menceritakan anak angkat yang disuruh menggantikan putrinya yang telah kabur untuk memenuhi cita-citanya. sehingga Luna dipaksa menikah dengan kekasih kakak angkatnya. Luna pun akhirnya menuruti kemauan kedua orang tua angkatnya sebagai balas budi yang telah merawat dirinya yang dibuang oleh orang tua kandungannya di.. tapi kekasih kakaknya menuduh Luna ingin menggantikan posisi kakaknya supaya mendapat materi dan hidup mewah gratis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfi Alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keberanian Luna
Belum tuan... dari tadi Nyonya belum keluar. Mungkin sebentar lagi. Apa perlu saya panggilkan tuan?" tawar bibi untuk memanggilkan Luna
Jadilah wanita yang kuat. Meski disakitin berkali-kali tetap tegar. Lemah hanya orang yang penakut untuk kembali Tersakiti. Selagi kita hidup disakiti berulang kali itu sudah terbiasa" batin Luna.
Dion terus aja mengoceh tiada hentinya. Sudah satu setengah jam dirinya menunggu di meja makan luna belum juga muncul.
"kemana wanita tak tahu diri itu. Kenapa sudah satu setengah jam belum juga datang? apa dia sedang tapa " gerutu Dion dengan pikiran yang mulai khawatir.
pelayan yang melihat tuannya mulai khawatir. Mereka takut tuannya akan menyakiti Nyonya Luna lagi. Mengingat tuannya selalu bersikap kasar pada Luna. Membuat mereka para pembantunya kasihan kepada Nyonya mereka. menjadi istri dari laki-laki kaya ternyata tidak segampang seperti apa yang dipikirkan.
30 menit kemudian Luna keluar dari kamar dengan baju yang rapi menuju meja makan. Dapat dilihat dari muka Dion yang ingin memarahi Luna saat datang.
" Dari mana saja kamu Kenapa lama banget? Kamu pikir dirimu siapa? Apa kamu Nyonya di sini? Ingat Posisi kamu di rumah ini hanya pembantu yang numpang tempat tinggal. Bukan Nyonya di rumah ini " hina Dion sejak tadi sudah muak menunggu kedatangan Luna. Ya nafsu makannya kurang baik melihat masakan pembantu nya tidaklah menarik. Daya minat untuk memakan masakan pembantunya tidak ada lagi.
" saya sadar akan posisi saya di rumah ini ! Tidak perlu kau ingatkan setiap hari' saya tidak lupa " balas Luna entah sejak Kapan dirinya tidak memiliki rasa takut pada Dion lagi.
" Benarkah kamu sadar itu? tapi kenapa saya merasa tidak begitu ! Sekarang saja kamu keluar dari kamar dengan baju yang rapi begini. mau pergi ke mana kamu? jangan harap kamu bisa keluar dari sini " Dion melihat Intens Luna. Membuat orang yang dilihat seperti itu merasa tidak nyaman.
" berhenti memandangku seperti itu ! Aku mau ke mana pun itu bukan urusanmu.urus saja urusan kamu sendiri. Jangan pernah mencampuri kehidupanku " sahut Luna tanpa takut.
" Saya tidak Sudi mencampuri urusan kamu. Jangan terlalu percaya diri dalam berucap. Karena diriku tidak berniat mencampuri urusanmu. Berpikir saja saya males" sombong Dion dengan angkuhnya.
" Baguslah jika memang benar. aku lega mendengarnya" senang Luna.membuat Dion merasa kebingungan melihat dirinya.
" Kenapa kamu senang? Jangan berpikiran untuk mendekati laki-laki lain di luaran sana ! jika itu terjadi Aku tidak akan segan-segan menyakiti dirimu lebih dari sebelumnya " ancam Dion dengan serius.
mendengar perkataan Dion dirinya menjadi tak karuan. hatinya berdebar kencang. Entah kenapa Itu terjadi. ia merasa bahagia mendengar Dion melarang keras dirinya dekat dengan laki-laki lain di luaran sana.
"Jangan berharap lebih. Saya lakukan ini karena saya tidak ingin kamu bahagia dengan laki-laki manapun. kamu harus merasakan seperti apa yang aku rasakan " tegas Dion menghancurkan Lamunan Luna yang sempat senang.
" Apa kamu tahu isi pikiranku hah? Jangan jadi sok tahu. Perasaan aku buat dirimu tidak pernah ada, bagaimana bisa sekarang kamu berpikiran Kalau diriku menyukai dirimu. jangan pernah bermimpi. hentikan pikiran kotormu itu" balas Luna kesal meski tak sesuai dengan apa yang dipikirkan dalam omongannya itu.
" Baguslah kalau kamu sadar diri. karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah menyukai dirimu! saya peringatan pada dirimu. penderitaan kamu akan berhenti saat aku menemukan Intan. saat itu juga aku akan menceraikan dirimu" ucap dion menatap penuh benci pada Luna.
perasaan Luna mendadak sakit.begitu bencinya dion pada diri nya.hingga tidak menganggap penting sebuah pernikahan mereka. Tapi apa yang bisa dilakukan luna selain menerima pernikan ini juga tanpa adanya cinta. jika diteruskan akan bertambah sakit hatinya dan diri nya bisa mengalami tekanan batin yang parah.
ini novel pertama q
jangan lama"