Aera, gadis 20 tahun yang memiliki hobi belanja, jalan-jalan dan menghabiskan uang orangtuanya. Memiliki cita-cita menjadi istri orang kaya!
Karena suatu alasan orangtua Aera meminta Aera untuk menikah dengan Mike, seorang pengusaha kaya raya bergelimang harta!
Demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya, Aera pun menyetujui permintaan orangtuanya! Tanpa pernah Aera ketahui bahwa Mike sangat tidak menyukai kehadirannya sebagai serangga kecil pengganggu yang akan menyusahkan hidup Mike saja!
Akankah Aera menyesal setelah mengetahui sifat asli Mike?
Atau malah bertahan demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya?!
Atau akankah Mike merubah pandangannya terhadap Aera dan mau menerima kehadiran Aera dalam hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Justin
Aera merenggangkan otot-ototnya, gadis itu bersandar pada meja makan, pulang dari restoran, Mike malah memberinya tugas memasukkan beberapa barang belanjaan ke dalam kulkas, seumur-umur sebagai anak orang kaya yang sudah terbiasa mengandalkan tenaga ART, ini adalah kali pertama bagi Aera, walaupun terbilang pekerjaan ringan, Aera tidak pernah melakukannya, apalagi ini menata dari awal dan memasukkan semua barang satu persatu.
Gadis itu menggeleng pelan, tau begini dia tidak akan membeli cemilan sebanyak itu tadi, hampir memenuhi kulkas. Bahan makan seperti sayuran dan buah-buahan justru hanya seperempat dari isi kulkas, selebihnya makanan dan minuman milik Aera. Milik Mike bisa dihitung dengan jari. Belom lagi bagian freezer yang juga hampir penuh oleh beraneka ragam per-nuggetan, minus es krim saja.
Tok... tok... tok...
Aera yang sedang menikmati sebotol minuman dingin menarik napas pelan, dengan malas gadis itu berjalan menuju pintu depan, bersamaan dengan Mike yang turun tangga dari lantai dua.
"Hi, Baby Girl!" sapa Justin begitu pintu dibuka dan Aera berdiri di hadapannya.
"Em, Hi, cari Da---, maksudnya Om, eh Kak---"
"Masuk!" ucap Mike dari belakang Aera, gadis itu menghela napas lega, dia bingung sendiri harus menyebut Mike dengan panggilan apa di hadapan Justin.
Justin tersenyum kikuk, ia sempat mengedipkan matanya saat melewati Aera, sebelum akhirnya pergi bersama Mike menuju halaman belakang, entah apa yang mereka lakukan di sana, tapi tidak sampai lima belas menit, keduanya kembali lagi dan Aera masih duduk santai di meja makan, menikmati sepiring anggur merah.
"Gimana, Mike kuat nggak?" bisik Justin, membuat bulu kuduk Aera merinding seketika.
Aera melempar pandangannya ke arah Mike yang berdiri di depan kulkas, lalu pada Justin yang kini ikut duduk di sampingnya, bahkan dengan santai pria itu mengambil anggur merah dari piring Aera.
"Hmm, gimana?" tanya Justin ambigu.
"Entah."
Akhirnya jawaban itulah yang keluar, Aera mana tau, dia dan Mike bahkan belum melakukan apa-apa, bagaimana bisa Aera tau kemampuan pria itu!
"Loh? Ini belum di unbox?" Pertanyaan itu Justin tujukan pada Mike yang menyodorinya sekaleng minuman soda.
"Gak minat."
"Buset, kasih gue aja kalau gitu!"
Reflek Aera menggeser kursinya menjauhi kursi Justin, gadis itu menatap Mike tajam. "Jangan gila ya!"
Justin terkekeh melihat reaksi Aera. "Becanda, yakali mau ambil istri temen sendiri, tapi kalau Mike ngasih sih boleh-boleh aja!" Pria itu memainkan alisnya, membuat Aera benar-benar bergidik geri.
Bukannya marah, Mike malah membiarkan Justin menggoda istrinya secara terang-terangan di depan mata, suami macam apa ini!
"Aku ke kamar dulu!" Aera yang tidak tahan dengan Justin, sekaligus merasa tidak nyaman akhirnya meninggalkan meja makan, tak lupa membawa piringnya yang masih berisi beberapa butir anggur merah menuju lantai dua.
"Dasar gila, nggak suami, nggak temennya, sama-sama gila!" gerutu Aera, gadis itu meletakkan piring yang ia bawa di atas meja kecil di samping kasur, lalu dengan santai ia mendudukkan bokongnya di kasur yang begitu empuk sambil memainkan ponsel, baru beberapa jam pisah dengan Mama, Aera sudah merasa kangen, padahal dia sudah terbiasa pisah berhari-hari, apalagi kalau sedang liburan ke luar negeri.
"Kangen rumah, kangen Mama, kangen Papa, kangen Kaela, kangen Kak Bara juga!" gumam gadis itu.
Ngomong-ngomong tentang Bara, Aera belum sempat menanyakan tentang kejadian di Villa waktu itu, apa yang sebenarnya Bara dan Mike bicarakan?
"Apa langsung nanya ke Daddy aja ya?"
"Nggak, nggak, aku males nanya sama dia!" lanjut Aera, belum apa-apa Aera sudah bisa menebak jawaban Mike akan seperti apa, kalau tidak dijawab, paling Mike akan memberikan jawaban yang di luar pertanyaan!
*******
berhamburan istilah benda2 yg jatuh berserakan