NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Sang Pengiring Pengantin 2 (Ketika Mantan Terindah Kembali)

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Zifa jadi pengiring Pengantin di pernikahan Sahabatnya dan bertemu mantan yang meninggalkan dia saat lagi sayang-sayangnya. Kira-kira gimana yah, rasanya jadi Zifa?

"Menyesal aku datang ke sini. Harusnya aku tahu kalau dia juga bakalan ada, toh pengantin pria adalah sepupunya" gerutu Zifa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin menyerah

pagi ini, Zifa kembali dikejutkan dengan kehadiran Bima di rumahnya. Ngapain cowok itu di sini? Bukannya kemarin Zifa bilang kalau dia nggak perlu dijemput? Dari atas undakan tangga, Zifa bisa melihat keakraban Bima dan orang tuanya membuat kepalanya pening seketika karena terkejut. Bahkan ketiga orang tersebut tak menyadari keberadaannya.

"Wah!! Ternyata dunia sesempit ini yah? nggak nyangka kalau kamu anaknya Mbak Widya" Zifa yang bermaksud melangkah turun kembali mengurungkan niatnya. Widya? Bukannya itu nama sahabat Papanya yah? tapikan mereka lagi di Belanda, jadi mana mungkin anak mereka di sini? Setahu Zifa sahabat dari orang tuanya itu memiliki dua orang anak. yang sulung itu perempuan dan sudah kuliah semester empat, sama dengan Kak Bita--sepupunya. Kalau yang bungsu itu.....astaga! Benar. Zifa ingat, kata Tante Widya anaknya yang kedua laki-laki dan hanya beda beberapa bulan dari Zifa. Apa dia Bima?

"Iya Tante. Bima juga baru tahu, kalau ternyata orang tua Bima sama Tante dan Om saling kenal" ujarnya tersenyum kecil.

Juna mengangguk "Untung tadi Om nanya nama orang tua kamu yah? kalau enggak, Om nggak bakalan tahu kalau kamu anak mereka"

"Terus gimana kabar Mama sama Papa kamu?" tanya Juna.

"Alhamdulillah mereka baik Om!" jawab Bima.

"Oh yah, mereka kan di Belanda. Kamu di sini memangnya sama siapa?" kali ini Ningsih yang bertanya. Karena setahunya, Agung dan Widya memang memilih tinggal di sana beberapa tahun lalu, karena Agung membangun sebuah perusahaan di sana. Keduanya hanya pulang sesekali ke Indonesi, dan tak lupa berkunjung ke rumah Juna dan Ningsih. Makanya Zifa mengenal keduanya. Sayangnya setiap mereka berkunjung, hanya anak perempuannya saja yang sering ikut. Kata mereka anak keduanya malas diajak jalan-jalan meski di umurnya yang masih kecil. Jadi maklum saja jika Juna dan Ningsih tak mengenal Bima.

"Sama Tante aku, Kakaknya Mami" jawab Bima.

Zifa hampir tersedak ludahnya sendiri saat mendengar panggilan Bima untuk Ibunya. Mami? Memang sudah biasa sih panggilan itu, tapi kalau si wajah datar itu menyebut panggilan itu Zifa rasa sama sekali tak cocok. Mami, kata itu Zifa rasa terlalu manja untuk ukuran patung es kayak Bima.

"Ooh, gitu" ujar Juna dan Ningsih. Bima mengangguk.

"Kalau gitu sering-sering aja ke sini. Sesekali kamu juga harus makan malam dengan kami, gimana?" tawar Ningsih, membuat mata Zifa melotot.

Sebelum Bima menjawab, Zifa buru-buru turun. "Ma, pa, Zi berangkat dulu" potongnya saat Bima sudah bermaksud membuka mulut menjawab tawaran Ningsih.

"Eh, kamu kenapa? nurunin anak tangga kayak dikejar-kejar aja?" tanya Juna heran. Zifa tak menjawab, gadis itu malah langsung menyalami tangan Juna dan Ningsih.

"Heh! nggak sopan banget sih kamu! Sapa dulu itu Bimanya, dia udah daritadi nunggu kamu" omel Ningsih karena Zifa seolah menganggap Bima tak ada.

"Eh? Ii..iyyya. H..hy Bima! Hehehe" sapanya garing.

Bima hanya mengangguk "Ya sudah Om, Tante. Kami berangkat dulu. Assalaamu'alaikum" pamitnya sambil mencium tangan Juna dan Ningsih.

"Wa'alaikumussalaam! Sering-sering yah, kemari" ujar Ningsih membuat Zifa meringis di tempatnya. Ia pikir Mamanya akan lupa tawarannya pada Bima tadi.

"Pasti Tante!"

Zifa melotot. Apalagi ini? kenapa Bima jawabnya gitu? Kok cowok ini makin aneh aja?

"Aku udah bilang kemarin, nggak usah jemput aku" ujar Zifa saat mereka sudah berada di teras rumah.

"Memangnya siapa juga yang jemput kamu?" cibir Bima. Zifa menatap Bima kesal. "Terus kamu ngapain di sini?"

"Motor aku tadi bannya bocor, kebetulan bocornya di dekat rumah kamu. Tuh, kalau nggak percaya!" tunjuknya pada motor yang sudah berada di garasi rumah Zifa. Sejak kapan tuh motor ada di sana? "Jadi, ya aku sekalian aja mau ngerepotin kamu hari ini, hitung-hitung....gantinya yang kemarin aku ngantar jemput kamu" Zifa semakin menatap Bima kesal.

"Maksud kamu, kamu mau numpang di aku? gitu?"

Bima mengangguk santai. "Siniin kunci motor kamu. Aku yang bawa, pulangnya nanti aku bakalan nunggu kamu lagi kayak kemarin"

Zifa meratapi nasibnya dalam hati. Kalau tahu Bima sikapnya menyebalkan kayak gini, dia nggak mau mengiyakan tantangan Nara. Walaupun ini bisa melancarkan misinya, tapi Zifa terlalu ngeri akan sisi lain Bima ini. Sepertinya Zifa akan menemui Nara untuk mengatakan kalau dia menyerah!

"Oh yah, kenapa kemarin nggak balas pesan aku?" tanya Bima sambil menghidupkan motor Zifa. Zifa berusaha mencerna pertanyaan Bima, jadi itu benaran Bima? bukan karena ponselnya dibajak?

"Bengong aja. Buruan naik!" Zifa tersentak dari lamunannya, buru-buru ia naik ke boncengan Bima.

Ayo like, vote dan komennya jangan lupa😊

1
Qaisaa Nazarudin
Ckk ngapain juga marah2 dan merasa sakit hati dan kecewa bertahun2,Kalo hujung2 nya juga malah balikan lagi..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
membingungkan..
Qaisaa Nazarudin
Orang kalo udah cinta mah ee ayam juga dia bilang rasa coklat, Besok2 saat di selingkuhin,jangan nangis2 ya Nara..
Widi Andriani
pengen bogem bima
levian
mampir kak ke novel takdir cinta di koridor sekolah meskipun cerita nggak nyaman dan nggak nyambung tapi tetap nikmatin aja
Nurwana
so sweet banget si Bima.... pak suami TDK ad bucin bucinnya.
Nurwana
semangat zifa.... tunjukkan pada Bima bahwa kamu TDK bisa direndahkan.
Nurwana
benar zifa, bodoh amat....
Ely eliayan
lanjut
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
Olly O Krisen
😍👌🤩
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Vivi Andriani
bucin abizz
Susilo Wati
si bita bukan cuma ganteng tapi pakai banget 😘
Farida Wahyuni
lia ini pasti mamtannya bita, yg lalu dipacarin bita hanya krn mau menghilangkan perasaannya pada zi sepupunya.
Farida Wahyuni
ga apa2 kok thor. sepupuan bisa menikah kok, karna sepupu bukan mahrom, jd boleh dinikahi.
yuniarti Juni
ceritanya bagus,, moga lanjut ya thor,
Diana Sari Natalia
ngakak aku sindrilla disamakan dg gorila 🤣🤣🤣🤣
Diana Sari Natalia
Justru kita hrs dkt dg saingan biar tau pergerakan nya 🤣🤣🤣
Diana Sari Natalia
Lia pacarnya BiTa, BiTa cintanya ma Zifa, dah kyk papinya dulu donk si Bita, yaudah BiTa balikan lagi ya ma Lia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!