NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Hari Selasa ini Renata dan

Tia benar-benar sibuk, karena besok mereka harus ke Bandung, acara kantor, yang

kebetulan mereka ikut mewakili dari divisinya, selain ada lagi dua orang yang

ikut, termasuk direktur di divisinya. Untuk divisi-divisi lain juga terlibat

termasuk Erwin yang juga sebagai salah satu direktur. Dan hari ini Renata

sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang harus dibawa sebagai bahan presentasi

direkturnya. Acara di Bandung sampai dengan Jumat malam. Tiba-tiba ponsel Renata

terdengar nada panggilan masuk, Renata melihat ponselnya, rupanya Erwin.

“Siang pak..”

“Kok pak...??”

“Bapak lupa kalau ini di

kantor..??”

“Hee... he....  Ren besok ke Bandung kita bareng ya..”

“Maaf pak saya sudah

janjian dengan teman-teman, karena mau mampir-mampir dulu.”

“Mampir kemana..?”

” Ada yang mau dibeli.

Kebetulan teman yang tahu tempatnya. Maaf pak...”

“ Okelah kalau begitu.

Sampai ketemu besok di Bandung ya..Kita cari kulineran lagi yang enak” Ada nada

kecewa dalam ucapan Erwin.

Renata menghembuskan

nafasnya dengan kasar. Ada kelegaan di wajahnya karena berhasil menghindar dari

Erwin

“Kenapa Ren...?” Tia bertanya

dengan heran

“Pak Erwin ngajak bareng

ke Bandung besok...”

“Terus...?”

“Ya gak terus-terus....

Seremmm...”

“Kayaknya bener-bener

serius tuh cowok. Ehh... ngomong-ngomong mas Bram kapan pulang?”

“Gak tau, gak ada kabar.”

“Masak sih....” Tia

heran. Renata hanya mengangkat ke dua bahunya dan tidak menjawab.

Acara meeting kantor di

Bandung berjalan dengan lancar. Renata sengaja menghindar untuk tidak berdekatan

dengan Erwin, baik di acara meeting maupun acara santai. Karena kebetulan acara

sangat padat, Erwin pun tidak sempat mengajak Rena keluar seperti janjinya

waktu di kantor.

Dan ini adalah Jumat

malam, dimana akan diadakan meeting terakhir sebelum acara ditutup dengan gala

dinner. Peserta mau langsung pulang selesai meeting atau mau sampai besok pagi,

terserah masing-masing. Jam 18.30 Renata dan Tia sudah  bersiap-siap menuju ke tempat acara yang

kebetulan melewati lobby.

“Ren... tuh ada yang nyari..”

Kata Tia sambil menunjuk seseorang yang sibuk dengan ponselnya, sedang duduk di

sofa lobby hotel membelakangi arah mereka keluar dari lift.

“Siapa...” Renata heran.

“Yuk kita samperin...”

Tia menarik pelan tangan Renata, dan Renatapun hanya menurut mengikuti langkah

Tia.

Sampai di dekat lak-laki

itu Tia masih dengan menarik tangan Renata, mengajak duduk di sofa yang kosong

di depan laki-laki itu.

“Niiihhh... tuan putrinya..”

Renata kaget, rupanya Bram sudah ada di depannya.

“Apa kabar Ren, Tia...?” Bram

bangkit dan menyalami Renata dan Tia. Renata bengong melihat kehadiran Bram di

hotel.

*Flashback on*

Hari kamis sore Tia

mendapat telpon dari Bram, yang rupanya baru datang dari Texas. Dia memang sengaja

tidak memberitahukan kepulangannya kepada Renata. Dia akan memberi kejutan, dan

memang dia sudah berniat sepulang dari Texas dia akan mengungkapkan isi hatinya

kepada Renata. Ternyata Renata sedang mengikuti acara di Bandung juga dengan

Tia.

“Tolong jangan kasih tau

Renata kalau aku pulang ya. Aku mau buat surprise.”

 “Oke, mas Bram kapan ke Bandungnya..?

“Besok siang aku ke

Bandung. Aku nginep di hotel yang sama aja, terus Arya   nyusul habis kantor.”

“Siiip... kebetulan acara

Jumat malem closing skalian gala dinner. Culik aja Rena, ajak pergi. Ntar aku yang

atur. Sebelum acara mulai kalian bisa jalan.”

*Flashback off*

 “Kabar baik. Kapan pulang mas..?” Tanya Renata

“Kemaren

sore sampai. Sory ya... sengaja gak kasih tahu biar surprise..”

“Iya...tadi

pasti Rena mikir yang nyari pak Erwin ya....” Tia bercanda

“Pak

Erwin..? Siapa..?” Tanya Bram heran

“Itu

tuhhh direktur ganteng yang ngejar-ngejar Renata terus...”

Renata melotot mendengar

omongan Tia, Bram tersenyum melihat muka Renata yang menurut Bram sangat lucu

dan menggemaskan.

“Tapi jangan kuatir mas...

Rena sekarang udah pinter ngeles, ngindarin pak Erwin sampai pak Erwin

kelimpungan...haa.....”

“Isshh... apaan sih...?’

Renata mencubit lengan Tia.

“Auuu.... sakit Ren..!!’

“Bodo...!!!”

“Eh buruan kalo mau jalan,

ntar keburu orang-orang pada turun...” Tia mengingatkan Bram

“Ayo Ren... kita keluar

dulu...” Ajak Bram. Renata menoleh ke arah Tia dan Bram bergantian.

“Udaaahhh... gak usah

bingung Ren. Ntar kalo ada yang nyari, gue alesan loe lagi gak enak badan, atau

alesan lain. Tuhh,...kasian mas Bram jauh-jauh dari amrik...”

Renata masih diam.

“ Loe nunggu pak Erwin

turun Ren...?” Tanya Tia menyadarkan Renata, yang kemudian melihat ke arah

Bram.

“Oke kita jalan ya

Ren...”

“Kemana...?’

“Udaahhh... terserah mas

Bram aja,dia lebih tahu Bandung. Mau sampe pagi juga boleh. Nih kunci kamar, tadi

aku dah minta satu lagi. Jadi ntar kalo pulang gak usah bangunin aku.’ Kata Tia

sambil menyerahkan kunci kamar hotel pada Renata.

“Trim Tia, kita jalan dulu.”

Bram pamit

“Oke ati-ati. Awas pulang

harus utuh, jangan sampai kurang...” Renata melotot lagi ke arah Tia sambil

kembali mencubit Tia. Bram geleng-geleng kepala melihat tingkah dua gadis itu.

Kemudian melangkah keluar dari lobby menuju tempar parkir

‘Kita makan dulu ya Ren,

tadi belum makan kan...?” Kata Bram setelah keluar dari parkiran hotel

“Terserah mas Bram..”

“Mau makan apa..? Jangan

bilang terserah lagi ya...?”

“Aku sebenernya sudah

booking tempat yang ada makannya juga. Tapi kalau Rena pengen yang lain boleh

juga.”

“Gak usah mas. Yang ada aja..”

“Oke kalau begitu, kita langsung

aja. Mudah-mudahan kamu cocok tempatnya. Agak di atas sih dan udaranya cukup

dingin. Gak papa kan..?”

“Gak masalah mas.”

“Ee... iya ngomong-ngomong

gimana kakimu. Udah bener-bener sembuh..?’

“Udah sih, Cuma mesti

ati-ati, takut keseleo lagi.”

“Syukurlah...”

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!