NovelToon NovelToon
KAMULAH TAKDIRKU

KAMULAH TAKDIRKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Ribet

Ayah meninggal ketika aku berusia 20 tahun, semua aset habis tak tersisa satu pun. Aku mulai menjalan kan usaha ku, Cafe yang aku bangun sejak aku masih SMA itu mulai ku rintis kembali. Sempat putus asa karena kehabisan modal, tapi semua bisa aku lewati.
Namun, semua itu belum lah berakhir. Cafe beserta bangunan lainnya akan di robohkan. Ada perusahaan ternama yang membeli kawasan itu, mereka akan membangun sebuah Hotel mewah. Aku berada di ambang kebimbangan, harus bagaimana menyelesaikan permasalahan ini? Di tengah kebimbangan ku itu, aku mengalami kecelakaan. Bukan kecelakaan hebat yang mengharuskan aku untuk di rawat lebih lama, di pantau oleh para dokter, hanya cedera ringan yang aku alami. Tapi, orang tua yang menabrak ku justru malah memberiku sebuah penawaran. Anak nya di paksa untuk menikah dengan ku, dengan dalih pertanggung jawaban!!!
Bagaimana kisah ku selengkap nya, yuk tetap pantengin novel ini agar tidak ketinggalan ceritanya..


By. Mrs Ribet -,-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. MENYUSUL

BAB. 13. Menyusul

"Mas Davin kok disini?"

Menatap tak percaya pada sosok lelaki yang tengah berdiri di depannya, Ayang beberapa kali mengedipkan matanya untuk memastikan apa yang dia lihat.

"Bisa lah, kamu kenapa sih gak bilang-bilang kalo mau pulang Kampung?"

Melempar tas yang dia bawa, kemudian duduk di atas lantai dengan nafas ter senggal.

"Maaf, aku udah coba telpon nomor kamu tapi gak aktif. Tapi aku kirim pesan kok."

Memberi alasan sesuai dengan fakta, memang sebelum Ayang pergi dia sempat mengirim pesan pada suami nya.

"Ya seharusnya tunggu aku pulang, aku juga kan sudah jadi bagian keluarga kamu. Kalo kamu lupa aku ini suami kamu yah."

Mengerjab bingung mendengar penuturan sang suami, Ayang hanya melengos ketika Davin menatap ke arah nya.

"Kamu tahu kamar paman dari siapa? Pak Parjo aja gak antar aku sampai masuk."

"Aku ketemu bibi di bawah."

Manggut-manggut mendengar jawaban sang suami, lantas bangun dari duduknya ketika melihat paman mulai tersadar.

"Paman mau minum?"

Mendengar suara Ayang, Davin dengan cepat bangun dari tempat duduk nya. Kemudian berdiri di samping sang istri.

"Nak Davin, kapan datang?"

Terkejut melihat suami dari keponakan nya, tiba-tiba sudah ada di depan mata.

"Baru sampai Om, gimana udah baikan?"

"Allhamdulilah, namanya juga penyakit tua. Jadi Sering kumat-kumatan.

Davin mengangguk dengan seulas senyum. "Cepat sembuh yah Om, maaf aku malah gak bawa apa-apa kesini."

"Gak papa nak Davin, Ayang kamu pulang saja yah. Biar nanti bibi aja yang jaga. Kasihan suami kamu."

"Tapi, bibi kan belum datang kesini mang."

"Enggak papa, kasihan suami kamu kelihatannya lelah begitu."

Melirik ke arah Davin dengan ekor matanya, memang sih suami nya itu terlihat tidak karuan. Acak-acakan dengan wajah lelah.

"Nunggu bibi datang aja yah, nanti baru pulang."

"Udah gak papa, bibi kamu palingan sebentar. Kamu pulang aja yah. Nanti juga Rani kan kesini."

Menarik nafas dengan berat, pada akhirnya Ayang pun mengangguk. Meng'iya kan ucapan pamannya.

"Ayang pulang kalo gitu, kalo ada apa-apa cepat hubungi Ayang yah!"

"Iya, hati-hati yah."

Mengangguk, lantas meraih tas yang ia simpan di atas kursi. Ayang mulai melangkah keluar dari ruang rawat sang paman.

"Kami pulang dulu Om."

"Iya nak Davin, hati-hati yah."

Membalas dengan seulas senyum, kembali memakai masker yang sempat terlepas. Lantas segera menyusul Ayang yang sudah berjalan lebih dulu.

"Kamu udah makan belum Mas?"

Menoleh ke arah sang suami yang berjalan di belakang nya, masih tidak percaya jika suami dadakan nya itu akan datang untuk menyusul dirinya.

"Belum, tadi kan kesini nya buru-buru. Di tambah gak tahu jalan lagi."

"Kan aku gak suruh kamu buat datang kesini Mas, aku juga bakal pulang ke Jakarta kalo paman udah sembuh."

"Iya tahu, tapi kan saya khawatir."

Ada yang berdesir di hati Ayang, seperti menangkap sebuah ketulusan dari ucapan Davin.

"Kita beli pecel lele aja yah, kebetulan aku tahu pecel lele yang enak disini."

🍃🍃🍃

Lelah dan kantuk yang Davin rasakan, terlebih berangkat dia dari Jakarta pada sore hari. Dan mengemudi mobil nya seorang diri. Malam kian larut, tapi rasa lapar kian terasa. Davin beberapa kali melihat ke luar jendela, memastikan jika sang istri masih berada di warung pecel lele. Memesan makan malam untuk mereka berdua.

"Mau makan disini apa nanti di Rumah aja?" Tanya Ayang, ketika dia sudah masuk kedalam mobil.

"Di dalam mobil maksud nya?" Melirik sekilas pada sang istri, yang di tanya hanya tersenyum dengan wajah aneh.

"Malah senyum-senyum gak jelas." Tidak menjawab ucapan Davin, Ayang justru malah memalingkan wajahnya.

Setiap jalan yang mereka lewati di hiasi oleh berbagai macam penerang. Meski malam kian larut tapi pesona Pangandaran tidak juga terlihat pudar, justru semakin malam Pangandaran akan semakin ramai. Entah itu oleh penduduk sekitar atau pun oleh para pengunjung yang memang baru datang.

"Kamu yakin kita makan disini?" Memastikan sekali lagi pada sang istri, Davin masih tidak percaya dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Ayang.

"Udah deh, duduk aja. Gak papa." Menarik tangan sang suami agar duduk di samping nya, memang sih udara malam tidak lah bagus. Tapi pemandangan di depannya sangat sayang untuk di lewatkan.

"Astaga, kamu ini. Ayang lihat kita di depan hamparan laut. Angin malam gak bagus." Meski kesal tapi Davin tetap memilih duduk, mulai membuka pembungkus nasi yang sedari tadi di pegang.

"Kamu lihat deh, hamparan laut ini tuh indah. Banyak banget lampu yang menghiasi. Lampu-lampu itu dari nelayan yang lagi nurunin jaring. Lihat deh, lampu-lampu itu tuh kaya kunang-kunang." Menjelaskan dengan binar bahagia, Davin tidak menyangka jika wanita yang bersama dengan nya ini sangat mudah untuk merasakan kebahagiaan.

"Kamu pernah kesini?" Menoleh ke arah Ayang yang sedang menikmati makanannya, di jawab dengan anggukan.

"Dulu, waktu Ayah masih ada. Mereka sering bawa aku kesini setiap kali kita pulang ke Pangandaran. Kemarin-kemarin mau ajak Rina tapi kamu malah keburu datang." Menjawab setelah menelan makanan nya, ada raut kesedihan yang di tangkap oleh Davin.

Belum Davin menjawab, ponsel yang dia diam kan bergetar. Mengalihkan atensi mereka berdua.

"Sebentar." Meraih ponsel yang ada di dalam saku. Kemudian membuka dan membaca pesan yang masuk.

Iren batin Davin setelah membaca pesan tersebut

1
falea sezi
oh gt ceritanya trs di jalang masuk kamar gantiin ayank
falea sezi
sukur deh Davin gk tidur ma cwek lain
falea sezi
keguguran deh
falea sezi
tidur apa enggak ma jalang g di jelasin sih thor
falea sezi
Davin bneran tidur apa enggak
falea sezi
klo Davin tergoda mending cerai aja kasian donk istri nya uda dpet bekas dpet Davin yg bloon arman aja kuat masak lu enggak
falea sezi
moga Davin kuat
falea sezi
lahh
Nella Rusma
keren
Fatimah Alfian
💙💙💙💙💙💙💙💙💙👍
༄༅⃟𝐐QueenCy
lha kl uda kt sah ya uda bener jd lakinya vin...😂
༄༅⃟𝐐QueenCy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ristia Amelita
Uhhh syuka, syeru, lanjut kak😘
bina sabrina
asik dah up tiap hari...tak tunggu Loch thor
bina sabrina
lanjut thor
ayu (LABURA)
sejauh ini masi suka
Wi
smg Thor
Dina Tasti
lanjut thor
Alya_Kalyarha
semangat nulisnya kk, udah aku like ya
kalau sempat mampir baliklah ke karyaku "love miracle" dan "berani baca" tinggalkan like dan komen ya makasih
Arthur
Jangan sampai jenuh nulis, ya, Kak 😘
Maaf baru mampir hehe

Salam novel Fur Therese, yuk!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!