Series Kedua
Sebelum membaca novel ini hendaknya terlebih dulu baca novel Terjerat Rasa.
Sebuah kisah cinta yang kembali terulang dalam ruang waktu dan jiwa yang berbeda, bertemu kembali merangkai kisah cinta dan mengarungi peliknya kehidupan.
Mutiara Mikha Aditama adalah gadis kalem nan cantik yang tangguh, ia jarang tersenyum karena badai kehidupan itu terlalu kuat mengepungnya.
Akankah ada seseorang yang mampu membebaskan Mutiara dari kepungan badai kehidupan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 -Pertemuan Adinda dan Mutiara
Sejenak Ryan berpikir lalu ia kembali tersenyum manja menatap Adinda.
"Memangnya kenapa?" Ryan balik bertanya.
"Hemm...Aku hanya teringat dengan masa lalu tentang nama Aditama, seperti apa kabarnya Nia Devira sekarang? Apakah dia sudah sembuh?"
"Nama Aditama itu kan tidak satu sayang!" jawab Ryan.
"Benar juga sih!"
"Infomasi terakhir yang aku dengar, Perusahaan Aditama mengalami kebangkrutan parah, banyak Aliansi groupnya, justru menjadi kompetitor yang menjatuhkan perusahaan itu dengan kejam dan sudah lama sekali Woong memutuskan segala bentuk kerjasama kepada Aditama Group. Aku enggak tau mereka sekarang ada dimana, apakah masih di Berlin atau sudah kembali ke Jakarta!" ungkap Ryan tidak ingin mencari kabar tentang Aditama lagi.
"Semoga saja, Nia sudah sembuh!" harapan Adinda.
"Iyah, semoga kehidupan mereka baik-baik saja!"
Keduanya pun beristirahat bersama.
*
Keesokkan harinya, Mutiara begitu terkejut ketika tim asisten Adinda datang untuk bertemu dengannya dan menyampaikan tujuan kedatangan mereka, Mutiara serasa bermimpi dan tidak percaya. Utusan Perusahaan Woong menghampirinya.
Tim Asisten itu menyampaikan persyaratannya, namun Mutiara masih memiliki data manual dan ia belum memiliki website sebagai fitur lengkap tentang sejarah tokonya ataupun data penting lainnya yang diinginkan oleh Perusahaan Woong. Super Cake juga belum memiliki cabang dimanapun ataupun relasi yang bergabung bersamanya.
Karena kedua pihak sama-sama bingung, akhirnya para utusan Adinda membawa Mutiara agar bisa menjelaskannya secara langsung dan detail kepada Adinda.
*
Kediaman rumah mewah Bastian.
Bastian dan Adinda tampak sibuk di rumah itu mempersiapkan segala macam pernak-pernik perlengkapan acara sang calon CEO, mulai dari pakaian, sepatu sampai dengan perlengkapan lainnya.
Kemudian, dua Asisten Adinda muncul membawa Mutiara.
"Nyonya, kami datang membawa owner dari super Cake?" sapa sang Asisten.
Bastian, Adinda dan Mutiara sama-sama saling memandang, Mutiara sangat terkejut melihat Bastian, ia reflek melangkah pergi keluar bahkan hendak pulang, Mutiara merasa takut bertemu kembali dengan Bastian, takut pria itu berubah pikiran dan kembali menagih uang sebesar 3 M kepadanya.
Para Asisten itu mencegah Mutiara dengan langkah cepat mereka.
"Nona mau kemana?"
"Saya pulang saja" jawab Mutiara tergesa-gesa.
"Jangan Nona"
Mereka pun berusaha membujuk Mutiara agar masuk ke dalam ruang meeting di rumah itu. Namun gadis polos itu lebih memilih menunggu di luar, ia benar-benar tidak menduga jika rumah besar yang ia datangi itu adalah rumah Bastian.
"Apa lebih baik aku pulang saja! Tapi kapan lagi aku mendapatkan kesempatan bagus seperti ini? Telpon Oma atau tidak yah? Huuuft, sebaiknya nanti saja, ini juga belum jelas!" gumam Mutiara begitu bingung.
*
Tatapan Bastian yang begitu terkejut dan bingung, ia sampai terdiam.
"Untuk apa perempuan itu datang kesini?" ucap reflek Bastian
"Kamu mengenalnya?" tanya Adinda cukup terkejut.
Bastian tidak bisa menyembunyikan apapun yang pernah terjadi di dalam dirinya, karena Adinda merupakan ibu, teman curhatnya yang paling nyaman.
Bastian menceritakan singkat awal pertemuan mereka.
Mendengar hal itu sontak Adinda tertawa terkekeh-kekeh, ia merasa itu pertemuan yang sangat lucu sampai membuat Bastian cemberut.
"Aku pikir dia si tukang mengambil kesempatan!" celotehan tidak terima Bastian.
"Mama rasa tidak, ia hanya reflek karena ketakutan yang luar biasa! Kamu yang terlalu berlebihan!"
"Mama belain dia?"
"Serius kamu mendendanya dengan 3 Milyar?" tanya balik Adinda.
"Tidak jadi!" jawab singkat Bastian yang begitu dingin dan cuek.
"Tidak jadi?"
"Karena dia mengurus ibunya yang gila, kakeknya sakit struk serta neneknya yang sudah tua. Kan Mama yang bilang, jika kita harus saling perduli kepada manusia yang kurang beruntung!".
"Sekarang kamu sudah dewasa!" senyum puas Adinda mencubit kedua pipis Bastian.
"Aw, sakit Mah!" rengek Bastian lalu pergi meninggalkan ibunya karena sesuatu hal.
*
Adinda tampak berpikir.
"Ibunya gila, kakeknya struk? Jadi ia tulang punggung keluarga? Gadis yang benar-benar hebat!"
Karena Mutiara tetap bersikeras memilih berada di luar, akhirnya Adinda langsung yang datang membujuknya dan menuntun Mutiara agar memasuki sebuah ruang khusus perjamuan. Ruangan yang sangat mewah, elegan dan nyaman lengkap dengan cctv, dan segala alat- elektronik lainnya.
Mutiara tampak terkagum-kagum dengan interior ruangan pertemuan itu.
"Benar-benar the real sultan!" gumam Mutiara yang begitu takjub.
*
Adinda dikawal oleh dua orang Asistennya di ruangan itu untuk membantu istri Ryan Alaska memberikan sesi tanya jawab singkat atau interview.
Sebuah pertemuan yang tidak terduga, keduanya merasa seperti tidak asing. Tetapi, tidak saling mengenal.
Adinda menatap wajah Mutiara yang kalem dengan senyum manisnya.
"Aura anak ini sangat baik, bertanggung jawab, mentalnya juga keras, tapi aku pikir ia sedikit introvert!" gumam Adinda yang sudah mahir mengenal karakter seseorang, ia telah mendapat pendidikan lagi tentang karakter seseorang untuk mencari setiap staf pribadi mereka, Adinda juga harus Mendampingi Ryan setiap delegasi bisnisnya.
"Siapa nama panjang kamu?" tanya Adinda meski ia sudah tau.
"Mutiara Mikha Aditama!"
"Nama yang bagus!" puji Adinda.
"Terima kasih Bu!" jawab Mutiara sedikit menunduk.
"Apakah Aditama itu nama Ayahmu?" tanya Adinda sedikit kepo.
"I.. Iyah! Tetapi dia sudah meninggal!" jawab lambat Mutiara yang tiba-tiba teringat dengan pesan kakeknya.
*
"Mutiara, siapapun yang bertanya tentang identitas kamu, Nak! Tolong sembunyikan!"
"Kenapa Opa?" tanya Mutiara begitu penasaran. (Kala itu Mutiara masih remaja dan Aditama belum mengalami struk)
"Karena kami tidak ingin kehilangan kamu, jika keluarga Ayahmu tau kehadiran mu, pasti mereka ingin memilikimu, kami rela kehilangan apapun asalkan kamu tetap bersama kami."
Mutiara menunduk pertanda paham.
Setelah interview tentang diri Mutiara selesai.
Mutiara mulai melakukan persentase ringan yang mudah di mengerti, ia menjelaskan titik awal perjuangan dirinya dalam terjun ke dunia bisnis sampai akhirnya membuka sebuah cake.
Mutiara juga menjelaskan dengan sangat detail bahan-bahan apa saja yang ia gunakan dan memperkenalkan cake-cake best seller karya Mutiara dan siap ditampilkan di acara pelantikan Bastian nanti yang akan bersaing dengan kompetitornya.
Dalam mata berkaca-kaca Mutiara juga menjelaskan ia sangat bahagia dan terharu sekali dan tidak lupa berterima kasih kepada Perusahan raksasa seperti Woong Asian Group, yang sudah memberikan ia kesempatan untuk mengembangkan karir usahanya, meskipun ia hanyalah seorang pengusaha kerdil yang baru tumbuh.
"Hampir semua bahan-bahan pokok kamu beli dari luar negeri, bagaimana dengan profit keuntungannya dengan harga yang masih terjangkau?" tanya simpel Adinda.
"Bicara soal keuntungan memang tidak terlalu besar. Namun itulah media promosi yang bisa saya jalankan, secara otomatis mereka yang ketagihan memakan cake saya, akan bercerita kepada teman-temannya bahkan merekomendasikan untuk membeli di toko super Cake, karena saya berpikir dengan rasa berkualitas dan harga standar semua orang memilki kesempatan untuk menikmati super Cake!"
Adinda dan para Asistennya sontak bertepuk tangan tangan.
"Prok...Prok...Prok...trik marketing classic namun sangat pamungkas!
Bagus sekali, sebuah penjelasan yang simpel dan sangat mudah dipahami," puji Adinda yang langsung jatuh cinta dengan performa Mutiara.
"Terima kasih!" ucap hormat Mutiara. Kecerdasannya dalam berbisnis mengikuti jejak Ayah dan Kakeknya.
ikut merasa senang dan gembira dengan akhir cerita yang berakhir bahagia, Farel pun akhirnya mnyadari kesalahannya serta mau meminta maaf.
Setiap kehidupan ada hal2 yang harus kita lalui baik ataupun buruk. terkadang kita menanyakan mengapa hal2 buruk harus menimpa diri kita..namun yakinlah setiap kejadian yg kita lalui adalah garis hidup yg harus kita lalui yang mngkin saja memberikan pelangi buat hidup kita kedepannya.
Begitu juga dengan kehidupan Mutiara..yg sedari kecil harus menderita, memiliki ibu yg gila dan ayah yg sudah tiada. Namun berkat doa, jerih payah, usaha, kepintaran dan hati yang tulus menerima semua kehidupannya dengan ikhlas dan sabar semuanya akhirnya berakhir bahagia dan indah untuknya
Tentunya banyak hal yg dapat kita petik dari novel ini seperti ttg kasih sayang seorang nenek dan Bunda Adinda kpd cucu dan anaknya. Serta ketulusan hati mutiara dalam mnjalani kehidupannya
Terima kasih Kak Mai atas novelnya..ditunggu utk novel berikutnya.
Tetap semangat, sehat selalu dan sukses utk karya2nya...🙏
ini adiknya Mutiara akan seumuran sama anaknya dong 🤭🤭🤭
semoga bs mngikuti jejak Bastian dan Mutiara 🤭🤭
jgn kalah lahh..coba dekatin Tiffani
itulah buah dari kedengkian dan keserakahanmu..
dan alhamdulillah semua happy ending dengan pasangan'y masing", trimakasih banyak buat ka'Sarah yang telah membuat karya luar biasa ini banyak hikma yang di petik dari kisah MH banyak pelajaran hidup terutama PERJUANGAN, SABAR juga Keikhlasan... jangan menyerah dengan ke ada'n di saat qita berasa dalam titik terendah selalu berserah diri dan berpasrah kepada Allah...
trimakasih banyak ka'sarah di tunggu lagi karya" hebat mu tetep semangat dan sehat selalu ya🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰