21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Sesampainya di kafe kami langsung mencari spot paling cocok untuk kami berfoto. Salah satu pelayan menghampiri kami dan memberikan buku menu yang ada ditangannya. Masing-masing memesan makanan favorit yang ada di kafe ini.
Tak butuh waktu lama makanan yang kami pesan sudah datang. Semacam tradisi sebelum kami bertiga makan pasti akan mencicipi makanan satu sama lain, walaupun kami sudah tahu rasanya itu seperti apa.
Sekitar 20 menit kami makan dan membuat vlog seperti biasanya, tiba-tiba ponselku berdering dan terpampang nama kak Rendy dilayar. Aku pun langsung mengangkat panggilannya.
"Dimana ...??!! " tanya kak Rendy menyelidik.
"Lagi di kafe kak, bareng teman-teman ... " jawabku singkat.
"Hari ini aku pulang malam, jangan masak makan malam ... " kata kak Rendy dengan suara dingin.
Kak Rendy pun memutuskan sambungan teleponnya. Aku terdiam sejenak, kubuka kalender di ponselku melihat tanggal yang sudah aku tandai hari ini. Aku langsung pamit pulang kepada kedua sahabatku.
"Aku pulang dulu ya, ada urusan mendadak nih ... " pamit ku pada mereka.
"Kenapa, baru juga nyampe juga ... " tanya Salsa kesal.
"Hari ini aku traktir, permintaan maaf ku ... " ucapku sambil pergi kearah kasir.
Aku membayar semua makanan yang sudah kami pesan, dan pergi keluar dari kafe. Aku berencana akan membuat kue ulang tahun, karena hari ini adalah hari ulang tahun kak Rendy. Aku berjalan menuju supermarket yang lumayan dekat dengan kafe, dan mulai membeli semua bahan yang diperlukan.
Sekitar 1 jam aku belanja di supermarket dan kini aku sudah membawa 2 paper bag berukuran besar. Karena buru-buru aku pun langsung memberhentikan taksi dan pulang ke apartemen.
------
Setelah sampai apartemen, aku langsung mengeluarkan semua bahan yang ada didalam paper bag.
"Aku akan membuat kue yang special yang tidak akan pernah dilupakan ... " kataku dalam hati
Aku mengambil alat yang diperlukan dan mulai mencampurkan bahan-bahannya. Setelah adonan kue selesai aku langsung memasukannya kedalam cetakan kue dan dioven selama 30 menit.
Sambil menunggu kue matang aku mengambil kertas dan menuliskan apa yang ada di hatiku.
Hal terindah di dunia adalah merayakan ulang tahun dengan orang yang kamu cinta.
Aku sangat beruntung dapat memanggilmu milikku.
Selamat ulang tahun.
Terdengar suara bunyi oven yang menandakan kue sudan matang dan aku segara memakai sarung tangan untuk mengeluarkan kue itu. Ini adalah tahapan terakhir, yaitu menghias. Sekitar 15 menit aku menghias kue, dan jam sudah menunjukan pukul 8 malam.
Aku bergegas masuk kedalam kamar dan membersihkan diriku. Setelah selesai aku memilih pakaian yang cocok untuk malam ini, dan aku merias wajahku tipis-tipis. Selesai berdandan aku langsung menghangatkan makan malam dan menunggu kak Rendy pulang.
Waktu terus berlalu, sampai akhirnya jam menunjukan pukul 12 malam. Aku sudah tidak bisa menahan kantukku dan tertidur dimeja makan.
Rasanya baru 30 menit aku memejamkan mata, suara bel pintu yang berbunyi beberapa kali langsung membuatku memaksa mata ini untuk bangun. Terpampang lah dua orang lelaki yang tengah berdiri didepan pintu. Kak Rendy yang saat itu dibantu Soni untuk berdiri terus memanggil nama Shella. Aku tidak tahu apa yang sudah kak Rendy lakukan, yang pasti dia pulang dalam keadaan mabuk berat diantar oleh Soni.
Aku menyuruh Soni membaringkan tubuh kak Rendy diatas sofa, dan ia pun berpamitan untuk pulang karena sudah larut malam. Ku ambil mangkuk kaca dan mulai mengisinya dengan air, tak lupa aku pun membawa handuk kecil. Aku membuka kancing baju kak Rendy.
Awalnya aku takut, tapi jika badannya tidak dibersihkan dia akan merasa tidak nyaman ketika bangun tidur. Ku celupkan handuk kecil kedalam mangkuk berisi air dan mengusap wajahnya secara perlahan.
Aku menyibakkan pakaian yang masih menempel di badannya, betapa kagetnya aku ketika melihat bekas lipstik menempel di dadanya. Bahkan dihari ulang tahunnya aku masih merasa sakit, aku menggosok keras dada bidangnya sambil berderai air mata.
"Entah wanita mana lagi yang kamu tiduri ... " ucapku gemetar.
Halo teman-teman jangan lupa bantu author ya, like, vote, rate, dan love novel ini agar author makin semangat menulisnya.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰