NovelToon NovelToon
EX-SOLDIER: In Another World

EX-SOLDIER: In Another World

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Sistem / Perperangan / Epik Petualangan / Romansa / Game / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tio Charisma

Vincent, seorang tentara yang terpaksa mengakhiri kariernya setelah kecelakaan tragis yang mengakibatkan kehilangan salah satu kakinya, menemukan dirinya terjebak dalam permainan video yang selalu ia nikmati setelah pensiun. Terbiasa dengan medan perang virtual, Vincent sekarang harus berjuang untuk bertahan hidup di dunia nyata yang penuh dengan makhluk mitos dan tantangan yang belum pernah dia hadapi sebelumnya.

Dengan keberanian dan ketangguhan yang telah dia kembangkan selama bertahun-tahun di medan perang, Vincent menghadapi setiap rintangan dengan tekad yang kuat. Dia menggunakan keterampilan tempur dan strategi permainan yang dia pelajari dari dunia virtual untuk melawan berbagai ancaman yang mengintai di dunia lain ini.

Vincent menemukan arti baru dalam hidupnya di dunia ini. Melalui perjalanan epik ini, Vincent belajar tentang kekuatan persahabatan, keberanian, dan tekad yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Damai sebelum Badai - Part 9

Rasa sakit adalah apa yang di rasakan Vincent di sekujur tubuhnya saat dia mendapatkan kembali kesadarannya. Matanya menyesuaikan cahaya yang masuk, dan perlahan mendapatkan kembali penglihatannya. Apa yang pertama kali dia lihat adalah langit-langit yang tidak dia kenal, bertanya-tanya bagaimana dia bisa sampai di sini karena ingatan terakhirnya sebelum pingsan adalah saat dia mengalahkan War Troll.

Namun sebelum sempat mengetahui apa yang telah terjadi, sebuah pelukan kuat memeluk tubuhnya yang sakit, membuat Vincent meringis dan mendengar isak tangis setelahnya dari seorang gadis yang meneriakkan namanya.

"Vincent! Vincent! Terima kasih Dewa kamu telah sadar!"

Mendengar itu Vincent menggerakkan kepalanya untuk melihat seorang gadis memeluknya dengan erat, seolah Vincent akan pergi begitu saja jika dia melepaskan pelukannya. Gadis itu adalah Lisa, penyihir cantik dari kelompok petualang bernama Jade Tribe.

"Li.. sa?"

Vincent mengucapkan nama gadis tersebut meskipun tenggorokannya sakit dan terasa kering. Saat namanya di sebut oleh Vincent, Lisa memeluknya lebih erat membuat Vincent makin meringis kesakitan saat tekanan menimpa tubuhnya yang masih lemah. Mengesampingkan rasa sakitnya, salah satu tangan Vincent terangkat dan dengan lembut mengusap punggung Lisa untuk menenangkan gadis tersebut.

Kemudian pintu kamar terbuka setelah ledakan emosi Lisa. Vincent memiringkan kepalanya ke samping ke arah pintu saat melihat beberapa orang masuk dengan tergesa-gesa di temani oleh dua sosok yang Vincent kenal.

Pertama adalah seorang pria yang telah akrab dengannya, itu Gill dan dia menatap Vincent dengan rasa syukur saat dia berjalan mendekat sambil tersenyum tersenyum.

Sosok lain adalah seorang gadis dengan Ballgown dress berwarna biru. Gadis itu berjalan mendekat, tidak terburu-buru dan melangkah dengan ke anggunan seorang putri. Rambut pirang platinum-nya tergerai mencapai punggung dengan mata hijau emerald yang penuh perhitungan. Itu adalah Sofia Mandoza, namun penampilannya sangat berbeda dari terakhir kali Vincent melihatnya, mungkin karena Vincent melihatnya dengan baju besi dan bukan gaun.

"Akhirnya kamu telah sadar."

Sofia berkata saat salah satu wanita yang menggunakan seragam pelayan Prancis menenangkan Lisa, memintanya untuk melepaskan Vincent karena dia baru saja sadar dan tubuhnya masih lemah. Kemudian pelayan lain memasuki ruangan dengan segelas air dan membantu Vincent untuk minum, satu hal yang sangat Vincent hargai karena keadaannya saat ini.

Merasa tenggorokannya segar kembali, Vincent mencoba mengatakan sesuatu hanya untuk di potong oleh Sofia.

"Tidak perlu memaksakan dirimu. Untuk saat ini, istirahatlah. Dua pelayan akan berada di kamar ini untuk memastikan kebutuhanmu, dan saat kamu merasa baik, kita akan berbicara."

Kata Sofia sambil berjalan pergi bersama beberapa pelayan yang mengikutinya, bahkan tidak menunggu Vincent menjawab. Namun kelegaan terlihat di wajah Sofia yang Vincent lihat saat dia berbalik.

Vincent yang merasa lelah mengindahkan saran tersebut dan tidak berusaha bangun, terbaring dengan nyaman di kasur dengan Lisa yang masih memengang salah satu tangannya.

"Jadi, Ada yang mau menceritakan apa yang telah aku lewatkan?"

Tanya Vincent pada orang-orang yang ada di ruangan tersebut, khususnya pada Lisa dan Gill saat dia menoleh ke samping ke tempat Lisa dan Gill berada.

Gill menceritakan semuanya pada Vincent, mulai dari penyerangan terakhir mereka, kemudian kematian War Troll yang telah di bunuh oleh Vincent yang menurunkan moral musuh sehingga mereka dapat memukul mundur pasukan musuh dalam sekali gerakan. Kemudian Gill bercerita tentang Vincent yang di anggap pahlawan dalam tragedi ini dan alasan mengapa dia mendapatkan fasilitas ini dengan pengakuan penuh dari Sofia Mandoze dan Rose Order.

Gill juga bercerita mengenai penyisiran yang Lisa dan Gill lakukan dan menceritakan tentang pembangunan kota yang di mulai meskipun dengan sedikit perkembangan karena kekurangan sumber daya.

"Jadi begitu.."

Vincent mengangguk setelah mendengarkan semua informasi yang di berikan Gill padanya, namun ada satu hal yang membuatnya gelisah.

"Ngomong-ngomong, di mana Pete? Apakah dia selamat? Aku melihatnya sebelum aku melawan War Troll."

Namun sepertinya pertanyaan Vincent seperti pill pahit bagi mereka terutama saat mereka bereaksi. Lisa mengeratkan genggamannya pada tangan Vincent sambil mengigit bibir bawahnya, berusaha keras untuk tidak menangis sedangkan Gill, dia memalingkan mukanya kesamping, tidak sanggup menatap tatapan Vincent yang terbaring lemah saat dia bersandar di dinding kamar.

"... Jadi seperti itu..."

Kata Vincent dengan nada rendah, hampir berbisik saat dia menarik kesimpulan dan kembali melihat langit-langit. Kematian di medan perang bukanlah sesuatu yang asing baginya, jadi dia tahu bagaimana rasanya karena dia telah melewati banyak peperangan. Vincent adalah salah satu orang yang beruntung, dia mampu bertahan di medan perang selama hidupnya meskipun medan perang terakhir yang dia ikuti di dunia lama mengambil salah satu kakinya.

Saat itu juga ruangan menjadi hening, Vincent menikmati keheningan tersebut untuk sesaat karena itu yang dia butuhkan untuk saat ini setelah mendengar informasi yang Gill sampaikan untuk meresap ke dalam otaknya sambil berpikir bagaimana melanjutkan percakapan ini.

"... Maafkan aku, jika saja aku datang lebih cepat a-"

"Jangan katakan itu!"

Lisa memotong perkataan Vincent setelah lama diam. Matanya berkaca-kaca saat dia menatap Vincent, mengancam untuk tumpah jika Vincent melanjutkan kata-katanya.

"Aku bersyukur kamu masih hidup. Jangan menyalahkan dirimu Vincent karena Pete hanya... Pete ... Hanya mendapatkan nasib buruk."

Lisa berkata saat dia memegang erat kembali tangan Vincent dengan setitik air mata lolos dan mengalir di wajahnya. Gill di pihaknya berjalan mendekat dan mengusap punggung Lisa untuk menenangkan.

"Itu benar, Vincent. Jangan salahkan dirimu karena kamu juga hampir mati di sana."

Kata Gill dengan nada yang lembut, masih mencoba menenangkan Lisa.

Ketiganya masih seperti itu untuk beberapa waktu, dengan dua pelayan di ruangan itu tidak mau menghalangi momen mereka. Kemudian Gill kembali ke dirinya sendiri dan mengajak Lisa untuk meninggalkan ruangan, bermaksud memberikan Vincent waktu untuk beristirahat yang di tolak secara langsung karena Lisa ingin tetap tinggal.

...XxXxX...

Dua hari telah berlalu sejak pembicaran antara Vincent, Lisa dan Gill. Menurut pelayan yang melayaninya, Vincent tidak sadarkan diri selama seminggu penuh dengan Lisa yang menolak meninggalkan sisinya kecuali untuk makan dan mandi.

Selama itu juga Kota Benteng Angelbarrow memulihkan dirinya sendiri dengan semua orang bekerja sama untuk itu.

Hari ini Vincent telah kembali dari pemakaman, memberikan penghormatan terakhirnya yang di temani oleh Lisa dan Gill bersama dua pelayan yang di tugaskan.

Saat perjalanannya kembali, Vincent bertemu dengan Sofia. Dia sepertinya telah menunggu kepulangannya dari pemakaman, Vincent berasumsi seperti itu karena dia melihat Sofia berdiri di pintu masuk dan dia melihatnya di sana bahkan saat dia melewati gerbang manor.

"Vincent, aku ingin berbicara dengan anda." Kata Sofia, saat Vincent dan rombongan tersebut mendekat.

Vincent mengangguk dan berkata. "Tentu, pimpin jalan."

Sofia membawa Vincent ke sebuah ruangan, dua buah sofa di letakan berhadapan dengan meja rendah di antara keduanya. Sofia duduk terlebih dahulu dan menunjuk sofa di seberangnya, memberikan isyarat bagi Vincent untuk duduk di sana.

"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"

Tanya Vincent langsung pada intinya. Sofia tetap tenang saat Vincent menatapnya dengan pandangan menilai, menyeruput teh yang telah di sediakan pelayan sebelum menjawab.

"Dalam waktu satu bulan, kita akan pergi ke ibu kota kerajaan." Kata Sofia sambil meletakkan cangkir tehnya di meja.

"Dan mengapa aku harus pergi ke sana?"

"Karena Raja mengundang anda ke istana. Aku di pihakku sendiri telah di tunjuk sebagai pengawal anda oleh Raja sendiri."

1
Agatha cute📴
mampir lagi dong kak...😄😉
Mhmdmki
Luar biasa
Stephen (Phoenix dalam celana)
wkwkwk
ACIL gaming
masih berdinas, setelah pensiun maksudnya gimana
Bentoganteng Kerenz
lanjutkan bis
Whisnu Grenaldo
lanjutt
Pedang penulis
diriku tertarik
Whisnu Grenaldo
semangat thor.. lanjutteruz
Viper
Mantap
Viper
Sg kayu 🗿
Whisnu Grenaldo
ahahah gumpalan daging
Whisnu Grenaldo
gasss thor
Zidan Satya
lanjutt thorr
Tio Charisma
👍
Viper
Mc cold asf
Tio Charisma: makasih kak!
total 1 replies
Viper
Nice
Viper
Seru juga nih novel
Zidan Satya
anjayyy mantep
Whisnu Grenaldo
semangat thor....
Tio Charisma: Okayy 👍
total 1 replies
Zidan Satya
lngsng gass bikin pasukan elite sendiri
Tio Charisma: makasih sarannya!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!