NovelToon NovelToon
Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Pak Dosen, Pilihan Orang Tuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:145.9k
Nilai: 5
Nama Author: Humala's

Hanum adalah mahasiswi dari universitas ternama di kotanya. Ia merupakan gadis yang cantik dengan kharisma yang mempesona, hingga siapa saja yang melihatnya pasti terpesona.
Suatu hari ia bertemu dengan dosen ganteng bernama Aditya. Dosen muda yang jadi favorit seluruh mahasiswi di universitasnya. Berbeda dengan yang lain, Hanum justru membuat kesan pertama yang buruk dimata Aditya.
Hanum terus menghindari Aditya. Namun, takdir sepertinya selalu mempertemukan mereka.
Tanpa disadari sebenarnya Aditya selalu mengamati setiap gerak gerik Hanum.
Bagaimana kisah Hanum dan Aditya selanjutnya?
Selamat menikmati ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humala's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ijin dari calon suami

Hanum dan Aditya pun memasuki ruangan tempat Aditya bekerja

“Siapkan minuman untuk kita berdua” perintah Aditya ke sekertarisnya melalui sambungan telepon

“Baik, pak” balas sekertarisnya

Aditya memahami Hanum shock dengan apa yang terjadi. Ia ingin menenangkan Hanum.

Disana Hanum berjalan mondar- mandir sambil memikirkan sesuatu. Aditya hanya melihatnya.

Sampai akhirnya seorang sekertaris mengetuk pintu dengan membawa nampan berisi 2 cangkir teh.

Hanum melihatnya langsung duduk. Ia tidak mau terlihat gugup di depan sekertaris Aditya.

“Silahkan Pak tehnya” ucap Sekertaris Aditya

“Terimakasih” jawab Aditya

Sekertarisnya pun berjalan keluar.

“Num, cepat atau lambat mereka semua juga akan tahu kalau kamu calon istriku. Jadi memberi tahukan mereka sekarang atau nanti sama saja” ucap Aditya menenangkan

“Tapi aku belum siap dengan semua ini. Apalagi aku masih kurang seminggu disini. Pasti akan terasa canggung bila mereka memperlakukan ku istimewa. Maka dari itu aku memintamu sampai batas PKN berakhir” kata Hanum kepada Aditya

“Tenang Hanum, yang hanya bisa kamu lakukan adalah tetap melaksanakan PKN ini sampai selesai. Fokus dengan laporan PKN mu. Jangan hiraukan sekelilingmu. Sekarang mereka juga tidak akan berani mencemooh mu lagi” jawab Aditya

Setelah selesai bicara, Hanum keluar dari ruangan. Tidak ada satu mata mata pun yang berani menatap Hanum, meskipun Hanum sudah ketakutan terlebih dahulu.

Ia berpikir ya sudah lah. Toh PKN juga akan segera berakhir. Benar kata Aditya, aku harus fokus ke laporan ku.

...****************...

Akhir pekan pun datang. Janji Lukas untuk menemui Hanum pun tiba. Lukas mengirim sebuah teks pesan singkat kepada Hanum untuk segera bersiap, karena sebentar lagi ia akan menjemput Hanum.

Terdengar suara mobil parkir di depan. Bu Rita yang menyirami tanamannya pun melihat ke arah mobil tersebut.

“Eh Lukas. Sini masuk” sambut Bu Rita

“Assalamualaikum Bu.” Sahut Lukas sambil tersenyum

“Walaikumsalam. Kamu udah lama ga mampir dan main. Pasti cari Hanum!” ucap Bu Rita

“Iya Bu. Hanum ada?” tanya Lukas sambil melirik ke arah dalam rumah

“Ada. Ayo masuk duduk dulu. Biar Ibu buatkan minuman dulu” pinta Bu Rita

“Iya Bu terimakasih” jawab Lukas.

Bu Rita langsung naik ke kamar Hanum. Ia memanggil Hanum serta akan memberi tahu sesuatu kepada Hanum.

“ Tok tok tok” suara ketukan pintu dari luar kamar Hanum

Hanum membukakan pintu dan melihat sudah ada Ibu di depan pintu kamarnya.

“Ada apa Bu? Apa Lukas sudah datang?” tanya Hanum ke Ibunya

“Hanum. Ibu mau bilang ke kamu” sambil berjalan memasuki kamar Hanum dengan niat supaya percakapan mereka tidak di dengarkan Lukas

“Hanum, kamu sekarang sudah tidak bisa keluar dengan lelaki mana pun sesukamu. Kamu sudah punya calon suami. Apa nanti kata orang- orang kalau kamu dijemput laki- laki selain Aditya” kata Bu Rita seolah mempertegas status Hanum

“Bu, Hanum mau keluar sebentar saja kok. Ada sesuatu yang mau Hanum bicarakan dengan Lukas” jelas Hanum

“Apa bicara di rumah ga bisa dari pada kamu diluar nanti dilihat orang yang mengenalmu. Bisa merusak nama baik mu Hanum. Ayah dan Ibu tidak mau itu terjadi” pertegas Bu Rita

“Ngga bisa Bu. Lagian ngga nyaman juga nanti Lukas ga bisa ngobrol bebas. Ini juga masalah kami berdua jadi memang harus dibicarakan berdua” jawab Hanum

“Apa kamu sudah pamit ke Aditya. Dia berhak untuk tahu kemana calon istri nya akan pergi”

“Belum Bu, Hanum lupa. Tapi kalau Hanum pikir lebih baik tidak usah diberi tau pasti nanti tidak akan diijinkan” jawab Hanum

“Kalau kamu tau jawabannya kenapa ngeyel untuk bertemu Lukas?” selidik Ibu

“Cuman kali ini aja kok Bu, Hanum keluar bareng Lukas. Nanti juga kalau Hanum nikah ga akan keluar lagi” jawab Hanum dengan memohon

“Ngga bisa Hanum. Hubungi Aditya sekarang juga. Ibu ingin tahu bagaimana respon nya.” Minta Bu Rita

Hanum menuruti kata Ibunya. Karena ia tidak mau Lukas sampai menunggu lama. Ia takut Lukas curiga. Hanum mengambil HP nya dan segera menghubungi Aditya.

“Halo” suara dari seberang telepon

“Halo. Iya. Kamu dimana?” Tanya Hanum

“Aku dirumah. Ada apa Num? Tanya Aditya balik

“Oh. Ini aku mau ijin untuk keluar sama Lukas. Apa boleh?”

Sejenak suara dari seberang telepon pun tidak ada. Namun panggilan di layar tetap berjalan.

“Ada keperluan apa ketemu Lukas” tanya Aditya

“Oh ini aku mau bertukar pikiran aja sama Lukas mengenai laporan PKN yang ku kerjakan” jawab Hanum

“Kamu bisa tanyakan itu padaku juga Num. Aku tidak mengijinkan mu”

“Kasian Lukas sudah menunggu di rumah. Aku tidak mau membuatnya kecewa” Hanum memohon

“Kalian mau kemana?”

“Mau ke kafe “Lucky”.” Jawab Hanum

“Kalau begitu aku ikut. Aku akan menyusul kalian” jawab Aditya bertindak dewasa

“Eh.... tut...tut..tut” suara telepon terputus.

Belum juga Hanum membalas.

“Karena Aditya sudah memberi ijin ke kamu, jadi ibu biarkan. Selanjutnya kamu tidak boleh lagi keluar dengan Lukas hanya berduaan” . kata Bu Rita

Hanum bingung. Ia terpaksa berbohong karena Ibu juga ada disitu. Ia takut Ibu marah kalau tau hal apa sebenarnya yang akan dibicarakan dengan Lukas. Hari ini Hanum berniat untuk menolak Lukas.

Hanum segera mengirim pesan singkat ke Aditya, agar ia tak salah paham ketika bertemu Lukas nanti. Ia berpikir lebih baik jujur dengannya.

“Adit. Aku mau ngomong. Aku tahu ini mungkin terlambat tapi aku lebih takut kalau ada kesalah pahaman antara kita. Jadi Beberapa minggu yang lalu Lukas mengungkapkan perasaan nya.

Hari ini aku berniat untuk memberikan jawaban serta memberi tau bahwa aku akan menikah.” Pesan yang dikirim Hanum ke Aditya

Hanum langsung bergegas ke bawah menghampiri Lukas.

“Sudah lama Kas?” tanya Hanum

“Ah ngga terlalu lama juga kok paling setengah jam an” jawab Lukas sambil menekankan waktu, karena biasanya Hanum tidak membiarkan Lukas menunggu terlalu lama.

“Maaf ya Kas, dandan terlalu lama” melas Hanum

“ Iya ga papa yuk. Ibu mana? Aku mau pamit” sambil menelisik ruangan

“Oh Ibu. Dia tadi ke belakang. Lagian sudah tau kok. Yuk berangkat saja” minta Hanum

“Aku ga enak nih ga pamit” ucap Lukas

“Udah ga papa. Ayok” pinta Hanum sambil menuju keluar

Mereka berdua pun pergi.

...****************...

Sampai di kafe yang dituju Hanum dan Lukas langsung memesan beberapa hidangan.

“Kas gue mau ngomong sesuatu deh sama lu” ucap Hanum menatap

“Apa? Aku juga ada yang mau diomongin ke kamu. Kamu dulu deh” jawab Hanum

“Gue minta maaf” ucap Hanum sambil meremas tangan nya

1
Qaisaa Nazarudin
Aku gak tau mau bilang Hanum ini Bodoh apa tolol sih,pikirannya cetek banget..Sorry ya thor aku ngehujat perannya,Bukan outhor nya,Kalo riders merasa kesal dgn alurnya itu berarti kamu berhasil bikin novel yg bagus,Dan membawa para riders masuk kedlm novel mu..😄😄🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Inilah resikonya suka banget rahasiaan pernikahan, Sekurang-kurangnya sahabat sendiri harus tau,Udah jadi isu aja baru masing2 kebakaran jenggot..haiih..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Biasanya orang penjelasan dulu baru bertengkar,Ini mah bertengkar dulu baru penjelasan..😂
Qaisaa Nazarudin
Ngaca gak tuh?? 😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gitu dong Nin,Yangnpunya istri siapa yg ngasih kabar siapa,saat isteri di dekatin pria lain malah marah2..Aku dari awal gak suka dengan perjodohan mereka,Mending sama Lukas aja..
Qaisaa Nazarudin
Bu Rita terlalu ikut campur urusan anaknya,Setelah itu dia yg panik sendiri..hadeeuuhh...
Qaisaa Nazarudin
Bodoh Aditya..
Qaisaa Nazarudin
Cciihh alasan tuh ulet bulu..🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Berlebihan banget,Udah kayak orang baru habis lahiran aja..Aku MP malam,paginya udah bisa jalan aja walaupun jalan pelan dan kayak ada rasa yg mengajal gitu,saat pipis dan cebok nya perih gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Singkat dan padat MP nya..Tau2 udah jebol aja..
Qaisaa Nazarudin
Udah gede tapi masih kekanak-kanakan,Yang satu egois,yang satunya sok gengsi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Aditya dari awal ketemu udah suka sama Hanum,Makanya dia langsung posesif gitu,Kalo cuman di jodohin pasti akan ada jual mahalnya,apa lagi sekarang belom menikah..
Qaisaa Nazarudin
Belom apa2 udah posesif banget,Harusnyanbiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka,Bagi mereka ruang bicara berdua..
Qaisaa Nazarudin
Wah Niat banget para ortu..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mah kan ku bilang juga apa,Kamu harus gentle Kas,Soal di tolak/terima itu soal belakangan,Yang penting kamu udah jujur ke Hanum..
Qaisaa Nazarudin
Apa Lukas suka sama Hanum tapi takut di tolak,makanya dia diem aja..
niraaauci
Hanum beruntung sekali punya suami seperti pak Aditya ..suksess thoor
nining
lanjut kk.....sering2 ya up nya jangan kebanyakan off🤣🤣
Devi Sihotang Sihotang
di tunggu up nya ya thor
Devi Sihotang Sihotang
clara buat drama apa ge
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!