NovelToon NovelToon
CEO Kejam Dan Romatis

CEO Kejam Dan Romatis

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Evi Tamala

Rayyan yang akrab di sapa Ray, pengusaha ternama di Negara In. Kekayaannya mencapai trilliunan rupiah. Wajahnya sangat tampan rupawan, dia bahkan juga di juluki sebagai pengeran tampan yang mampu memikat para kaum hawa. Akan tetapi di balik ketampanannya itu, dia sangatlah kejam. Dia bahkan gak segan-segan menghilangkan nyawa seseorang jika sampai ada yang berkhianat padanya.

Hidupnya hanya untuk kerja, kerja dan kerja. Dia tak mengenal arti cinta bahkan di usianya yang sudah hampir kepala tiga. Selama hidupnya ia hanya fokus untuk belajar & bekerja agar terus bisa mengembangkan bisnisnya hingga kancah internasional.

Namun, kedatangan seseorang mulai mengusik kehidupannya. Ia yang selalu berwajah datar, kini mulai bisa tersenyum setelah sekian lama hidup dalam kesuraman.

Kira-kira siapakah wanita itu? Apakah dia bisa mengubah karakter Ray yg hanya tau caranya membunuh, tanpa mengenal cinta & kasih sayang?

Penasaran bagaimana kehidupan Ray setelah jatuh cinta? Yuk intip ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencuri Kiss Diam-diam

Setelah perutnya terasa kenyang, Khanza pun merebahkan tubuhnya di sofa. Habisnya dia mau ngapain lagi, mau keluar, pintunya masih belum bisa di buka. Hp gak dia bawa. Mau pinjem Hp dan laptop Rayyan pun juga tidak di perbolehkan. Mau manjat dari jendela, takut membuat orang heboh. Akhirnya Khanza memilih tidur-tiduran namun siapa sangka, jika dirinya akan terlelap. Mungkin karena efek kenyang, terlebih semalam ia begadang. Membuat Khanza dengan mudahnya tertidur.

Melihat Khanza memejamkan mata, dengan nafas yang teratur, Rayyan menghampirinya. Ia berjongkok di samping kursi dan menatap wajah Khanza.

"Aku gak tau kenapa, setiap ada di dekat kamu, hatiku berdebar. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan hal seperti ini. Setelah dua puluh sembilan tahun lamanya aku hidup, aku mulai bisa merasakan getaran itu. Aku tau, kamu tidak mencintai aku. Tapi izinkan aku mencoba untuk mendekati kamu dan membuat kamu merasakan cinta yang aku rasakan." Dengan hati-hati, Rayyan mencium kening Khanza. Lalu ia mengangkat tubuh Khanza dan membawanya ke kamarnya. Yah, Khanza adalah orang pertama yang akan menempati kamarnya selain dirinya. Bahkan Farhan, yang selalu dekat dengannya pun, tidak diizinkan masuk ke kamar itu. Karena bagi Rayyan, kamar itu adalah miliknya, privasinya dan tidak boleh ada orang masuk selain dirinya. Tapi sekarang, Rayyan rela berbagi. Ia rela jika kamar itu kini di tempati oleh Khanza.

Setelah menaruh Khanza di atas kasurnya, Rayyan tidak langsung beranjak dari sana. Ia masih ingin melihat wajah Khanza lebih lama lagi. Melihat Khanza diam dan tertidur, dia terlihat sangat imut sekali, dia bahkan seperti boneka sangking imutnya.

Rayyan mengambil hpnya dan membuka kameranya. Tak lupa ia mematikan suara klik agar nanti saat  pengambilan gambar, tidak menimbulkan bunyi dan cahaya yang membuat Khanza terbangun. Lagian lampu di ruangan ini sangat terang, jadi gak perlu pakai lampu kamera lagi.

Rayyan mengambil beberapa gambar, ia juga mengambil gambar saat dirinya diam-diam mencium kening, pipi dan juga bibir Khanza. Setelah mendapatkan lebih dari sepuluh foto, Rayyan langsung keluar dari kamarnya. Ia gak mau Khanza marah, karena ketahuan mencium Khanza saat Khanza tengah tertidur.

Di kursi kebesarannya, Rayyan melihat hasil foto tadi.  Ia tersenyum puas saat melihat foto dirinya yang tengah mencium Khanza. Ini baru permulaan. Rayyan yakin, kelak dia pasti bisa meluluhkan hati Khanza dan membuat Khanza jatuh cinta padanya.

Setelah puas melihat foto itu, Rayyan menaruh kembali Hpnya dan mulai fokus bekerja. Ia juga pelan saat mengetik keyboard. Entah kenapa, Rayyan takut, jika suara keyboard nya akan membuat Khanza bangun, jadi sebisa mungkin, ia mengetik dengan sangat pelan sekali.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Rayyan juga merasa matanya sudah panas karena terlalu lama menatap layar komputer. Ia pun mematikan komputernya dan melihat jam di pergelangan tangannya.

"Kenapa lama sekali tidurnya?" gumam Rayyan. Ia segera masuk ke kamarnya dan melihat Khanza yang masih tertidur pulas.

"Apa tidurnya emang selama ini?" tanya Rayyan pada dirinya sendiri.

Lagi dan lagi, Rayyan menghampiri Khanza dan mencium keningnya. Lalu ia segera pergi dari sana. Sebenarnya ingin sekali Rayyan, tidur di sebelah Khanza. Tapi ia gak mau Khanza membencinya dan mengangap dirinya mesum.

Rayyan ingin mendekati Khanza dengan cara baik tanpa paksaan. Karena ia ingin memiliki Khanza bukan hanya sekedar tubuhnya  saja tapi hati dan juga cintanya.

Rayyan pergi ke kursi sofa panjang dan memilih rebahan di sana. Ia membuka hpnya kembali dan melihat isi galerinya. Rayyan merasa senang melihat foto Khanza. Ah, ingin sekali ia memeluk tubuh mungil itu. Tapi ia takut ketahuan, dan ia takut Khanza marah dan membencinya. Jadi walaupun sangat ingin sekali memeluknya, Rayyan berusaha menahannya. Iya yakin, akan tiba waktunya suatu saat nanti, ia bisa memeluk Khanza dngan erat.

1
Vivian cano xavier
keren banget karnyany Thor,aku suka
semangat ya buat ceritany,semoga sukses
Anhy Suleman Paputungan
lanjut dong
Faramitha Mitha
lanjut donk KK. lgi enak2 kan baca eh putus cerita🤦🏻‍♀️
Evi Tamala: Iya kak, besok ya, aku masih ngetik yang judulnya Love Me Mr. Arrogant. Tapi tanggal satu nanti, dan seterusnya akan rutin update dua bab perhati. Tapi untuk bulan sekarang, aku akan ngisi kalau yang lain sudah kelar.
total 1 replies
Radit Pratama
bagus
Nur
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!