NovelToon NovelToon
BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Duda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:161.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julia Fajar

Devina Arsyla meninggal akibat kecelakaan mobil, saat dia hendak menjemput putrinya di sekolah. Mobil Devina menabrak pohon ketika menghindari para pengendara motor yang ugal-ugalan di jalan raya.

Sejak kejadian itu Mahen Yazid Arham, suami Devina sangat terpukul. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor serta di club malam bersama teman-temannya daripada tinggal di rumah.

Hal ini membuat kedua keluarga sangat cemas dan prihatin, lalu mereka sepakat untuk meminta Mahen ganti tikar yaitu dengan menikahi Devani Arsya, adik kembar sang istri.

Namun, Mahen dan Devani sama-sama menolak. Keduanya beranggapan tidak akan pernah menemukan kecocokan, dengan sifat dan keinginan mereka yang selalu bertolak belakang.

Mahen sejak dulu selalu mengira Devani itu adalah gadis liar, urakan yang hanya bisa membuat malu keluarga, sedangkan Devani juga merasa kehadiran Mahen telah membuat dirinya jauh dari Devina.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah akhirnya mereka akan menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13. PROSESI PENGURUSAN JENAZAH

Mobil ambulance yang membawa jenazah Devina sudah tiba di rumah besar Andara. Papa Andara, Mahen dan beberapa orang perawat laki-laki menurunkan jenazah dari ambulance ke tempat yang telah di sediakan oleh mbok Ijah dan juga pelayan yang lain.

Walaupun hujan belum sepenuhnya reda, tapi tidak menjadi penghalang bagi para tetangga untuk datang membantu.

Devani sambil menggendong Annisa, mendekati jenazah saudara kembarnya. Air mata tak henti-henti menetes dari kedua matanya begitu pula dengan Annisa.

Annisa histeris, dia menjerit-jerit, sambil menggoyang-goyangkan tubuh mamanya dan berucap, "Mama...bangun Ma, bangun! ini Nisa Ma...hiks...hiks...hiks. Huwaaa...kenapa mama tidak mau bangun Bunda? Ayo Bun...bangunkan Mama!"

Devani memeluk Annisa erat, dia tidak tega melihat ratap tangis gadis kecil itu. Semua yang hadir juga ikut menangis, melihat Annisa yang masih sekecil itu harus kehilangan Mama dan calon adiknya.

Mahen juga tak kuasa menahan air mata, lalu dia mendekati putri kecilnya, mengelus rambutnya sambil berkata, "Jangan menangis Nak, biar mama tenang pergi ke surga, kita doakan mama yuk, kita ngaji buat mama," ucap Mahen.

"Huwaaa...Papa...kenapa mama tinggalin Nisa! Nisa mau ikut mama Pa!"

Hati Mahen terasa teriris, dadanya sesak, lalu dia mendekap putri kecilnya itu sambil berkata, "Nisa nggak boleh ngomong seperti itu, kalau Nisa ikut pergi, Papa sama siapa Nak? Yuk kita mengaji, lihat... Bunda dan Eyang juga mengaji untuk mendoakan mama."

Setelah dibujuk rayu oleh Mahen, Annisa pun menurut, dia mengambil buku iqro' dan ikut melantunkan ayat-ayat dari surat pendek. Hari yang semakin larut dan rasa lelah, akhirnya membuat Annisa tertidur di samping jenazah mamanya.

Kemudian Mahen mengangkat Annisa, memindahkannya ke kamar. Lalu Mahen kembali ke sisi jenazah istrinya untuk mengaji lagi bersama yang lain.

Pagi hari, para pentakziah sudah berdatangan. Tetangga, teman, kerabat dekat maupun kerabat jauh sudah berkumpul untuk melakukan proses penyelenggaraan jenazah.

Saat ini Jenazah Devina sudah selesai dimandikan dan dikafani, lalu dilanjutkan dengan Ziarah terakhir bagi keluarga.

Wajah almarhumah Devina terlihat begitu ayu, bersih dan bibirnya menyunggingkan senyuman hingga membuat para pentakziah berkomentar bahwa Devina tidak meninggal tapi sedang tidur.

Papa, mama, Mahen, Devani dan Annisa serta kerabat yang lain satu persatu mencium jenazah untuk terakhir kali sambil mengucapkan doa.

Tangis kembali memenuhi ruangan itu, tapi sebisa mungkin mereka menahan diri agar tidak meratap hingga prosesi selesai dan di lanjutkan dengan mensholatkan jenazah.

Setelah selesai di sholatkan, jenazah Devina siap untuk diberangkatkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Saat mobil ambulance siap berangkat membawa jenazah ke Taman Perkuburan Umum, tangisanpun kembali terdengar, tubuh mama Intan tiba-tiba luruh ke lantai, beliau pingsan karena tak kuasa menerima kenyataan dan menahan kesedihannya.

Tetangga dan kerabat membantu mengangkat mama ke dalam kamar dan menemani beliau, sementara Papa, Mahen, Devani dan Annisa ikut mengantar jenazah ke TPU.

Rumah duka terlihat lengang setelah jenazah di berangkatkan, kini hanya tinggal beberapa orang pembantu, tetangga dan kerabat yang sedang membantu berbenah, membersihkan rumah.

Sementara di TPU, selesai membacakan doa, Papa dan Mahen, siap turun ke liang lahat untuk menampung jenazah Devani yang akan dikebumikan.

Setelah meletakkan jenazah pada tempatnya, merekapun naik dan mulailah perlahan menutup liang lahat dengan tanah.

Papa dan Mahen menahan diri dari rasa sedihnya agar air mata mereka tidak menetes di sana. Hanya untaian doa dan ucapan selamat jalan mengiringi jasad Devina yang sudah tertimbun tanah.

Devani mendekap erat putri kecil almarhumah sang kakak, keduanya pun menangis tersedu-sedu.

'Selamat jalan Devina dan calon dedek bayi, semoga kalian berdua tenang dan surga lah tempat terbaik kalian di sana," ucap Devani.

Setelah pembacaan doa selesai satu persatu mulai meninggalkan tempat itu, termasuk Papa. Beliau khawatir memikirkan keadaan mama Intan di rumah.

Kini yang tinggal hanya Mahen, Devani dan Annisa. Mahen dan Devani sedang berusaha membujuk Annisa agar mau pulang tapi gadis kecil itu malah semakin kuat mendekap nisan sang mama sambil terisak.

Hari hampir gelap tapi Annisa masih saja belum mau beranjak dari tempat itu, hingga Mahen membujuknya dengan mengatakan bahwa besok mereka akan datang lagi mengunjungi pusara sang Mama.

Devani pun membujuk Annisa bahwa akan siap menemani Annisa kapan saja dia rindu dan ingin mengunjungi tempat peristirahatan terakhir mamanya itu.

Akhirnya Annisa setuju, lalu Mahen menggendongnya meninggalkan tempat itu bersama Devani.

Setibanya di rumah, Devani segera memandikan Annisa, lalu membawa ke kamarnya. Namun saat Annisa hampir tertidur, Mahen muncul di depan pintu dan mengetuknya sambil berkata, "Maaf Van, aku ingin mengambil Annisa. Biarlah malam ini Annisa tidur di kamar mamanya, bersamaku."

Devani pun mempersilakan Mahen masuk untuk mengambil Annisa. Gadis kecil yang kelelahan karena seharian menangis itupun terkulai di gendongan sang Papa.

Mahen menidurkan Annisa di kamarnya sambil menyanyikan lagu pengantar tidur yang biasa dinyanyikan oleh Devina semasa hidupnya.

Mahen ingin Annisa tetap merasakan kasih sayang sang mama, melalui dirinya. Walaupun sempat menuai protes dari putri kecilnya itu, bahwa suara Mahen buruk, tak semerdu suara almarhumah Devina.

Setelah Annisa tertidur, Mahen keluar kamar, ikut bergabung bersama Papa, para tetangga, teman dan juga kerabat dekat yang akan memulai acara tahlilan.

Sedangkan Devani pergi menemani mama Intan yang saat ini sedang di rawat di rumah oleh Dokter Maya.

Dokter Maya pun ikut prihatin dan sedih atas musibah yang menimpa keluarga Mahen. Dia menyesal, seandainya tadi pagi dia menyuruh Devina istirahat dan melarangnya pergi ke sekolah, mungkin musibah ini bisa terhindarkan.

Namun takdir tidak ada yang tahu, kapan dan dimana setiap hamba akan di panggil kembali oleh sang pemilik hidup.

Kematian pasti datang dan tidak ada yang bisa menghindar jika saatnya sudah tiba, seperti yang di sebutkan dalam Firman-Nya :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Semua pun tahu …

Tidak ada manusia yang kekal abadi …

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Yang pasti …

Allah yang kekal abadi …

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ (27)

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu …

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian …

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

1
Sri Puryani
kenapa mahen gj minta tlg gara bantu nyari istri nya trus ksh foto istri nya biar tau wanitanya istri mahen...
Sri Puryani
mahen horang kaya kok istri diculik nyarinya nyantai....msk gk punya anak buah.....
Lilik Juhariah
gk berani baca pemerkosaa hms iks
Euis Kindar Wulan
up
Sulati Cus
alasan mu pak nggak masuk akal, kyk cm km doang yg merasa stres krn pekerjaan 😂terus di bolehin gitu selingkuh, di dunia nyata banyak kok suami yg tertekan dh pekerjaan tp y g selingkuh jg
Bunda Aish
ceritanya sebenarnya bagus, tapi mungkin author nya lebih teliti lagi karena ada bbrp cerita jd berlawanan spt hp Devani waktu diculik Bastian kan sudah dibuang kok bisa ada lg, penjabaran yg maksudnya baik tp jd terasa agak membosankan karena terlalu panjang; contoh makanan khas Turki,hukum memakai pakaian spt lelaki; mngkn bisa dikutip sedikit ; ini menurut saya ya thor, penyampaian nya di buat mengalir tidak dipaksakan. maaf kalau tidak berkenan, tetap semangat berkarya semoga lebih banyak lagi yang baca dan kasih like'...... terimakasih.....💪🏻💕
Bunda Aish
polisi bisa cek cctv kan? atau bisa sewa detektif....masa pasif aja...
Bunda Aish
lho hp Devani bukannya dibuang sama Bastian, kok bisa ada lagi?
Bunda Aish
Annisa itu umur berapa ya thor? dialognya bukan seperti anak-anak usia 5-6 th?
Bunda Aish
kadang lebih dewasa pemikiran Bastian timbang mahen
Bunda Aish
ikhlaskan bukan dilupakan mahen.....
Bunda Aish
sebelum pergi, Devina kan seperti sudah memberikan tanda²....
Bunda Aish
ya tho kita dukung, yang sabar yaa... tetap semangat....💪🏻
Bunda Aish
duh, segitu nya sama ipar sendiri....
Bunda Aish
yang baca juga ikut bingung,devani devina....😉
Bunda Aish
tetap semangat ya thor...
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
bagys
Mardiana Se
Semangat selalu berkarya Author💪💪👍👍👍
Mardiana Se
Dr bab 1 sampai bab ini aku baca, bagus ceritanya... Semangat berkarya selalu ya Author💪💪💪👍👍👍
Imoy
keluarganya bukannya pada tajir..masa g punya anak buah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!