Namaku Husna Almaida, yang lebih akrabnya di panggil Alma. Menjadi seorang Ibu adalah impian setiap para wanita, tapi bagaimana jika Allah belum berkehendak untuk itu semua??
Aku menikah dengan seorang Manager, dan di dalam pernikahan kami yang sudah berjalan dua tahun, aku belum kunjung hamil hingga suamiku memilih berselingkuh demi mempunyai keturunan.
Hati wanita mana yang tidak sakit, saat melihat suami sendiri bercinta dengan wanita lain di ranjang yang biasa aku gunakan saat melakukan hubungan dengan suamiku. Akankah aku bisa memaafkan suamiku atas segala kesalahannya? Atau aku lebih memilih bercerai dan hidup menjanda?
Simak kelanjutannya berikut !!!
Fb : Bundanya Al
Ig : ningsihartono
Tik_tok : momal022
Jangan lupa follow akun Mom 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. APS
Beberapa bulan kemudian.
Setelah pertunangan sudah diresmikan, Romi pun dengan tidak sabarnya meminang Alma.
Saat ini tengah ramai di kediaman Alma.
Ayu yang kala itu menemani Alma, langsung menggoda sang sahabatnya tersebut.
"Cie... Yang sebentar lagi bakalan resmi jadi istri sang Manager. Dulu lo bilang gak mau berjodoh sama dia, pakai amit-amit lagi," Ayu menatap wajah cantik Alma melalui cermin.
"Sst! Udah akh, Yu.. Kenapa kamu malah membahas masalah itu sih?" gumam Alma kesal.
"Dia malu ye..." ledek Ayu kepada Alma.
Alma hanya menunduk malu.
Ceklek
Pintu kamar di buka oleh Mama Ani.
"Sayang, kamu udah siapkan? Ayo turun, Romi dan seluruh keluarganya sudah sampai," ujar Ani sambil berjalan mendekat ke arah meja rias.
"Ma.. Al gugup," gumam Alma pelan.
Ani hanya tersenyum ke arah Alma.
"Sayang.. Ayo senyum, kenapa kamu harus gugup? Santai saja.." Ani menatap wajah Alma yang sudah di poles oleh make up.
"Udah yuk, Tan. Nanti mereka semua menunggu Alma lagi." Ayu memegangi gaun pengantin Alma, yang sedikit menjuntai ke lantai.
"Pelan-pelan Yu.." ucap Alma takut terjatuh.
"Tenang aja, gue ngerti kok." Ayu tersenyum tipis ke arah Alma.
Mereka semua keluar dari dalam kamar.
Semua mata tertuju ke arah Alma. Ya, Alma sangat cantik dengan menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Alma juga terlihat berbeda sebab sudah di poles oleh make up, intinya, Alma sangatlah cantik.
"Gak nyangka ya, Alma yang sering kita ledek perawan tua bisa mendapatkan suami Manager begini.." Ibu-ibu yang Alma lewati berbisik-bisik membicarakan Alma.
Alma dan sang Mama hanya tersenyum saja.
Setelah sampai di meja ijab kabul, Alma langsung di dudukkan di sebelah Romi.
"Hai, sayang.. Kamu cantik sekali," ujar Romi pelan, menggoda Alma.
"Sudahlah, Mas. Jangan menggombal ku di sini," Alma tersipu malu.
"Bagaimana, apa kedua mempelai sudah siap?" Penghulu bertanya kepada Alma dan Romi.
"Siap Pak," sahut Romi dan Alma bersamaan.
"Baiklah, Nak Romi bisa menjabat tangan saya," Penghulu mengulurkan tangan sebelah kanannya, dan Romi pun menerima uluran tangan penghulu itu.
"Kita mulai acara ijab kabulnya, dengan saya, yang akan menjadi wali hakim untuk mempelai wanita."
"Saudara Romi Alatas, saya nikahkan Husna Almaida binti Susanto dengan engkau, yang mana walinya telah mewakilkan kepada saya dan engkau membayar mahar sebuah rumah dan seperangkat alat sholat di bayar TUNAI!" ujar sang penghulu dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Husna Almaida binti Susanto dengan mas kawin tersebut tunai!" balas Romi dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi, Sah??" tanya penghulu tersebut kepada semua saksi.
Sah
Sah
Sah
Suara sah memenuhi isi rumah sederhana milik Alma.
Penghulu melepaskan jabatan tangan.
"Alhamdulillah.."
Mereka melanjutkan membaca doa.
Setelah itu, Romi menyematkan cincin di jari manis milik Alma. Alma mencium punggung tangan Romi, dan Romi membalas dengan mencium kening Alma.
"Semoga kalian berdua menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah.." ujar penghulu sambil memberikan buku nikah Romi dan Alma.
"Aminn.." sahut Romi dan Alma bersamaan.
Mereka melanjutkan sesi berfoto, dengan memamerkan buku nikah dan cincin perkawinan. Terlihat senyum bahagia terbit di kedua bibir pasangan pengantin baru itu.
Alma tidak menyangka, seorang manager yang dia bilang kepo dan sering dia cuekin, akhirnya menjadi suaminya. Memang jodoh tidak ada yang tahu, selain Allah.
****
**Konflik akan segera dimulai 🙈.
Happy Reading Guys..
See you next part bye bye..
Jangan lupa tinggalkan jejak dan dukungannya untuk menyemangati othor agar up 😘**.
..
Bila berkenan mampir ke karya temen Mom juga yuk 🤗.
Aku mampir 😆💐