NovelToon NovelToon
Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Najma gadis belia sebatang kara, bertemu dengan seorang Dokter tampan idola gadis di rumah sakit, bagaimana kehidupan mereka? Apakah sanggup Najma menghadapi kenyataan bahwa suaminya diinginkan banyak wanita lain...

.. Ini hanya fiksi, happy reading dear 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersiap untuk Besok

Pagi hari Ardi memarkir mobilnya di halaman rumah sakit, dia bertemu dengan Yudha yang baru datang juga. Kerena hari ini tidak ada apel pagi, setelah absen mereka langsung menuju ruang istirahat mereka.

"Gimana semalam?" tanya Ardi.

"Ya begitulah, kapan kalian mau ketemu?" Yudha balik bertanya.

"In syaa Allah Sabtu nanti, nunggu mas Arya sama Mba Sarah libur," sahut Ardi.

Entah kenapa, Yudha merasa tidak bisa bersaing dengan Ardi, pertemuan semalam Najma terlihat sangat canggung, mungkin takut lebih tepatnya, walaupun Yudha sudah berusaha sebaik mungkin, tapi ia merasa Najma tidak akan memilihnya.

"Kok bengong, mikirin apa Yud?" tanya Ardi.

"Ah nggak, itu papa nawarin kamu kerja di rumah sakit kami juga, nanti bisa bagi jadwal," ucap Yudha mengalihkan pikirannya.

"Kamu aja di sini, ngapain aku ke sana kalau g ada kamu," sahut Ardi.

"Bentar lagi aku juga ke sana, jadi aku bilang oke ya sama papa," ucap Yudha.

"Iya deh, silakan, pokok kamu seneng aja," sahut Ardi.

"Drrt...Drrt.." ponsel Ardi bergetar.

"Telpon dari IGD Yud, aku angkat sebentar ya," ucap Ardi kemudian pergi dari pandangan Yudha.

Yudha kembali dengan pikirannya tadi, bagaimana jika Najma lebih memilih Ardi daripada dirinya... pasti akan sangat kecewa, dan melihat Ardi yang sangat santai bersaing dengannya membuat Yudha semakin over thinking.

.

.

.

Jam makan siang, sepulang dari tempat produksi gamis, Hamida mampir ke toko Najma.

"Assalamualaikum," sapa Hamida ketika masuk toko.

"Waalaikumusalam," sahut Risma.

"Ama ada?" tanya Hamida.

"Masih di atas, sebentar saya panggilkan, silakan duduk Bu," ucap Risma.

"Iya baiklah," alih-alih duduk, Hamida melihat-lihat barang-barang yang dijual Najma.

Tak lama kemudian Najma turun dari lantai atas.

"Assalamualaikum tante," sapa Najma.

"Waalaikumusalam, eh kamu makin cantik aja," puji Hamida.

"Oh, ma syaa Allah, ada perlu apa Tante sama saya?" tanya Hamida.

"Itu, mau nyari sprei buat kamar Ardi, kemarin pas diganti nyariin dia, juga aku mau buat kamarku, tolong pilihin gih," pinta Hamida.

Najma memilih-milih beberapa warna dan dia putuskan memilih warna abu-abu untuk Ardi, dan hijau untuk Hamida.

"Ini, tante, gimana suka ga pilihan saya?" tanya Najma sambil menunjukkan kedua sprei pilihannya.

"Iya, bagus, saya suka, dan saya ke sini juga mau ngajak kamu hari Sabtu nanti, ikut ya," ucap Hamida.

"Sabtu? Kemana Tante?" tanya Najma.

"Ini kan giliran Ardi melakukan pendekatan, dia maunya kamu juga dekat dengan keluarganya, nanti kita ke villa, sama keluarga kakaknya juga, dan satu cucu saya lucu banget, kamu pasti suka," tutur Hamida.

"Hmm, baiklah, kalau boleh tau cucunya yang lucu itu namanya siapa Tante?" tanya Najma.

"Salma, baru 14 bulan dia, ah jadi kangen saya, sudah lama ga dibawa ke rumah," ucap Hamida.

"Assalamualaikum," Ardi datang membawa kotak sushi dari restoran Jepang.

"Waalaikumusalam," jawab Hamida dan Najma.

"Sudah Ma?" tanya Ardi memastikan Mamanya melakukan misi untuk mengajak Najma ke villa hari Sabtu.

"Sudah, itu apa?" Hamida menunjuk ke arah paper bag yang dibawa Ardi.

"Oh tadi aku mampir ke restoran mas Arya, aku bawain sushi buat Najma dan karyawannya, ini Najma," sahut Ardi.

"Oh iya, jazaakallaahu khayran," ucap Najma sambil menerimanya.

"Waiyyaki, kalau sudah, pulang yuk Ma, aku nanti ada rapat di Rumah Sakitnya Yudha," ucap Ardi.

"Iya, sudah, yuk, kami pamit duluan ya Ama, jangan lupa Sabtu pagi kami jemput, eh iya belum bayar belanjaannya, sebentar mama ke kasir dulu," ucap Hamida yang baru ingat mau bayar dulu, kemudian segera ke kasir.

"Gimana semalam makan malamnya?" tanya Ardi.

"Ya begitulah," sahut Najma.

"Oh, jangan lupa dimakan sushi nya, matang semua kok itu, jangan khawatir," ucap Ardi mengalihkan pembicaraan karena sepertinya Najma enggan membicarakan bagaimana makan malamnya dengan keluarga Yudha.

"Ok, sudah, yuk Ardi, anterin mama pulang, udah ya Najma, kami pamit dulu," ucap Hamida.

"Iya Tante makasih," sahut Najma.

"Assalamualaikum," ucap Ardi sebelum pergi.

"Waalaikumusalam," jawab Najma.

Setelah Ardibdan mamanya pergi, Najma menggantungkan tanda 'sedang sholat' dan mengunci pintu.

"Makan dulu yuk Ris," ajak Najma. Kemudian mereka berdua makan sushi di ruangan Najma.

"Pacarnya Mba Ama yang mana sih? Dokter Yudha apa dokter Ardi?" tanya Risma penasaran.

"Ga ada Ris, ga punya pacar," sahut Najma.

"Kalau bukan pacar apa dong, perhatian banget mereka ke Mba Ama, aku sampai iri," gumam Risma.

"Punya pacar bikin dosa Risma, tunggu aja nanti kamu bakal tau," ucap Najma sambil tersenyum.

.

.

.

Malam harinya..

Setelah tutup toko, Qumil ke ruko Najma, ia menemani Najma menambah stok barang dan memasukkan datanya ke komputer.

"Jadi besok gimana?" tanya Qumil.

"Gimana apanya?" Najma balik bertanya.

"Udah persiapan buat pergi besok?" Qumil memperjelas maksudnya.

"Bawa apa ya Mil?" Najma masih bingung.

"Nanti pilihin aku baju yak," pinta Najma.

"Apanya yang mau dipilih? Baju kamu gelap semua gitu," sahut Qumil.

"Hehehehe iya ya,"

"Mil, kamu gak laper? Pesan nasi goreng yuk," Najma tetiba merasa lapar.

"Jangan makan berat semalam ini, calon pengantin jadi bengkak nanti badanmu," tutur Qumil.

"Apa sih, belum tentu juga Mil, aku laper banget nih," Najma merengek minta makan.

"Yuk ke atas aja yuk, kita minum sereal, terus minum air putih yang banyak, kenyang deh," ajak Qumil yang menggandeng Najma ke atas setelah selesai menginput data dan mengunci toko.

"Aaah... alhamdulilah," ucap Najma setelah menghabiskan sereal dan dua gelas air putih.

"Mil, aku deg-deg an, besok gimana ya..." ucap Najma sambil duduk di tepi tempat tidur menyusul Qumil yang sudah duluan mojok di sana.

"Gimana apanya?" Qumil meniru pertanyaan Najma yang tadi.

"Ya besok gimana? Aku takut salah bersikap, atau ponakannya gak suka aku," Najma terlihat mengkhawatirkan besok.

"Hmm ... roman-romannya kamu suka ya sama dokter Ardi," Qumil yang mencium gelagat aneh Najma.

"Apaan sih Mil, aku ga mau aja terlihat buruk di depan mereka," Najma tidak mengakui, atau mungkin tidak merasa.

"Tuh, tanda orang jatuh cinta, ga mau terlihat buruk di depan dia dan keluarganya..." Qumil memperjelas.

"Qumiiil, apa siih, uda tidur sana, bodo amat deh buat besok," Najma gemas dan melempar bantal ke arah Qumil.

"Aduh, sakit tau, tapi makasih deh tambahan bantal lagi buat tidur, bye Ama," Qumil menutup mukanya dengan selimut dan pergi tidur.

Tinggallah Najma sendirian yang masih membersihkan mukanya dan mengoles serum dan krim malam.

Sambil melihat bayangannya di cermin...

"Ya Allah apa iya aku sudah jatuh cinta, nggak-nggak, ga boleh mencintai yang bukan hak nya.. astaghfirullah... Jagalah hatiku Ya Allah agar tidak mencintai yang bukan hak ku.."

1
Komariah
athur jangan babe dong yang lain
Mukmini Salasiyanti
yeeeee otw ma Ardy nihhh
Mukmini Salasiyanti
aaa
meweeekkkkkkk
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak ya thor
Soumena Mishy
pasti ibux dr Ardi tu
RJ_ rafanjulian
suka
yani suko
harusnya di jama ta'dim saja
drpd ntar kentut....khan repot
wkwkwk
Pelangi Senja
suka
Vivi Bidadari
Ga terasa sdh end ceritanya .. lanjut thour
dewi rofiqoh
Dua-duanya thor qumil and yudha lanjut akbar and nadia
Yuliana Susanti
ya..segitu aja tamatnya najma, kapan tu qumil Ama Yudha & Akbar Ama Nadia, GK sabar diaplikasi apa ya
dewi rofiqoh
Semoga babang ardi gk ada sakit parah
Vivi Bidadari
Ternyata sabrina gila ya waduh dokter cantik gila kasihan kali lah nasib mu sabrina
dewi rofiqoh
Wah si Sabrina bikin gara-gara ni...
Vivi Bidadari
Aduh ada" aja Ardi ini suka banget buat org resah.. lagian pake tlg ingin Sabrina ihh kesel kamu ga kasihan apa ama Najwa 😠
Vivi Bidadari
Ternyata Sabrina gampanga dan murahan juga 🤔

Semoga. gajadi salah paham ya Najwa kan ga tau juga kalau yg diruangan Ardi ada orang lain
Erna Ohe
bagus banget
Vivi Bidadari
Jangan sampe tergoda ya Ardi awas aja kamu kasihan. Najwa dan anak"

Jangan buat ulah ya Sabrina

ayooo dong kak semangat jarang" up date kok cuma 1 bab ga terasa. loh bacanya kalau cuma segitu. doang 😕
dewi rofiqoh
Babang ardi 👍 suami idaman
dewi rofiqoh
Selamat babang ardi.. 🎉🎉🎉
Meski bakal tambah sibuk, tetap harus perhatian ama keluarga ya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!