NovelToon NovelToon
Why?

Why?

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Mengapa? Mengapa aku kehilangan duniaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Yang Semakin Besar

Sepulang dari kantor, Helena langsung menuju rumah Ibu dan juga Ayahnya guna mendapatkan jawaban dari rasa curiga yang begitu memenuhi kepalanya. Tak mengucapkan salam terlebih dahulu, Helena langsung saja berjalan masuk mencari keberadaan Ibunya. Tentu saja masalah ini Helena tidak perlu melibatkan Ayahnya, bukan karena Ayahnya tidak berperan dalam hidupnya, hanya saja Ayahnya Helena lebih bisa menerima segala keputusan Helena.

" Helen? Tumben sekali datang, apa kabar? " Ibunya Helena sudah akan datang menghampiri begitu melihat Helena, mencium pipi kanan dan kiri seperti biasanya. Tapi belum juga melakukan itu semua, Helena memundurkan langkah, menatap Ibunya dengan tatapan dingin.

Melihat senyum lebar di wajah Ibunya, melihat betapa Ibunya bahagia, bahagia sekali dan selama ini semenjak adanya Velerie, Helena sama sekali tidak pernah melihat wajah bahagia Ibunya. Kenapa bisa seperti ini? Mungkinkah Ibunya benar-benar melakukan sesuatu yang tidak biasa? Kalau iya kenapa dia melakukannya padahal jelas bagaimanapun kekurangan Velerie, dia tetap adalah salah satu cucunya bukan?

Helena yang memasang wajah dingin tentu saja membuat Ibunya berhenti dan tak bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan karena tahu benar jika dia melakukan itu, Helena bisa saja akan menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak nyaman. Sebenarnya sudah satu bulan lebih ini semenjak Velerie meninggal Helena sama sekali tak pernah datang, mengangkat telepon darinya, bahkan membalas salah satu pesan darinya juga tidak pernah.

" Helena, kau datang dengan mimik seperti itu, apa yang sedang mengganggu pikiranmu? " Tanya Ibunya Helena, tatapan matanya yang terlihat sedih, perhatian, tapi juga merasa bersalah membuat Helena hanya bisa menahan perasaan marahnya yang ingin meluap-luap.

Ibunya Helena mendekat, meraih tangan Helena, dan menggenggamnya. Hangat, tapi sayang sekali hanya bisa di rasakan oleh tangan Helena saja, bukan hatinya. Bayang-bayang jika memang benar Ibunya melakukan sesuatu yang bisa di bilang mengkhianati dirinya, Helena tidak dapat menahan diri lagi.

" Katakan padaku, apa yang Ibu lakukan bersama dengan Farah waktu itu. Kenapa aku merasa Ibu dan juga Farah melakukan sesuatu yang mengkhianati ku? Katakan padaku, jangan membohongiku terus menerus, aku sudah muak! " Helena menatap Ibunya dengan marah, dadanya kembang kempis, naik turun sesuai tarikan dan hembusan nafas yang memburu karena marah yang di rasakan.

Ibunya Helena menatap Helena dengan tatapan kecewa. Sungguh yang dia lakukan hanyalah untuk kebaikan Helena saja, dia tidak memikirkan soal yang lain karena baginya Helena patas untuk merasakan dan mendapatkan kebahagiaan. Tapi jika di tuduh melakukan hal yang mengkhianati bersama Farah, tentu saja dia bingung dan tidak tahu apa maksudnya itu.

" Kau ini sedang membicarakan apa, Helena? "

Melihat tatapan yang seperti menjelaskan jika tak ada yang dia lakukan melewati batas. Tapi Helena benar-benar tidak bisa mempercayai apapun, mempercayai ekspresi yang bisa saja berbohong, pula dia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri. Memang benar apapun yang akan dia lakukan sekarang tidak akan bisa membawa Velerie kembali hidup, tapi bisakah orang lain paham jika sulit sekali menjalani semua hal yang normal setelah Velerie hilang?

" Helena, jika di matamu Ibu begitu buruk, maka Ibu bisa apa? Ibu memang tidak menyayangi Velerie, ibu jujur akan hal itu. Tapi Ibu tidak pernah memikirkan ingin mengkhianatimu, percayalah...... "

Helena menggelengkan kepala dengan tatapan tidak percaya, sungguh dia tidak bisa mempercayai siapapun sekarang. Helena tak lagi ingin bicara, dia akhirnya memutuskan untuk pergi, lalu mendatangi rumah Farah, yang artinya dia juga akan mendatangi rumah orang tuanya Farah karena di sanalah Farah tinggal.

Satu jam lebih, hampir dua jam dia mengendarai mobilnya menuju kediaman orang tua Farah, dan akhirnya dia sampai di sana. Helena mengetuk pintu dan menyapa seperti sebelumnya jika dia datang bertamu kesana. Setelah cukup menyapa, Helena menanyakan keberadaan Farah, tapi kedua orang tua Farah mengatakan jika Farah sudah tinggal terpisah dengannya sejak dua Minggu hampir tiga Minggu yang lalu.

Helena memaksakan senyumnya, bukan tidak ingin percaya dengan apa yang di katakan oleh kedua orang tua Farah, hanya saja yang Helena tahu adalah, kedua orang tua Farah memiliki sakit yang sudah menahun, bahkan sakit mereka sudah ada sebelum Velerie lahir. Ayahnya mengidap stroke sejak tujuh tahun lalu, Ibunya Farah menderita masalah imun hingga membuatnya terus saja harus membutuhkan Farah setiap waktu. Aneh sekali bukan? Farah memang seorang Dokter, tapi berapa gaji seorang Dokter juga bukan berarti dia bisa mencukupi itu semua bukan? Beberapa waktu yang lalu Farah masih sering menghubunginya untuk meminta pinjaman uang. Farah bukan hanya menanggung kedua orang tuanya yang sakit, kebutuhan rumah, tapi dia juga membiayai adiknya yang sedang kuliah.

" Baiklah, paman dan Bibi. Aku pamit dulu, jika Farah pulang nanti, katakan aku datang dan ingin bicara dengannya. " Ucap Helena dan langsung mendapati anggukan dari kedua orang tua Farah.

Begitu keluar dari pintu rumah Farah, Helena berniat langsung menuju mobil untuk menuju ke apartemennya, tapi begitu membuka mobil dan ingin masuk, Helena tak sengaja melihat ke arah lain, arah di mana jendela kamar Farah berada. Di sana ada seseorang yang melihatnya dengan sedikit menyibakkan gorden. Begitu Helena melihat ke arah itu, segera orang itu juga menutup gorden jendelanya membuat Helena terdiam dan membatin, itu pasti Farah bukan?

Helena mencengkram pintu mobilnya kuat hingga tangannya gemetar.

" Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku? " Gumam Helena yang semakin di kuasai oleh kemarahan dan dugaan yang tak mendapatkan jawaban.

Helena masuk ke dalam mobilnya, meraih ponselnya untuk menghubungi Martin dan menanyakan kapan unggahannya akan mulai naik?

Kau bisa mencoba untuk melihatnya sekarang, kau sudah mendapatkan sekitar dua ribu suka, dan seribu komentar yang menyemangati dan mulai menanyakan oknum-oknum yang seharusnya membantumu.

Setelah apa yang di katakan Martin, Helena sebentar melihat unggahannya yang sudah mulai ramai mendapatkan komentar. Helena menjauhkan ponselnya, lalu menatap ke jendela Farah yang kini sudah tertutup dan juga gelap.

" Bagaimanapun akrabnya kita di masa lalu, aku tidak akan pernah mengampuni mu jika kau mengkhianati aku juga putriku, aku bersumpah! Siapapun, entah itu jenderal, kepala Dokter, pimpinan perusahaan, ketua geng bersenjata, bahkan presiden sekalipun tidak akan pernah aku biarkan begitu saja jika mereka adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berkonspirasi atas meninggalnya putriku. "

Helena menekan tombol starter mobilnya, menjalankan dengan cepat menuju apartemennya.

Mulai hari ini, detik ini, Helena tidak akan mengenal rasa takut, rasa sakit, semua itu tidak akan berhenti sampai dia bisa menghukum para pelaku konspirasi dan untuk tersangka utamanya, Helena akan membuat hukuman yang pantas dengan tangannya sendiri.

Bersambung.

1
Wini Hilal
ulangannya kepanjangan
Wini Hilal
katanya Melisa ank yg dilahirkn setelah beberapa tahun pernikahan lalu kakak ny melisa gimana ceritanya
Wini Hilal
nyalahin org Krn mendapat kn ginjal yg gk bgs .lah kan dia sendiri yg maksain donori. ginjal membunuh dn mengbil ginjal tanpa ijin eh giliran gk berhasil malah nyalahin org emang gk ngotak.mungkin otaknya dah dimakan kutu
Wini Hilal
ceritamu bgs wlw bnyk thiponya
Wini Hilal
keren sekali ceritamu
Wini Hilal
eh siapa yg bicara dengan Martin apa mungkin David yg diam diam bantu helena
Wini Hilal
br baca dah mewek aja aku
Uba Muhammad Al-varo
kakak Author the best 👍👍👌
terima kasih kakak, karya nya selalu bagus, keren dan luar biasa, banyak pelajaran yang bisa diambil dari semua cerita nya baik buruknya kehidupan.
Uba Muhammad Al-varo
karena cintanya ke Helena, anak laki-laki Feto defresi sampai meninggal rupanya dia tahu kalau Helena itu adiknya seayah.
Uba Muhammad Al-varo
Sera apakah masih pantas disebut sebagai seorang ibu, karena kekejaman sampai menjerumuskan anaknya kepada kejahatan, jangan sampai didunia nyata ada seorang ibu seperti Sera, nauzubillah
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidupnya Helena yang sangat tragis,dari semenjak kecil sampai dewasa selalu menderita 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
oh ternyata Melisa bukan manusia tetapi monster jahat yang menyerupai manusia, sungguh biadab kamu Melisa.
Uba Muhammad Al-varo
Farah sama kakak kandung nya Airi aja penghianat,apa lagi ke Helena cuma sahabat nggak salah lagi berhianat juga.
Uba Muhammad Al-varo
nggak bisa bicara apapun mengenai hal keadilan diceritakan,cuma bisa 😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
sungguh miris sekali hidupmu Helena punya sahabat menikamnya, mantan suaminya penghianat.👊👊👊
Uba Muhammad Al-varo
sungguh sangat tragis hidup nya Erie 😭🤧😭🤧😭🤧
Uba Muhammad Al-varo
ceritanya selalu bagus dan keren serta menghibur,bab awal udah bikin nyesek banget 😭🤧😭🤧😭🤧
kuncir
anaknya sengaja dibunuh untuk diambil organ yg didonorkan ke denise.. makanya anaknya cepat2 di bersihkan...sungguh kejam...
Agung Antarini
kok banyak tipo Nya ya Thor......
Agung Antarini
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣pede banget Martin.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!