Apa salahku, sehingga engkau menghianatiku,
Ya.... Nazula Lailal Musthofa, dan Tengku Ryan, Kesalahan yang sekecil dan di besar besarkan dari pihak keluarga Ryan
Zula bwrtahan dan selalu mengoreksi apa salahknya sehingga dia harus di madu
Ryan hendak menikahi sahabat kecilnya, yang mana dengan paksaan sudah mendapat ridho dan izin dari Zula
Ryan sudah merasa sangat bersalah dengan mepihat kondisi Zula yang cukup berubah drastis setelah 3 bulan hidup tanpa dirinya
dia pasrah akan apa yang terjadi dengan jalan hidupnya nanti
Akankan Ryan jadi menikah dengan Fatma, nantikan dan yuk baca novel saya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Luapan Aira
Seketika suami Putri terdiam tidak bisa menjawab apa ucapan Ryan barusan,
ya... dia langsung terdiam membisu di kala Ryan memberi pertamyaam pada Robi Suami Putri,
Ya nama suami putri adalah Robi, yang kerjanya hanya ngegame saja, munggu toko tanpa mau melayani, dan membantu usaha mertuanya
Usaha orang tua Ryan bangkrut juga gara gara gak ada yang megelola karena yang di pasrahi tidak tau diri
Zula sebenarnya sudah tau tentang hal itu,
Berawal dari situ tentu kebangkrutan mulai terjadi dengan bosannya pelanggan yang datang dan juga cueknya pedagang serta tidak terminit usaha yang di lakukan,
Awalnya Zula mengingatkan apa lagi dia pembisnis sukses dan mengajari, tapi sekali dua kali di ajari dan di ingatkn gak didengarkan ya buat apa? dan justru Robbi semakin memarah dan semakin seenaknya aja serta menyepelekan
zZula kira awalnya bosen dengan bisnis itu, sampai Zula ngaish pegangan dengan bisnis lainnya, tapi ternyata memang dasar Robbinya yang males
Dan Zula juga gak ada banyak waktu lagi untuk mengingatkan apa lagi dengan suaminya yang gak bisa ngatur wktu dan gak bisa ngatur jadwal serta berfikiran dobel jadi Zula memilih diam dan mengabaikannsaja, dan bagi dia aapa sih arti uang puluhan juta untuk ibu mertua dan saudaranya dari pada terus terusan kasih modal dan akhirnya bangkrut lagi dan lagi
JJadi pikiran Zula kala itu fokus dengan kerjaannya dan bisnisnya sendiri, dari pada mikir usaha yang gak menghasilkan itungnitung sedekah aja lah sama keluarga dari suaminya
Hingga akhirnya pertengkaran pun terjadi di kala Zula telatkirim uang sekali, ya karena setahu Ryan mereke juga usaha sendiri, dan punya uang sendiri karena Zula gak pernah cerita apa apa tentang ini ke Ryan
"" Elo enak jadi lelaki gak pernah tau gimana susahnya usaha bareng, hanya numpag hidup aja" ucap Ryan pada Robbi
Putri tentu mendengar ucapan Abangnya yang merendahkan suaminya dia tentu gak terima dong dengan suaminya yang di kira hanya numpang hidup saja sama kakaknya
" Jaga ucapanmu bang! " teriak Putri dengann nada gak terimanya
" Suamiqu bukan seperti istrimu penikmat hartamu saja" ucap Putri justru menyalahkan Zula yang jelas harta Zula jauh lebih berlimpah dibanding harta abangnya
" Elo yang harus jaga ucapanmu" jawab Ryan dengan berteriak
Ibu Ryan langsung bangkit yang awalnya duduk sambil menahan rasa sakit dan malu dalam dadanya
Tentu ibu Ryan mendapat PR terberat baginya untuk nanti selain menghaap pada msyarakat, besannya dan juga Zula sendiri yang gek pernah punya salah padanya
Apa lagi dia juga menyurug anak laki laki yang sudah beristri untuk nikah lagi jutru itu ajaran yang sangat salah karena menentunya juga gak berbuat salah
" Sudah, semua salah Emak... " teriak emak Ryan pada mereka yang sedang bertengkar di balik ponsel maing masing
" Emak yang salah," tambah emanya Ryan lagi
'Emak gak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, semua salah Emak, kalian bedua jamgan buat ayah kalian menangis di kuburan gara gara anaknya berdua bertengkar, " Ucap emaknya sambil menangis
Dan Aira yang mendengar juga gak terima kalau sampai nenek kesayangannya menangis hanya karena mamanyanyang juga pergi seenaknya
" Jelas yang salah mama, Kenapa Papa gak boleh bahagia sedangkan mama boleh pergi dengan laki laki lain," Ucap Aira menyaut sambil merebut ponsel Papanya
" Aira ..." teriak Ryan sembari mengambil dan memutuskan panggilannya dari panggilan Robbi tadi
" Kenapa Pa?, " Papa masih mau belain mama yang jelas jelas salah?" tanya Aira lagi dengan nada nyolot
" Kamu gak tau apa apa nak" jawab Ryan masih dengan nada halusnya
" Gak tau apa lagi Pa? Jelas Aira lihat dari awal apa yang terjadi, mulai saat papa jautuh sampai papa kembali ke sini" jawab Aira seolah gak terima Papanya membela mamanya
Lagian Aira yang sedari kecil di pesantren dan hidup jauh dair kedus orang tuanya tentu dia jarang ngerti dan bahkan gak pernah tau tentang kedekatan mamanya maupun papanya dekat dengan siapa saja,dan hubungan kedekatan mereka
Apa lagi sama si Ucup yang justru selama Zula dan Ryan menikahnatau mereka menjalin rumah tangga sendiri mereka sibuk dengan dunianya sendiri dan jarang bertemu hanya lewat sosial media maupun WA saja
Dan Aora hanya sekedar mengerti siapa itu Ucup saja dia merasa gak terima tentang ketidsk adilan antara mama dan juga papanya
" Kamu salah nak!" jawab Ryan lagi
Ryan ingin bercerita tentang masa lalu mamanya , cuman Zula pernah berpesan agar Hal itu jangann dulu di smaikan pada anak anaknya, biar itu menjadi pengalaman pahit dalam hidupnya
" Apa papa mau ikut nyalahin Aira juga?" ucap Aira menyolot
' Hanya mama yang benar dan gak pernah berbuat salah? mama yang bisa segalanya? Mama yangserba bisa? mama yang paling mengerti tentang hidup? mama yang paling menderita? mama yang maha benar iya? yang semua bisa ngurus sendiri tanpa bantuan siapapun, pondok sendiri perusahaan sendiri tanpa bantuan siapapun bisa? yang merasa tersakiti dan ter dzolimi sendiri? " cerocos Aira seolah tidak memberi peluang papanya untuk berbicara kepadanya
" Aira STOP" ucap Ryan keras
" Enggak.... Papa kenapa? Papa malah nyalahkan tante dan nenek, yang mana mereka jelas yang membantu Papa, papa sakit mereka yang merawat, nenek tante Putri dan Bunda Fatma, mana balas budi papampada mereka, kenapa Papa justru menyakiti dan menyalahkan mereka, Mereka berjasa besar Pa" Jawab Aira pada Papanya lagi
" Ryan menggelengken kepalanya pada Aira yang justru di luar dugaannya...
" Kamu salah besar" jawab Ryan membentak..
' Apa lagi? Masih Aira yang salah? " bentak Aira
" Sebenrnya Aira ini siapa? anak Siapa? " bentak Aira balik
Seketika Ryan melotot tajam pada Aira
" Pertanyaan macam apa itu Aira?" bentak Ryan makin tajam
" Jawab Pa, Aira anak siapa? ' tanya Aira lagi
' Anak Papa sama Mama, anak siapa lagi?" jawab Ryan apa adanya
kalau sampai pertanyaan itu terdengar oleg Zula apa gak makin sakit hati si Zula
' Dangan lontaran yang sangat kasar Aira bertanya dan meragukan nkeberadaan orang tuanya
" Terus mana peran mama sebagainorang tua? mana peran mama sebagi ibu? mana pa? .....?" ucap Aira lagi makin menggebu gebu
" Ada pean mama untuk Aira yang sedari kecil Aira sudah dibuang ke pesantren? pernah mama datang membewa masakan untuk Aira? pernah mama memberi masakan untuk Aira? Pernah mama datang di tangisan Aira? pernah mama hadir dalam kesedihan Aira? apa justru sebaliknya? hanya uang saja yang datang? uang yang mama papa pikir bisa membuat Aira bahagia, uang yang kalian pikir bisa mengobati kekecewaan hati Aira? anak mama sama papa hanya perusahaan" tambahnya makin menjadi
Sebenarnya itu terlalu berlebihan Airanya, Zula bisa menempatkan dirinya sebagai ibu dan juga wanita karir
Klau Zula gak sanggup, Zula pasti gak sampai ,mengiyakan untuk mengurus pondok pesantren
" Kedua anak Papa Mama semua di buang ke pesantren, bisa ngurus anak orang tapi tidak bisa ngurus anak sendiuri" ucap Aira lagi
padahala niat orang tua bukan seperti itu, orang tua ingin yang terbaik untuk anak anaknya,karena dia merasa kurang mampu, dan merasa masih banyak kurangnya ilmunya, makanya memilih untuk menitipkan anaknya ke pesantren lain, karena kebanyakan anak akan bangkang kalau belajar sama orang tuanya sendiri
sudah kangen berat sama mas ustard
semangat
di tunggu kelanjutannya. makasih
hu.... di tunggu sekian purnama bolak balik.
thor langsung SAH BiBi & Wawa