NovelToon NovelToon
MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:496.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zeedylan

Algamma Epsilon Canis. Duda dengan satu putra, Alpha Xavier Canis. Seumur hidupnya dia hanya akan mencintai satu wanita, Aily hanya dia seorang, ibu dari Alpha yang juga Almarhumah istrinya.

Ailee Kanedy. Namanya serupa dengan istri Gamma dan ibu dari Alpha. Namun hidupnya tak sebahagia Aily, dia gagal dalam urusan cinta. Aily begitu beruntung mendapatkan cinta dari Gamma bahkan ketika wanita itu tak lagi ada, tetapi tidak untuk Ailee, Cinta? usaha untuk mendapatkannya saja tak pernah dihargai.

Kalian akan menyaksikan bagaimana Gamma melanggar segala sumpahnya untuk mencintai Aily hingga tutup usia, bagaimana Alpha mendapatkan segala kebahagiannya kembali dengan sosok Ailee dan bagaimana Ailee berjuang untuk kedua kalinya.

See You☺

Up [28|04|2020]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zeedylan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Bertemu Mommy

“Hey! Bodoh bangun...”

Bugh bugh

Aiden berkacak pinggang. Kakinya dengan apik menendang-nendang tubuh Gamma yang entah sejak kapan berpindah menjadi diatas ranjangnya. Sesekali pria itu menatap jam yang bertengger ditangan kanannya. Hari sudah semakin siang, Aiden harus segera berangkat ke kantor atau dia akan kena amuk Adam—ayah Gamma. Tapi hal itu harus tertunda karena Gamma yang saat ini sulit dibangunkan, bila Aiden meninggalkan bocah itu pasti akan mengamuk seperti badai es dipagi harinya.

Srek

Dengan tak santai Aiden membuka kedua tirai yang menutupi masuknya sinar matahari. Idenya mengusik tidur nyenyak Gamma berhasil, pangeran tampan itu terlihat mengerjapkan matanya beberapa kali. Membiasakan dirinya dengan sinar matahari yang dengan seenaknya masuk ke retina matanya.

“Eungh..” Gamma melenguh panjang. Ia merenggangkan otot-ototnya yang kaku lalu beranjak bangun dari baringannya.

“Kenapa aku bisa dikamarmu?”

Aiden melirik jengkel sahabatnya itu. Wajah Gamma terlihat polos seolah melupakan kejadian malam itu yang dengan seenaknya mengganggu tidur seorang Aiden, “Semalam kau datang untuk melayaniku.” Ujar Aiden asal.

“Melayanimu?”

“Iya kita beradu pedang semalaman...” ucapan Aiden begitu frontal.

Gamma bangkit hendak menuju kamar mandi yang satu ruangan dengan kamar Aiden, sebelum itu ia membuka mulutnya, “Sejak kapan seleramu menjadi seorang ****** tampan?” ia menutup pintu kamar mandi sedangkan Aiden memelototkan matanya entah untuk siapa. Aiden yang ingin menjebak Gamma malah pria itu sendiri yang termakan jebakannya.

[]

“Semalam setelah berdebat dengan si paman tua. Kau pergi minum?” Aiden bertanya pada Gamma dengan mulut yang penuh dengan roti selai blueberry.

Gamma mengambil dua lembar roti yang ada didepan Aiden dan memilah beberapa selai yang tersedia. Pilihan pria itu jatuh pada selai kacang kesukaannya, “Hmm...” Ia menjawab pertanyaan Aiden hanya dengan deheman panjang. Dengan pelan Gamma mengolesi satu persatu lembar roti dengan selai kacang dan menumpuknya menjadi satu. Ia bersiap membuka mulutnya untuk mengunyah sarapan pagi.

“Aku bingung... kenapa kau begitu hobi sekali mencari masalah dengan ayahmu itu...” Aiden menatap Gamma sembari menopang dagunya dengan kedua tangan, matanya berfokus pada Gamma yang sibuk mengunyah rotinya, “Padahal kau tinggal menikah dengan Ellish saja. Berdebat dengan si paman tua itu hanya akan menguras tenagamu...”

Gamma menghentikan kunyahannya, “Aku tak suka dengan Ellish lalu haruskah aku menikah dengan wanita yang tak kusukai?”

“Hei bro.. cinta bisa datang kapanpun kan...”

Gamma melirik malas Aiden, “Tahu apa kau ini. Selama bertahun-tahun menjomblo kau tak mungkin tau betapa sulitnya  ditinggalkan istri yang sangat kucintai.” Ucapan Gamma sengaja menghina Aiden ingin membuat pria itu mencak-mencak tak karuan.

Namun sepertinya Aiden terlalu malas untuk menanggapi provokasi tak bermutu Gamma, “Lebih baik jomblo dari pada hidup susah sepertimu... sulit melupakan istri, membenci putra sendiri...” saut Aiden balas menyindir Gamma. Aiden jelas menjadi salah seorang yang juga tak ketinggalan informasi tentang Gamma. Tentang bagaimana sahabatnya itu begitu terpuruk ketika sang istri tercinta meninggalkannya. Bahkan saat hari dimana Aily meninggal Gamma seharian mengurung diri dikamar Aiden dan meminta pria itu agar tak memberi tahu keberadaannya pada orang lain.

“Cobalah berdamai dengan masalalu mu bodoh, kau tak mungkin terus hidup hanya untuk Aily yang bahkan sudah pergi...” topik paginya berganti menjadi wejangan yang diberikan Aiden untuk Gamma, ia seperti sudah lupa akan waktunya sendiri yang begitu mepet, “Alpha sudah cukup menunggumu Gamm, dia menunggumu bertahun-tahun. Bahkan paman Adam dan bibi Ellen pun juga begitu... bisa kulihat dengan jelas mereka berdua mengkhawatirkan kalian berdua...”

“Tak ada yang mengerti diriku Aiden, hanya akulah disini yang paling kehilangan Aily...”

“Itu hanya prasangka bodohmu.” Ujar Aiden pada sang sahabat, “Kaulah yang egois. Bagaimana paman dan bibi bisa bersedih sedangkan putranya sendiri tak pernah memberikan waktu untuk mereka bersedih. Bagaimanapun Aily juga putri bagi mereka berdua tapi kau tetaplah putra kandung paman dan bibi. Kekhawatirannya lebih besar untukmu dibanding kesedihan mereka untuk Aily...”

“Dengarkan aku baik-baik Gamm... sebelum kau menyesal nantinya...” Aiden menepuk bahu Gamma, “Alpha adalah permata berharga yang sengaja Aily tinggalkan untukmu seharusnya kau menyadarinya, Itu adalah bukti cinta Aily untukmu. Jangan sampai kau kehilangan bukti cinta itu.”

“Jika sudah menyesal menikahlah dengan Ellish, ya walau aku tak sudi mengakui nenek lampir itu sebagai adik iparku.” Aiden bangkit, matanya tanpa sadar melirik jam tangan yang bertengger ditangannya, “Ohh God, Sial aku telat!” ia menepuk dahinya lalu berlari kencang keluar dari Apart.

Gamma yang sejak tadi mengasah satu persatu kalimat wejangan Aiden tersadar dari lamunannya, “Shit, siapa yang mau jadi adikmu bodoh!” ia bicara sendiri mengumpati Aiden yang sok mendewasainya. Namun Gamma tak memungkiri setiap perkataan Aiden memang ada benarnya.

[][]

“Oma... apakah hari ini tante Valery akan kemari?”

Pagi ini Alpha terlihat sangat segar. Netra coklat terangnya bersinar terang, ada binar-binar harapan dimata cucu semata wayang Ellen itu.

“Memangnya ada apa sayangnya oma mencari tante Valery? Rindukah?” Ellen memancing Alpha. Ia terlihat penasaran mengapa Alpha sebegitu inginnya bertemu dengan Valery. Setahunya Alpha dan Valery memanglah dekat namun sangat jarang Alpha sampai begitu merindukannya.

Alpha memilin bajunya, ia terlihat bingung menjawab pertanyaan Ellen yang satu ini, “Emm.. tidak apa oma...”

Ellen terlihat kecewa. Jarang sekali Alpha berterus terang akan keiinginannya, baru kali ini anak itu bertanya dengan binar harapan seperti itu. Namun sepertinya Alpha tetaplah Alpha, dia selalu tertutup meski sejak kecil Adam dan Ellen merawatnya. Ellen kadang bingung anak seumuran Alpha seharusnya banyak meminta sesuatu tetapi cucunya itu malah tak banyak menuntun. Satu-satunya yang membuat Alpha selalu bersemangat adalah karena Gamma.

“Tidak apa sayang...” Ia mengulas surai tipis Alpha dengan lembut, “Tante Valery sebentar lagi datang pasti.” Omongan Ellen terdengar meyakinkan bagi Alpha kala itu.

Dan itu terbukti benar. Sesaat setelah Alpha banyak bertanya tentang Valery. Si empu langsung datang begitu saja. Valery langsung memeluk Alpha, menggendong putra kakaknya itu kedalam pelukannya seolah dia benar-benar rindu dengan Alpha. Ya hanya melalui Alpha lah segala hal tentang Aily masih bersisa.’

“Tadi kata oma kamu cari tante.. hmm” Alpha mengangguk menyetujui pernyataan Valery.

“Tante... Alpha pengen ke toko kue itu lagi...” saut Alpha penuh harap. Hal itu tak pernah lepas dari pandangan Ellen, ia menatap Valery dengan pandangan bertanya.

“Ituloh M**om toko kue temen Valery. Kemarin kue ultahnya kak Gamma juga Valery beli disitu...” Ellen ber-oh ria.

Valery beralih menatap keponakannya, “Alpha ingin makan kue?” Alpha menggeleng. Ia menunduk dalam-dalam, kembali tangan kecil anak itu memilin ujung bajunya dengan gugup. Seakan susah sekali mengatakan maksud dan tujuannya.

“Gapapa Alpha sayang... Oma pasti mengizinkan kok...” Saut Ellen yang langsung membuat Alpha mendongak dan melirik Omanya.

“Alpha ingin ketemu mommy...” Ucapan Alpha terdengar begitu lirih namun tetap saja itu begitu berefek ditelinga Ellen yang mendengarnya. Mommy? Sudah lama Alpha tak menyebut sebutan itu, sudah lama pula Alpha tak pernah mau tau soal ibu kandungnya. Karena Ellen sendiri sudah cukup memberi banyak pengetahuan tentang Aily pada Alpha.

“Mommy?” Ellen menatap penuh tanya. Ada ketakutan di hatinya, takut Alpha kembali bersedih.

Alpha mengangguk, “Emm... Mommy Ailee. Kata Mommy Alpha bisa main ke toko cake kapanpun Alpha mau.” Ia menatap Valery, “Tante ayo kesana...”

 [][][]

Inget untuk tekan 👍

Macacih :*

 

 

 

 

 

 

1
Meimei Memei
Luar biasa
Jenna Joni
semenjak suami JD bucin anaknya udah gak muncul2 ya thor
G.I
Jadi di Belanda tuh istri manggil suaminya " Mas " juga, sy kira cm di Indonesia khususnya Jawa..wkwkwkwk
Sri Suci Hamzah
pusing bacanya
Liesdiana Malindu
gak kapok2 ya aylee,,ntar klau udah cinta baru nyesek.
Liesdiana Malindu
dengan alasan menyelamatkan toko kue SA rela menjadi wanita murahan dgn cara mencari laki-laki untuk di jadikan suami.
apa dgn kegagalan berumah tangga Tdk bisa jadi pengalaman yg menyakitkan untuk membina rumah tangga selanjutnya tanpa adanya cinta?
Aq gak faham dgn cara berfikir author seperti ini,🙄🙄🙄
songhkyo
ceritanya bagus. saking bagusnya, tisu sepak habis masuk sampah gegara author.
Inge Lezta
ailee bodoh
Inge Lezta
sungguh gaya bahasa yg terlalu bagus dimataku ahh,,kenapa karya ini tidak jadi nomer satu
Inge Lezta
kenapa tulisan sebagus ini like nya cuma sedikit
akukentang!!
alpha 🥺🥺🥺🥺
Rose Mamie Luiz
penulis pnya gaya masing2 dlm menuangkan cerita...
zeninez
jujur thor ini cerita bagus tp aku kurang puas sm sikap gamma ke alpha, menurutku dia kurang menunjukkan rasa penyesalan ke alpha padahal dah 5 tahun ditelantarin, untung ada kakek neneknya walaupun dia udh mau berbaikan sm masa lalu tp ttp aja sikap dia ke anak sekecil alpha itu keterlaluan:(((. Maap aja ya tp aku lebih nyesek sm sikap gamma ke alpha dibanding konflik yg lainnya.
Yanti Turus
Semangat Ailee, km hrs kuat!!!
Meylin
aneh harusnya cewek yg takut gelap
Meylin
smoga lu Bucin duluan gamma sombong amat gakan jatuh cinta biar menjilat ludahnya sendiri taau rasa🥺
Meylin
di siram wine ko baik2 saja🤔
smoga yg Bucin duluan cowoknya
Meylin
gamma suami lucnut istri di peermalukan malah diam ga membela😡
ROIHANA SAIDAH
good job 👍
Meylin
namnya2 aneh smoga sja ada visualnya 😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!