Alisya Putri Hendriwan adalah seorang gadis yg ceria dan hangat. Tapi semuanya berubah setelah tragedi itu terjadi. Dia berubah menjadi gadis tomboy, dingin , dan selalu cuek dengan keadaan sekitar.
Elavano Kaisar Bramarta adalah seorang pria arogan, angkuh, dan sombong. Dia pria playboy yg selalu memainkan wanita. Hingga suatu hari Dia dipertemukan dengan seorang gadis misterius yg sama sekali tidak tertarik dengan pesona ketampanan nya.
Akan kah gadis misterius itu bisa membuka hati untuk nya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Pagi ini Alisya bangun dengan badan yg terasa remuk.. Suaminya benar benar menghabisinya malam tadi. Saat Alisya mau bangun tiba tiba terasa sakit dan perih di **** ***** nya. Alisya mencoba duduk sambil terus meringis menahan sakit dan perih. Setelah bisa duduk Alisya menatap wajah suaminya yg masih terlelap. Alisya menyentuh pipi suaminya mencoba membangunkan nya.
"Sayang.. bangun sudah subuh" Suara lembut Alisya berhasil membuat Vano membuka matanya.
"Sayang... masih pagi tidur lagi aja" Vano memeluk Alisya.
"Sudah subuh sayang. Solat subuh dulu " ajak Alisya lembut.
"hmmm. ya udah ayo kita mandi bersama" Vano bangun dan duduk.
"gak ahhh. malu mandi sendiri sendiri aja" Ucap Alisya dengan muka yg sudah memerah
"Kenapa harus malu sayang.. Aku udah tau semua lekuk tubuh mu" Vano menggoda Alisya
"Sayang...." Alisya memukul lengan Vano kesal
"Hahaha. Ayo aku gendong pasti masih sakit kan" Ucap Vano yg langsung menggendong istrinya.
Alisya hanya pasrah karna menolak pun percuma. Akhirnya mandi yg biasanya cuma 3o menit berubah menjadi 1jam karna Vano kembali menyerang istrinya itu.
Setelah selesai solat subuh dan bersiap Alisya dan Elvano pun keluar berniat untuk pulang hari ini. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.
"Sayang kita mau pulang ke rumah mu?" tanya Alisya
"iya sayang... kita pulang ke rumahku"jawab Vano
"Kak Satya juga ada disana berarti" Alisya penasaran.
"gak sayang... Bang Sat udah pindah ke apartemen nya" jawab Vano mengelus kepala Alisya
"lho ko pindah? Apa ini gara gara aku?" tanya Alisya bingung.
"Bukan nya gitu sayang... Bang Sat memang sudah tinggal di apartemen. Dia gak suka tinggal di rumah."jelas Vano
"Ohh. gitu.. sayang apa Papi mu akan kembali ke Indonesia?" tanya Alisya
"Iya.. Tapi nunggu kerjaan Papi gk terlalu banyak" jawab Vano
Alisya mengangguk mengerti. Sesampainya mereka di rumah Elvano. Alisya langsung turun dan masuk. Para pengawal dan pelayan mengangguk hormat. Elvano segera mengajak Alisya naik ke lantai atas menuju kamar nya.
"Ini kamar kamu Sayang?" Tanya Alisya saat membuka pintu kamar yg di tunjukan Vano.
"iya. ayo masuk" Vano merangkul pinggang Alisya dan berjalan masuk.
"Kamar kamu nyaman sekali " Alisya langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Elvano tersenyum dan berjalan menghampiri istrinya.. Dia pun ikut merebahkan diri di samping Alisya .
"Kamu pasti lelah sayang... istirahat lah dulu" Vano memeluk tubuh Alisya.. Karna terlalu lelah akhirnya keduanya pun tertidur sambil berpelukan.
..............
Di tempat lain seorang pria paruh baya sedang melamun di balkon kamarnya.
"Maafkan aku.. Aku menyesal telah melakukan itu semua.. Semoga aku bisa menemukan kalian" ucap nya pada diri sendiri..
Tok tok tok
Pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang.
"Masuk" perintah pria itu
"Maaf Tuan anda ada miting dengan perusahaan x sekarang" kata seorang laki laki yg lebih muda darinya.
"Baik.. uruslah semuanya" jawab Pria itu
"Baik Tuan" Pria muda itu pun mengangguk hormat dan berlalu pergi meninggalkan pria paruh baya yg sedang melamun..
"Semoga suatu hari nanti aku akan menemukan kalian dan meminta maaf. Tunggulah waktu itu pasti akan tiba" Pria itu langsung pergi keluar kamarnya untuk pergi miting.
................
Satya sedang sibuk dengan berkas berkas di meja kerjanya. Saat Satya masih sibuk tiba tiba pintu di ketuk dari luar.
Tok tok tok
"Masuk" Satya menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
Masuklah Reno sebagai asisten Satya. Ya Reno semenjak lulus kuliah langsung di jadikan asisten pribadi oleh Satya. Kevin pun menjadi asisten pribadi Vano.
"Tuan hari ini ada miting dengan perusahaan Latif property. Katanya hari ini akan datang putri pewaris dari keluarga Latif dan kabarnya akan menetap untuk mengurus perusahaan cabang disini" kata Reno menjelaskan
"Kamu pergi saja sama Kevin saya sibuk" Ucap Satya datar dan tegas
"Baik Tuan" Reno sudah tak bisa menolak lagi jika Satya sudah tegas seperti itu.
Reno pun keluar dan menuju ruangan Kevin.. Reno langsung masuk setelah di perbolehkan masuk oleh Kevin.
"Vin kita ada miting dengan perusahaan Latif property " ajak Reno yg langsung duduk di sofa ruangan miting
"kenapa harus kita. Saya lagi sibuk. kamu tau kan Tuan Vano gak masuk kerja" Kevin tetap fokus pada laptop nya.
"Tapi Tuan Satya menyuruh kita yg pergi mewakilkan. Dan itu perintah bukan penawaran " Ucap Reno tegas
Kevin menghela nafas kasar.
"Baiklah.. Kita pergi jam berapa?" tanya Kevin pasrah
"pas waktu makan siang. Kita harus datang lebih awal.. soalnya yg datang putrinya dari luar negeri" ucap Reno dan beranjak dari duduk nya lalu pergi dari ruangan Kevin.
dri awal sampai 10 ini msih bicin isix
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
lalu tanggapan mereka juga di skip?