NovelToon NovelToon
Dosen Kelas Malam

Dosen Kelas Malam

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:67.9k
Nilai: 5
Nama Author: Faustina Maretta

Perjodohan antara Arjuna dan Bella berjalan lancar di mata kedua orang tua mereka.
Namun, kenyataannya Arjuna yang berprofesi sebagai dosen di universitas tempat Bella menempuh pendidikan sudah memiliki seorang kekasih sebelum dirinya menikah dengan Bella.
Bella gadis yang baru beranjak dewasa yang awalnya sangat membenci Arjuna kini sangst terobsesi kepada lelaki itu, gadis itu mengejar cinta suaminya dan membuktikan bahwa hanya dia satu-satunya wanita di hidup Arjuna.
Namun, Bella harus menelan kenyataan pahit saat melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya sedang berpelukan dengan erat!

Apakah Bella akan tetap bersikeras memperjuangkan rumah tangganya? Atau gadis itu menyerah dengan kenyataan bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi dari rumah

"Tapi ..."

"Eh, kamu tidak perlu menjawabnya. Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku saja,"

Mereka berdua duduk di ruang tamu, tiba-tiba suasana menjadi hening. Mereka berdua menjadi salah tingkah. Apalagi dengan Bella yang kini mengetahui bahwa orang yang dia suka ternyata juga menyukai gadis itu. Tentu saja Bella senang mengetahui hal itu. Namun, mini keadaan menjadi sangat rumit karena status Bella yang sudah menikah.

"Mas Yudha mau minum apa?" tanya Bella yang teringat tamunya belum disuguhkan minuman atau makanan.

Yudha langsung menggoyangkan kedua tangannya. "Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkanmu," sahut Yudha yang mengerti kondisi Bella yang sedang tidak leluasa bergerak.

"Atau mau aku belikan minuman? Biar pesan online," ucap Bella, gadisi itu tetap tidak enak kepada Yudha.

"Tidak perlu, sebentar lagi aku juga ada kelas," sahut Yudha, lelaki yang memakai kemeja bermotif kotak-kotak itu melirik jam tangannya.

Mereka hanya mengobrol sebentar lalu Yudha berpamitan dengan Bella. Gadis itu mengantar kakak tingkatnya sampai di depan pintu lalu melihat Yudha yang mengendarai motor besarnya pergi sampai tidak terlihat lagi di mata Bella. Gadis itu kini sendiri di rumahnya, dia mendengus kesal karena kondisinya sekarang dia tidak bisa pergi ke kampus dan bertemu dengan temannya.

Bella membuka laptopnya, dia tetap ingin produktif walaupun hanya di rumah saja. Gadis itu membaca sebuah artikel tentang ekonomi yang menjadi pembicaranya adalah ayah mertuanya. Bella memang sudah suka membaca sejak dia kecil, membaca novel adalah salah satu hobinya yang sampai sekarang dia tetap lakukan.

"Papa Didik keren sekali! Pantas saja Mas Arjuna juga pintar," puji Bella, gadis itu melanjutkan kegiatan membacanya sampai selesai.

***

Arjuna masuk ke dalam ruangan 303, hari ini lelaki itu padat dengan jadwal mengajarnya apalagi di tambah dengan bimbingan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menulis skripsi. Banyak juga mahasiswa yang menganggumu Arjuna karena ketampanan lelaki itu. Tidak heran jika banyak mahasiswa yang mendaftar menjadi anak bimbingnya.

"Oke, jangan lupa untuk mengumpulkan tugas minggu depan! Komting tolong tutup kelas dan kembalikan remot AC ke ruang tata usaha. Terima kasih semuanya, selamat siang!" ucap Arjuna menutup kelasnya.

Lelaki itu berjalan di lorong untuk menuju ruangannya, di lorong itu dia melihat kedua sahabat Bella, Anggi dan Gita. Dari ujung arah yang berbeda, Arjuna melihat ketua BEM fakultas ekonomi yang bernama Yudha menghampiri kedua gadis itu. Arjuna sengaja berjalan pelan saat mereka menyebutkan nama istrinya.

"Wah! Jadi apa kata Bella?" tanya Gita penasaran setelah Yudha menceritakan bahwa dia sudah mengakui perasaannya kepada Bella.

"Aku tidak ingin buru-buru, tapi terima kasih atas saran kalian. Aku traktir deh sebagai bentuk rasa terima kasihku," ajak Yudha sembari tersenyum lebar.

"Aku yakin Bella juga menyukaimu, Mas Yudha!" sahut Anggi dengan tertawa.

Mereka bertiga langsung menuju kantin, mereka juga menyapa Arjuna yang berada tidak jauh dari mereka duduk tadi. Arjuna menganggukkan kepalanya saat ketiga mahasiwa itu menyapanya.

"Jadi, Bella menyukai Yudha?" guman Arjuna.

Lelaki itu melanjutkan langkahnya menuju ruangan pribadinya di kantor para dosen ekonomi. Dia melirik jam tangannya yang tiba-tiba sudah menunjukkan pukul satu siang. Dia melihat jadwal yang dia tempelkan di meja kerjanya.

"Oke saatnya bimbingan skripsi," guman Arjuna. Lelaki itu meraih ponselnya dan menelepon anak bimbingnya untuk memberitahu jika dia sudah siap memberikan bimbingan.

Tidak lama kemudian, seorang mahasiswa yang bernama Anita permisi untuk masuk ke dalam ruangannya. Gadis itu menyerahkan lembaran kertas kepada Arjuna dan lelaki itu mulai membacanya.

"Kamu pakai jurnal yang mana untuk pedoman skripsi kamu ini?" tanya Arjuna setelah membaca sekilas.

"Ini Pak Arjuna," Anita menyerahkan jurnal dalam bentuk bahasa Inggris.

Arjuna membaca jurnal itu dengan teliti. "Menarik! Lebih menarik lagi jika memaki metode penelitian kuantitatif ya, nanti kamu cari laporan keuangan lima tahun ke belakang semua perusahan di Indonesia," ucap Arjuna.

Anita hanya melongo saat sang dosen menyuruhnya untuk mencari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Gadis itu hanya mengangguk mengiyakan perintah dosen pembimbingnya. Dia keluar dari ruangan Arjuna dengan kaki yang lemas dan wajah yang pucat. Membuat takut anak bimbing yang lain yang sedang mengantri untuk bimbingan skripsi.

Arjuna menyelesaikan bimbingan skripsi pada pukul tiga sore. Perut lelaki itu tiba-tiba sangat melilit karena teringat siang tadi dia belum makan siang. Lelaki itu beranjak berdiri dan hendak melangkahkan kakinya, tapi dia merintih kesakitan saat seseorang datang ke ruangannya. Orang itu langsung menghampiri Arjuna yang sedang merintih kesakitan.

"Arjuna! Kau baik-baik saja?" tanya Ganesh yang datang untuk mengajak Arjuna pulang bersama karena akan canggung rasanya jika wanita itu berada di rumah berdua saja dengan Bella.

Lelaki itu terkejut melihat Ganesh yang tiba-tiba saja berada di hadapannya. Dia mengangguk lalu duduk kembali di kursinya. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Arjuna penasaran.

"Aku ingin pulang bersamamu," sahut Ganesh.

Arjuna tersenyum menatap wanita itu. Dia mengajak Ganesh untuk pergi ke kantin fakultas karena lelaki itu sudah sangat kelaparan. Mereka berdua berjalan bersama, banyak mahasiswa yang terkejut karena ini pertama kalinya melihat Arjuna yang berjalan bersama dengan wanita cantik, bahkan mereka tidak segan-segan langsung berbisik di hadapan mereka.

"Lihat! Itu Pak Arjuna bukan? Dia bersama seorang wanita?! Apakah dia kekasih Pak Arjuna?" ucap Gita kepada temannya saat melihat lelaki itu berjalan ke arah kantin.

Semua mata langsung tertuju pada Pak Arjuna yang kebetulan duduk di seberang Gita dan yang lainnya duduk. Ini pertama kalinya mereka melihat Pak Arjuna yang tertawa lepas bersama dengan wanita itu. Gita tidak tinggal diam, diam-diam dia merekam dosennya yang bersama dengan seorang wanita dan gadis itu mengirim video itu kepada Bella yang sayang sekali tidak bisa melihat pemandangan langka itu.

***

Bella sedang menonton televisi di ruang keluarga saat ponselnya mengeluarkan bunyi singkat. Gadis itu mengambil ponselnya yang ada di sampingnya. Dia membuka pesan singkat yang berasal dari sahabatnya itu.

"Video?" tanya Bella pada dirinya sendiri. Gadis itu mengunduh video yang Gita kirim kepadanya.

Dia berhasil mengundurkan video yang berdurasi satu menit itu. Bella memutar video itu dan melihat suaminya yang tertawa lepas bersama dengan mantan kekasihnya. Melihat itu dada Bella terasa sakit dan sedikit sesak.

"Apa dia tidak peduli denganku?" lirih Bella yang merasa Arjuna sangat tidak menghargainya.

Gadis itu tidak sanggup untuk menyelesaikan video itu. Dengan sedikit kesusahan, dia bangkit berdiri lalu pergi masuk ke dalam kamar. Dia memasukkan beberapa baju ke dalam kopernya dengan menangis. Setelah mengepak barangnya, dia pergi berjalan kaki menuju rumah mertuanya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Bella mengetuk pintu kayu yang terukir cantik. Seorang wanita paruh baya membuka pintu dan terkejut melihat Bella yang menangis.

"Mama ..." rintih Bella dengan bercucuran air mata.

1
@Al**
Bagus ceritanya /Good/
Eni Riswanti Veronika
bagus
Elen Gunarti
g salh jg sih ganesh nmya jg udh pcran lama tp slh juga dianya 🤭🤭tp keren certnya👌
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih sudah mampir🥰
total 1 replies
Sabilla Maulidia
suka Thor sama ending ceritanya walaupun sempet enneg sama karakter ganesh🤭👍
Sabilla Maulidia: ditunggu karya nya lagi😁
total 2 replies
Verawaty
baru ketemu masa iya kecelakaan Thor.. tragis amat
Verawaty
Thor.... next
IG: faustinretta: siap kak 😍
total 1 replies
Verawaty
udah bener bel, tinggalin aja si junjun
Messi Lailla
ceritanya bagus, ya walaupun ada typonya tapi menurutku ceritanya sangat menarik
Verawaty
iya mending sama Yudha
Afrion Siallagan
bagus bella jangan mau kalah
Afrion Siallagan
junaaa junaaaa
Afrion Siallagan
kenapa sih ini bella
Afrion Siallagan
aduuuhhh arjuna
Afrion Siallagan
seruu bgt kak
Afrion Siallagan
kerennnn bgt kak... suka
Herman Lim
bagus Bella hajar aja cew ga tau diri kyk gitu
IG: faustinretta: halo kak, terima kasih karena telah setia membaca karya saya🥰
total 1 replies
Herman Lim
apa Juna sama mantan nya juga
Herman Lim
kamu egois juna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!