Bersama dengan anak-anak lainnya, dia dilatih dan dididik untuk menjadi pembunuh bayaran. Namun sebuah fakta mengubah semuanya dan malah membuatnya menyimpan dendam terhadap Asosiasi Bulan Darah.
"Kalian mengubahku menjadi pembunuh dan sekarang, aku-lah yang akan membunuh kalian semua!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 23R0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 13. Bayangan dalam gelap malam.
Dalam ruangan itu, Sun Xiang menemukan sebuah kristal hitam sebesar jempol kaki, kristal itu diselimuti oleh aura gelap dan memancarkan hawa mengerikan.
Selain kristal hitam misterius itu, Sun Xiang juga menemukan sejumlah kristal jiwa kualitas menengah, puluhan koin perak dan sebuah kitab jurus milik pemimpin Serigala Hitam.
Akan tetapi, yang paling menarik perhatian Sun Xiang adalah kristal hitam tersebut, bahkan hawa yang terpancar dari kristal itu membuat energi dalam dirinya bergejolak.
"Sepertinya aku menemukan sesuatu yang menarik" gumam Sun Xiang, kemudian menyimpan semua benda itu ke dalam cincin dimensi miliknya.
Setelah itu, Sun Xiang menelusuri ruangan lainnya yang ada di kediaman tersebut, namun sayangnya, ia tidak menemukan benda berharga lainnya selain uang.
"Saatnya meninggalkan tempat ini" gumamnya, lalu beranjak pergi meninggalkan kediaman Lang Jiao.
"Tolong!"
Langkah Sun Xiang terhenti ketika mendengar suara teriakan dari sisi lain markas Serigala Hitam. Iapun melesat kearah sumber suara itu untuk memeriksanya.
Suara teriakan itu berasal dari sebuah penjara di sisi lain markas Serigala Hitam, dan yang ditahan di dalamnya adalah para gadis yang akan dijual sebagai budak.
"Si-siapa kau?"
Salah seorang gadis memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan. Sementara yang lainnya namapk ketakutan saat melihat sosok hitam di depan pintu penjara.
Tempat penjara itu berada memang lebih gelap dibandingkan dengan tempat lainnya, sebab itulah mereka tidak bisa melihat wajah Sun Xiang dan sosoknya terlihat seperti bayangan hitam.
"Anggap saja aku orang baik yang ingin membantu kalian keluar dari sini" jawab Sun Xiang.
"Menjauh lah, aku akan menghancurkan pintu ini."
Mereka semua tidak mengatakan apapun dan langsung menjauh dari pintu, walaupun masih ada rasa takut dalam dirinya, namun mereka mencoba untuk percaya pada Sun Xiang.
Setelah mereka semua menjauh, Sun Xiang kemudian menebas pintu penjara itu dengan goloknya, dalam sekejap jeruji besi itu sudah terpotong menjadi beberapa bagian.
"Kalian sudah bebas, jadi kembalilah ke rumah kalian masing-masing."
"Ba-bagaimana dengan para bandit?"
"Aku sudah mengirim mereka semua ke tempat yang sangat jauh" jawab Sun Xiang, lalu melesat pergi meninggalkan mereka semua.
***
Waktu kian berlalu, kehancuran kelompok Serigala Hitam sudah mulai menyebar luas hingga ke kota Yunji, namun yang paling menarik perhatian adalah sosok dibalik kehancuran itu.
Sampai saat ini, tidak ada seorangpun yang mengetahui siapa sosok misterius itu, karena dalam kabar yang beredar, sosoknya digambarkan seperti bayangan dalam kegelapan malam.
Kabar inipun menuai pro dan kontra, sebagian orang percaya bahwa sosok itu adalah kultivator aliran putih yang sedang menyamar karena tidak ingin diketahui identitasnya.
Namun sebagian lainnya menganggap bahwa hal ini hanyalah omong kosong belaka, menurut mereka cerita itu sengaja dilebih-lebihkan agar membuat suasananya lebih tegang.
Meskipun begitu, mereka semua tetap merasa senang, karena satu dari dua kelompok bandit yang menguasai hutan belantara telah dilenyapkan oleh sosok misterius tersebut.
Istana raja kota.
"Bagaimana hasilnya?"
"Maafkan kami, yang mulia. Kami gagal melacak keberadaan sosok misterius itu."
"Hahh..." Sang penguasa kota menghela napas panjang, "sayang sekali, padahal aku sangat berharap kalian bisa menemukannya."
Kabar tentang hancurnya kelompok Serigala Hitam juga sudah terdengar oleh penguasa kota, ia tentunya merasa senang dan bahkan ingin merekrut orang itu menjadi bawahannya.
Namun sayangnya, pasukan yang ia kerahkan untuk mencari sosok misterius itu tidak berhasil menemukannya, bahkan mereka tidak menemukan jejaknya di tempat itu.
Sebagai seorang pembunuh bayaran, Sun Xiang tentunya diajari cara untuk menghapus jejak, karena kalau tidak, keberadaannya akan mudah diketahui oleh orang lain.
"Baiklah, kalian boleh pergi sekarang."
"Baik, yang mulia!" ujar mereka semua, lalu meninggalkan aula singgasana.
"Lalu, bagaimana dengan penyelidikan kalian?"
"Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda pergerakan dari kelompok Lembah Iblis."
Selain menyelidiki markas Serigala Hitam yang telah dihancurkan, penguasa kota juga mengirim sejumlah prajurit elit miliknya untuk mengawasi kelompok Lembah Iblis.
Meski merasa senang karena kelompok Serigala Hitam telah hancur, namun ia masih belum bisa tenang, karena disisi lain hutan belantara masih ada kelompok bandit lainnya.
Justru kelompok inilah yang paling harus diwaspadai, karena selain lebih besar dibandingkan Serigala Hitam, kelompok Lembah Iblis juga lebih kejam dan tidak berperasaan.
Kelompok Serigala Hitam menculik para gadis untuk dijual sebagai budak, sementara kelompok Lembah Iblis, menculik para gadis untuk dijadikan tumbal persembahan.
Sama seperti namanya, kelompok Lembah Iblis ini menganut kepercayaan yang benar-benar berbeda, sebab mereka semua menyembah dan menjadikan iblis sebagai Dewa.
"Terus awasi mereka, jika ada pergerakan walau hanya sedikit, kalian harus segera melaporkannya padaku."
"Baik, yang mulia!" ujar mereka semua, lalu setelah itu pergi dari aula singgasana.
Sementara itu.
Boom!
Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Sun Xiang, pada saat yang bersamaan, tubuhnya memancarkan aura kekuatan yang sangat kuat dan mengintimidasi.
"Hahh..." Sun Xiang membuang napas seraya membuka matanya perlahan. "Akhirnya, kultivasi ku meningkat ke level enam."
Setelah melakukan penyerapan selama lima hari penuh, Sun Xiang akhirnya berhasil meningkatkan level kultivasi-nya ke level selanjutnya, yaitu level enam.
Bersamaan dengan itu, kekuatannya pun ikut meningkat ke tahapan yang lebih tinggi dan sekarang, yang harus Sun Xiang lakukan adalah menambah pengalaman.
"Sudah saatnya melanjutkan perjalanan" gumam Sun Xiang.
Sebenarnya masih ada satu sumber daya yang belum digunakan, yaitu kristal hitam sebelumnya, namun Sun Xiang merasa bahwa dirinya belum bisa menggunakannya.
Oleh karena itu, Sun Xiang lebih memilih untuk meningkatkan kultivasi-nya dengan sumber daya lain dan setelah ia merasa siap, barulah ia akan menggunakan kristal hitam itu.
Setelah meninggalkan gua tempatnya berkultivasi, Sun Xiang langsung memacu langkahnya menuju ke sisi lain hutan belantara untuk mencari hewan spiritual yang lebih kuat.
Selain ingin menambah pengalaman bertarung, Sun Xiang juga ingin mencari sumber daya untuk meningkatkan kultivasi, dan lawan yang paling tepat adalah hewan spiritual.
Alasannya, karena bertarung dengan hewan spiritual tidak hanya bisa menambah dan mengasah kemampuannya, tapi juga bisa mendapatkan sumber daya.
Dan semakin tinggi level seekor hewan spiritual, maka semakin banyak pula usaha yang dibutuhkan untuk membunuhnya, serta semakin besar pula energi dalam kristal jiwanya.
Karena itulah, mencari hewan spiritual dan menjadikan-nya sebagai lawan untuk bertarung, adalah pilihan terbaik yang bisa diambil dan dilakukan oleh Sun Xiang saat ini.
Akan tetapi, jika di hutan belantara itu ada kultivator yang memiliki banyak sumber daya dan kebetulan mengusiknya, Sun Xiang pastinya akan memilih kultivator itu.
"Sial! Kenapa sangat sulit menemukan hewan spiritual level empat di hutan belantara seluas ini?" gumam Sun Xiang.