline.

“Hadoooh hari ini banyak kejadian Min, besok aja lah gue balik lagi ke sanaaaa...” keluh Adeline.

“Bisa jadi di sana ada GPS-nya? Itu jam tangan harganya nggak ngotak! Lo mau jual lagi juga nggak bisa, langsung masuk bui lu! Pasti dia bakalan ngedata siapa aja pemilik aslinya!” sahut Admiral.

“Widih! Sekalinya nyolong harganya ratusan em... “ kekeh Vlada sambil melihat ke isi kotak. “Ini sih gue preteli bakalan kelacak juga, setiap permatanya ada sertifikatnya soalnya.”

“Nggak bisa lo nyuri yang ratusan juta aja hah?”

“Iyaaa iyaaa, gue balikiiin.” Gumam Adeline menyerah. Ya salahnya juga sih. “Tega lo semua, Ih padahal gue kan udah berusaha yang terbaik buat-“

“Palingan lo di sana sibuk tebar pesona doang!!” seru Admiral dan Vlada berbarengan.

Kok tahu sih... benar-benar adik yang mengerti kakaknya yaaa.

**

“Lin, malam ini lo bisa ke club nggak? Ini si Ryan mau ngebooking lo lagi.” Sebuah pesan singkat dari Mamih Donita.

“Ceile Mam, sekali-kali kek lo WA gue bilang ‘kangen’. Kalo nggak cuan nggak butuh gue lu.” Umpat Adeline sambil mengetik. Ia saat ini sedang berjalan kaki dari basement menuju kamar Argan. Tentu saja untuk mengembalikan jam tangan mehong milik si Argan.

“Kan lu yang bilang sendiri kalo weekend lo bisa usahakan.” Balas Mamih.

“Ya itukan gue bilang baru kemarin Mih! Jeda sampe minggu depan dong! Kemarin gue udah servis si Ryan!”

“Jangan marah sama gue dong Lin. Kan memang tidak adil hidup ini. Senin ke Minggu 6 hari, minggu ke Senin 1 hari.”

“Jadi pingin nabok tiang listrik nih gue. Bilang dia, Senin dateng lagi ke club.”

Dan Adeline pun memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.

Di kejauhan dia melihat Bu Siti sedang berjalan gontai. Ini sudah jam 20, kenapa Bu Siti masih ada di rumah? Seharusnya dia sudah pulang.

“Bu Sitiiii!” seru Adeline bersemangat sambil menghampiri.

Bu Siti menengok sekilas, lalu langsung buang muka.

“Lemes amat sih Bu? Ayo semang-“

“Hush!” Bu Siti meletakkan tangannya ke wajah Adeline. “Saya sudah tidak punya energi. Jadi kalau kamu sekarang bilang Buto Ijo warnanya Coklat, iya kamu benar.”

“Skala 1 sampai 10, seberapa capek Bu Siti?” tanya Adeline.

“Ibaratnya gini. Kamu pingin tarik tunai, tapi yang bisa kamu tarik cuma nafas.”

“Hm.” Adeline berkacak pinggang sambil memperhatikan Bu Siti. “Jika harinya Bu Siti berat, Tidak apa-apa, Bu. Itu kan harimu Bu bukan Hariku.”

Bu Siti mendengus. “Saya yang bodoh sudah terlalu percaya sama kamu. Memang benar harusnya percaya sama Rukun Iman saja.”

“Namanya juga hidup bu, kalau nggak beginilah ya begitulah.” Kata Adeline. “Kita kenapa jadi baperan sih? Ada apa sih bu?”

“Itu kenapa dua pangeran pulang-pulang babak belur, Hah?” desis Bu Siti sambil memandang sinis ke arah Adeline. “Sejak kamu di sini adaaaa aja yang nggak beres. Kayaknya kamu  nih biang keladinya ya?! Saya ini serasa sedang dibantai habis-habisan sama rasa lelah! Belum beres satu udah nongol masalah yang lain!”

“Oh itu. Hihihi. Itu sih kecelakaan buuu,”

“Kecelakaan gimana? Sampai ada polisi ke sini loh tadi!”

“Tapi pacarku pasti sudah membereskan semuanya kan yaaa?”

“Siapa pacarmu?!”

“Dewaaa dooong! Ih tadi kita peluk-pelukan loooh!”

“Semprooolll! Kalo mimpi yo turu desek!” Bu Siti menoyor dahi Adeline. “Cantik-cantik gemblung! Tobat akuu tobaaaattt!” seru Bu Siti sambil melanjutkan perjalanannya ke pintu keluar. Dia mau pulang terus langsung tidur.

1
Daanii Irsyad Aufa
selalu keren sih karya ka septira.. banyak konspirasi dan intrik d setiap novelnya. yg jelas no female menyek menyek. semuanya wanita tangguh walo semengeringakan apa hidup nya
Daanii Irsyad Aufa
Rin calonmu ko loh, JK esema tapi 🤣🤣
Daanii Irsyad Aufa
betul bgt dek vlada. anyway MBK Ellin AQ minta 1porsi sedekah yah
Daanii Irsyad Aufa
duh si Ellin lama2 ko kaya black widow sih
Daanii Irsyad Aufa
🤣🤣🤣🤣 berlian mata Najwa tajem dong 🤭😄
Katherina Ajawaila
lucu nih kayanya ceritanya, seru aja
sukensri hardiati
waaduuuh...ini sih belum tamat
Bundanya Pandu Pharamadina
Adeline
ponii
👍👍
ponii
oke lurrrr
gasss🔥🔥🔥🔥👌
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
percayalah, kamu bukan terlahir utk menjadi kriminil Del, makanya semesta tak merestui niat jelekmu
Hesti Ariani
yg menjadi bacaan wajib kalau ke NT, banyak penulis bagus, tapi karya mbak Septira ini one of a kind, beda. bagiku ini adalah mood bosster
Kustri
admil sdh bisa jd wali koq, syarat" sdh memenuhi
Kustri
gmn crits'a, gara" brangkas kebuka koq malah jd urusan selakangan🤫😁
Kustri
hati" ada CCTV
Kustri
adel pinter ngopeni adik"e, ra ene sg iri"an
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
cemburu buta gak cari siapa yg slah main trabas bunuh sana sini gendeng lu
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
langsung main kepemilikan ya pak, kagak udah basa basi 🤭
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
panas mas 🤭🤣
☠𝒜𝐿𝓊𝓃🪡
adel malu ihh, ditolak loh 🤭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!