Bertahun-tahun Ivy membenci kakaknya, Adam. Adam sempurna dalam segala hal, kedua orang tuanya mencurahkan perhatian lebih besar padanya, segala yang yang diungkapkan Adam dianggap serius oleh orang-orang sekitarnya, Adam begitu populer, dan semua suka padanya.
Kecuali Ivy.
Entah sejak kapan ia merasa kalau Adam adalah saingannya dalam segala kehidupan.
Sampai Ivy tahu kalau semua hal yang dilakukan Adam sebenarnya adalah untuk kebaikan Ivy.
Juga sebuah rahasia yang selama ini disimpan Adam rapat-rapat, membuat pandangan Ivy ke Kakak angkatnya itu berubah seratus delapan puluh derajat.
Ivy yang tadinya sangat benci kepada Adam, menjadi bersemangat...
Bersemangat untuk menggoda cowok itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejahatan Adam
Adam menekan tuts keyboard komputernya sambil menekan beberapa pesan singkat ke...
Maudy.
Tepatnya ke situs pencarian jodoh.
Di sana memakai akun palsunya, Adam mengaku sebagai seorang pria berusia 19 tahun, mahasiswa di Amerika yang saat ini sedang liburan ke Jakarta. Dan di sela-sela perjalanan, Maudy ternyata tertarik untuk bertemu dengannya.
Adam memakai nama samaran Dennis
Yang sebenarnya adalah singkatan dari ‘Dendam Niscaya lunaS’ karena memang aksinya ini untuk balas dendam atas perlakuan Maudy ke Ivy.
Di otak Adam, banyak sekali ide-ide jahat untuk mengerjai Maudy saat cewek itu terlena dengannya.
Mereka setuju untuk bertemu, dan Adam minta untuk bertemu malam ini.
Maudy sedang party di ruangan VIP di restoran mewah tadi. Diperkirakan, saat mereka ketemuan, Maudy pasti sudah dalam keadaan mabuk.
Adam memeriksa CCTV, dan ia melihat Ivy sedang nonton Drakor dari komputernya. Tapi terlihat kalau Ivy sesekali menguap.
Telunjuk Adam mengelus layar komputernya, ia menzoom sosok Ivy yang tertangkap CCTV. “Wendy-ku...” bisiknya sambil tersenyum. “Akan kusingkirkan siapa saja yang mengganggumu. Kamu tidak akan mau tahu bagaimana caraku menyingkirkan orang-orang yang sudah membullymu dulu,” desis Adam.
Ya,
Dia sebenarnya sangat licik saat melakukan pembalasan. Tidak ada satu pun korbannya yang melaporkan ke pihak berwenang karena takut. Juga karena tidak tahu siapa tersangkanya.
Dulu, saat Ivy kelas 8, gadis itu pernah jatuh ke kubangan lumpur di sekolahnya karena tak sengaja saat membawa banyak buku, salah seorang guru menyenggolnya dan ia pun limbung ke samping.
Sambil menangis terisak, Ivy bercerita, kalau guru yang menyenggolnya itu bukannya menolong Ivy malah berkata : nanti kalau dewasa kamu akan lebih kuat menghadapi tekanan hidup. Jadi kalau begini saja menangis bagaimana kamu bisa jadi orang?
Lalu si Guru melihat tas Ivy terbuka dan isinya berserakan di sekitar lumpur, Si Guru mengambil tempat pensil Ivy yang memang harganya terkenal mahal karena oleh-oleh Mama dari Amerika.
Dan guru itu menyita tempat pensil itu sambil bilang : “Anak kelas 8 tidak boleh ya membawa barang semewah ini, ibu sita ya!
Dan guru itu pun pergi dari sana.
Adam menoleh ke arah etalase, di sana ada tempat pensil yang jadi persoalan. Lalu ia pun melanjutkan mengingat kembali masa lalu.
Saat itu, malamnya, Ia kuntit guru yang bilang begitu ke Ivy. Ia setrum dengan stuntgun, ia bawa ke area proyek terbengkalai.
Di sana sudah tersedia beberapa sack semen.
Guru yang pingsan itu, ia tanam setengah tubuhnya dengan semen di salah satu cerukan yang belum jadi.
Lalu Adam membuka tas guru itu, dan mengambil tempat pensil Ivy.
Paginya saat semen sudah mengeras, si guru bangun, melihat setengah tubuhnya tertanam di semen yang mengeras. Proses evakuasi si Guru memakan waktu 2 hari.
Dan Ivy pun dibelikan tempat pensil yang baru oleh Adam, jauh lebih mahal dari yang kemarin disita si Guru.
Adam bilang ke Ivy, kalau Guru itu masuk kerja lagi, tempat pensil baru ini kamu letakkan di atas meja agar dia bisa melihat dengan jelas. Ivy bertanya kenapa? Dan Adam hanya menyeringai.
Saat pulang sekolah, Ivy pulang dengan wajah bingung. Katanya...
“Kak, masa guru yang kemarin dorong aku ke lumpur itu pas masuk kelas, ngeliat tempat pensilku dia teriak-teriak kak, katanya minta ampun nggak ambil lagi-nggak ambil lagi! Terus katanya dia minta dimutasi ke sekolah lain, Kak. Padahal kan tempat pensilku udah baru, Kaak, bukan yang kemarin. Ih si Ibu bukannya balikin aja tempat pensilku yang lama, malah teriak-teriak gaje,”
Banyak lagi ide-ide jahat yang dilakukan Adam saat Ivy dikerjai oleh orang lain.
Menjelang jam 23, Ivy pun tampak tertidur, Adam mengontak Maudy.
“Hey girl, I’m around ur loc, can we meet for a sec?” yang artinya, Adam sudah berada di dekat lokasi Maudy berada, dan minta Maudy untuk keluar sebentar menemuinya.
Adam juga meyakinkan Maudy untuk menemuinya sendirian, karena lagi pula, mereka masih berada di area restaurant dan tidak enak dengan teman-teman Maudy kalau ketahuan Maudy memakai platform pencari jodoh.
“Ok, honey. Wait for 15 min yaaa, i want sey to my fren to go to toilet,” Maudy membalas Adam dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang pas-pasan, bahkan ada yang typo.
Cowok itu beranjak dari duduknya dan menatap ke jajaran baju yang tergantung di depannya. Kali ini ia akan menyamar sebagai ibu-ibu berbadan gempal berjilbab panjang yang memakai masker.
Setelah berdandan, Adam pun ke lokasi restaurant tadi dengan membawa sebotol minuman bersoda yang isinya sudah ia campur dengan banyak dosis Nitrazepam.
Rencananya, ia akan memberikan botol itu ke Maudy dengan dalih, "Gratis neng, biar habis aja dagangan saya,".
Siapa yang tak mau barang gratisan? Apalagi dalam keadaan mabuk, orang jadi malas berpikir dan rasa waspada pun nihil.
“Enaknya parkir motor di mana yaaaa?” gumamnya sambil menstarter mesin motornya.
**
Pagi itu Ivy keluar dari kamarnya setengah membanting pintunya dan langsung menghampiri Adam yang sedang sibuk dengan masakannya di dapur.
“Kak! Kak! Liat Nih kak!!”
“Duuuh lagi masak niiih,” keluh Adam.
“Liat dulu nih kak, Penting!!”
“Nanti gosong Vyyy, dah kamu jelasin aja ada apa,”
“Maudy Kak! Maudy diketemukan... duuuh aku bingung jelasinnya, lagi viral ini di Twitter!!” jerit Ivy.
Adam tersenyum sekilas, karena sudah tahu apa yang akan dibahas Ivy kali ini. Tapi buru-buru ia sembunyikan senyumnya dan kembalikan raut wajahnya mode normal.
Sekilas ia melihat ke arah ponsel Ivy, lalu menggeleng, “Makanya, jangan suka mabok-mabokan,” desisnya.
“Kok kak Adam nggak antusias, sih! Ini parah banget loh!”
“Tapi dia masih hidup kan? Masih sehat? Cuma mabok aja kan?”
“Ya iya sih kak! Tapi kan ini Parah!!”
“Melihat sifat Maudy sih aku nggak heran dia bakalan begitu,”
Ya...
Maudy ditemukan dengan pose sangat mencengangkan pagi ini, Ia tidur di atas trotoar, di depan pagar rumah kosong sebelah gedung restoran, dan posisi tubuhnya yang tanpa pakaian mengarah ke jalanan.
Warganet mengambil fotonya saat ia masih dalam keadaan tertidur. Apalagi, Adam mencekokinya dengan obat tidur dosis tinggi dengan berpura-pura sebagai penjual minuman saat Maudy menunggu ‘teman situs kencannya’ di luar restoran.
“Itu sih pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidup, hehe,” cetus Adam sambil menyeringai licik. “Nih sarapan dulu, nggak usah ngurusin hidup orang lain,”
Selagi Ivy makan sambil membaca berita mengenai Maudy di internet, Adam masuk ke kamarnya dan menuju ke ruang rahasianya.
Pakaian Maudy ia gunting kecil-kecil, lalu ia masukan ke dalam tas kertas. Ia akan membakarnya dalam perjalanan ke kantor. “Maudyyy, Maudy. Harusnya kamu berterima kasih karena tas kamu kutinggalin di lokasi, jadi kamu bisa ditelpon orang tuamu pagi-pagi, hehe,”
Dan sebelumnya, tentu Adam sudah menghapus jejaknya yang tertera di Ponsel Maudy.
**