NovelToon NovelToon
Sebatas Teman

Sebatas Teman

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cyvla

Perasaan ini seharusnya gak ada, perasaan yang jadi boomerang buat diriku sendiri.
Perhatian-perhatian kecil yang dirinya torehkan untuk ku, membuat ku merasakan perasaan yang gak seharusnya ada.

Perasaan yang menyakitkan, memori kebersamaan ku dengan nya seolah-seolah berputar dipikiran ku tak ingin berhenti.

Bagaimana tidak, dia sosok yang selalu ada disamping ku dalam keadaan apapun. Bahkan dititik terendah pun dia selalu ada.
Selalu memberikan ku semangat, selalu memberikan ku motivasi untuk selalu bertahan dan bertahan akan keras nya kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cyvla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbohong

Revan sudah mencari ke mana-mana orang suruhan nya itu namun ia tak menemukan nya.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi nya.

"Temuin gue sekarang!" ujar Revan dalam sambungan telpon.

Tak lama kemudian di sebuah Cafe, orang suruhan itu pun datang menghampiri Revan.

"Ada apa bos?" ujar nya pura-pura tak mengetahui nya.

"Lu masih pura-pura gak tau ya didepan gue?, apa aja yang udah orang itu ngomong sama lu?!" ujar Revan dengan tegas nya bertanya.

Orang suruhan nya pun hanya terdiam, haruskah dirinya mengaku akan apa yang ia tau?.

Tapi dirinya memikirkan perkataan orang itu saat mengaku.

Mau tak mau ia pun harus berbohong kepada Revan, meski jika nanti Revan tau kebenarannya dirinya yang akan terancam.

"Kenapa diem aja?, jelasin ke gue!"

"Oke iya gue jelasin ke lu, orang itu hanya suruhan ia tidak tau apa motif bos nya menyuruhnya" ujar orang suruhan Revan mengelak.

Sementara Revan yang mendengar perkataan orang suruhan nya, dirinya sedikit agak tidak percaya. Dirinya merasa ada yang disembunyikan.

"Lu lagi gak bohongin gue kan?, tau kan akibatnya kalau lu bohong sama gue eum?!"

"Saya tidak berbohong, orang itu tidak mengetahui apa-apa dirinya hanya disuruh untuk menelpon pembantu keluarga Keith"

"Terus apa aja yang dia omongin, sampai bikin bibi meninggal?"

"Kalau itu gue udah suruh dia buat ngaku, tapi dia gak jawab"

"Oke awas aja kalau sampai gue tau lu bohong sama gue!" ujar Revan lalu ia pun melangkah pergi.

Seperti nya gue harus cari orang baru, dia udah gak bisa gue percaya. Gue merasa dia berbohong akan apa yang ia jelaskan.

Waktu terus berlalu sudah selama sebulan kondisi Azell kadang stabil kadang ngedrop membuat nya harus bolak-balik kerumah sakit.

Sementara Alterio, ia semakin bingung Azell semakin jauh dirinya merasa ada sesuatu yang terjadi sama Azell hingga membuat Azell tak pernah nongkrong bareng dirinya dan Fea.

Sementara Revan, sudah selama sebulan ini dirinya mencari kebenaran namun ia tak menemukannya dirinya bingung harus melakukan apa lagi.

Orang suruhan nya yang satu bulan lalu ketahuan berbohong, namun Revan diam ia ingin melihat sampai mana orang suruhan nya itu bergerak.

Disisi lain Fea pergerakan nya semakin dibatesin oleh suruhan nyokap dan bokap nya, ia merasa tidak bebas saat ini. Hanya bisa ke kampus dan ke apartemen selebihnya ia tak bisa keluar bahkan untuk sekedar jalan-jalan.

Namun satu yang ada dibenak Fea selama ini, siapa yang nelpon bibi karena sampai saat ini Revan belum juga mengabari dirinya soal perkembangan kasus bibi.

Bahkan dirinya sempat berpikir apa ini ada hubungannya dengan dirinya?.

Entahlah semakin Fea memikirkan nya, dirinya malah tak menemukan solusi.

Seperti biasa ia sudah siap style casual dan balutan make up yang natural, dirinya akan pergi kuliah.

Namun sudah ada Revan didalam mobil didepan apartemen milik nya.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga, Fea butuh penjelasan Revan mengapa dirinya menghilang begitu saja tanpa menjelaskan kebenaran kasus bibi.

"Lu dari mana aja Van?, satu bulan lu ngilang tanpa ngasih gue kabar apapun soal kematian bibi" ujar Fea menghampiri Revan.

Revan hanya terdiam, dirinya bingung harus menjawab apa karena dirinya juga belum mengetahui apapun saat ini.

"Sorry Fea, gue udah buat lu kecewa dan nunggu kaya gini. Sorry gue belum nemu informasi apapun selama satu bulan ini, tapi gue janji sama lu ketika nanti gue udah dapat informasi nya akan segera gue kasih tau ke lu"

"Oke gue maafin lu Van, gue juga selama satu bulan ini gak bisa ke mana-mana selain ke kampus dan apartemen pergerakan gue diawasin sama orang suruhan bokap dan nyokap."

"Lu diawasin?, kenapa gak bilang sama gue Fe!"

"Gimana gue mau bilang, lu nya aja ngilang lagian udah biasa kali gue diawasin kaya gini tapi ya gue masih merasa risih"

"Ya udah mau bareng sama gue ke kampus nya?" ujar Revan menawari Fea untuk berangkat bareng dengan nya.

"Boleh, sekalian gue hemat uang ongkos hahaha"

"Dasar lu Fea, gak pernah berubah dari dulu"

"Ya kan ada yang gratis kenapa enggak"

"Ya udah ayo masuk"

Revan pun masuk kedalam mobil begitupun dengan Fea, setelah Fea masuk Revan pun mengemudikan mobil itu menuju kampus elit.

Tak butuh waktu lama untuk tiba dikampus, seperti biasa sudah ada Alterio di depan gerbang.

"Stop Van, gue turun disini aja lu parkirin mobil dulu aja" ujar Fea lalu Revan pun berhenti setelah itu Fea pun turun dari mobil Revan.

"Berangkat bareng sama Revan?" tanya Alterio cuek ketika melihat Fea turun dari mobil Revan.

"Iya bareng Revan, tadi Revan tiba-tiba datang ke apartemen gue jadi ya sekaligus aja bareng"

"Oh gitu" sahut Alterio dengan cueknya.

"Ya udah Ter, masuk kelas" ujar Fea lalu ia pun melangkah duluan menuju kelas dengan diikuti oleh Alterio dibelakang.

"Lu balikan ya sama Revan?" tanya Alterio asal sambil terus melangkah menuju kelas.

"Gak ada, siapa juga yang balikan gue sama Revan itu sama kaya gue sama lu temanan emang salah ya?"

"Ya gak salah udah lupain aja"

"Lu kenapa sih Ter, gak suka banget sama Revan?. Revan itu baik Ter"

"Iya baik eum"

"Feaaa!!" teriak Revan berlari menghampiri Fea.

"Iya Van?"

"Nanti pulang kuliah ikut sama gue bentar aja, ada hal yang harus gue omongin sama lu"

"Oke Van"

Kini Revan, Alterio, Dan Fea berjalan berdampingan menuju kelas.

Dan Fea yang memperhatikan wajah Alterio nampak sekali jika dirinya tak menyukai kehadiran Revan.

Bersambung....

Terimakasih yang udah mampir, jangan lupa like, komen fav and rate nya ya.

Maaf jika masih ada kekurangan 😅

1
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
permisi numpang lewat mau promosi gc titip harga daftar absen karya di uchiha home zero yang mau ingin silahkan follow dan chat 🙏🏻
ㅤㅤㅤ🤟
semangat adk 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘzc❖🦂⃟ʀᷤᴀᷤʜᷫεʟ💘: makasih kk rian😃
total 1 replies
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
hahaha... gara-gara pelukan jadi nya masakannya gosong
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
hati hati ya Fea... jangan gegabah dalam bertindak
🦋⃟ℛ🍾⃝ᴅͩʀᷞɪͧᴇᷠᴀͣʀ♕ᴬ∙ᴴ࿐
sudah lah van, kamu urus urusan kamu aja, gak usah bikin rusuh
@Ani Nur Meilan
Hmmm..jadi bingung kan Al...
karena alasan pertemanan banyak hati yg terluka..
@Ani Nur Meilan
Klau mau nolong tuh yg tulus dong Revan...ini sich minta imbalan
Beast Writer
telepon apa yg bisa bikin si bibi mati kena serangan jantung?
Beast Writer
Sepertinya cinta segi empat fea Revan Azell sama ter
Beast Writer
Siapa Azell? Yah, bibi pelayan yg dah kayak ibu sendiri mati, pasti sedih, lah.
delete account
apa yang dipikirkan adiknya jangan ditanya apa kepikiran
delete account
kurang peka Dan jujur mungkin Revan berulah
delete account
semoga cepat kembali dan ketemu
delete account
kenapa fea ngambil keputusan?
delete account
aku hampir semangat ya Rahel 😇
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ
busyet dah sewa mobil buat sebulan🙄
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ
ikutin alurnya aja jangan terlalu di pikirin
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ
jangan asal tuduh klo gk ada bukti bisa jadi fitnah ntar
@Ani Nur Meilan
Adik Revan kira2..maksih hidup ngga ya..🤔🤔🤔🤔
@Ani Nur Meilan
Mungkin memang Al suka sama salah satu sahabat naya namun..demi menjaga pertemanan ketiga nya Al pendam rasa cintanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!