Vic Alexander seorang pria arogan dan dikenal kejam tidak memiliki perasaan. suka menyiksa, membunuh, itulah hobinya sebagai seorang psikopat. Akan tetapi ia hanya akan tersenyum dan luluh terhadap orang yang dia cintai. Yakni, seorang gadis yang memiliki wajah cantik natural dan manis, Krystal Olivia.
Karena suatu kejadian Vic Alexander tega menjadikan kekasihnya itu sebagai pemuas ranjang. Krystal yang tak berdaya ditahan oleh pria itu sehingga harus menuruti keinginannya dan melayani nafsunya setiap malam.
Apa penyebabnya mengubah Vic Alexander menjadi benci pada sang gadis tersebut?
apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau bermusuhan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Membayar Hutang
"Apa maksudnya?" tanya Krystal.
"Setelah kamu keluar aku akan memberi tahu kamu," jawab Vic.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu keluar dari rumah? Apakah kamu menyesal karena telah menawarkan diri?" tanya Vic yang duduk di kursi.
"Bukan, Aku hanya...hanya bertengkar dengan bibi dan Maggie. Tidak bermaksud untuk kabur," jawab Krystal.
"Kekerasan fisik?" tanya Vic dengan singkat.
"Tidak ada, Aku terluka karena terjatuh," jawab Krystal dengan alasan.
"Punggungmu mengalami luka memar, Apakah karena terbentur sesuatu?"
"Iya," jawab Krystal.
"Di mana?"
"Di...di cafe temanku," jawabnya dengan alasan.
"Kenapa bisa terjatuh?"
"Saat berjalan aku tidak hati-hati dan tersandung kaki meja, Makanya aku terjatuh."
"Posisimu saat terjatuh?"
"Posisiku?" tanya Krystal yang heran dengan pertanyaan aneh dari pria itu.
"Saat kamu terjatuh, Posisi tubuhmu seperti apa?" tanya Vic.
"Telungkup, iya, sepertinya begitu," jawab Krystal.
Vic bangkit dan menghampiri gadis itu yang sedang berbaring di ranjang. Ia menatap mata Krystal dengan jarak yang sangat dekat.
"A-ada apa?" tanya Krystal yang gugup dengan tatapan pria itu.
"Bagaimana ceritanya saat tersandung kaki meja, Punggungmu bisa terluka, sedangkan posisimu adalah telungkup?" tanya Vic dengan jarak yang dekat sehingga membuat gadis itu canggung.
"Ah...itu...sebenarnya aku sudah lupa," jawab Krystal sambil menahan nafas.
Vic mendekatkan wajahnya dengan gadis itu. Perbuatannya membuat Krystal semakin sesak nafas karena merasa canggung.
"Kenapa kamu tidak bernafas, apakah kamu ingin cepat mati?" tanya Vic.
"To-tolong jauhkan dirimu, aku sesak. Kamu menimpa dadaku," jawab Krystal.
Vic kemudian memandang ke bagian dada gadis itu, ia merasakan dua tonjolan padat dan kenyal menempel bidang dadanya.
Sesaat kemudian pria itu bangkit dan kembali duduk ke kursinya.
Krystal langsung menarik nafas panjang dan bangkit dan duduk menyandarkan diri.
"Dua wanita itu melakukan kekerasan fisik, bukan? Untuk apa kamu menutupinya?"
"Aku hanya tidak ingin semua orang mengetahui hal ini."
"Mulai hari ini tidak perlu tinggal di rumahnya lagi, aku ada tempat untukmu."
"Kenapa aku harus tinggal di tempatmu?" tanya Krystal dengan heran.
"Karena kamu harus melunasi hutangku, Jadi, dengarkan perintahku saja!" jawab Vic.
"Selain itu, apa lagi yang harus aku lakukan?"
"Sudah kukatakan tadi, Gunakan dirimu untuk melunasi hutangmu," jawab Vic.
"Gunakan diriku? Bagaimana caranya?" tanya Krystal yang tidak mengerti sama sekali.
"Apakah kamu adalah seorang yang bodoh?"
"Kenapa bertanya seperti itu, Aku hanya tidak mengerti maksudmu. Tuan bilang mengunakan diriku dan apa saja yang harus lakukan untukmu?"
"Bekerja di perusahaanku dan aku ingin kamu menjadi teman wanitaku," jawab Vic yang membuat gadis itu semakin terkejut.
"Te-teman wanitamu? Kenapa begini?"
"Ini adalah cara terbaik untukmu melunasi hutangmu, atau kalau kamu memiliki uang dan bisa segera langsung lunaskan. Maka aku tidak akan memintamu menjadi teman wanitaku," jawab Vic.
"Apakah tidak ada cara lain, misalnya sebagai karyawan saja di perusahaanmu, kenapa harus menjadi teman wanita?" tanya Krystal.
"Kenapa, kamu menolak?"
"Iya," jawab Krystal.
"Kamu tidak rugi menjadi teman wanitaku, hidupmu akan bercukupan, tidak perlu takut tidak ada tempat tinggal, pakaian, makan serta pengobatan nenekmu."
"Bukankah aku seperti simpananmu? Kalau ada yang tahu bagaimana aku bisa berhadapan dengan orang lain," jawab Krystal.
"Aku belum nikah, kamu juga belum. Mana bisa dianggap simpanan," kata Vic.
"Berapa lama aku harus menjadi teman wanitamu?"
"Kita bisa coba berkencan selama satu bulan, kalau kamu lolos dari ujian, kita akan menikah," jawab Krystal.
"Me-menikah?" tanya Krystal yang hampir tidak percaya.
"Iya, kenapa, kamu tidak setuju?"
"Aku hanya tidak menyangka bisa bertemu dengan pria aneh," gumam Krystal.
"Aku bisa mendengarnya," ujar Krystal.
"Apakah kamu mencari istri dengan mengunakan cara seperti ini? Aku adalah wanita ke berapa yang pernah menjadi teman wanitamu?"
"Kenapa kamu harus mengetahuinya, Kamu hanya perlu tahu aturan setelah menjadi teman wanitaku," jawab Vic.
"Aturan apa lagi?"
"Pertama, kamu harus dengar perintahku dan selalu patuh. Kedua, ke mana saja kamu pergi harus melapor padaku termasuk dengan siapa saja kamu berjumpa. Ketiga, setiap menerima panggilanku kamu harus langsung menjawab tidak boleh membiarkan aku menunggu lewat dari satu menit. Keempat, tidak boleh bersama pria lain di belakangku walau dia adalah temanmu. Kelima, berangkat atau pulang kerja hanya bersamaku. Ingat lima aturan itu!"
"Berkencan seperti apa itu, sehingga harus patuh pada lima aturan aneh, kenapa hanya kamu saja yang menentukan bukan aku?"
"Karena kamu berhutang padaku," jawab Vic.
"Bukankah kamu mengatakan aku tidak rugi? Tapi, kenapa aku malah merasa aku dirugikan?"
"Rugi dari sisi mana." tanya Vic.
"Dari kamu yang membuat aturan itu, Aku malah merasa kamu sedang mengawasiku. Lima aturan itu sama saja sedang mengatur hidupku. Itu namanya bukan berkencan lagi. Apa lagi sampai harus menikah dengan pria yang sudah mengatur hidup orang lain. Apa bedanya hidup di neraka bersama seorang malaikat maut," ujar Krystal dengan ceplas ceplos.
Vic terdiam dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Krystal.
"Kamu adalah orang pertama yang berani bicara seperti itudi hadapanku," kata Vic.
"Aku hanya berkata yang sebenarnya, menjadi teman wanitamu seperti menjadi budak suruhanmu saja. Apa lagi kalau menikah denganmu. Mungkin saja aku akan ke alam lain," jawab Krystal.
"Aku tidak perduli apa pandanganmu, kamu hanya perlu ingat dengan apa yang aku katakan," kata Vic dengan nada tegas.
"Jadi, kalau aku tidak patuh dan melanggar peraturan, Apa yang akan terjadi?"
"Hutangmu akan digandakan sehingga kamu harus membayarnya dengan dua kali lipat," jawab Vic yang bangkit dari tempat duduk. Ia menghampiri gadis itu dan ingin menyentuh kepalanya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Krystal yang ingin menghindar akan tetapi ia ditahan oleh pria itu. Vic menahan bagian belakang kepala Krystal.
"Sudah kukatakan harus patuh denganku," ucap Vic yang mengecup dahi gadis itu. Krystal semakin dikejutkan dengan tindakan pria itu.
"Keenam, jangan menghindar di saat aku menciummu, ingat itu!" bisik Vic di telinga Krystal.
"Jangan ada ketujuh lagi!" ucap Krystal yang menarik selimut menutup tubuhnya rapat-rapat.
"Aku yang membuat aturannya," kata Vic yang kemudian beranjak dari sana.
"Sama saja hidupku sudah diatur olehnya," gerutu Krystal.
"Bagaimana dengan nasibku seterusnya, kami berkencan karena hutang. Bukan karena saling suka. apakah dia adalah pria yang tidak berperasaan? sehingga bisa saja coba untuk berkencan," gumam Krystal.
Vic yang berdiri di luar kamar sedang menghubungi seseorang.
"Hallo, Tuan," suara seorang pria di tempat lain.
"Bersihkan aparteman yang baru kubeli dua bulan lalu!" perintah Vic.
akhirnya beres juga baca nya sampe bgadaaang....maaf tdk d smua bab saya comment krna suka pgn langsung baca ke bab brikutnya saking udh gk sabar buat baca bab brikut nya krna rame bgt ..nyeseel deh buat yg belum baca novel ini...ini keren abiiis..MAKASIH YA THOR UDAH BIKIN CERITA YG BAGUUUUUUUUS INI...TTP SMANGAT BUAT THOOOR KUUUUUUHHH...LOPE LOPE SEKEBOONNNN