Andriana sallasya (32) seorang ketua detektif terkenal di New york yang sudah banyak memecahkan kasus pembunuhan yang janggal dan sulit di pecahkan hingga sering kali orang memanggilnya dengan sebutan detektif "G" yang berarti genius. Selain pintar menangani kasus dia juga pintar dalam menyembunyikan identitas nya termasuk masa lalu kelam yang membuat dirinya kini menjadi detektif.
Regan nathaniel (34) seorang pengusaha dan anak sulung dari seorang konglomerat. Ia menjadi sosok tertutup setelah istrinya andriana sallasya meninggalkannya 10 tahun lalu membawa penyesalan dan keterlambatan di hatinya menyadari bahwa dia mencintai andriana.
Sampai akhirnya Andriana mendapatkan tugas untuk ke indonesia dan itulah awal dari semua kasus rahasia terbongkar termasuk jati diri Red sun ax yang selama ini menghantuinya?
pertemuan yang tidak di inginkan Andriana terjadi di sana. Mempertemukan dirinya dengan Regan nathaniel yang masih menyandang status sebagai suaminya.
Dan bagaimana cara Regan untuk menahan Riana agar tetap berada di sisinya? Dengan sifat Riana yang kini sudah berubah 180° dari Riana yang dulu ia kenal.
⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!
First publish: 29-5-2019
Ikuti kisahnya!
Typo bertebaran.
Cover By Rziyyh_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ressa ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Riana menyodorkan sebuah foto kepada Richard. Seketika Richard berhenti memainkan tangannya mata ikut terfokus melihat foto tersebut.
Henry membulatkan matanya melihat foto wanita itu. "Kenapa detektif mempunyai foto istri Perdana menteri. Ada apa ini sebenarnya?" batin Henry.
"Kau kenal dia?." tanya Riana.
Richard berteriak histeris di hadapan foto itu, dia berdiri sambil memundurkan tubuhnya ke sudut ruangan. Henry yang melihatnya ikut berdiri untuk menenangkannya tetapi Riana lebih dulu menahan pergelangan tangannya.
"Detektif.." Riana menggeleng kearah Henry dan melepasnya lalu mengambil foto wanita tadi.
Riana memutari meja introgasi dan berjalan mendekat kearah Richard.
"Richard Tolong dengarkan saya jangan menyiksa dirimu seperti ini, kamu harus melawannya. Dan beritau saya apa yang kamu ketahui tentang wanita di foto ini." ucap Riana dengan suara lembut.
Richard menggelengkan kepalanya sambil menutup kupingnya, dia semakin histeris saat Riana bertanya mengenai wanita di foto itu.
"Akhh...Saya bukan pembunuh...bukan-bukan saya pembunuhnya..bukan.. Dia!.." Histeris Richard sambil menunjuk foto wanita di tangan Riana.
Riana menyipitkan matanya saat Richard menunjuk foto tersebut.
"Ya ada apa dengan dia?." desak Henry sambil menatap Foto itu.
Richard terdiam, dia terlihat menimbang-nimbang menatap Riana dan foto wanita itu."Tidak! Tidak! Dia wanita itu dia yang membunuhnya!" ucap Richard dengan emosi.
Riana tersenyum miring mendengarnya, dia sudah tau itu semua saat Richard di bawa oleh detektif Han dia sudah merasa curiga karna saat Richard di anggap sebagai pembunuh dan di bawa oleh polisi dia terlihat seperti orang linglung dan tidak tau apa-apa. Dan dia istri perdana menteri John yang bernama Hanna wesky terlihat mencurigakan baginya karna sebulan sebelum dia tau bahwa wanita itu adalah istri perdana menteri John dia sempat bertemu dengan Hanna dan pria bernama Daker di sebuah Caffe saat itu dirinya sedang membeli pesanan untuk Leon. Setelah lama dia mencari tau mengenai Richard dan latar belakang istri perdana menteri John dia mulai menyelidiki itu semua diam-diam karna jika dia beritau kepada anggota Komisaris bahwa yang di tangkap mereka salah nantinya detektif Han mengamuk padanya karna ikut campur kasusnya.
"Apa!" ucap Henry tak percaya.
Harry yang berada di ruangan cctv bahkan sama kagetnya dengan Henry. Dan tanpa sadar dia menjatuhkan pisang yang sedang dia makan tadi sambil mendengar Riana dan Henry yang sedang mengintrogasi di ruang cctv.
"OMG." ucap Harry.
"Kau baik-baik saja?." tanya polisi yang sedang ada di sana. Polisi itu meringis melihat pisang yang jatuh di lantai.
"Ya aku baik, hanya sedikit syok." jawab Harry dengan pandangan kosong lalu berjalan keluar ruangan cctv.
Setelah selesai introgasi itu selesai Riana dan Henry sama-sama mengistirahatkan badannya di kursi. Harry datang menghampiri mereka lalu menyodorkan botol minuman kepada Riana dan Henry. Ia kemudian bersandar di dinding di depan Riana dan Henry duduk. Matanya menatap intens kearah Riana.
Riana mengambil botol tersebut dan membukanya untuk di minum. Ia menaikan sebelah alisnya saat melihat kedua rekannya menatapnya Intens.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?." tanya Riana datar sambil menatap keduanya bergantian.
Harry tersentak lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak.. Tidak ada!" ucap Harry cepat.
Lalu Riana mengalihkan tatapannya kearah Henry. "Lalu kau. Kenapa kau menatapku seperti itu?." tanya Riana kepada Henry.
Henry menyandarkan punggungnya ke kursi, dan menaikan kaki kanannya di atas kaki kiri. "aku bingung saja, Bagaimana bisa kau tau bahwa pembunuh sebenarnya adalah Istri perdana menteri?." tanya Henry menyelidik Riana.
Harry tertawa hambar mendegar pertanyaan yang di lontarkan Henry.
"Kau ini lucu sekali tentu saja dari Richard, kan kau sendiri yang mendengarnya mengaku bahwa pembunuhnya adalah istri perdana menteri." ucap Harry sambil menatap Riana yang sedang menatap Henry dengan pandangan menyipit.
Henry menatap sekilas kearah Harry.
"Lalu kenapa kau bisa memiliki foto Hanna wesky. Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kami?." tanya Henry serius.
Harry menelan ludahnya kasar. Yang di katakan Henry ada benarnya juga, bagaimana bisa Riana memiliki foto Hanna wesky dan menyodorkan foto tersebut hingga membuat Richard langsung mengakuinya.
Riana berdiri dari duduknya, kemudian mengambil jaket hitamnya."Aku sudah menyelidiknya lebih dulu dan sebenarnya aku sudah tau bahwa dia pembunuhnya hanya saja kau tau benar bagaimana dengan detektif Han dan para anggota komesaris. Mereka tidak akan percaya pada ku jika tidak memiliki bukti sama sekali dan belum lagi yang meracuni perdana menteri sendiri adalah istri perdana menteri yaitu Hanna wesky."
"Harry, kirim semua bukti pembunuhan Perdana mentri John ke kepolisian New york dan pastikan Hanna wesky tertangkap. Dan pulangkan kembali Richard kesana agar dia bisa menjadi saksi atas pembunuhan itu." titah Riana.
"B- Baik detektif." ucap Harry terbata.
"Aku masih ada urusan, jika kalian masih memiliki pertanyaan lagi bisa kalian simpan nanti." ucap Riana datar lalu pergi dari sana. Harry langsung memberi hormat kepada Riana
Sedangkan Henry menatap nanar ke arah punggung Riana yang semakin jauh.
****
Riana memarkirkan mobil miliknya di Besmen apartementnya. Ya dia memiliki apartemen di indonesia bahkan dia memiliki lebih dari itu dan mobil yang sekarang dia pakai adalah salah satu fasilitas miliknya, jika kalian bertanya dari mana Riana memiliki itu semua tentu saja dari seseorang bernama Alexsander ageve dia adalah ayah dari ibunya Riana. Alexsander ageve dia adalah pria yang sangat dingin dan arogan sifatnya sama seperti anaknya Sallasya kimberly atau yang sering di panggil dengan Salsa ibu dari Riana dan kevin. Keduanya memiliki sifat tak tesentuh tapi perhatian dalam diam.
Hanya saja sudah hampir 10 tahun juga hubungan kakeknya dan ibunya tidak terjalin dengan baik, ya alasannya sama kakeknya sangat marah saat tau ibunya di selingkuhi oleh ayahnya dan meminta ibunya untuk bercerai tapi entah bodoh atau bagaimana, ibunya masih juga bertahan dengan ayah nya Kenan Yang jelas-jelas sudah menghianati dirinya beserta keluargannya. Oiya itu semua dia ketahui dari kakeknya yang bercerita dan 10 tahun itu juga kakeknya lah yang membantunya untuk bersembunyi dari kejaran keluarganya dan suaminya. Jadi bisa di bilang selama ini dia hidup dengan bantuan kakeknya, hanya dengan jentikan jari kakeknya akan membuat semuanya berubah, itulah kenapa kakeknya di sebut dengan sebutan-- The ruler of business yang berati penguasa bisnis.
Back to topik
Riana memasuki Lift lalu ia menekan angka 12. Ting! Saat pintu Lift terbuka di Lobby seorang pria dengan balutan Jas dengan santainya masuk kedalam membuat Riana terbelalak kaget tapi dia usahakan se-biasa mungkin agar terlihat normal.
Riana mendengus kasar sambil membuang mukanya kesamping saat Regan berdiri di sampingnya.
"Dasar penguntit, Gila!" gumam Riana dengan kesal.
"Aku bisa mendegarnya, sayang. Berhentilah mengumpat dengan bibir sexy mu itu atau aku akan membungkamnya dengan bibir ku tanpa jeda." ucap Regan dengan suara serak dan frontal.
Riana bedecih pelan mendengarnya saja dia sudah jijik.
"Apa mau mu sebenarnya?! sampai kau mengikuti ku ke apartement ku?!" tanya Riana yang sedikit meninggikan suaranya.
"Untuk berjuang pendapatkan mu dan hati anak kita Leon, agar kembali ke pelukan ku." ucap Regan, sendu.
Dan entah kenapa Riana jadi teringat ucapan Nadira yang mengatakan Regan sempat gila karna kehilangannya. Tapi itu semua ia tepis kembali dia tidak boleh jatuh kedua kalinya.
"In your dream!" sahut Riana sambil menoleh kearah Regan dengan wajah angkuhnya.
Regan mendekatkan tubuhnya Riana hingga mereka sama-sama tersudut. Riana tidak berontak dia hanya diam saat Kedua tangan Regan berada di kedua sisi tubuh Riana agar mengunci pergerakan tubuh istrinya. Regan menautkan kedua alisnya saat melihat pakaian yang di pakai Riana tidak seperti Riana yang dulu dia kenal. Riana yang dia kenal akan selalu mengunakan gaun pendek di manapun dan kapanpun dia berada tapi kini dari petama kali dia melihat Riana dia selalu melihat istrinya itu mengenakan pakaian seperti remaja dengan celana Jeans dan koas yang di balut jaket hitam.
Keduanya terlarut dalam tatapan kerinduan hingga tidak merasa bahwa pintu Lift sudah terbuka berkali-kali tapi semua orang enggan masuk saat melihat posisi keduanya seperti itu. Dan untungnya juga Riana tidak tau bahwa pemilik bangunan apartement Love's R itu adalah miliknya.
Tangan Regan bergerak merapihkan rambut Riana tatapannya mulai sendu, Riana bahkan seakan tertusuk melihat tatapan yang di berikan Regan terhadapnya. Dan hati Riana semakin teriris saat air mata turun dan terjatuh menyusuri pipi suaminya itu. Riana hanya diam.
"Maaf untuk yang pernah ku lakukan." ucap Regan sendu. Tangannya mulai bergerak menyusuri setiap jengkal wajah istrinya itu.
"Bisakah aku menebus semuanya, aku.. Aku sakit.. Sungguh ini benar-benar menyakitkan, sayang. Lebih baik kau memukul ku! menamparku! Atau bahkan memaki ku! Tapi ku mohon jangan bersikap acuh dan pergi lagi meninggalkan ku." ucap Regan lalu berlutut di hadapan Riana dengan posisi yang masih tersudut.
Dengan posisi berlututnya Regan melingkarkan kedua tanganya di pinggang Riana, kepalanya ia sandarkan di tempat anaknya pernah berada dulu. Riana masih diam membeku dan mulai tersadar saat mendengar suara isak tangis.
"Apa sangat menyakitkan?." tanya Riana pelan. Hati terasa ikut meringis saat mendengar suara tangis Regan, ini pertama kalinya dia melihat pria itu menangis sebesar itu. Akh.. Kenapa dia jadi lemah seperti ini hanya mendengar tangisan pria itu.
"10 tahun tanpa mu, apa menurut mu itu tidak membuatku gila?! Asal kau tau, sayang. Ini Sangat-sangat menyakitkan! Apalagi di saat aku menemukan mu tapi aku harus menahan gejolak untuk sekedar memelukmu bahkan mencium mu! Rasanya aku benar-benar ingin mati! Kau tau bahkan saat kau berada di rumah sakitpun aku harus menahan gejolak untuk tidak membawa mu kabur dari sana." Tubuh Regan bergetar hebat membuat Riana merasa bersalah.
"Akhh.. Kenapa aku jadi lemah seperti ini!" Batin Riana saat tangannya entah sadar atau tidak dia mengusap rambut Regan.
TBC.
tapi karna cerita aku, aku smpai donwlod aplikasi ini, cuman mau baca lanjutannya aja🤣
kerasa parah feel-nya
kalo ada kata kerja nya yaitu: love, maka He nya ngga pake is, karena love nya jadi loves.
mengernyitkan dahi.
kalo mengernyitkan dahi ada di KBBI
saya baca di kamus besar bahasa Indonesia, menyerit artinya menyisir rambut dgn serit (serit itu sisir kutu rambut)