Demi melunasi hutang sang ayah, Aira terpaksa menjadi istri kedua Reyhan. Seorang CEO yang mencari istri untuk melahirkan anaknya. Hal ini dikarenakan sang istri dinyatakan mandul dan takkan bisa memiliki keturunan.
Namun, setelah menikah, Aira malah menemukan sebuah rahasia besar yang akhirnya mengubah semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup baru
Pagi menjelang, aku menggeliat ketika sinar mentari masuk melalui sela-sela horden jendela. Aku pun terbangun dan merenggangkan otot tanganku.
Aku melihat Mas Reyhan yang sudah tidak ada di atas ranjang. Bahkan sprei bekas darah sudah diganti. Tak ada lagi pakaian yang berserakan di lantai.
Tubuhku seperti remuk redam. Apa ini efek karena baru pertama kali melakukannya? Entahlah, sekarang perutku terasa sangat lapar. Aku pun segera mandi dan memakai pakaian yang disediakan di lemari.
Tak ku sangka Mbak Sera akan seperhatian ini padaku. Semua pakaian sudah disediakan olehnya dengan ukuran yang pas dan model yang kekinian. Tak bisa ku ungkapkan betapa baiknya wanita itu. Sayang sekali dia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tidak bisa memiliki anak.
Setelah berganti baju, aku pun segera pergi ke ruang makan di mana pelayan sudah menyediakan makanan yang sangat enak untukku. Aku bahkan harus mengusap air biar ku yang mulai keluar karena baru pertama kali ini aku melihat banyak hidangan makanan lezat di hadapanku. Tak hanya itu, mereka juga menyediakan susu dan buah-buahan yang sudah dipotong. Jadi seperti ini rasanya menjadi orang kaya?
Aku mendapatkan makanan yang enak dan juga tempat tinggal yang nyaman. Sedangkan rumahku yang dulu menurutku sangat tidak nyaman karena lantai yang terbuat dari semen kasar dan banyak lubangnya. Genteng tua yang memiliki banyak lubang sehingga akan bocor setiap hujan.
Tak hanya itu, setiap siang yang terik, tubuhku pasti akan berkeringat karena panas yang membuat suhu di ruangan memuai. Dinding yang separuhnya terbuat dari papan, juga jendela kayu yang sudah mulai keropos.
Syukurlah sekarang orang tuaku sedang membangun rumah itu untuk menjadi hunian yang layak ketika aku kembali pada mereka. Jahatkah aku karena mensyukuri semuanya? Secara tidak langsung aku sudah menjual rahimku. Menjadi rahim pengganti seorang CEO karena istrinya tidak bisa hamil.
Dan siapkah aku berpisah dengan anakku nantinya? Apakah aku akan seperti Madu yang tetap mempertahankan anaknya karena semakin hari, kasih sayang itu mulai tumbuh hingga membuatnya ingin memilikinya.
"Nona."
Seorang pelayan pun membuyarkan lamunanku.
"Ya, ada apa, Mbak?" tanyaku padanya.
"Tadi saya mau tanya, apa ada makanan lain yang ingin Nona makan saat ini?"
"Oh, tidak, ini saja sudah cukup."
"Baik, Nona. Jika Anda memerlukan apa saja, silakan panggil kami. Nama saya Indi, dan nama rekan saya Elly. Tugas saya adalah memasak, dan tugas Elly membersihkan rumah."
Begitulah kedua pelayan itu memperkenalkan diri mereka kepadaku. Ku lihat wajah mereka yang sepertinya lebih tua beberapa tahun dariku. Mengapa harus memanggilku nona? Risih sekali rasanya. Ku utarakan saja, ya.
"Mbak, jangan panggil saya begitu, ya. Panggil saja Aira."
"Maaf, Nona, semua majikan akan kami panggil dengan sebutan Tuan dan Nyonya. Karena sebutan Nyonya untuk Bu Sera, maka anda kami panggil Nona."
"Oh, begitu. Baiklah, terima kasih. Kalau begitu, ayo, temani aku makan. Aku tidak terbiasa makan sendirian. Boleh, ya?" pintaku sambil memasang wajah penuh harap.
Kedua pelayan itu tampak berpikir dan sepertinya mereka mencoba mengingat apa pesan yang disampaikan oleh Mas Reyhan atau Mbak Sera pada mereka.
"Baik, Nona." Mereka pun mengangguk dan langsung duduk dan menemani aku makan. Tak disangka ternyata mereka mau melakukannya. Tapi aku jadi sangat senang.
bikin greget sj km Ihhh 😤 mau"nya Di gtuin Sama sera klo sy jd km,sdh terjd gni ya trima konsekuensinya gk peduli lg Sama omongan tetangga dll nya asalkn anak" sy berada Sama sy seklipun hrus Cerai dr laki" tersbt aplg mama mntu memihak Sama sy gtu auto sypun gk segampang itu malahan brni melawan sy.
Enak sj, mrk yg memulai permainan dn sy mau di jdkn korbnnya trus oh tdak justru sy akn buat keadaan itu terbalik spya tau rasa sndri Gimna rasanya kehilangan dn sadar dgn kebodahn nya sndri.